SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 50



"Assalamualaikum Kak"sapa Seruni saat Reyhan mengangkat panggilan telepon darinya.


"Wa'alaikum salam...ada apa Dek?"


"Emmmm Seruni pengen tahu perihal kecelakaan yang dialami oleh Bunda dan Ayah"


Reyhan terdiam sejenak,tak ada suara.


"Kak...???"


"Kamu kenapa kok tiba-tiba ingin tahu hal itu ?"


"Ternyata Bunda sama Ayah nabrak mobil yang dinaiki oleh orang tua Steve Kak... sehingga mereka meninggal.Jadi aku merasa gimana gitu?"


"Stev tahu?"


"Dia baru saja tahu saat aku beri tahu...aku tidak mau jika kabar ini ia ketahui dari orang lain akan menjadi masalah.Tapi aku merasa ada yang aneh loh Kak"


"Aneh gimana?"


"Mobil Bunda yang pas kecelakaan itu sekarang dimana?"


"Itu bukan mobil Bunda tapi mobil Ayah...Yang kamu pakai itu kan mobil yang dikendarai orang tua kita saat kecelakaan "


"Masak sih Kak?Apa bukan mobil lain sejenis pajero?"


"Nggak ada yang punya pajero cuma Ayah,punya Atuk Fortuner yang Kakak pakai ini.Emang kenapa sih dek?jangan main teka-teki dong"


"Soalnya aku lihat difoto-foto Ayah sama Bunda, mobilnya beda Kak.Merek aja yang sama tapi desain beda"


"Kok bisa??masak sih ?"


"Coba Kakak cek di picture Google kita,Kakak bisa liat perbedaan mobil ku sama mobil Ayah"


"Ok...bentar"


Reyhan memutar kursi menghadap komputer.Ia membuka memori file lama yang tersimpan rapi disana.Setelah mengecek beberapa foto,ia baru menyadari jika yang dikatakan oleh adiknya itu benar.


"Eh...iya...kok bisa ya??Padahal SE ingat Kakak,habis kecelakaan itu.Atuk memperbaiki mobil yang sudah rusak itu dan dikembalikan ke bentuk asal"


"Apa memang mobil ini adalah mobil yang berbeda Kak?lalu mobil Ayah kemana?"


Reyhan diam...kenapa dia baru menyadari hal ini sekarang ?


"Aku akan menemui Atuk Dirga... beliau pasti masih ingat kejadian itu, karena yang aku ingat.Almarhum Atuk kita memarahi Atuk Dirga.Katanya ada konspirasi dalam kecelakaan Bunda dan Ayah.Tapi Kakak tidak seberapa ingat pembicaraan mereka Apa?"


"Iya Kak..kasih tahu aku apapun informasinya ya Kak"


"Iya..."


...----------------...


Seruni sudah bersiap untuk pulang, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.Belum sempat Seruni mengijinkan untuk masuk ,daun pintu sudah terbuka lebar.Seruni menghela nafas kesal.


"Bisa nggak jangan main masuk gitu aja"gerutu Seruni,Nandar hanya tersenyum.


"Tidak usah dibawa serius,aku hanya ingin bertanya.Apa kamu sudah pikirkan apa imbalan penutup mulut ku?"


Seruni mengangkat sebelah bibirnya,ia melipat tangan di dada menghadapi Nandar.


"Aku sudah mengatakannya sendiri kepada suami ku perihal kecelakaan maut itu"


Raut wajah Nandar langsung berubah drastis.


"Dan kamu tidak usah khawatir, karena Steven sama sekali tidak menyalahkan aku.Bagaimana dia bisa menyalahkan istri tersayang nya?"


Wajah Nandar merah karena marah,Seruni tersenyum lalu melewatinya begitu saja keluar dari ruang kerjanya.


"Kenapa bisa jadi seperti ini ??"Nandar mengepalkan tangannya."Rupanya wanita itu bukan wanita biasa.Dia tidak mudah untuk diintimidasi"Gerahamnya bergemeletuk, wajahnya mengeras dan matanya tersirat api kemarahan.


*


*


"Reyhan..."seru Dokter Dirga hampir tak terdengar,pria yang sudah sepuh itu bersandar malas di kursi goyang nya.


"Bagaimana kabarnya Atuk?"


"Yah beginilah Rey... Tinggal menunggu malaikat maut datang"


"Jangan bilang begitu Atuk... sebentar lagi Atuk akan punya cicit"


Dokter Dirga tersenyum penuh ketulusan.


"Atuk turut bahagia sayang "tangan keriput itu membelai pucuk kepala Reyhan .


"Atuk... boleh kah Reyhan bertanya sesuatu ?"


"Tanya apa?"


"Perihal kecelakaan yang dialami oleh Bunda...Kenapa saat itu Atuk Brata sangat marah sekali kepada Atuk Dirga?Aku masih terlalu kecil untuk mengerti "


Dokter Dirga terdiam, wajahnya yang ceria berubah muram.


"Atuk.."Reyhan menyentuh tangan Atuk Dirga lembut.


"Reyhan hanya ingin tahu saja, tidak akan terjadi apa-apa dimasa sekarang jika memang ada sesuatu yang salah"


"Saat itu...Kakak marah kepadaku, karena mobil Excel ditemukan dalam keadaan rem blong.Brata mengira itu hasil konspirasi dari Harun dan Rasyid yang menginginkan Mitra Medical. atku tidak bisa mengatakan apapun untuk membela putra-putra aku, karena aku juga tahu Harun dan Rasyid memang sangat menginginkan Mitra medical .Aku hanya bisa memohon bersimpuh di kaki Brata agar dia tidak menghukum mereka. Bagaimana nanti nama baik Mitra Medikal jika kedua anakku ditangkap polisi ??"


"Brata mempertimbangkan hal itu. Dia pun mengubah data-data tentang Mitra medical menjadi surel pribadinya. Tidak ada yang bisa membuka data-data itu selain dari keturunan asli Excel.Karena kata sandi dari data-data itu adalah DNA kalian"


"Aku pasrah ,aku serahkan semuanya tanpa terkecuali.Yang terpenting dua anakku baik-baik saja"


"Reyhan... tolong maafkan kedua Pamanmu"


Reyhan tersenyum lalu mengangguk.


"Apa Atuk tahu ke mana mobil yang rem blong itu?"


"Mobil itu yang dipakai adikmu Seruni "


"Tapi itu bukan mobil Ayah Atuk..."


Dokter Dirga menautkan kedua alisnya yang sudah beruban.


"Maksud kamu??"


"Atuk tadi bilang bahwa mobil yang remnya blong, yang menyebabkan kecelakaan maut itu . Sekarang dipakai oleh Seruni .Tapi itu bukan mobil Ayah Atuk, Memang mobilnya mereknya sama warnanya sama tapi desainnya beda Atuk. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri"


"Jadi???"


"Yah!! kecelakaan itu bukan hasil konspirasi paman.Melainkan konspirasi dari pihak keluarga Steven"


"Maksudmu ??"


"Mobil yang remnya blong itu bukan punya Ayah, berarti mobil itu adalah punya pihak korban lainnya.Dan korban itu adalah Ayah dan Ibu dari Steven,suami Seruni .Lalu kemana mobilnya Ayah?"


Dokter Dirga diam sejenak...


"Yah aku baru ingat,dua tabrakan itu memang tidak ada korban yang selamat.Satu mobil korban masuk ke jurang dan terbakar.Satu lagi yang dipakai oleh Seruni .Dan Brata mengira mobil itu adalah mobil yang dikendarai oleh Excel dan suaminya "


"Benar sekali Atuk.... karena aku sudah melihat sendiri siapa orang tua Steven.Ada satu foto mereka berpose di dekat mobil yang sekarang dipakai oleh Seruni.Sama persis "


Dokter Dirga tiba-tiba merasa penuh semangat,ia menggenggam tangan Reyhan dengan erat.


"Tolong ungkap kebenaran ini Rey... temukan siapa pelaku yang sebenarnya "


"Iya Tuk...akan aku lakukan,ini juga demi Seruni . Karena aku takut suaminya akan menyalahkan Seruni "


Dokter Dirga mengangguk setuju...


"Ya sudah Tuk... Reyhan pergi dulu "


"Salam untuk istri mu Rey..."


"Iya Tuk... jangan lupa makan dan minum obat ya Tuk"


Dokter Dirga tersenyum dan menggerakkan kepalanya.Reyhan mencium tangan tua itu,lalu mengecup kening Dokter Dirga.Setelah itu ia pun pergi dengan hati yang lega.