SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 106



Nabila menatap gadis yang dikenal nya sebagai teman sekelas Yas.


"Kau berurusan dengan nya? kenapa kau ingin membunuhku ?"


"Karena kamu sudah menjadi duri diantara Yas dan Nicta "


Nabila menatap wajah Yas dan Nicta secara bergantian.Yas terlihat tenang, sedangkan Nicta sangat gusar . Sehingga tak mampu bertentangan mata dengannya.


"Ternyata aku memang tercipta sebagai malaikat maut mu cah ayu"Ujar guru Sari.


"Sebegitu cintakah kamu kepada Yas? sampai rela melakukan apa saja"Ucapan Nabila membuat Nicta menggeleng cepat.


"Tidak...aku...aku sama sekali tidak berniat membunuh mu"


"Tapi kamu menginginkan Yas bukan?"Timpal Sari,Nicta dan Nabila menoleh hampir bersamaan.


"Kau sengaja menjebak ku Sari,,,,padahal semua ini adalah rencana mu"


"HAHAHAHAHAHA kasian sekali kamu Nicta, ternyata kamu baru menyadarinya"


"Sudahlah Cah ayu...kita tidak usah menunggu lebih lama lagi,lebih cepat akan lebih baik"sambung sang guru.


"Baiklah Mbok"


"Apakah kalian melupakan aku?"


Tiba-tiba Kujang datang,ia didampingi pasangan nya menjadi garda terdepan menghadapi Sari dan Gurunya.


Guru Sari tersenyum tipis..


"Baguslah... Kujang kembar sudah turut hadir tanpa diundang"tukasnya santai.


"Mbok...siapa mereka ?"Tanya Sari yang belum tahu akan Kujang.


"Keluarkan lah si hitam Cah ayu"Guru Sari memberikan perintah tanpa menjawab pertanyaan Sari sebelumnya.Sari mengangguk,lalu mengepalkan tangan kanannya.Ia meniup tangan yang terkepal itu dan menghembuskan nya ke hadapan.Muncullah seekor kucing hitam dari dalam telapak tangan Sari.Kucing tersebut melompat ke tanah.Membuat Kujang menarik diri untuk mundur.


(Ada yang tahu? bahwa seekor harimau sebenarnya takut/segan kepada kucing)


HAHAHAHAHAHA...Dua penyihir itu tertawa lepas melihat Kujang kembar memilih mundur secara pelan-pelan.


Nabila tak percaya jika Kujang yang selalu melindungi nya ternyata takut kepada kucing jelmaan.


Tiba-tiba tubuh Sari terpental jauh,Sang guru terkejut.Rupanya Yas menyerangnya diam-diam.


"SALAHUDDIN!! BERANI-BERANINYA KAU MENYERANG SECARA DIAM-DIAM KEPADA ANAK MURID KU!!RASAKAN INI"


Sang Guru mendorong tangannya ke depan,dari tangan nya keluar asap hitam yang melesat bagai topan menghantam ke arah lawan.Yas menahan serangan itu menggunakan kedua tangannya yang didampingi dua Jimat miliknya.Dua kekuatan beradu,angin dahsyat menyeret siapapun yang berada disekitar dua orang yang sedang bertarung itu.Kekuatan mereka bukan calang-calang,dan Nicta baru saja melihat sosok lain dalam diri Yas yang dingin.


Sari yang memang memiliki kekuatan supranatural yang tidak bisa dianggap remeh, menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Nabila.Tubuh Nabila yang sudah kewalahan oleh angin ribut,dengan mudahnya terpelanting hingga menghantam pohon.


Nicta terperangah,ia menyeret tubuhnya untuk menolong Nabila yang terluka.Angin menerjang menyusahkan langkahnya.


Sedangkan Kujang dibuat kewalahan oleh kucing hitam jadi-jadian.Sehingga tidak menyadari bahwa Nabila telah diserang.


Sang guru menambahkan tenaga dalamnya, begitupun dengan Yas.Menciptakan kekuatan angin semakin dahsyat.Bumi bergetar seperti akan terjadinya tsunami.


"Serang gadis itu cah ayu"


Sari mendengar perintah dari Gurunya melalui telepati.Ia pun memiliki ide yang lebih seru.Menggunakan kekuatan magic nya,Sari menggerakkan mobil Nicta.Ia meningkatkan kekuatan laju mobil agar cepat.Itu semua Sari kendalikan dengan kekuatan nya.


Mobil menderu seperti telah bersiap untuk menerjang.Nicta baru saja bisa menghampiri Nabila.Ia mengangkat kepala Nabila kepangkuan nya.


"Nab... Nabila...sadar Nab"


Uhuk uhuk...


"Nab...ayo...aku bawa kamu ke rumah sakit"


Nabila masih bisa menggeleng lemah.


"Jangan begitu Nab,kau harus tetap hidup.Yas sangat mencintai mu"


Mengingat tentang Yas,air mata Nabila mengalir perlahan.


THERRRRRRRR


Suara mesin mobil mengalihkan perhatian Nicta,dua matanya melotot begitu melihat mobilnya hidup dan dalam posisi siap melesat.


THEERRRRRRRR


Nicta panik, ia yakin mobil itu akan menerobos tubuh mereka.Termasuk Nabila,karena ia melihat Sari sedang fokus mengendalikan mobilnya.


"Tidak...ini tidak boleh terjadi,ayo Nab...Ayo bangun Nab"Nicta berusaha membantu membangun kan Nabila.Nabila pun bangkit dengan sisa-sisa tenaganya.Tapi belum sempat ia berdiri tegak, tubuhnya sudah roboh.Nicta menahan tubuh Nabila dengan susah payah agar tidak terjatuh.Ia menoleh ke belakang, mobilnya sudah siap melesat.Tidak ada jalan lain...


WUSSSSS


Mobil Nicta melesat cepat,Dalam hitungan detik Nicta mendorong tubuh Nabila.Dan alhasil,mobil itu menghantam tubuh Nicta hingga terpental ke atas .


CEK!!


Satu dahan pohon yang patah menyisakan ranting berbentuk runcing berhasil menembus dada Nicta bagian kiri.Tubuh gadis itu pun tergantung disana tanpa pergerakan yang berarti.


AAAAAAAAAAKKKKK


Nabila menjerit kuat melihat tubuh Nicta yang tertancap ranting pohon.Hingga mengganggu konsentrasi Yas dalam melakukan perlawanan kepada guru Sari.


Pada saat itu lah, Guru Sari menambah kekuatannya untuk menghantam tubuh Yas.Tanpa diduga justru kekuatan nya menyerang balik, hingga Guru Sari terpelanting jatuh ke atas genteng dan ambruk ke tanah.


Sari kaget,ia segera berlari masuk ke dalam rumah Nabila untuk menolong gurunya.Tapi belum lagi ia mendekati sang guru,tetiba ekor ular besar melilit tubuh Gurunya ,menyeret dan dikeluarkan dari dalam rumah Nabila.


Karena lawannya terpental,Yas menarik tangannya.Tubuhnya terjejer ke belakang, dadanya berdenyut sakit.Tapi karena mengkhawatirkan Nabila,ia menahan sakitnya.Melangkah gontai mendekati Nabila yang duduk di tanah sambil menangis.


"Yas..."Nabila menunjuk ke atas,Yas memejamkan matanya rapat-rapat.Tak sanggup ia menyaksikan kondisi Nicta yang mengenaskan.Sedangkan Guru Sari kini berhadapan langsung dengan NYI Blorong.


"Kau berani juga Juk"Ujar Ratu Blorong,ia mengangkat tubuh guru Sari tepat di depannya dengan lilitan ekornya.


"Sudah bosan hidup ???"


Guru Sari ingin menjawab,tapi ia tersedak oleh darah hitam yang keluar dari mulutnya.Ratu Blorong menyeringai, sedangkan Sari sudah berada di hadapan Ratu Blorong.


"Hey manusia ular, lepaskan guru ku"teriak Sari.Ratu Blorong melirik gadis yang menengadah dengan sombongnya.Ia menjentikkan jarinya,dalam hitungan detik sekumpulan ular dengan berbagai macam jenis datang mengerumuni.


Sari panik,tapi ia tidak bisa kabur.Karena ular-ular tersebut sudah mengitari nya.Dan itu dalam jumlah yang cukup besar.


AAAKH AKKKKKHHHH


Jeritan Sari yang melengking tenggelam ditelan oleh ular yang mengerubungi tubuhnya.Ular-ular itu mencari lubang untuk masuk, seperti mulut, telinga, ataupun lubang hidung sekali pun.Membantai Sari tanpa ampun.


Guru Sari menyaksikan kematian anak muridnya dengan tangisan parau.Tangannya tergapai-gapai ingin menolong.Tapi dirinya sendiri tidak bisa lepas dari lilitan ekor Ratu Blorong.


"Sabar ya... sebentar lagi giliran mu akan datang"ucap Ratu Blorong.


"A-am-pun gus-ti Ra--ratu"


"Ampun?? kesalahan mu tidak bisa ku Ampuni Juk.Kau sudah mencelakai keturunan Salahuddin.Dan aku sudah bersumpah untuk menjaga nya,dan membunuh siapapun yang melukainya.Termasuk Kamu!!"


Ratu Blorong mengencangkan lilitan nya di tubuh Guru Sari.Sehinga tulang-tulangnya terdengar patah.Darah menyembur lebih banyak lagi.Tangannya bergerak tapi hanya setakat gerakan kecil.Dari sudut matanya, telinga nya , mengalir darah segar.


Tapi Ratu Blorong tak sedikitpun Iba,ia justru melilit lebih kencang lagi.Dan akhirnya tubuh Guru Sari pun lunglai.Ia Mati dengan mata melotot tajam.