SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 24



"Apakah setelah ini kamu akan meninggalkan aku?"tanya Uzma .


"Aku tidak bisa berjanji , karena seperti apapun seseorang mencintai,pasti sedikit banyak akan melukai.Entah sengaja ataupun tidak,tapi...kamu boleh membunuhku,jika aku melakukan itu"


"Bagaimana aku bisa membunuhmu ?Aku lebih baik memilih bunuh diri dari pada melihat mu mati"


Reyhan tersenyum, dibelainya pucuk kepala sang istri.


*


*


Seruni menyodorkan sebuah undangan ke hadapan Kakaknya saat mereka tengah sarapan.


"Dari siapa?"


"Kak Livia "


Uzma refleks mendongak, cemburu dihatinya meraja saat melihat suaminya begitu antusias membuka undangan itu.


"Ini Lusa acaranya?"


Seruni mengiyakan.


"Bisakah kamu tidak datang"tubuh Uzma panas dingin saat mengungkapkan apa yang ia inginkan.Reyhan saling berpandangan dengan adiknya yang heran dengan sikap Uzma .Tapi ....


"Baiklah...aku tidak akan datang"


"Aku juga tidak akan datang"sambung Seruni ,Uzma langsung tersenyum begitu mendengar jawaban itu.


"Jika ada apa-apa yang tidak kamu suka,kamu harus bersikap seperti itu sayang.Katakan apa yang kamu inginkan,aku akan menghargai itu"ucap Reyhan disertai genggaman lembut di tangan istrinya.Uzma mengangguk sambil tersenyum.


*UMMI KALSUM BERSERINGAI LICIK MELIHAT HAL ITU.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


Pesta pernikahan Livia sudah tiba, Khusairi begitu tampan dengan setelan jas berwarna white drak.Senada dengan yang dipakai oleh Livia .


Namun sekelumit pun tak ada senyuman menghias di bibir si pengantin wanita.Matanya menatap kosong ke arah gapura pengantin,sosok yang dinantikannya tak kunjung datang.


Sampai acara resepsi sudah usai,Livia tetap termangu menatap gapura pengantin dengan kepedihan.Ia berjalan dengan diapit oleh MUA turun dari pelaminan.


Livia berlari masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu kamar dari dalam.Ia menangis sejadi-jadinya tanpa perduli dengan ketukan pintu dari luar.


Wajah Khusairi menegang,namun ia tetap berusaha tenang.Bagaimana pun caranya,ia harus bisa menaklukkan hati Livia .


Khusairi Gegas menuju mobilnya,ia mengambil sesuatu yang sudah ia persiapkan dari awal.Setelah itu ia meraih segelas air mineral yang disediakan disana.Dan berjalan kembali ke kamar Livia berada.


"Liv ....Reyhan datang..."seru Khusairi setelah ia berhasil menenangkan semua orang yang sedari tadi mengetuk pintu kamar istrinya itu.


CEKLEK.


Daun pintu terbuka,


"Mana?"tanya Livia tanpa berdosa, Khusairi langsung nyelonong masuk sambil mendorong tubuh Livia juga.Dan ia pun mengunci pintu dari dalam.


"Kau menipu ku"jerit Livia histeris.Khusairi membekap mulut Livia ,lalu mendorongnya hingga terjerembab ke atas kasur.Ia mengunci pergerakan Livia yang meronta-ronta minta dilepaskan.Gadis itu menjerit-jerit seperti orang kerasukan.


Dengan paksa, Khusairi meminumkan sebuah obat ke mulut istrinya.Livia berontak semakin menggila, namun Khusairi tidak kehilangan akal.Ia menutup hidung Livia agar bisa menelan obatnya.Dan Berhasil....


Obat itu bekerja dengan cepat,Livia yang sedari tadi berontak dengan kuat perlahan lemas.


"Kau memberi aku obat apa?"desah Livia ,ia merasa otot-ototnya menegang.


"Perangsang"jawab Khusairi santai.


"Kamu pikir aku akan terus diam saja melihat kamu terus menggilai Dokter itu?"


"Tolong. jangan..."Livia merintih memohon.


"Tenang saja sayang,,,akan aku buat kamu melupakan Dokter itu ketika kamu merasakan kehangatan tubuhku hahahahah"


Dengan penuh nafsu, Khusairi menggagahi istrinya.Livia benar-benar dibuat tak berdaya.Dorongan hasrat hasil dari obat yang terpaksa ditelannya membuatnya terbuai oleh permainan Khusairi.Sehingga dia mau lagi dan lagi.Khusairi pun dengan senang hati melayani.


___


Pagi menjelang,Livia sudah selesai membersihkan diri.Ia melihat suaminya masih tidur dengan badan separuh menelungkup.


Gadis itu tersenyum, setelah ia terpuaskan hatinya mulai menerima keberadaan suaminya.


Dengan sedikit ulasan make up,Livia keluar kamar.Ia berniat untuk memasak yang pertama kalinya untuk sang suami.Dan yang terakhir untuk Ayahnya.Karena hari ini, Khusairi akan memboyongnya ke apartemennya.


"Beli sayur dulu gih di depan"perintah si Ibu tiri,Livia mengangguk dengan patuh.Ia pun Gegas keluar untuk membeli sayur dan lauk pauk.


"Waaaaahhh ternyata pengantin barunya dengan cepat melupakan orang terkasih "Sebuah suara terdengar dekat sekali.Livia menoleh, disana ia melihat seorang perempuan dengan memakai aksesoris agak aneh.Banyak manik-manik berwarna warni yang dijadikan anting,kalung,gelang,serta ikat pinggang.


" Siapa kamu?"tanya Livia ,karena ia memang baru pertama kali melihat wajah itu.


Ummi Kalsum tersenyum,ia mendekati Livia .


"Semalam,Reyhan tidak datang bukan diacara pernikahan mu? adiknya pun tidak datang...Kau tahu kenapa ?"


Livia menggeleng perlahan.


"Karena,, istri dadakan si Reyhan yang melarang.Padahal dia hanya gadis kampung yang sedang beruntung bisa menikah dengan Reyhan . Kalau diterawang,si Reyhan sebenarnya dia mencintai mu.Tapi karena telah didahului oleh Khusairi ,dia pun menutupi perasaannya dan memilih menikahi istrinya yang sekarang.Dan kamu tidak tahu bukan? bahwa Reyhan menikah hanya untuk pelampiasan kekecewaannya terhadap takdir.Jadi memang tidak ada cinta di hati nya untuk wanita itu.Cintanya hanya untuk kamu dan kamu"


"Benarkah ??"Livia mulai terhasut.


"Benar"jawab Ummi Kalsum penuh semangat.


"Kalau itu benar ?aku tidak akan bisa terima,akan ku pastikan perempuan itu akan menyesal"


"Aku setuju dan aku sangat mendukungmu,kalau kamu butuh bantuan ku?"Ummi Kalsum meraih telapak tangan Livia ,lalu mengusapnya.Secara ajaib di telapak tangan Livia terukir sebuah alamat.


"Carilah aku..."


Livia terpaku, bagaimana bisa wanita itu mengukir sebuah alamat hanya dengan membelai tangan saja.


"Hey...Non..jadi belanja nggak ?"


Sebuah seruan menyadarkan Livia ,ia celingukan mencari perempuan tadi.Tapi cepat sekali dia menghilang.


"Non"Sekali lagi si tukang sayur berseru.


"Eh iya... tunggu "Livia pun menghampiri.Tapi sesekali ia melihat ke sekeliling untuk memastikan wanita itu.Tapi memang benar-benar raib.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2pekan telah berlalu, hubungan Uzma dan Reyhan sudah tidak dingin seperti sebelumnya.Uzma sudah lebih terbuka dengan apa yang dirasakannya.Reyhan pun sangat bucin akut terhadap istrinya.


Apalagi di pagi itu ia mendapatkan kejutan dari sang istri.Teriakan dari kamar mandi yang awalnya mengkhawatirkan berubah menjadi berita kebahagiaan.


UZMA HAMIL


Reyhan melompat kegirangan,ia menggendong tubuh istrinya lalu mereka berputar-putar berdua hingga jatuh bersama ke atas kasur.


"Makasih ya sayang..."Reyhan mengecup kening istrinya berkali-kali.Uzma tersenyum bahagia,ia sangat bersyukur atas kebahagiaan yang tak pernah terduga datang dalam hidup nya.


"KEBAHAGIAAN ITU TAKKAN LAMA SAYANG.."GUMAM UMMI KALSUM YANG TAK PERNAH ABSEN MENGAWASI PEMILIK JIMAT PENGASIHAN PENGANTIN.