SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 100



"Dia udah tahu tentang perasaan mu?"Eny melanjutkan interograsi nya.Nicta menggeleng perlahan.


"Gimana mau tahu? cueknya minta ampun dah"


Eny menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itulah kenapa aku sakit hati banget melihat dia Haha Hihi sama perempuan lain.Karena sama aku cuek banget"


"Mungkin dia hanya ingin kamu cemburu ?"Terka Eny asal.Nicta mengernyitkan keningnya.


"Masak begitu??"


"Ya kan aku bilang mungkin"


Nicta diam berpikir.


"Benar juga ya...tapi dari mana dia tahu kalau aku bakal lewat?"


"Kamu kan sekolah disana,ya pasti lewat dong"Eny semakin mengokohkan pernyataannya.


"Iya juga ya....kok aku nggak sampai kepikiran kesana ya??padahal nih ya, menurut pengakuan Yas sendiri.Dia pertama kali ketemu aku adalah saat Ibuku kecelakaan.Dan saat itu aku tidak menyadari.Aku pikir kita pertama kali ketemu tu di kuburan Ibu ku.Sampai aku sebut dia tukang ikut campur.Dan yang kedua kalinya kami bertemu di Mall.Dia menolong ku saat dimarahi sama selingkuhan Brian"


"Hemmmm bisa jadi pernyataan mu itu benar En... kelakuan Yas ini susah sangat ditebak "


"Nah bener kan...."tambah Eny,ia senang tamannya bersemangat kembali.


"Terus aku harus gimana ??"


"Emmmmm lebih baik kamu tetap diam, bersikap biasa saja.Jangan ngomong apa-apa dulu,gengsi lah kalau cewek nembak cowok duluan"


"Iya..aku sih malu"


"Mangkanya,,,,jadi kamu diem aja,tapi jangan pernah lepaskan dia.Pepet dia terus, jadilah orang yang paling Deket dengannya dibandingkan dengan yang lain "


Nicta diam berpikir..


"Kamu ngerti kan?"


Nicta mengangguk sambil tersenyum lebar.Tiba-tiba ia memeluk Eny dengan erat.


"Makasih ya En... kalau tidak ada kamu disini, entahlah aku tidak tahu bagaimana aku sekarang"


"Iya nggak apa-apa,udah kamu sekarang mandi dulu ya"Eny membalas pelukan Nicta dengan usapan lembut di punggung Nicta.


Nicta mengangguk seraya melepaskan pelukannya.Kesedihannya sudah hilang berganti senyuman yang indah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini,Di sekolah kedatangan tamu dari sekolah lain untuk melakukan pertandingan Basket.Biasalah kalau kelulusan akan ada banyak pertandingan persahabatan antar sekolah.


Yas,Bona,Radit,Latif dan yang lainnya sudah siap bertanding.Dan Ini adalah pertandingan terakhir untuk BONA dan pemain yang sekelas dengan nya.Karena sebentar lagi mereka akan menganyam bangku kuliah.


Setelah masing-masing anggota cheerleaders melakukan aksinya, pertandingan basket pun dimulai.Sorak Sorai mengiringi perjalanan pertandingan.Bola yang pertama dikuasai oleh tim lawan, dengan mudah diambil alih oleh Yas.


Para penonton dari sekolah Yas semakin bersemangat bersorak menyerukan nama Yas.


Nabila yang memperhatikan Yas dari luar lapangan tersenyum tipis melihat pria yang saat ini menelusup dalam hatinya bermain begitu menggoda.


1 angka nilai sudah tercipta,tepuk tangan bergemuruh.Nabila turut bertepuk tangan.


Bola mulai di dribel kembali,dan dengan mudah Yas merebut kembali,tapi ia mengoper bola kepada Bona.Dan Bona mendribel ke depan,di lempar ke Latif.Latif siap menciptakan angka,ia melakukan ancang-ancang untuk memasukkan bola.Latif melompat,dan


BRUK..


Ia jatuh ke lantai.


"Kenapa Tif??"Tanya Bona.


"Kakiku Bon... kakiku"Latif menunjuk kan Kakinya.Yas berjongkok memeriksa,


"Kenapa kakimu?Aku lihat nggak apa-apa"tanya Yas.


"Sumpah...kakiku sakit susah digerakkan"Latif menjelaskan keadaan nya.Sekali lagi Yas memeriksa, sampai ia melucuti sepatu Latif.Tapi tak ada apapun yang Yas temukan.Para petugas UKS menghampiri.


Dari jauh Nabila melihat kepanikan terjadi di dalam lapangan.Ia penasaran dan mendekat.Tapi pandangannya terhalang oleh para penonton yang berdiri karena turut penasaran.


Para petugas UKS tidak menemukan titik pusat kenapa Latif kesakitan.


"Ah kamu jangan bercanda Tif...kalau males main ngomongin.Kita bertanding nih"Radit menimpali.


"Sumpah Dit..aku nggak bercanda"


"Ya udah kamu istirahat dulu Tif, ganti yang lain"seru Yas memutuskan.Guru olahraga pun setuju dengan usulan dari Yas.


Latif pun diganti oleh pemain cadangan,dan permainan dimulai lagi.Tapi anak-anak jadi kurang bersemangat.Mereka seperti kelelahan padahal permainannya baru saja dimulai.Saat Yas mengoper bola kepada Bona, dengan mudah direbut oleh tim lawan tanpa perlawanan.


Sorakan penonton seperti sangat kecewa.Yas agak heran dengan Semuanya.Ia pun mengambil bola saat tim lawan sudah mencetak angka.Ia mencoba mendribel bola ke tengah lapangan,dan berniat melakukan cek angka dengan lemparan jauh.Yas melompat,ia merasakan dua Jimat dalam tutupan syalnya berputar cepat.


"YEEEEEEEE..."


Sorakan penonton membahana saat angka berhasil dicetak oleh Yas.Tapi Yas sama sekali tidak terlihat senang, pandangannya mengedar ke seluruh lapangan.Ia yakin ada yang ganjil disini.


Para pemain semakin bermain semakin kelelahan.Mereka seperti tengah berada di gurun pasir saja.Tubuh mereka berkeringat dan lemas.Hanya Yas saja yang masih vit.Yas mendekati pelatih nya.


"Pak ada yang tidak beres...mohon dihentikan sebentar"Yas berbisik.Pelatihnya kaget


"Kenapa Yas??"


"Lihat anak-anak Pak,mereka seperti tidak bertenaga sama sekali "


Sang pelatih memperhatikan para pemainnya, mereka memang seperti sangat kelelahan sekali.


"Tapi pertandingan ini baru saja dimulai Yas.Tadi sudah mengulur waktu karena Latif, sekarang dihentikan kembali.Ini seperti kita sedang main-main "


Yas terdiam, ia sendiri bingung harus bagaimana?tapi kalaupun dipaksakan bermain, hasilnya... timnya akan kalah.


"Hey...ayo.. ngapain disitu terus??takut kalah ?hah??"seru seseorang dari tim lawan yang disambut tawa oleh mereka.Yas diam tak melayani,edaran matanya lebih teliti lagi mencari biang kerok nya.


EH???-


Yas melihat seorang gadis berdandan aneh, lipstik hitam,celak hitam dan dengan hody hitam.Ia duduk disela penonton tim lawan.Pandangannya juga tertuju kepada Yas.


"Ohhh jadi disitu rupanya"


Yas tersenyum,ia pun melangkah masuk ke lapangan.Dengan sebuah kode gerakan kepalanya, permainan pun dimulai kembali.Kali ini Tim lawan menyerang balik,tim Yas sudah kehilangan tenaga.Disenggol dikit saja mereka ambruk, alhasil Yas melawan sendiri.


Bola yang dibawa tim lawan tidak mudah ia rebut karena ia hanya sendiri.Dengan mudahnya Yas dijadikan bulan-bulanan oleh lawan.Mereka sengaja tidak memasukkan bola ke keranjang tapi mengoper bola agar tidak direbut oleh Yas.


Yas kelelahan,ia diam.Tawa ejekan berkumandang dari tim lawan.Sedangkan penonton dari sekolahnya Semua terlihat mengkhawatirkan Yas.


Nicta bangkit,ia menghampiri pelatih untuk menegurnya.


"Pak...kenapa Bapak diam saja?Ini pertandingan yang tidak adil.Yas melawan sendirian saja"


"Kamu jangan ikut campur, cepat duduk kembali ke tempat mu"hardik pelatih.


"Tapi Pak..."


"Duduk!!"bentak pelatih dengan tegas.Nicta sangat kesal sekali.Ia terpaksa mundur dan duduk asal-asalan.