SERUNI

SERUNI
BAB 139 Hemmm Rupanya?



Excel terus saja memperhatikan Belati pusaka Kujang.Sampai tiduran di lantai menunggu si Kujang kembali.Tapi belati tersebut tetap saja berdiri tegak.


"Kok lama amat si Harimau pergi?? emang dia kemana sih?? Kalau sampai Ustadz datang sebelum harimau itu kembali,mampus aku dimarahi "


Excel menopang dagunya,ia tengkurap dengan kaki yang bermain manja.


"Ngapain kamu disini ??!!"


Excel kaget,ia gelagapan bangun dari lantai.Benar dugaannya, pasti dia akan kena marah.Sudahlah pagi tadi dia berdebat dengan Ba'im , sekarang malah ketahuan masuk ke kamarnya dan bermain benda pusaka miliknya.


"Ah ini"Excel tercengang saat menunjuk ke arah belati Kujang berdiri.Karena si Kujang sudah tergeletak di lantai.


"Kamu bermain-main dengan Kujang ku"Hardik Ba'im ,ia segera menyambar belati itu dan dibungkusnya kembali menggunakan kain hitam.


Excel bingung harus menjelaskannya bagaimana? Apa mungkin Ba'im akan percaya Jika ia jujur dan menceritakan semuanya? Tapi kalau ternyata dia dinilai mengada-ngada pasti akan tambah menyakiti hatinya.


Akhirnya Excel memilih pergi saja tanpa kata.Ba'im yang baru saja menyimpan Kujang di tempat semula melongo dengan kepergian Excel yang tanpa mengatakan apapun.


"Tuh anak emang nggak punya sopan santun ya...udah lama disini tapi tetap saja sikapnya tidak berubah"Ba'im menggerutu kesal.


Ia tidak menyadari jika Excel lah yang melepaskan Kujang,dan Excel juga tidak tahu jika Ba'im sudah terlepas dari mantra pengasih karena dirinya.


___


Desas desus tentang Ba'im yang mesrah dengan seorang pria cepat sekali menyebar.Sehingga setiap kali Ba'im terjumpa dengan orang-orang di dalam yayasan, pandangan jijik dan tak ada hormat tertuju padanya.Ba'im sendiri tak menyadari semua itu, ditambah lagi sikap Excel yang dingin padanya.


Gadis itu langsung berubah 180°,ia seperti tidak mengenal Ba'im sama sekali.Jika di dalam kelas,Excel B aja.


Sampai saat ujian kenaikan kelas tiba,tak sedikit pun Excel bertanya apapun tentang mata pelajaran kepadanya.Biasanya gadis itu capernya minta ampun.


Karena Ujian dilakukan secara bersama dengan santri putra, seperti biasa semua santri akan dikumpulkan antara pria dan wanita dengan duduk yang berselang-seling.Ini semua dilaksanakan demi menghindari penyontekan.Dan sangat kebetulan,Excel duduk bersisian dengan Ismail .Tapi karena memang Excel pandai dalam semua bidang mata pelajaran,jadi dia tidak mengalami kesulitan.


Dua hari ujian berlangsung,dua hari juga harapan Ba'im agar Excel caper padanya tentang mata pelajaran kandas.


Tapi esok adalah harapan terakhirnya, karena esok adalah ujian bahasa Arab.Satu mata pelajaran yang memang tidak diketahui Excel .Ba'im tersenyum licik memperhatikan gadis itu.


"Baiklah anak-anak,besok adalah ujian nahwu dan bahasa Arab.Jangan lupa belajar ya,jika ada yang tidak dimengerti bisa tanya Ustadz langsung"Ucap Ba'im sambil merapikan kertas hasil ujian murid-muridnya.Dalam hatinya tersimpan harapan Excel akan menyerukan namanya.


Tapi ternyata Excel hanya termangu,dua bola matanya bergulir menatap Ismail .Pria itu tersenyum dengan kedipan mata agar Excel tenang saja.Excel pun membalas senyuman Ismail ,tanpa kata seperti sebuah telepati.Excel dan Ismail berjalan beriringan keluar dari kelas.


Ba'im terpelongo melihat respon Excel yang tetap cuek saja.


"Kok???"dia tidak mampu melanjutkan kalimatnya.


"Oh Mungkin saja dia mau bertanya nanti di saat di rumah aku yakin itu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ba'im baru saja sampai di rumah,ia terlihat capek sekali menilai hasil ulangan murid-muridnya. Untuk setakat ini,hasil ujian Excel yang terbaik.Ternyata gadis itu pintar dan cerdas.Apalagi fisikanya,pantas dia ada keahlian untuk menjadi dokter.


Apakah benar dia akan menjadi dokter ??? Tiba-tiba rasa cemas dan takut menyergap hati Muhammad Ibrahim.Ia mempercepat langkahnya dengan harapan Excel akan menemui nya dan meminta untuk belajar bahasa Arab.


Tapi sayang, untuk kesekian kalinya Ba'im menelan kekecewaan. Ia mendapati Excel tengah belajar bersama dengan Ismail. Keduanya terlihat sangat akrab dan dengan sangat telaten Ismail mengajari Excel tentang mata pelajaran yang akan menjadi topik utama dalam ujian besok.


____


"Assalamualaikum anak-anak..."sapa Ba'im saat baru masuk kelas.


"Waalaikumsalam ustadz..."jawab anak-anak kompak.


"Baiklah... Kalian sudah siap dengan ujian kali ini?"


"Insyaallah Ustadz..."


"Alhamdulillah.... kalian tahu kan patokan nilai untuk bisa naik ke kelas 12 adalah harus di atas 8,... itu untuk semua mata pelajaran, kalian mengerti ???jika ada satu saja pelajaran yang di bawah 8, maka ustadz pastikan kalian tidak akan bisa naik kelas"


Semua kaget,bukan hanya Excel .Wajah gadis itu memucat, bagaimana jika ia tinggal kelas?? aduh nggak bisa dibayangin deh. Padahal Excel langsung nggak pernah sekalipun tinggal kelas dari dia masuk TK.


Ba'im diam-diam tersenyum melihat perubahan wajah Excel ,gadis itu seperti cemas dan khawatir.


"Rasain... mangkanya jangan belagu jadi cewek.Sekarang tahu sendiri kan akibat nya?Hem!!"


Sekali lagi Ismail menenangkan Excel dengan kode matanya.Excel mengangguk pelan.


Kertas ujian sudah diberikan.Excel memperhatikan semua soal yang sama sekali tidak ia mengerti.


Tulisan yang ada harkatnya saja dia nggak bisa baca apalagi yang gundul begitu.Excel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Tangannya gemetar,dingin terasa dalam kepalan.


Saat kepanikan itu berlangsung, tiba-tiba Ismail merampas kertas ujian miliknya dengan gerakan cepat.Lalu menukar dengan kertas ujian yang sudah terisi hampir 90%selesai.


Excel kaget,ia melihat ke depan.Ternyata Ba'im baru saja memunggungi dan sekarang berbalik menatap ke arahnya.Kedua Tatapan mereka bertemu.


DEGH!!!


Tatapan mata yang sebenarnya dirindukan oleh Ba'im berhasil menggetarkan jiwanya.Meskipun itu tak lama, karena Excel kembali fokus pada kertas ujiannya.


Ba'im duduk,ia berusaha mengontrol perasaannya.


"Kenapa aku jadi begini??Kenapa tatapan matanya sangat mengguncang perasaan ku??"


Ba'im menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan.Ia jadi penasaran Bagaimana Excel mengerjakan tugas ujiannya?Ia bangkit dan menghampiri meja gadis itu.Ba'im kaget, ternyata Excel sudah menyelesaikan ujian nya.Ba'im mengambil kertas ujian itu,ia mengoreksi satu persatu.Rasa tak percaya membuat nya memeriksanya beberapa kali.


Gadis itu ditatapnya dengan penuh tanda tanya ,tapi Excel sama sekali tak mengangkat wajahnya.


"Kau sudah selesai ??"


Excel mengangguk.


"Aku ambil kertas ini"Ba'im mengambilnya dan dibawanya ke meja kerjanya.Ia memeriksa sekali lagi.


Dan saat Ba'im mengangkat pandangannya, tanpa sengaja ia melihat Excel dan Ismail saling mengangkat jempol mereka.


HEMMMMM RUPANYA ???