SERUNI

SERUNI
BAB 126 Kau Harus Sembuh



Ustadz Abu mengguyur Ba'im dengan menggunakan air satu baldi.Sehingga membuat Ba'im kelelep dan tersadar dari pingsannya.


"Hay Tuan Muda,apa saya mengganggu waktu istirahat anda?"Ustadz Abu duduk di kursi dengan seringai yang mengerikan.Sedangkan wanita yang tadi dipangkunya itu berdiri di belakangnya,ia menyandar manja ke kursi yang diduduki oleh Ustadz Abu.


"Ustadz.. kenapa anda melakukan ini semua ??"Ba'im merasa kepalanya berdenyut sakit,ia juga merasakan sesuatu yang hangat mengalir perlahan dari lubang hidungnya.


"Wah hahahahaha rupanya Tuan muda penakut juga,Sampek mimisan begitu...Kenapa Tuan Muda datang kemari ?? Oh iya lupa ,Anda mau menjenguk istri saya ya? kok perhatian banget sih ?Apa Anda suka sama istri saya ??Atau??anda sudah punya hubungan khusus dengan dia?"


"Hahahaha hebat juga dia bisa menaklukkan seorang Muhammad Ibrahim yang sangat dingin dengan perempuan, sungguh saya tidak menyangka "


"Apa maksud anda Ustadz ??saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Ustadzah Nila, bicara secara formal pun tidak pernah"


"Ohya?? lalu untuk apa Anda datang kemari?? hanya karena saya bilang kalau istri saya itu sakit? Dan anda bilang bahwa anda tidak punya hubungan apa-apa ,Padahal sudah jelas sekali bahwa anda punya perhatian yang besar kepada istri saya"


"saya penasaran dengan Ustadzah Nila, karena saya bertemu dengannya kemarin dengan wajah yang sangat mengerikan. Dan sempat saya tidak mengenalinya dan yang saya temui itu bukan manusia melainkan roh. Apakah anda telah membunuh Ustadzah Nila ?"


"Apa?"Ustadz Abu kaget,ia bangkit dari duduknya.Tatapannya terpancar rasa khawatir dan takut,begitu juga dengan wanita itu.


"Apa Anda bisa melihat makhluk tak kasat mata ??"


"Yah ...saya bisa melihatnya "jawab Ba'im yakin.


"Hahahahahahaha...tidak mungkin,anda pikir saya akan percaya dengan omong kosong ini??"


"Sayang...dia bilang wajahnya hancur "bisik wanita itu menyela.Wajah yang tadi amat meremehkan, langsung pias seketika.


"Lebih baik anda menyerahkan diri ke polisi Ustadz Abu, karena kami pasti akan menemukan Ustadzah Nila "Ba'im mencoba menggertak lawan nya.


"Omong kosong!!!Anda datang sendiri kesini,jadi tidak akan ada yang tahu karena sebentar lagi Anda akan menyusul Nila jahanam itu"


Ustadz Abu meraih celurit yang tergeletak di atas meja,ia ingin menyabit tubuh Ba'im yang terikat.


BRAKKK


Daun pintu terlepas dari engselnya,dan mengenai wanita itu.Ustadz Abu kaget melihat seorang gadis belia berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Kurang ajar..."Excel melakukan salto sebanyak dua kali putaran dan berhasil menendang tangan Ustadz Abu yang sedang memegang celurit.Benda tajam itu terbang dan menancap di dinding kamar Ustadz Abu yang terbuat dari tiblok.


"Kakak..."seru Ismail,ia panik melihat keadaan Kakaknya yang terikat dan dari hidungnya keluar darah segar.


Excel berhasil meringkus Ustadz Abu dan memelintir tangannya ke belakang.


"Cepat minta bantuan warga"Excel memberikan perintah kepada Ismail,pria yang seumuran dengan nya itu pun menyanggupi setelah membebaskan Kakaknya.


___


Akhirnya Ustadz Abu dan wanita simpanannya itu dibawa ke kantor polisi.Excel dan Ismail begitu puas sekali.


"Nggak nyangka ya,,, ternyata kamu bisa bela diri"puji Ismail.Excel hanya tersenyum tipis, mereka tidak memperhatikan bahwa Ba'im sedang tidak baik-baik saja.Ia ambruk dan pingsan.


"Ustadz..."pekik Excel ,


"Kakak..."


"Kenapa dia?"Excel mulai panik,


"Tidak tahu,,,ayo kita bawa ke klinik"


Excel mengangguk setuju.


"Maaf... salah satu dari kalian harus ikut kami ke kantor polisi untuk dimintai keterangan dan menjadi saksi "seorang polisi tiba-tiba datang menghampiri.Excel dan Ismail saling berpandangan satu sama lain.


"Kamu saja,biar aku yang urus Ustadz"Excel menawarkan diri.Ismail diam,tapi kemudian dia mengangguk setuju.


"Aku nggak akan lama,nanti aku akan menyusul bersama Ayah dan Bunda "


Excel mengiyakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Excel tidak membawa Ba'im ke klinik, karena saat dalam perjalanan.Gadis itu memeriksa denyut nadi Ba'im dan juga kekentalan darah di hidung Ba'im .


"Ini sepertinya penyakit yang serius,,,"


Excel memilih Rumah Sakit itu, karena itu adalah milik Tuan Brata ,dimana Dokter spesialis penyakit dalam adalah Pamannya sendiri.Jadi Excel bisa langsung tahu lebih terperinci mengenai keadaan Muhammad Ibrahim.


"Bagaimana Om??"tanya Excel ketika ia diajak untuk bicara serius oleh Dokter Dirga di ruangannya.


"Dia terkena LEUKIMIA stadium dua,ia harus segera dioperasi"


"Bukankah leukimia membutuhkan pendonor sumsum tulang Om?"


"Benar "


Excel terdiam...


"Apakah Ba'im tidak mengatakan hal ini kepada keluarganya?? Apakah dia menyembunyikan penyakit seserius ini??"


"Om aku temui dia dulu,jika memang harus dioperasi kita butuh persetujuan dari pasien"


Dokter Dirga mengangguk setuju ,Excel bergegas keluar dari ruangan pribadi Pamannya.


Sudah hal yang biasa, jika Excel berada di rumah sakit. Dia akan melihat banyak sekali penampakan. Karena itu dia benci sekali rumah sakit, padahal dalam jiwanya naluri kedokteran sangatlah kuat.


Excel menemui Ba'im yang sudah mulai siuman.


"Eh Ustadz..."Excel terperangah melihat Ba'im mencabut selang infus yang menancap di lengannya.


"Ustad mau ke mana??? Ustadz harus dirawat"


"Aku tidak apa-apa, ngapain harus dirawat. Aku mau pulang"bantah Ba'im .


"Jangan keras kepala begini, penyakitmu sangat serius"


Ba'im yang hendak melangkah jadi terpaku mendengar penuturan gadis itu.


"Kau sudah tahu?"tanya Ba'im ,Excel mengangguk pelan.


"Jaga rahasia itu, jangan sampai ada orang lain termasuk keluarga ku yang tahu akan penyakit ku"


"Kenapa ?? Kenapa harus disembunyikan? Ustad bisa sembuh loh"


"Aku tidak ingin sembuh"


Excel terperangah mendengar jawaban Ba'im .


"Dia tidak ingin sembuh??"


"Kenapa kau begitu putus asa sekali? katanya kau lulusan dari Kairo? Bukankah putus asa itu sifat yang dibenci oleh Allah?"


"Jangan sok tahu, kamu hanya anak bau kencur yang tidak tahu bagaimana kehidupanku?"


"Yah aku memang tidak tahu bagaimana kehidupan mu,,,tapi aku tahu bagaimana cara aku bertahan hidup ??salah satunya dengan sikap ku yang keras kepala"


Ba'im tersenyum kecut...


"Sudahlah...baru tahu sedikit pahitnya kehidupan,sudah berlagak seperti yang paling menderita "ucap Ba'im ketus.


"Apakah kamu mengatai dirimu sendiri ??"balas Excel .Ba'im mengangkat pandangannya, melawan tatapan mata Excel yang tajam.


"Keluarga mu begitu sempurna Tuan Muda,kau memiliki Ibu yang sangat mencintaimu.Sedangkan aku???Kau memiliki Ayah yang begitu bijaksana, sedangkan aku??Aku tidak punya Ibu,aku dewasa bersama dengan para asisten rumah tangga yang menyayangi ku hanya karena digaji oleh Papaku.Papa ku orang yang sangat sibuk, mencari kekayaan untuk mencukupi hidup ku,tapi ia lupa? disaat aku sakit,ia tidak pernah memperhatikan aku.Ia hanya percaya dengan medis yang bisa menyembuhkan sakit ku"


"Begitu pun dengan teman-teman ku, mereka mengelilingi ku hanya karena aku berduit.Mengajakku ke clubing, pesta setiap malam,Dan aku pun larut dalam dunia malam.Hanya karena aku kesepian,aku sendirian..tapi aku tidak perduli,aku terus hidup karena aku yakin suatu hari nanti akan aku temukan kebahagiaan ku"


"Dan ketika aku bertemu denganmu ,aku menemukan semangat baru dalam hidupku. Aku merasa aku menemukan duniaku sendiri di sini, bersamamu"


"Aku tahu ,,kau mungkin putus asa karena cintamu sudah pergi.Seharusnya kau bahagia karena memiliki cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan. Meskipun Nayla sudah mati, dia tetap mencintaimu Tuan Muda "


"Tapi aku?? cinta yang tak berbalas ini menjadi satu-satunya semangat aku untuk hidup"


Ba'im tercenung ,ia tak menyangka jika Excel memiliki perasaan yang mendalam kepadanya.Gadis itu menarik Ba'im mundur,lalu membantu nya merebahkan diri di atas kasur.


"Kau harus sembuh Tuan Muda"bisik Excel setelah ia menyelimuti pria itu.