SERUNI

SERUNI
BAB 42 Hasrat Kerinduan



Esoknya,Leo mengajak tim yang dipimpinnya langsung untuk berkumpul.Ada Qodir,Karin,dan Seruni.Mereka menyiapkan semua apa yang diperlukan untuk mengawali audit di PT JAYA SENTOSA.Ini adalah perusahaan besar yang akan memakan waktu sampai berminggu-minggu untuk mengaudit semua keuangan mereka.


Setelah semua dikira sudah siap,Leo membawa rekan timnya segera meluncur ke kantor besar PT JAYA SENTOSA.Kedatangan mereka disambut hangat oleh Direktur perusahaan tersebut yang merupakan teman baik Leo sendiri.Keduanya berjabat tangan seraya berpelukan layaknya sahabat karib yang lama tak bersua.


"Bagaimana kabar kamu Roy??Aku lihat kau semakin sukses dibawah naungan perusahaan mertuamu"Puji Leo.Roy tersenyum tipis,senyum itulah yang membuat jantung Seruni seakan berhenti berdetak.Qodir yang tepat di belakang Leo,menoleh ke arah Seruni yang menyembunyikan diri dibalik tubuh Karin.


Sejak pertama melihat Roy,Seruni sigap menyembunyikan dirinya.


"Baru kali ini kau terjun mengaudit langsung,biasanya kau jenis orang yang susah ditemui"Ucap Roy.


"Aku sibuk,lagi pula aku sangat merindukan mu teman"Keduanya tertawa renyah.Pandangan Roy terdiam kepada sosok Qodir,Qodir mengulum senyum.


"Kau mengenalnya?"Tanya Leo.


"Yah,dia adik kelasku.Kalau tidak salah namanya Qodir"Jawab Roy.


"Dia juga calon kakak iparku"


"Ohya???apakah yang kamu maksud Lily??"


"Siapa lagi?"


Keduanya tertawa lagi.


"Ok akan aku perkenalkan satu persatu timku kali ini,agar kamu senang memanggil mereka jika ada sesuatu hal yang penting"


Roy mengangguk setuju.Seruni menggigit bibirnya,ia tegang sekali.Tangannya saling mencengkram satu sama lain.


"Qodir kamu sudah kenal,jadi aku rilis aja ya...Itu Karin dan"Leo celingukan mencari Seruni.Leo berkode kepada Karin bertanya dimana Seruni.Karin menunjuk ke belakang tubuhnya.Leo menghela nafas sambil geleng-geleng kepala.Ia menarik paksa lengan Seruni hingga keluar dari balik tubuh Karin.


"Ngapain sih ngumpet-ngumpet,jangan bilang lagi main petak umpet sama hantu yah"Hardik Leo,Seruni tertunduk mendalam.Roy tercekat ,Bumi seakan berhenti berputar.Ia tak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan sosok yang tak pernah tergantikan oleh siapapun dihati nya.


"Ini Seruni Roy,staf baruku.Karena itu aku turun tangan langsung karena ingin membimbing nya langsung"Leo memperkenalkan Seruni,ia tak menyadari perubahan di wajah sahabatnya itu.


Roy mematung menatap Seruni yang membenamkan wajahnya.


"Ohya Roy dimana ruangan yang akan kami gunakan?"


Pertanyaan Roy membuat Roy tersadar dari pikiran dibawah alam sadarnya.


"Ah disana,mari aku hantar"Roy berjalan mendahului.Leo mengikuti begitupun yang lain.Qodir sengaja berdiri paling belakang untuk menemani Seruni.


"Kamu baik-baik saja?"Bisik Qodir.Seruni mengangguk.


"Kalau kamu mau aku akan minta Lily untuk merooling anggota"


"Tidak usah,aku Ok"Jawab Seruni dengan suara hampir tak terdengar.


Setelah sampai di ruangan yang dimaksud,Roy membiarkan Leo melihat-lihat dan menilainya untuk kenyamanan kinerja mereka.Karin juga melihat-lihat meja yang cocok untuknya.


Roy sendiri perlahan-lahan mendekati Seruni.Dalam sekelibat bayang Roy menyentuh tangan gadis itu,Seruni terkesiap.Ia seperti disihir menjadi patung.Roy tersenyum,sebenarnya ia hanya ingin menguji perasaan Seruni terhadapnya saat ini.Dengan melihat ekspresi gadis itu,Roy bisa menilai bahwa Seruni masih mencintainya.


"A-ada apa Bos?"Tanya Seruni.


"Ada apa?ada apa?ngapain kamu bengong begitu?kesambet beneran nggak mau aku nolongin"Hardik Leo.


Seruni manyun,ia meruntuk dalam hati dengan bibir yang komat-kamit.


"Mungkin dia mau ke toilet Leo,mari ku hantar Nona"Ucap Roy.Seruni menggeleng cepat.


"Nggak apa-apa nggak usah malu"Roy menggiring Seruni dengan sengaja.Gadis itu panik,ia menatap Qodir seakan minta pertolongan.Tapi belum sempat Qodir menahan langkah Roy,keduanya sudah tertelan keluar pintu.Leo geleng-geleng kepala,ia masih bodoh dengan situasi yang sebenarnya.


___


Roy membawa Seruni ke tangga darurat,Ia mendorong tubuh gadis itu hingga menempel ke dinding.Belum sempat Seruni melawan,Roy sudah mengunci pergerakan nya.Keduanya berdekatan hampir tanpa jarak.Tatapan mereka bersatu dalam satu titik.Lama tatapan itu beradu,sampai akhirnya Seruni tersadar dari bius kerinduannya.Ia memalingkan wajahnya,namun Roy menahan dagu lancip milik gadis yang selalu dicintainya.Ia dengan paksa menginginkan Seruni untuk tidak berpaling darinya.


Seruni menolak,dari penolakan itu Seruni malah mendapatkan ciuman yang ******* habis bibirnya.Seruni mengelak, tangannya ingin mendorong tubuh gagah itu.Namun Roy menahan kedua tangan Seruni ke dinding,hingga ia leluasa menciumi gadis itu.


Roy dengan bringas menciumi bibir Seruni,lalu mengendus leher jenjang gadis itu dengan penuh nafsu.


"Jangan"Erang gadis itu memohon,namun Roy tak memperdulikannya.Pria itu hanya ingin meluahkan segala kerinduannya kepada gadis itu.Kerinduan yang ia pendam dalam diam selama bertahun-tahun.


Deringan ponsel terdengar, menghentikan serangan Roy terhadap Seruni.Pria itu mendengus kesal,ia merogoh hpnya.Nama Leo tertera di layar ponsel.Lagi-lagi Roy mendengus kesal.


"Hallo??"Sapa Roy penuh keterpaksaan.


"Kamu dimana?Seruni kamu benar hantar ke toilet kan?"Jawab dari seberang.


"Iya,kenapa?"


"Nggak soalnya dia nggak ada ditoilet kata Karin"


"Mungkin kesasar,atau dia lagi keluar"Jawab Roy bohong.


"Ohh baiklah,aku akan tunggu saja dia.Gadis itu memang merepotkan"


Roy mengangkat sebelah bibirnya.Telfon diputus dari seberang.Seruni diam tak bergeming sedikitpun.


"Berjalanlah ke bawah,nanti ada pintu darurat disana.Nanti jam makan siang,temui aku.Ada yang ingin aku bicarakan denganmu"Ucap Roy seperti sebuah perintah.Seruni tak merespon,tapi kakinya melangkah menuruni anak tangga.Baru tiga langkah,Roy menyusulnya lalu menciumi nya lagi.Hasrat dihati pria itu begitu menggebu-gebu.


"Aku merindukanmu"Bisiknya lirih.Seruni tak bergeming,ia mendorong tubuh gagah itu pelan, lalu meninggalkannya tanpa kata.


Roy nelangsa,gadis yang ia rindukan pergi begitu saja.


Seruni keluar dari pintu yang diberi tahu oleh Roy.Ia sendiri heran,kenapa juga ia patuh dengan anak majikannya yang dulu?Padahal kini Roy bukanlah majikannya lagi.


Saat Seruni keluar dari pintu darurat,tanpa ia sadari bahwa Sherly melihatnya.Wanita yang sudah berubah berpenampilan lebih dewasa itu terpana melihat sosok yang ia kenal sebelumnya.Beberapa kali Sherly mengucek matanya karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Tapi semua itu benar-benar nyata.


"Itu benar si Babu,ngapain dia ada disini?Dan dia keluar dari pintu darurat??"