SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 82



"Namanya Muhammad Ilyas, Ayahnya Dokter Reyhan Muhammad Ibrahim.Pewaris MITRA MEDICAL, Ibunya hanya seorang anak yatim-piatu penjaga Gunung Merapi.Dia sejak kecil di asuh oleh adik dari Ayahnya.Dan Dokter Steven adalah suami Adiknya.Dokteer Steven adalah pemilik CEMPAKA SENTOSA.Yang sekarang dipegang oleh istrinya,yaitu adik dari Dokter Reyhan"


"Hanya itu data pribadi nya Bos"


Ayah Lucas diam mengamati lembaran data pribadi Yas.Lucas mendengar dengan raut tak percaya,jika Yas adalah anak orang kaya.


"Pasti kita melewatkan sesuatu"Ucap Ayah Lucas.


"Tapi Pa...dari silsilah keluarganya kita bisa tahu jika Yas itu anak konglomerat "tanggap Lucas.


"Kau tahu apa?hah?? meskipun mereka orang kaya dan terkenal,tapi mereka bukan tipe orang yang bergumul dalam dunia mafia"Bantah Ayah Lucas.


"Benar Bos... bodyguard yang sekarang melindungi keluarga gadis itu,adalah para Intel terlatih "


"Perkiraan ku tidak meleset ,siapa sebenarnya anak ini?"Pikiran Ayah Lucas menerawang jauh.


"Bos"seru seorang anak buah Ayah Lucas yang sedari tadi duduk di depan komputer.


"Ada apa?"


"Gadis itu datang"


Ayah Lucas terperanjat.


"Gadis yang mana?"


Pria itu tidak menjawab,ia justru memutar komputer agar Ayah Lucas bisa melihatnya sendiri.


Rupanya Rifka yang datang, wajahnya terangkat ke tempat CCTV berada.Seolah dia tahu kalau musuhnya sedang memperhatikan dirinya dari sisi CCTV tersebut.


Tangannya diangkat lalu mengepal perlahan, secara aneh.CCTV yang berada di tempat yang tidak mudah terjangkau itu remuk.Dan merusak jaringan di komputernya.


Ayah Lucas terbelalak, sedangkan pria yang disebelahnya terjungkir ke belakang karena ketakutan.


Ayah Lucas mencari sudut CCTV yang lain, ternyata Rifka juga sedang melihat ke arah CCTV tersebut.Ia melompat, bergelantung ke CCTV tersebut.Senyumnya sangat mengerikan dengan jarak yang sangat dekat.


Mereka yang melihat dari layar komputer berundur kaget serta takut.


"Manusia apa itu?"Ayah Lucas tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Dia bukan manusia Pa...dia seperti iblis"jawab Lucas.


"Cepat siapkan senjata,dan bunuh perempuan itu!!!"Ayah Lucas berteriak lantang.


"Baik Bos"Semua menjawab tegas.Mereka segera beranjak keluar.Namun baru saja pintu terbuka,Rifka sudah berdiri di depan pintu.Semua terkejut bukan main,mereka mundur selangkah demi selangkah.


"Hay...."Rifka melambaikan tangan.


"Cepat tutup pintunya!"Sergah Ayah Lucas.Refleks dua anak buahnya bergerak cepat untuk menutup pintu.Namun Rifka menahannya,lalu mendorongnya hingga dua orang anak buah Ayah Lucas terpelanting membentur dinding.


Semua orang jadi panik, mereka mundur ketika Rifka melangkah masuk.


"Kenapa kalian takut?? Bukankah kalian begitu bersemangat disaat membantai keluarga ku?"


Wajah mereka memucat,kaki gemetaran,tubuh mereka saling berdempet.Rifka menyeringai,ia menarik nafas dalam-dalam diikuti oleh pejaman mata.Tangannya terangkat tinggi,satu orang anak buah Ayahnya Lucas tersedot hingga batang lehernya tertangkap oleh cengkraman tangan Rifka.Sekali gerakan,leher itu langsung patah.


Ayah Lucas terbelalak,ia melihat laci mejanya terbuka dan terlihat pistol miliknya berada di sana.Dengan cepat Ayah Lucas mengambilnya lalu menembaki Rifka.Peluru pertama menembus dada,gadis itu berundur selangkah.Tapi kemudian ia maju dua langkah.Peluru kedua tepat mengenai keningnya,Rifka terpelanting.Namun justru tubuhnya bangkit dengan mengambang ke udara.


Ia marah,matanya yang menghitam bercahaya.Kedua tangannya terangkat,semua benda diruangan itu turut melayang di udara.Kepanikan semakin memuncak,ada dua orang yang nekad kabur keluar.Namun belum sempat melewati pintu.Sebuah gulungan rambut melesat mencekik keduanya hingga tewas.


Lucas semakin mundur dipojokkan,ia tidak menyadari jika segulung rambut dengan cepat mengikat kakinya lalu menariknya.


AAAAKKKKHHH


"Papa...to..."Mulut Lucas tersumpal gulungan rambut yang seperti hidup itu.Menelasak masuk ke dalam kerongkongan.Lucas tersengal-sengal,dari matanya keluar darah segar.


"Lucas..."Ayahnya terbelalak tak percaya anaknya dengan mudah dibantai dihadapannya.


Lucas masih hidup, tangannya berusaha menggapai udara kosong.Namun disaat gulungan rambut itu menyembul di perutnya, mengoyak pakaiannya.Hingga ususnya menjuntai kemana-mana.Tubuh Lucas langsung lemas , menandakan sudah tidak adanya kehidupan.


"Kep4rat kau perempuan iblis"pekik Ayah Lucas emosi.Ia maju dan tanpa rasa takut mencekik Rifka sekuat tenaganya.Mendapatkan perlawanan, Rifka terlihat santai.Rambut hidup itu bergerak diam-diam mengikat kaki tua itu.Dan disisi lain rambut itu mengikat tangan Ayah Lucas.


"Lepaskan aku,hey wanita iblis.Ayo kalau berani kita adu skill.Jangan pakai sihir seperti ini"Ayah Lucas menantang,namun Rifka tak mengindahkan.Dengan kekuatannya,ia membaringkan tubuh Ayah Lucas ke meja dengan hati-hati.Para anak buahnya seperti tak berani untuk menolong.Jangankan menolong ?bergerak seinci pun mereka tidak punya nyali.


Saat tubuh Ayah Lucas sudah terbaring, dengan menggunakan kukunya yang runcing.Rifka mengoyak celana panjang yang dipakai oleh Ayah Lucas.Pria tua itu panik ,ia sudah mengira apa yang akan Rifka lakukan padanya.


""To-tolong...jangan lakukan itu.Aku mohon "pinta Ayah Lucas.Rifka hanya tersenyum penuh misteri.Ia terus memotong CD yang dipakai hingga burung 🐦 nya menyembul.


Tanpa ba-bi-bu lagi, Rifka menusuk lubang air seni menggunakan kukunya hingga terbelah menjadi dua.


AAAAAAAAAAKKKKK


Jeritan Ayah Lucas membahana , sedangkan anak buahnya gemetaran hingga menggigil.


Rifka berseringai kejam,ia sengaja memainkan burung 🐦 yang sudah terbelah itu.Mencoba membuatnya berdiri,namun lunglai kembali.


"Hahahahahahaha...."Rifka tertawa puas.Dia tak memperdulikan Ayah Lucas yang menangis menahan sakit.


"Ampun.... Ampuni aku...."Rintihnya hampir tak terdengar.


"Ayahku sama sekali tidak memohon ampun kepada mu, meskipun aku tahu.Hatinya sakit melihat orang-orang terkasihnya kau habisi di depan matanya.Aku sama sekali tidak melihat dia menangis setetes saja air mata.Kau tahu kenapa ??"


Ayah Lucas menggeleng.


"Karena dia tahu,dia berada diposisi yang benar.Untuk apa meminta ampunan kepada seorang pendosa ?"


Ayah Lucas semakin menangis.Membuat Rifka semakin bahagia.Kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam mulutnya.Seekor belatung yang bergerak aktif.Lalu ia meletakkannya di sela burung 🐦 yang terbelah itu.


"Apa yang kamu lakukan ?"Ayah Lucas panik.


"Ngasih makan peliharaan ku"jawab Rifka santai.


"Dia akan masuk ke dalam tubuhmu, menggerogoti sedikit demi sedikit bagian tubuhmu.Termasuk...ini"Rifka menyentil burung 🐦 yang sudah lunglai.


AAAAKKKKHHH


Ayah Lucas menjerit kesakitan.


"Kenapa ??sakit??ini nggak seberapa sakit loh...lihat tu.. peliharaan ku sudah menyantap burung 🐦 mu"


Ayah Lucas menggigit bibirnya,ia menahan sakit yang teramat sangat.Perlahan gulungan rambut itu melepaskan ikatannya..Ayah Lucas langsung bangun,ia ingin menyingkirkan belatung yang menggigit burung 🐦 nya.Namun belatung itu cepat sekali masuk kedalam melalui aliran lubang air seni.


AAAAKKKKHHH


Ayah Lucas menjerit kesakitan...


"Selamat menikmati..."Ucap Rifka dengan sumringah.


"Tolong... tolong panggil Dokter"Ayah Lucas memerintah kepada anak buahnya,namun mereka lebih takut kepada Rifka ketimbang Bos nya sendiri.


"Panggil saja sana... Dokter tidak akan mampu berbuat apa-apa...hehehehehe"Rifka membelai pipi Ayah Lucas.Lalu melangkah dengan anggun keluar dari ruangan tersebut.