
Gandi mendekat,Raja semakin menggigil ketakutan.Ia ingin lari,tapi kemana??
"Jangan Gandi...jangan...Aku mohon"pinta Raja memelas,ia menyeret kakinya yang gemetaran untuk mundur.Dan sering kali tergelincir oleh tempurung kepala.
Akan tetapi Gandi tak perduli,ia meraih tangan Raja sehingga pria itu tidak bisa untuk menghindar.Gandi menarik tangan Raja, mengarahkan ke dalam perutnya.Ia memasukkan tangan itu melalui luka menganga yang dipenuhi belatung.
Raja memejamkan matanya karena tak sanggup melihat luka yang sudah membusuk itu.
"Kamu merasakan itu??"Raut wajah Gandi berbinar ,Raja menggeleng,ia bergidik ngeri dengan liukan-liukan belatung menyentuh kulit tangan nya.
"Itu anak kita,dia masih ada didalam perutku..Darah daging mu"
Raja tersentap,ia menarik tangan nya dengan kuat sehingga ia terjungkal.
"Kenapa kau takut hah???Kau tak mengakui anakmu??"
"Kau sudah gila Gandi"pekik Raja,ia menarik tubuhnya menjauh dari makhluk itu.
"Hihihihihihi...Kau yang gila Raja,apa salahku??apa salah anak ini hingga kamu mengorbankan nya??"
"Aku tidak ada cara Lain Gandi,itu semua adalah ritual dari keluarga ku turun temurun.Kalau tidak melakukan persembahan??,harta kami akan binasa"
"Lalu kau mengorbankan diriku?"
"Bukankah aku sudah memberikan peringatan,agar kau menggugurkan kandungan mu.Jangan masuk ke dala keluarga ku..tapi kau bersikeras!!Malah dengan beraninya kamu datang ke rumah ku memberitahu kehamilan mu...Kau memang mencari mati"
Gandi terdiam,ia menundukkan wajahnya pilu.Hatinya hancur berkeping-keping, impian nya untuk menjauh istri Raja pupus bersamaan dengan kematian yang mengenaskan.
FLASH BACK!!
Gandi sangat bersemangat merias dirinya di depan cermin.Ia sangat kagum pada dirinya sendiri yang terlihat cantik dan ****.Sehingga bisa menaklukkan hati Raja, seorang pengusaha muda yang sukses.Pertemuannya dengan Raja adalah sesuatu yang tidak disengaja,pria itu menabrak Gandi hingga semua barang belanjaannya berterabuh di lantai.
Sejak saat itu,Raja selalu menemui Gandi dengan segala macam urusan.Dari yang hal penting dan hal yang dibuat-buat penting.
Gandi sendiri masih kuliah di fakultas ekonomi, perbedaan waktu sibuk membuat mereka tidak bisa setiap hari bertemu.Namun Raja selalu menyempatkan diri untuk menemui Gandi di Kampus.
Hingga suatu hari,di acara perayaan Depvawali .Raja mengajak Gandi bertemu,disana Raja membuat Gandi teruja karena sebuah hadiah kalung berlian tiba-tiba melingkar di leher Gandi saat ia diminta untuk menutup mata.
Gandi tersenyum selalu melihat kalung itu,ia tidak menyangka jika Raja akan memberikan hadiah semahal itu padanya.
"Barang yang cantik hanya cocok untuk gadis cantik"pujian Raja menghanyutkan, sehingga Gandi merelakan mahkota nya untuk sang pujaan hati.Raja berhasil melakukannya berkali-kali,sehingga setiap kali mereka bertemu.Raja akan menikmati tubuh Gandi.
Dan hal itulah yang menyebabkan Gandi hamil, wanita yang masih belum tahu sepak terjang Raja.Begitu bahagia mengetahui dirinya hamil.Setidaknya hal ini akan membuat Raja akan segera menikahi nya.Dalam pikiran Gandi sudah terbayang kan hal-hal yang menyenangkan jika nanti ia menjadi istri Raja.
Tak sabar rasanya menunggu kepulangan Raja dari Singapura.Hingga saat itu pun tiba,Raja menelfon Gandi untuk datang bertemu disebuah hotel.Gandi pun menyanggupi dengan penuh semangat.
"Raja..."Gandi berlari memeluk kekasih hati.Raja pun menyambut Gandi dengan penuh rindu.Ciuman bertubi-tubi Raja hujani ke wajah wanita itu.
"Tunggu dulu"Gandi mencegah aksi Raja yang sudah merangkak di atasnya.
"Kenapa sayang??aku sudah rindu"
"Jangan kasar... kasihan anak kita"
Gandi yang belum peka memeluk Raja dari belakang.
"Apa kau bahagia sayang ???Aku sangat bahagia sekali,tak kusangka di umur ku yang masih muda.Aku akan segera menjadi Ibu,dan itu dari kamu sayang... seseorang yang sangat aku cintai"Ungkap Gandi penuh haru.
"Gugurkan kandungan mu Gandi"
Gandi terhenyak,ia merenggangkan pelukannya.Membalik tubuh tegap itu hingga mereka saling berhadapan.
"Apa kamu bilang ??"
"Gugurkan kandungan mu"
"Kenapa?Ini buah cinta kita Raja"
"AKU BILANG GUGUR KANDUNGAN ITU!!!"
Gandi membulatkan matanya,ia tak percaya jika sosok yang sangat lembut dan perhatian itu kini membentak nya.
Raja merasa iba melihat reaksi Gandi,ia menarik tubuh Gandi jatuh dalam pelukannya.
"Tolong gugurkan saja kandungan mu,aku mohon"bujuknya,Gandi berontak.Ia mendorong Raja menjauh dari dirinya.
"Selamanya aku akan mempertahankan anak ini, meskipun aku harus mati sekalipun"tegas Gandi disertai deraian air mata,ia meraih tasnya lalu berlari keluar dari kamar hotel itu.
"GANDI!!!GANDI!!!"Raja berusaha mengejar,namun Gandi sudah lolos masuk ke dalam lift.Raja kesal,ia meninju tangannya sendiri.
*
Saat makan malam bersama keluarga besarnya,Raja dikejutkan oleh kedatangan Gandi.Tanpa rasa takut Gandi menjelaskan maksud kedatangan nya kepada keluarga besar Raja.
Awalnya semua keluarga Raja menatap Raja dengan tatapan penuh tanda tanya.Tapi Raja hanya mampu menundukkan kepalanya.
"Saya tahu,saya tidak pantas untuk menjadi seorang istri kepada Raja yang notabene orang terpandang dan pengusaha sukses.Tapi saya hanya ingin mempertegas bahwa saya tidak akan menggugurkan kandungan ini, walau apapun jua.Entah Raja mengakui ataupun tidak.Saya permisi dulu"Gandi bangkit dari duduknya.
"Tunggu!!"Ayah Raja bangkit menahan langkah Gandi.Ia tersenyum sembari mendekati wanita itu.
"Selamat datang di keluarga besar KASTAPURA ...siapa namamu??"
Gandi terpana,ia tak percaya bahwa pria yang entah siapa menyambut nya hangat.
"Ga-gandi..."Jawab Gandi gugup.
"Gandi...nama yang bagus.Datanglah besok tanggal 6 tepat hari Jumat.Kami akan menyambut kedatanganmu dengan layak.Tapi kau harus datang sendiri, karena kamu tidak ingin melukai hati orang tua mu jika tahu kamu hamil sebelum menikah"
"Maafkan kelakuan anakku,kami akan tetap ingin menjaga nama baikmu didepan orang tua mu.Nanti setelah bayi itu lahir,kami akan memproses dengan adat kami kepada kedua orang tua mu"Ayah Raja mencengkram bahu Gandi dengan penuh kasih.Gandi tersenyum, rupanya semua terjadi diluar dugaan.Ia menatap Tajam penuh haru,akan tetapi tanggapan Raja tak terguratpun secuil senyum.Sedangkan semua keluarga Raja tertawa lepas menanggapi.
*
Seperti yang sudah dijanjikan,Gandi datang ke istana keluarga Raja seorang diri.Tapi tentang kehamilan dan rencana dari keluarga Raja,ia sudah sampai kan kepada kedua orangtuanya.
Awalnya kedua orang tua Gandi kecewa,tapi karena niat baik yang diutarakan oleh orang tua Raja kepada Gandi.Mereka jadi memaklumi.Dan merelakan anak mereka datang seorang diri ke rumah besar itu.