SERUNI

SERUNI
BAB 144 Mulai Terungkap



Mbok Indun tergopoh-gopoh menaiki anak tangga.Excel yang melihat hal itu diam-diam menguntit dari belakang.


Ternyata Mbok Indun mengetuk pintu kamar Nagita .Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan.


"Ada apa?"tanya Nagita dengan malas.Ia seperti baru bangun tidur.


"Ada panggilan melalui interkom.Katanya Non ada tamu"


"Siapa?"


"Saya tidak tahu "


Nagita terlihat berpikir.


"Ya udah..."


Tanpa mengucapkan terima kasih Nagita menutup kembali pintu kamarnya.Excel berharap kamu yang datang ingin menemui Nagita adalah seseorang yang ia cari.


Excel terus menguntit Nagita secara diam-diam. Ia melihat dari kejauhan dengan siapa Nagita bertemu?.


"Om?? ngapain Om datang kesini ??"Nagita bertanya dengan suara yang dipelankan.Ia memperhatikan ke sekeliling takut ada yang melihat dirinya.


"Aku dengar kamu menikah ??"


"Iya Om ..Papa yang menginginkan pernikahan itu"


"Apa Papamu tahu siapa yang menghamili mu?"


"Kenapa Papa harus tahu??bisa mati aku dibunuh sama Papa kalau dia tahu aku hamil anak Om"


Dewangga menyeringai.


"Seharusnya kamu jujur saja"ucapnya santai sambil lalu menyulut rokok.


"Enak aja...Om udah punya istri nggak mungkin banget kan Om mau bertanggung jawab ?"


"Kalau Papamu tahu, setidaknya dia akan merasakan apa yang aku rasakan "


Ucap Dewangga dalam hati.


"Sudahlah Om... mulai sekarang Om jangan temui aku lagi.Aku sudah jadi istri orang sekarang "


"Om hanya penasaran,kok bisa orang lain mau bertanggung jawab atas anakmu itu?"


Nagita tersenyum miring.


"Om kayak nggak tahu Papa aja ...sudah sana Om pulang saja,dan jangan temui Nagita lagi.Ok!!!"Nagita sedikit memberikan dorongan pada tubuh Dewangga agar pria itu pergi.


Dewangga mengalah,ia pun pergi dari tempat itu.


___


Excel menunggu dengan sabar di tempat parkir,begitu kelibat orang yang ditunggu muncul.Ia segera datang menghampiri.


"Hay Om..."sapa Excel dengan gaya centil.Dewangga menautkan kedua alisnya,ia merasa tak mengenal gadis yang menyapanya itu.


Dengan gemulai Excel melepaskan hijab nya dan mengibaskan rambutnya yang tergerai indah.


"Kenalin aku Excel Om...teman Nagita"Excel mengulurkan tangannya, Dewangga tersenyum tipis.Ia pun menyambut uluran tangan gadis cantik itu.


"Dewangga..."


"Hemmm dari suaranya saja terdengar seksi sekali"goda Excel.


"Pantas Nagita mau tidur sama Om"Excel melangkah semakin mendekat,ia mencondongkan kepalanya ke dekat daun telinga Dewangga.


"Aku mau dong Om jadikan Om sugar Daddy"bisik Excel penuh godaan.Dewangga menyeringai,ia memberi kode dengan gerakan kepalanya agar Excel masuk ke dalam mobilnya.Excel kegirangan,ia pun masuk ke dalam mobil itu setelah Dewangga membukakan pintu untuknya.


"Kenapa kamu mau melayani ku??apa tujuan mu??"tanya Dewangga saat ia membawa Excel dengan mobilnya tanpa tujuan.


"Nagita selalu cerita tentang Om yang sangat royal padanya.Aku jadi pengen juga dong digituin.Apalagi dibuat keenakan,siapa yang akan menolak Om"Excel sengaja menggigit ujung telunjuknya menantang libido pria disebelahnya.


"Begitu ??"


Excel mengangguk manja.


"Kan sekarang Nagita sudah menikah Om,jadi nggak mungkin dong Om masih makek dia"


"Sebenarnya Nagita cuma Om jadikan sebagai alat untuk balas dendam "


"Hah??"keterkejutan Excel bukan pura-pura.


"Balas dendam ???sama siapa Om?"


"Sama Bisma, Papanya Nagita "


Excel terpelongo.


"Dia sudah selingkuh dengan istri Om,dan menghamilinya.Aku tidak tahu hal itu sampai anak itu tumbuh dewasa,dan sekarang sudah menginjak usia 8tahun.Sampai suatu ketika,dia kecelakaan dan membutuhkan donor darah.Dan ternyata,DNA nya tidak cocok dengan ku"


"Lalu cocok nya dengan Papanya Nagita ??"


"Tapi yang ku harapkan diluar ekspektasi ku,Bisma terlalu licik dan licin.Dia justru menjebak orang yang tidak tahu apa-apa perihal kehamilan Nagita"


Excel mengambil hijab yang dipangkunya lalu memakainya kembali.


"Eh??kok dipakai lagi hijabnya ?? Padahal kamu cantik loh tanpa hijab, rambutmu bagus"puji Dewangga.


"Terimakasih Om... tapi Maaf,aku hanya ingin tahu siapa yang telah menghamili Nagita"


"Oh???Hahahahahaha"Dewangga tergelak.


"Jadi kamu hanya memancing ku???Kamu pikir aku suka diperlakukan seperti itu olehmu??"


"Maksud Om??"


"Kau terlalu manis untuk ku abaikan,dan kau terlanjur menaikkan libido ku.Jadi aku takkan menyia-nyiakan mu"


Excel menggeleng disertai senyuman kelat.


"Jadi Om tidak mau melepaskan ku??"


Dewangga mengerlingkan matanya dengan nakal.Tanpa dia duga Excel bergerak cepat menarik steering mobil,dan kakinya menginjak kaki Dewangga yang berada di atas pedal rem.


Mobil berputar disertai denyitan bunyi gesekan ban mobil. Dewangga terbelalak,ia shock melihat gerak lincah Excel memutar steering hingga berputar-putar dan berhenti pas dibahu jalan dicelah parkiran dua kendaraan beroda 8.


Dewangga terpana,dia diam mematung sampai tak mampu mengatupkan mulutnya.Excel tersenyum jumawa, dengan satu tangan ia mendorong dagu pria itu ke atas hingga mulutnya mengatup rapat.


"Nanti ada lalat Om"


Bola mata Dewangga bergulir menatap gadis disampingnya yang senyam-senyum ke arahnya.


"Antarkan saya pulang ya Om"Excel mengerlingkan matanya.Dewangga mengangguk cepat.Wajahnya pias seketika, tangannya gemetar memutar kunci mobil.


___


Sesampainya di depan pintu gerbang utama yayasan Darul Islam,Excel menyelipkan kartu namanya di tangan Dewangga.


"Kalau Om butuh bantuan ku untuk melancarkan balas dendam Om.Jangan segan hubungi aku ya Om"


Dewangga mengangguk,ia sudah terlihat lebih tenang.


Excel keluar dari dalam mobil Dewangga,ia tidak menyadari kalau Ba'im sedang memperhatikan dirinya.


Pria itu cemburu melihat Excel tersenyum hangat kepada pria dibalik kemudi.Apalagi Excel juga melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam kawasan Yayasan.


"Excel !!!"Seru Ba'im menyusul langkah Excel yang terbilang cepat.Gadis itu menoleh.


"Dari mana saja kamu ??"


"Jalan-jalan"


"Siapa pria itu ??"


Excel menengok ke belakang.


"Bukan siapa-siapa hanya teman baru saja"


"Kamu tinggal disini jangan seenaknya keluar masuk begitu.Harus ijin mau kemana dan sama siapa?"Suara Ba'im datar dan tegas.


"Maaf Ustadz "Excel membungkukkan badannya.


"Kau pikir semua masalah bisa selesai hanya dengan kata maaf ??"


"Terus ???aku harus gimana ??"


"Kamu sudah melanggar peraturan Yayasan, seharusnya kamu dihukum "


"Hah??? dihukum ??? dihukum apa Ustadz ?"


"Ayo...aku hantar ke ruang kedisiplinan"Ba'im melangkah mendahului.


"Ustadz serius mau menghukum ku??"Excel merasa itu hanya gertakan.Ba'im menoleh,


"Menurutmu?? aku bercanda??"


Excel mendekat ke hadapan Ba'im .Ia menarik ujung baju Koko pria itu lalu memelintirnya dengan ujung telunjuknya.


"Ustadz kalau cemburu kok serem amat sih??"


"Siapa yang cemburu??"Ba'im berusaha bersikap dingin dan cuek meskipun dadanya bergemuruh hebat saat ia berhadapan dengan Excel dengan jarak yang sangat dekat.


Gadis itu tersenyum,ia menjinjitkan tungkai kakinya lalu tanpa salam langsung mengecup bibir pria dihadapannya itu.


Ba'im terhenyak, matanya membulat sempurna,ia tak menyangka akan mendapat ciuman tanpa aba-aba dari gadis itu.Kedua belah pipinya merona merah karena malu.Darahnya berdesir hangat.Tubuhnya mematung dan tak sadar jika Excel sudah berlalu pergi dari hadapannya.


Untung keadaan di sekitar halaman Yayasan terlihat sepi, karena para anak-anak yatim tengah istirahat.


"Ex!!Excel !!!"pekik Ba'im ketika ia sudah sadar akan keadaan sekitar. Yang dipanggil bukan berhenti berlari pergi,Ba'im tersenyum ia pun berlari mengejar gadis itu.


"Kau harus dihukum!!!"seru Ba'im ,Excel justru tergelak.Ia terus berlari kabur dari kejaran Ba'im .