SERUNI

SERUNI
BAB 71 Bayangan Masa Kecil



Muhibbah berang,ia ingin menyerang Seruni yang sudah tak berdaya.Namun tubuhnya ditahan oleh dua orang pria yang termasuk guru private di yayasan tersebut.


Dua pria itu membawa Muhibbah menjauh dari tempat itu,wanita itu terus berontak sambil menjerit-jerit.


"Lepaskan!!!Uniiiii tolong jauhi dia...aku tidak mau kamu senasib dengan anak-anak itu!!Uniiiii kamu dengar aku??Uniiiiii!!!"


Semua mata menatap Muhibbah dengan penuh iba.Ada juga yang jijik karena mengira Muhibbah sudah gila.


Seruni yang berada antara sadar dan tidak, mendengar suara Muhibbah secara samar-samar.


"Tolong bawa dia ke rumah"Ucap Pak Salam.Tanpa menunggu lagi Ustad Mukhlis langsung menggendong Seruni dan dibawanya kekediaman sang pemilik Yayasan.Pak Salam juga minta tolong agar barang-barang Seruni dibawa serta.Seorang gadis menawarkan diri untuk membantu.


___


Ustadz Mukhlis meletakkan tubuh Seruni dengan hati-hati.Ustadzah Muna mengikuti dari belakang.


"Mukhlis makasih ya..."Ucap Ustadzah Muna.Mukhlis menjawab dengan senyuman.Ia sebenarnya enggan untuk keluar dari kamar itu,namun segan juga karena ada Ustadzah Muna disana dan Pak Salam yang baru datang.Akhirnya Ustadz Mukhlis keluar dari kamar tersebut.


Ia mempercepat langkahnya , menyusul dua orang pria yang membawa Muhibbah.Pasti teman masa kecilnya itu dibawa ke Pos keamanan.Ustad Mukhlis menuju ke Pos tersebut.


Benar saja, Muhibbah dimasukkan kedalam ruang isolasi.Setelah minta ijin kepada kepala keamanan, Ustadz Mukhlis membawa gadis itu keluar.Ia membonceng Muhibbah ke tempat kediamannya yang berada tak jauh dari perbatasan hutan karet dan pemukiman desa.


Ustadz Mukhlis menarik tangan Muhibbah masuk ke dalam rumahnya.Rumah tersebut adalah pemberian Ny Desi.Muhibbah sedikit pun tak melawan,ia ikut saja kemana Pria itu membawanya pergi.


"Duduk!!!"Mukhlis memberikan perintah.Gadis itu duduk dengan patuh.


"Apa yang kamu lakukan kepada Seruni ? bisa-bisanya kamu membahayakan nyawanya?"


Muhibbah membenamkan wajahnya tanpa berani melawan tatapan pria dihadapannya.


"Dan kamu bilang jangan dekat-dekat dengan ku???kamu sudah bosan hidup??hah??"


Muhibbah tetap bungkam,ia hanya berani menelan saliva.


"Jawab!!!jangan seperti orang bodoh begini Mu!!!"Bentak Mukhlis yang mulai hilang kesabaran.Tapi Muhibbah tetap tak bergeming.


"Baiklah... mungkin kamu sudah terlalu merindukan aku kan???"


Mukhlis menarik tangan Muhibbah masuk ke dalam kamarnya.Yang sememangnya rumah itu tidaklah besar mana.5x8 meter ukuran dibagi menjadi satu kamar tidur,kamar mandi, dapur dan ruang tamu.


Pria itu mengunci pintu kamarnya dari dalam,ia menyuruh gadis tersebut melucuti semua pakaiannya.Dengan senang hati Muhibbah melakukan perintah itu.


Kemudian wanita itu berlutut didepan Mukhlis,dengan terampil nya Muhibbah melucuti sarung yang dikenakan Mukhlis.Dan juga menarik dalaman pria itu ke bawah.


Mukhlis menyeringai,ia membiarkan saja Muhibbah menelan senjatanya.Matanya terpejam menikmati sensasi itu.


Mukhlis mengikat leher Muhibbah,dan ia menggunakan gaya berkuda untuk menyetubuhi wanita itu.Ia juga memasukkan senjatanya ke lubang satunya,membuat Muhibbah meringis kesakitan.Karena Mukhlis memasukkan nya tanpa pelumas.


Gadis itu pasrah meskipun tersiksa,ia hanya ingin orang yang dicintainya tidak meninggalkan dirinya.


Muhibbah hampir kehabisan nafas saat Mukhlis menghantam dengan rute cepat sampai mencekik leher Muhibbah.Untung saja Mukhlis cepat mencapai puncak,hingga cekikikan dileher Muhibbah mulai mengendor.


Mukhlis terkulai lemas,ia memejamkan matanya karena kelelahan.Muhibbah tersenyum tipis,ia pun merebahkan tubuhnya disamping Mukhlis dengan berbantal dada bidang pria itu.Keduanya pun terbuai dalam alam dibawah sadar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seruni melangkah perlahan ,menapaki jalan sebuah dimensi di alam bawah sadarnya.Ia melihat banyak sekali gadis-gadis belia bermain-main dengan teman sepantarannya.


Ia juga melihat Roy kecil tengah bermain rumah-rumahan dari tanah bersama seorang gadis kecil.


Saat itu Ny Desi memanggil Roy,Roy pun datang menghampiri dan meninggalkan teman gadis kecilnya main sendiri.


"ILa...boleh aku main denganmu?"Tanya seorang anak kecil laki-laki menghampiri.


"Tidak Mukhlis,,,aku hanya ingin bermain dengan Tuan Muda "ILa menolak dengan sengit.Mukhlis kecil terlihat kecewa,ia pun pergi dengan mimik muka yang sedih.


Waktu berjalan cepat,Seruni melihat Mukhlis kecil mengajak ILa mencari jangkrik.Itu karena ILa ingin memberikan jangkrik itu kepada Roy.Saat itu Roy sangat mengidam-idamkan seekor jangkrik,ia ingin bermain adu jangkrik bersama teman-temannya.Akan tetapi Roy tidak punya jangkrik.Jadi ILa kecil berinisiatif untuk mencarikan jangkrik untuk Roy.


Mukhlis membawa ILa kelahan perkebunan karet,karena disana sering banyak jangkrik.Saat keduanya sama-sama mencari akhirnya ILa berhasil menangkap seekor jangkrik.Gadis kecil itu begitu bahagia sekali,saat itulah Mukhlis kecil dengan berani mencium pipi ILa.


ILa kaget bukan main,ia langsung menampar Mukhlis dengan tangannya.Mukhlis kecil jadi marah,ia mendorong tubuh ILa dan merudal paksa.ILa menjerit minta tolong namun Mukhlis menutup mulutnya dengan tangannya.


Mukhlis kecil begitu lihai memperagakan adegan seperti yang ia tonton bersama Pak satpam di yayasan.Ia juga kerap mengintip Pak Satpam melakukannya dengan sang istri.


Jadi meskipun Mukhlis masih berumur 12 tahun,ia sudah bisa menirukan adegan panas itu kepada ILa.


Setelah puas merudal paksa ILa, Mukhlis baru merasa ketakutan.Ia melihat ILa menyeret tubuhnya yang sudah lemah.Mukhlis kebingungan,bagaimana jika ILa mengadukan dirinya kepada Ibunya ILa.Atau kepada Ny Desi ?? bisa-bisa Mukhlis akan diusir dari yayasan.


Mukhlis yang ketakutan menarik tungkai kaki ILa masuk lebih dalam ke hutan karet.ILa menjerit minta tolong,namun tak ada yang bisa menolongnya.Sampai Mukhlis melihat sebuah parang yang menancap di pohon karet.Mungkin milik orang yang bekerja menoreh pohon karet.


Terbersit sebuah rencana jahat diotak kecil milik Mukhlis.Ia mengambil parang itu dan terus menyeret ILa ke tepi sungai.


Di sana lah Mukhlis memotong leher ILa hidup-hidup tanpa belas kasihan.Lalu membuang jasad ILa ke dalam aliran sungai.


Mukhlis juga membakar parang yang ia pakai,sampai ganggangnya menjadi arang.Dan besinya ia tempah menjadi batang memanjang.Setelah itu Mukhlis membuangnya jauh ke hulu sungai.


Mukhlis kecil tersenyum jahat,ia menceburkan dirinya ke dalam sungai yang jernih itu.Ia berenang-renang menikmati kesegaran air sungai.Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.


Seruni terjaga,kedua bola matanya membeliak lebar.Nafasnya berat sehingga ia harus melebarkan rongga dadanya.Apakah semua ini nyata?? Itulah pertanyaan yang timbul dalam benak Seruni .