
"Nicta..."
Yas merangkul istri nya,mulut yang masih menyisakan noda darah anyir menjadi jawaban apa yang telah terjadi.Yas melihat tubuh Ibu Ayu yang tak berkepala sudah kaku.Kepalanya tergeletak tak berapa jauh.
"Apa yang kamu lakukan Nic ??Hah???"Yas merangkul istrinya dengan erat,ia menangisi kebodohan Nicta yang telah terpengaruh oleh Ibunya Ayu.
Nicta mengerang kesakitan, lehernya keluar cahaya merah bergaris melingkar.
"Ya Allah...."Yas meraung, istrinya yang sangat ia cintai akan berubah menjadi sosok Kunyang.
"Tidak Nic...tidak.... jangan"Yas memeluk Nicta lebih erat lagi.
"KUJAAAAAAANG"Yas menjerit kuat,bukan hanya Kujang yang terjaga.Melainkan semua penghuni rumah Seruni langsung terjaga dan gegas turun ke bawah.
Air muka mereka tak berbeda jauh, tercengang,kaget,dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi ?.
"Yas..."Seruni berhambur duduk berjongkok disamping Yas.
"Apa yang terjadi?"
"Nicta Aunty... Nicta"Yas menangis histeris,tubuh Nicta masih ia dekap dengan kuat.Ia tidak mau istri nya sampai melepaskan kepalanya.
"Jangan bilang Nicta sudah berubah menjadi Kunyang?"Kujang muncul dengan terkaan yang tak meleset.
"Apa???"Seruni terperangah,ia tak percaya hal itu akan terjadi.
"Kenapa bisa begitu Kujang ?"Tanya Reyhan .
"Nicta telah memakan jantung Ibu Ayu...maka sekarang dialah Kunyang yang mewarisi semua kekuatan Ibu Ayu"
Reyhan terpelongo...
"Kenapa Mas??ada apa ini ??"Uzma kebingungan sendiri,karena ia tidak bisa melihat dan mendengar Kujang.
"Nicta...menantu kita"Reyhan hanya menunjuk-nunjuk tapi tak bisa menyampaikan.
"Kenapa Mas?? Kenapa dengan istri Yas???"
"Dia...."
KUJAAAAAAANG TOLONG LAKUKAN SESUATU
Yas menjerit pilu,karena Nicta terus saja mengerang kesakitan disebabkan kepalanya tidak bisa lepas.Yas menahannya dengan sekuat tenaga.
Kujang menghampiri Yas,ia menggosok kepala Yas dengan bulu di lehernya.
"Yang sabar Yas.... Biarkan dia terlepas"
Yas menggeleng cepat...
"Tidak...aku tidak akan membiarkan dia berubah menjadi Kunyang"
"Dia tersiksa Yas... kasihan dia"
Yas mengecup kening istrinya dengan penuh perasaan.Ia sesenggukan, hatinya tidak bisa menerima kenyataan.
Kujang menggigit lengan Yas agar ia melepaskan Nicta,tapi Yas tetap menggeleng.
"Kalau kau mencintai nya...maka lepaskan dia Yas...Hanya dia yang bisa menghapus pengaruh sihir di rumah itu.Dan membuka pagar gaib untuk mu .. Ikutilah kemana ia pergi"
Yas menatap sendu istrinya yang terus mengerang kesakitan.Hati Yas mulai melunak,ia pun melepaskan dekapan nya meskipun ragu.
WUSSSS
Kepala Nicta melesat terbang,Uzma yang menyaksikan itu langsung roboh tak sadarkan diri.Reyhan panik,ia segera menggotong tubuh istrinya masuk ke dalam agar aman.
"Bawa tubuh istri mu Yas,simpan baik-baik.Lalu ikuti dia "Kujang memberikan arahan.
Yas mengiyakan,Ia merangkul tubuh Nicta tanpa kepala lalu membawanya masuk ke kamarnya.
Seruni bingung,ia lemas tak bertenaga.Steven dengan setia berada di sisi nya.
"Kita masuk ke kamar ya sayang"ajak Steven,Seruni mengangguk setuju.Dalam hatinya ia meruntuk nasib keponakannya yang tragis.
*
*
Kepala Nicta terbang masuk ke dalam rumah nya.Para Zombie yang terdiri dari manusia biasa namun dalam kondisi sulit untuk dijabarkan langsung berdiri melihat kehadiran nya.Mereka berjongkok menghaturkan sembah.
Kepala Nicta berputar mengelilingi mereka yang berkumpul teratur di ruang tamu.Memang sudah naluri seorang Kunyang,dalam putaran ke tujuh semua orang itu rebah ke lantai.Mereka seperti sedang pingsan.
Tak berapa lama kemudian mereka hampir bersamaan sadar dari pingsannya.Kepala Nicta terbang melesat keluar rumah.Ia melakukan hal yang sama pada rumahnya.Dan dalam putaran ke tujuh,pagar gaib itu lenyap secara perlahan.
"Yas...pagarnya sudah lenyap"Kujang memberi tahu,Yas mengiyakan.Ia berlari masuk ke dalam,Kujang pun turut serta.
Kepala Nicta terbang merendah, menghampiri suaminya.Tatapan matanya sayu,Yas tak bisa menahan air matanya.Tangannya terulur mengusap pipi kekasihnya.
Nicta tersenyum disertai tetesan air mata.Ia tak mengatakan apapun.Namun sorot matanya begitu memilukan.
Orang-orang yang baru saja terbebas dari pengaruh sihir Kunyang mulai keluar dari rumah Nicta dengan wajah kebingungan.
Kepala Nicta melesat terbang,Yas tak sempat menahannya.
"Hey...anak muda...Mana Nicta"Tuan Mahendra datang mendekat.Yas tercekat, apa yang harus ia katakan ??
"Dia...dia dirumah saya Om...Om bisa ikut saya sekarang.Nicta sudah menunggu"
"Untuk apa dia menunggu ku disana??kenapa dia tidak pulang saja??"Tuan Mahendra masih dengan egonya.
"Om...tolong.."Yas menghiba penuh perasaan.Tuan Mahendra tak segera menjawab,ia memperhatikan anak muda yang berada di hadapannya.Akhirnya ia mengalah,
"Baiklah besok aku akan datang,aku tidak tahu kenapa rumah ku begitu kacau?"Tuan Mahendra berbalik masuk ke dalam rumahnya.
Yas memperhatikan sekitar, orang-orang sudah pada pergi.Mungkin pulang ke rumah masing-masing.Sedangkan malam semakin larut dan bersiap menyongsong pagi.
*
*
Yas membuka pintu kamarnya perlahan,ia mendapati Nicta sedang duduk di bibir kasur dengan wajah tertunduk.Pria itu berusaha mengukir senyum,ia mendekat lalu duduk disamping sang istri.
"Apa kau baik-baik saja ??"
Nicta semakin menundukkan kepalanya, punggungnya bergetar seperti menahan tangis dalam dadanya.
Yas menarik Nicta ke dalam pelukannya.
"Kau jangan takut,ada aku disini...hemm"
Tangisan Nicta semakin menjadi,Yas memejamkan matanya.Ia berusaha agar kuat dan tidak menangis.
"Besok Papa mu akan datang kesini,kita bilang ya kalau kita sudah menikah"
Nicta Mengangkat wajahnya, matanya sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
"Papa???dia selamat ??"
Yas mengangguk...
"Kau sudah berkorban untuk semua orang,kau sudah menyelamatkan mereka.Aku kagum padamu"Yas mengusap pucuk kepala istri nya penuh haru.
"Apa kamu tidak masalah dengan keadaan ku sekarang -?"
"Apa perlu aku menjadi seperti mu??"
Refleks Nicta menakup mulut suaminya,ia menggelengkan kepalanya.
"Cukup aku saja yang seperti ini,kau harus hidup layaknya seorang manusia "
"Kau juga manusia sayang, positif nya kau akan tetap cantik,awet muda,hemmm aku pasti akan menjadi suami yang paling bahagia di dunia "Yas memuji istrinya agar ia tidak terlalu merasa insecure.Nicta tersenyum hambar,dia tahu Yas hanya berusaha mendamaikan hatinya.Padahal hatinya sendiri pasti sangat kecewa.
Keduanya saling berpelukan satu sama lain,mereka berusaha menenangkan hati mereka sendiri untuk menerima segala kudrat dan iradat yang sudah tertulis.Kujang memperhatikan mereka dari luar jendela.Ia turut merasakan apa yang Yas rasakan.Bagaimana tidak, orang yang dicintai kini berubah menjadi setengah manusia dan setengah setan.