SERUNI

SERUNI
BAB 52 Mencari Seruni



Sampai malam menjelang,Pak Salam tak menemukan tanda-tanda kedatangan putrinya.Ia sudah terlampau khawatir,beberapa kali ia mencoba menghubungi nomor putrinya tetap saja tak ada respon.


Akhirnya tidak ada jalan lain selain ia melakukan ritual pemanggilan arwah.Ia sangat yakin arwah istrinya pasti tahu tentang Seruni.


Selesai menunaikan shalat isya',Pak Salam menyiapkan bara,lalu ia taburi kemenyan.Setelah itu ia duduk bersila,merapal doa untuk permohonan kedatangan arwah Ibu Seruni.


Setelah bait doa dibaca lebih dari 7kali,angin berhembus menerpa tubuh Pak Salam.Pria tua itu membuka matanya perlahan.


Ia mendapati sosok perempuan berdiri tanpa menapak lantai.Baju putihnya berkibar tertiup angin entah dari mana datangnya.


Wanita itu menatap kosong dengan tenungan tajam.


"Putrimu belum pulang"Ucap Pak Salam.


Kedua mata cekung milik si arwah mengerjap perlahan.


"Kau tahu dimana dia?"


Arwah Ibu Seruni hanya menjawab dengan pancaran matanya.


"Alhamdulillah kalau dia baik-baik saja.Terimakasih"Pak Salam tersenyum,wajah tuanya sudah mulai tenang.


WUZZZZ


Angin kencang turut membawa arwah itu menghilang tanpa bekas.Pak Salam menghela nafas lega.


"Maafkan Bapak Nak"Rintih Pak Salam lirih.


___


Tukang Ojek yang menolong Seruni membawa gadis itu ke rumahnya.Karena saat ditanya mau kemana Seruni hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Kedatangan keduanya disambut oleh istri si tukang ojek dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Neng ini kayaknya korban pelecehan Bu"Belum bertanya,Tukang ojek itu sudah menjelaskan kepada istrinya.


"Ohhhh,,,Ayo masuk"Sambut sang istri dengan disertai senyuman.Seruni dirangkulnya lalu digiring masuk.Ia juga membantunya duduk agar tidak segan.


"Kenapa Bapak tidak hantar ke rumahnya?Pasti orang tuanya khawatir Pak"


"Udah Bapak tanya'in alamatnya dimana?Dia hanya geleng-geleng kepala"Si suami menjawab sambil sibuk membuka jaket ojeknya,lalu beliau masuk ke dalam untuk mencuci kaki.


"Biar besok kalau dia sudah sedikit tenang Bapak akan hantar dia "Sambung si tukang ojek setelah mencuci kaki.Istrinya mengiyakan,ia membelai rambut Seruni lembut.Pikirannya menerawang kepada almarhum anaknya.Mungkin kalau masih hidup pasti akan seumuran dengan Seruni.


"Ibu pasti ingat sama Bella,iya kan??"Terka si suami.Istrinya hanya tersenyum getir.


"Jangan mikir yang aneh-aneh Bu,udah sana bawa si Neng ke kamar.Ibu temani dia tidur,Bapak tidur diruang tamu saja"


Istrinya mengangguk,ia mengajak Seruni masuk ke dalam kamarnya.Karena hanya ngontrak jadi hanya ada satu kamar disana.


___


Sementara di lain tempat,Leo mencari Seruni kemana-mana.Ia juga menyambangi kontrakan gadis itu.Tapi ia hanya berani menatap dari jauh memeriksa alas kaki si gadis.Tak ada!!


Ia takut Bapak Seruni akan menginterogasi dirinya.Ia tidak punya keberanian untuk menceritakan yang sebenarnya.Leo hanya bisa menelfon Kakaknya,Lyli.


Saat menghubungi Lyli,Qodir ikut bicara.Dari perkataan Qodir lah Leo baru sadar bahwa Seruni tidak akan berbuat diluar batas dengan Roy.


"Aku sangat yakin Seruni tidak akan melakukan yang aneh-aneh dengan Roy.Kalau hanya sebatas ciuman mungki iya,tapi kalau sampai melakukan seperti itu rasanya tidak"Jelas Qodir.


Qodir dan Lyli mempercepat pekerjaannya,mereka juga hendak membantu mencari Seruni.Sampai Qodir terlupa,bahwa tas Seruni masih di ruangan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kabar kehamilannya langsung disebar luaskan oleh Sherly.Dengan penuh percaya diri ia memberi tahu sang Papa.Tuan Hendrie sangat bahagia,dengan penuh semangat ia akan merayakan tentang kehamilan putrinya.Namun Sherly meminta agar perayaan itu diselenggarakan saat anak dalam rahimnya berumur 100 hari saja.


Tuan Hendrie pun tak membantah,ia menuruti semua keinginan Sherly,apapun itu.


"Kemana suamimu?kenapa ia tidak menemani mu kesini?Padahal kamu tengah mengandung,harus ada yang jagain kamu sayang "Tuan Hendrie membelai lembut pucuk kepala putri sulungnya.


"Dia sibuk Pa...emmm kalau boleh Sherly mau seorang supir menemani Sherly Pa.Kan suamiku tidak bisa selalu ada untuk menjaga ku"Pinta Sherly dengan niat terselubung.


"Baiklah Papa akan Carikan untukmu"


"Tidak Pa,,,Sherly akan cari sendiri"Potong Sherly cepat.


"Ok"Tuan Hendrie mengangguk setuju.Sherly tersenyum senang,ia akan mengajak Rafa untuk menjadi supirnya.Jadi ia bisa semakin gampang untuk bersama dengan kekasih gelapnya itu.


Dea dan Ibunya menguping pembicaraan Ayah dan Anak itu,mereka jelas sekali terlihat tidak suka dengan kehamilan Sherly.Karena jika sampai Sherly hamil dan melahirkan anaknya dengan selamat.Keinginan untuk menguasai harta warisan dari Tuan Hendrie akan pupus.


Mereka tidak mau hal itu terjadi, keduanya sanggup melakukan apapun untuk menggagalkan hak ahli waris jatuh kepada Sherly.Karena jika sampai itu terjadi, mereka pasti akan diusir oleh Sherly.Ibu dan anak itu tahu kalau Sherly sangat dendam kepada mereka.


___


Seruni baru saja selesai sholat subuh,ia sudah lebih sedikit tenang.Istri tukang ojek itu terus menatap Seruni dengan senyuman terukir.


"Seruni punya keluarga?"Tanya istri tukang ojek tersebut.Seruni mengiyakan


"Seruni mau pulang?"


Seruni mengangguk lagi.


"Hemmm padahal Ibu udah seneng banget bisa ketemu sama Seruni"Wajah istri tukang ojek itu jadi murung.


Suaminya muncul dari balik pintu kamar.


"Jangan gitu Bu... mentang-mentang dia seumuran anak kita,Ibu langsung mau ambil dia dari keluarganya"


"Bukan ngambil Pak,hanya saja Ibu akan senang kalau Seruni mau tinggal dengan kita"


"Ya itu sama saja"


Seruni mengulum senyum.


"Neng udah siap?Ayo Bapak hantar sekarang ke rumahnya.Takut keburu siang,soalnya Bapak ada langganan nganter ke sekolahan"


Seruni mengangguk,gadis itu lebih banyak diam dari biasanya.Hal itu disebabkan oleh hatinya yang memikirkan Leo.


Meskipun pria itu memperlakukannya dengan kurang baik kemarin,tapi ia yakin pasti ada sesuatu yang salah.Seruni harus tahu itu,lagi pula ia juga khawatir.Takut arwah Ibunya akan mencelakai Leo.Jadi ia harus buru-buru mencari tahu.


Setelah mencium tangan istri tukang ojek itu,Seruni tak lupa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kebaikan dua pasutri itu.Si istri nampak sedih,ia seperti tidak rela Seruni pergi.


"Kalau ada waktu senggang,jangan sungkan datang kemari ya ndok"Ucap istri tukang ojek itu,matanya nampak berkaca-kaca.


"Insyaallah Bu"Jawab Seruni lembut.Istri tukang ojek mencium kening Seruni begitu mendalam.Ia tak kunjung melepaskan genggaman tangannya.


"Bu...Bapak udah kesiangan nih"Si suami memperingati.Seruni mengulum senyum,akhirnya dengan terpaksa si istri melepaskan kepergian Seruni yang diantar oleh suaminya.