
"Bagaimana keadaan Ba'im ??"Baru saja datang, Seruni langsung mencerca dengan pertanyaan.
"Alhamdulillah Tante,dia sudah baikan"jawab Excel dengan lirikan yang kurang mengenakkan.Karena ia merasa tak sanggup untuk membohongi orang baik seperti Ibunya Ba'im .
"Kamu sih.... kan bunda udah bilang, biar Excel menemani kamu"Seruni menepuk lengan putranya,Ba'im hanya tersenyum hambar.
"Mangkanya jadi orang jangan keras kepala Kak, untungnya aku ama Excel ngikutin dari belakang. Kalau nggak? nggak tahu deh gimana nasib Kakak sekarang?"tambah Ismail turut menyalahkan.
"Sudah...sudah... yang penting sekarang Ba'im baik-baik saja, terima kasih ya Excel udah mau menolong anak Om"Roy menengahi.
"Sama-sama Om"Jawab Excel dengan senyuman yang dipaksakan.
"Gimana hasil penyelidikannya Is??"Ba'im mulai bersuara.
"Ustadz Abu kayak orang stress Kak ,tapi kami dapat keterangan dari perempuan itu. Ternyata itu adalah selingkuhannya Ustadz Abu .Menurut cerita katanya Ustadzah Nila memergoki ustaz Abu sedang bermesraan dengan wanita itu . Terus mereka bertengkar gitu ,setiap hari mereka bertengkar . EH tahu-tahunya Ustadz Abu tuh cemburu sama Ustadzah Nila. Nggak tahu persis sih cemburu karena masalah apa ?pokoknya terjadi pertengkaran hebat sampai Ustadzah Nila minta cerai. Ya benar kata Lala ,terus Ustadz Abu menampar Ustadzah Nila terus katanya dipentokin ke dinding . Terus Belum puas juga ,Ustadz Abu mengambil palu besar yang biasa dipakai untuk mecahin batu itu loh kak ,Dia pukul wajah Ustadzah Nila sampai hancur dan meninggal di tempat. Mayat Ustadzah Nila dikubur di belakang rumahnya"Ismail menceritakan secara terperinci.
"Astaghfirullah...kejam sekali Ustadz Abu "Ba'im sangat tak percaya bahwa Ustadz Abu yang terkenal ramah dan baik itu bisa tega melakukan hal keji itu kepada istrinya.
"Ohya...Excel ...kamu kok bisa bawa Kak Ba'im kesini ??bukankah aku meminta mu untuk membawa Kak Ba'im ke klinik terdekat.Ini jauh loh Ex"Ismail menyampaikan uneg-unegnya yang terbuku sejak awal ia berangkat.
"Dan ini juga rumah sakit ternama dan mahal,kamu nggak punya niatan ambil kesempatan dalam kesempitan kan?"Kedua bola mata Ismail memicing seperti penuh dengan kecurigaan.
"Apa-apaan sih Is??"Seruni mencubit lengan anak bungsunya.
"Awww sakit Bun..."
"Kamu sih, ngomong kayak nggak ada remnya"Seruni merasa tak nyaman dengan Excel, meskipun ia sejak naik mobil membebel kenapa gadis itu membawa anaknya ke rumah sakit besar ??padahal Ba'im hanya pingsan saja.
"Emmm mungkin dia panik Bun, karena aku mimisan.Dan lagi aku kan dipukul dibagian belakang kepala.Jadi mungkin Excel takut aku kenapa-napa "Ba'im menjawab seolah-olah menjadi tameng bagi si gadis.
"Emmm Ia Tan.. Maafin Excel ya, karena ambil keputusan tanpa bermusyawarah dulu dengan tante dan keluarga. Tapi tenang aja kok, Saya udah bayar semua biayanya"tambah Excel meyakinkan.
"Eh,,,ini bukan masalah biaya loh Ex, kalau itu kami pasti bisa bayar.Tapi kamu itu terlalu lebay"Ismail terlihat jelas sangat tidak suka dengan sikap Excel .
Excel diam tak menjawab lagi,ia menatap Ba'im seperti mengisyaratkan sesuatu.
"Sudah...sudah...Is, nggak usah diperpanjang"Ba'im berusaha menengahi.
Jujur hati Excel sakit Ismail mengatakan begitu, tapi ia hanya bisa menelan bulat-bulat rasa sakit itu.
Bagaimana jika Ismail tahu bahwa Ba'im sedang sekarat??Apa ia masih akan menyalahkan sikap yang ia ambil??
___
Karena terlalu kecewa,Excel memilih lebih banyak diam.Sejak saat itu dan sampai ia kembali ke Yayasan,Excel cenderung senyap saja.
Keluarga besar Seruni sangat merasakan perubahan gadis itu, meskipun Excel masih tersenyum bila berbicara dengan mereka.Namun aura dingin masih sangat terasa.
KHem KHem....
Excel menoleh ke samping,ke asal muasal suara.Ternyata Ba'im yang mendatangi dirinya.Pria itu tersenyum namun tak diindahkan oleh Excel .Ia kembali fokus mengerjakan tugas sekolah di teras depan rumah.
"Maafin aku ya"ucap Ba'im setelah ia duduk di sisi Excel .
"Maaf untuk apa Ustad??"Excel bertanya tanpa sedikitpun menoleh.
"Karena aku kamu berbohong ,dan karena aku juga kamu disalahkan"
"Tidak usah merasa bersalah ustadz, Bukankah ini yang anda inginkan ??mereka seperti orang bodoh yang dibohongi tentang sesuatu yang besar"
HEMM
Hanya itu yang keluar dari pita suara Excel .
"Kamu mau kan memaafkan aku ?"sambung Ba'im .
"Mengucapkan maaf memang mudah,tapi memaafkan ?-memerlukan mental yang kuat untuk bisa melakukannya.Dan saya tidak punya mental sekuat itu Ustadz "
Ba'im terdiam, ia tahu Excel sangat terluka dengan ucapan adiknya.
"Lalu ??Apa yang harus aku lakukan ?-agar kamu bisa memaafkan aku ?"
Excel menghentikan gerakan jemarinya yang tengah menulis di buku.Ia mengangkat wajahnya menatap pria yang sangat ia kagumi itu.
"Benar ??? ustadz akan melakukan apapun?"
Ba'im mengangguk pelan.
"Tapi jangan aneh-aneh deh permintaan kamu"Ba'im merasa khawatir juga jika ia membebaskan Excel untuk meminta apapun padanya.
"Tenang saja,saya tidak akan minta Ustadz untuk menikahi saya jika Ustadz tidak mencintai saya"
"Lalu apa yang kamu inginkan ??"
"Kesembuhan Ustadz "
Ba'im tercenung, keduanya bertatapan sangat intens.Tiba-tiba Ba'im berpaling membuang pandangannya.
"Itu tidak mudah Excel..."
"Saya akan bantu Ustadz,asal Ustadz untuk sementara waktu harus rajin minum obat.Saya akan mencari pendonor sumsum tulang belakang untuk Ustadz "
"Aku sudah mencari,tapi DNA ku termasuk langka.Itu yang membuat aku sulit menemukan pendonor.Kemungkinan hanya DNA Bunda yang cocok"
Excel terdiam sesaat,lalu kemudian ia tersenyum lebar.
"Tak apa,saya akan tetap mencarinya Ustadz.Tapi Ustadz harus rajin minum obat,Ok??"
Ba'im ragu-ragu,tapi kemudian ia pun mengangguk setuju.Membuat Excel tersenyum lebar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok ......Tok.......Tok
Excel memicingkan matanya, melihat dalam kegelapan.Mencoba menerka siapa yang telah mengetuk jendelanya.
Namun ia tak melihat bayangan siapapun diluar sana.
Tok .....Tok...... Tok
Karena penasaran,Excel beringsut bangun lalu turun menapaki lantai.Ia berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara.
Saat daun jendela terbuka,Excel tak menemukan siapa-siapa disana.
Gadis itu menghela nafas panjang,ia pun hendak menutup kembali daun jendela.Namun gerakannya tertahan saat melihat air yang membekas seperti tapak kaki.Dan bekas air tersebut berjalan seperti orang yang sedang melangkah.
Excel mengucek-ngucek matanya,ia berpikir itu hanya mimpi?tapi ternyata itu nyata.Yah,itu sebuah tapak kaki yang berjalan.