SERUNI

SERUNI
BAB 157 Rindu



"Hey!!!"


Reyhan yang baru saja keluar kelas menoleh.Iqbal menghampiri dan langsung mendorong Reyhan hingga jatuh terduduk di lantai.


"Kau anak baru,berani sekali melawan ku..kamu tidak tahu aku ini siapa?"


Reyhan tak menjawab ia bangkit dari duduknya lalu menepuk-nepuk telapak tangannya.


"Hey!!!"


Sekali lagi Iqbal mendorong Reyhan hingga tubuhnya terjejer ke belakang beberapa langkah.


"Kau sudah bod0h,budeq lagi..."


Reyhan tetap diam tak bergeming,namun matanya terpancar melawan tatapan Iqbal.Anak bertubuh agak gempal itu hendak memukul,namun ternyata Reyhan berhasil mengelak dengan berbalik memiringkan tubuhnya.Iqbal semakin geram karena pukulannya hanya mengenai udara kosong.Ia menendang,tapi ditahan oleh dua tangan Reyhan .


Semua terperangah,karena gerakan Reyhan seperti gerakan silat.Iqbal semakin emosi,ia menyeruduk tubuh Reyhan hingga merapat ke dinding, meskipun Reyhan bisa saja menyiku punggung Iqbal.Namun anak itu justru menggelitik Iqbal membuat Iqbal tertawa geli.


Ba'im terpana dengan keahlian Reyhan ,anak ini nyata-nyata diserang tapi dia rileks saja.Anak ini nyata-nyata disakiti,tapi ia justru menggelitik musuh demi mempertahankan diri.


Dan yang lebih mencengangkan adalah Kujang langsung melompat menghampiri Reyhan di saat Reyhan melakukan perlawanan terhadap Iqbal.


"Ampun ampun hahaha ampun...aku mau pipis"Iqbal tidak tahan dengan kegelian itu. Hampir saja ia pipis di celana jika Reyhan tidak menghentikan gelitikannya.


Ketika Reyhan menyudahi gelitikannya, Iqbal langsung lari terbirit-birit menuju toilet.


"Den..."anak Si Mbok yang ditugaskan menjaga Reyhan langsung berlari menghampiri.


"Aden tidak apa-apa?"


"Tidak Tante aku tidak apa-apa"


"Ya sudah ayo kita pulang.."


Reyhan mengiyakan, anak si Mbok langsung menuntun tangan Reyhan menuju pintu gerbang . Sedangkan anaknya sendiri sudah menunggu di sana.Mereka pulang dengan menaiki sepeda motor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reyhan duduk di kursi sambil melihat ke luar jendela , berharap Ibunya akan segera datang menjemput.Tapi sampai Adzan Maghrib berkumandang,sama sekali tak ada tanda-tanda Excel datang.


"Den..."Anak si Mbok menghampiri Reyhan ,anak itu menoleh.


"Aden makan dulu yuk"


"Tante..."


"Hem??"


"Kok Tante itu duduk di atas pohon sih??"


Anak si Mbok terkejut,ia melatah ikut melihat ke luar jendela.


"Tante yang mana?"


"Itu..."Reyhan menunjuk ke sebuah pohon rindang di luar pagar rumah si Mbok.Meremang seluruh badan mendengar hal konyol itu dari seorang anak kecil.Anak si Mbok mengusap tengkuknya yang tiba-tiba dingin.


"Rambutnya panjang, matanya besar.. melotot lagi ngeliatin Reyhan ..kayak hantu aja"


"Itu memang hantuuuuu"


Jerit hati anak si Mbok.


"Ya udah yuk masuk ke dalam Den"ia berusaha mengajak Reyhan masuk.Anak itu menurut,baru saja ia turun dari kursi,suara klakson mobil terdengar.


"Itu Bunda..."Reyhan begitu girang,ia segera berlari keluar rumah.


"Rey...."Excel berlari kecil menghampiri putranya,dan langsung memeluknya.


"Makasih ya Mbak...udah jagain Reyhan "


"Iya Non nggak apa-apa"


"Reyhan nakal nggak Mbak?"


"Nggak dia baik kok"


"Ohya ini saya bawa martabak"Excel menyodorkan sebuah kresek ke anak si Mbok.


"Nggak usah repot-repot Non"


"Nggak apa-apa.. terima aja"


"Jadi sungkan saya"


Mau tidak mau anak si Mbok harus menerima pemberian anak majikan ibunya itu.


"Ya sudah...saya pamit dulu ya Mbak..."


"Iya Non... hati-hati dijalan "


Excel mengangguk,,,ia segera membawa Reyhan masuk ke dalam mobilnya dan pulang.


___


Ba'im senyam-senyum sendiri mengingat kejadian pagi tadi.Anak itu??kenapa mirip sekali sikapnya dengan Excel ??tapi dia lebih tenang, kalau Excel bar-bar sekali.


Dan anak sekecil itu sudah tahu bela diri, sungguh sangat luar biasa.


"Lagi mikirin apa sih Kak ??Dari tadi aku perhatiin senyum-senyum sendiri"Ismail menghampiri,ia duduk di kursi kosong bersebelahan dengan Kakaknya.


"Tadi di sekolah ada anak baru,mirip banget dengan sikap Excel .Lucu dan menggemaskan "


"Kakak tidak sedang jatuh cinta lagi kan??"Goda Ismail .


"Apa-an sih kamu,,,anak kecil,cowok lagi...Dan anehnya dia bisa melihat KUJANG.Lebih aneh lagi,anak itu saat di buli dengan salah satu temannya, KUJANG langsung melompat seakan-akan ingin menolong.Tapi hebatnya,anak itu bisa bela diri "


"Waaaaahhh jangan-jangan memang hasil didikan Excel "Seloroh Ismail .


DEGH!!


"Apa iya??"


"Hehehe nggak tahu juga sih"dengan tanpa rasa bersalah Ismail tersengeh.


"Kau ini"dengan refleks Ba'im melempar pena yang dipegangnya ke arah adiknya,Ismail berkelit sehingga itu tak mengenai dirinya.


____


Seperti biasa, sebelum tidur.Reyhan selalu meminta Excel untuk berdongeng.


"Ok... sekarang Rey mau Bunda bercerita tentang apa??"


"Emmmmmmm"Reyhan memutar bola matanya ke atas.


"Tentang Papa.."


DEGH!!!


Setiap kali anaknya meminta untuk bercerita tentang Ayahnya,Excel merasa jantungnya seperti berhenti berdetak.Sampai kapan perasaan itu akan berhenti dan menjadi biasa.


Padahal sudah bertahun-tahun tapi tetap saja tak berubah meskipun sedikit.


"Bun..."


Suara Reyhan membuat Excel tersentak kaget.


"Ah iya sayang..."


"Bunda rindu Papa ya??"


"Ah tidak...siapa bilang ??"Excel berusaha tersenyum dan bersikap biasa.


"Jangan ajari Reyhan berbohong Bunda"


Excel terpana,ia benar-benar kalah telak.


"Reyhan pernah membaca sebuah kalimat, orang yang merindukan,akan cukup bahagia hanya dengan menyebut nama orang yang dirindukan... Sebutlah nama Papa..Bunda"


Excel tersenyum,ia mencubit hidung anaknya dengan gemas.


"Siapa yang ngajarin sih?"


Reyhan menggeleng pelan..


"Karena itu benar Bunda...setiap Reyhan merindukan Papa,Reyhan akan meminta Bunda untuk bercerita tentang Papa...Ohya??kapan Bunda akan mempertemukan Reyhan dengan Papa??Hari Ayah sudah dekat loh Bun"


"Emmmm Bunda akan usahakan, secepatnya sayang..."


"Benar ya Bun..."


Excel mengangguk,, hatinya perih sekali.Rasanya tak sanggup ia untuk bertemu dengan Ba'im . Kata-kata Ba'im saat itu masih terngiang-ngiang di telinga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dokter Syahrul mendekati Excel yang sibuk memeriksa catatan pasien yang dirawat di kamar kelas ekonomi.


"Pagi Dok"sapa Dokter Syahrul .Excel mengangkat wajahnya,ia tersenyum sebagai balasan sapaan Dokter Syahrul .


"Sibuk sekali sepertinya"


"Ah iya Dok... soalnya ini biasanya dilakukan tadi malam sebelum pulang.Tapi suster Dara lambat menyerahkan laporan ini kepada saya"


"Oh..begitu...saya perhatikan sudah beberapa hari ini, Dokter Okta pulang terlambat terus..Apa tidak apa-apa jika selalu lembur ??"


"Saya masih baru Dok,jadi masih banyak yang harus saya pelajari "


"Hahahaha jangan terlalu dibuat serius Dok.. rileks...Nanti Anda akan benar-benar tidak punya waktu untuk mencari jodoh lagi"


Excel tersenyum kelat, jujur ia sangat tidak suka jika ada yang bicara tentang kehidupan pribadinya.Apalagi di tempat kerja...


"Maaf ya Dok...saya masih banyak kerjaan... permisi "Excel memilih menjauhi pria itu.Dokter Syahrul menjawab dengan anggukan kecil.