SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 3



Reyhan menepikan mobilnya,ia mengikuti jejak bau dari Makhluk tadi.Dan berhenti di depan sebuah rumah sederhana bernuansa zaman dulu.Sepertinya itu seperti rumah peninggalan Belanda.


"Masuklah... anakku berada disebuah ruang rahasia dibawah tanah"Ucap Makhluk tersebut,ia melenyapkan diri karena melihat Kujang mulai mendekat.


Seruni melompat turun tepat di belakang Kakaknya.Ia memperhatikan ke sekeliling rumah itu.Sepi!!!


"Kita akan bertamu secara sopan,atau secara brutal Kak?"


"Kau masuklah...pria itu sangat suka gadis muda,jadi jika kamu datang dia tidak akan menolak"


Seruni menjeling Kakaknya.


"Tadi nggak boleh ikut... sekarang malah dijadikan bahan pancingan "gerutu Seruni dalam hati.


"Kalau kamu tidak ikut,kamu tidak perlu jadi bahan pancingan.Mumpung kamu ikut,aku tidak akan membuang sebuah kesempatan"


Seruni terbelalak,ia tidak percaya jika Kakaknya bisa membaca isi pikirannya.


"Pergilah..."


Seruni merengut kesal, ia melangkah memasuki pekarangan rumah tersebut.


"Assalamualaikum..."


Tok tok tok tok tok


"Assalamualaikum..."


Tak ada jawaban,Seruni menengok ke dalam lewat kaca jendela.Matanya membulat sempurna,dalam kegelapan rumah itu.Ia melihat seorang wanita ditarik rambutnya oleh seorang pria.Wanita itu berontak,tapi Seruni tak mendengar suara apapun.Padahal dari gerak mulutnya, wanita itu seperti menjerit minta tolong.


Seruni tidak sabar,ia langsung menendang daun pintu sekuat tenaga.Seorang atlet karate kalau sudah menggunakan kekuatannya, langsung bobol pintu tua itu.


Reyhan terhenyak kaget melihat adiknya menerobos secara brutal masuk ke dalam rumah itu.


"Hey lepaskan dia"Seruni berseru,pria yang hampir memasukkan wanita itu ke dalam sebuah lubang, menghentikan gerakannya.Seruni melempar bumerang dalam kegelapan,pria itu tentu tidak menyadari hal itu.Tiba-tiba saja sesuatu menghantam keras tepat mengenai sebelah matanya.


"Aduhh..."


Pria itu memegang matanya dan otomatis melepaskan cengkraman tangannya ke rambut si perempuan.Perempuan tersebut mengambil kesempatan itu untuk kabur.


Sang pria yang menyadari tawanannya kabur,jadi berang.Ia menekan saklar lampu membuat seluruh ruangan jadi terang benderang.


"Kau tidak akan bisa lari dariku,dasar perempuan si4l"


Dengan mata yang hanya bisa digunakan sebelah untuk melihat,pria tersebut mengejar perempuan tadi.Meskipun jalannya tidak lah normal.Ia beberapa kali menabrak perabot rumah itu.


"Tolong saya..."pinta si gadis,Seruni menganggukkan kepalanya.Ia gegas merangkul perempuan yang mungkin umurnya tidak jauh berbeda dengan dirinya.Seruni membawanya keluar,ia bertembung dengan sang Kakak.


"Sisanya urusan Kakak..."ujar Seruni enteng.Reyhan hanya geleng-geleng kepala.Ia pun masuk ke dalam rumah tersebut.


Pria itu kaget melihat kedatangan Reyhan , langkah yang awalnya cepat dan panjang mendadak terhenti dan mundur beberapa langkah.


"Siapa kamu??mau apa kamu datang ke rumah ku?"


"Lepaskan aku...kenapa kamu menyerang ku??akan aku laporkan kamu ke polisi!!"


"Aku seorang polisi, yang mendapatkan laporan bahwa kamu sudah membunuh istrimu"jawab Reyhan sembari sibuk mengikat tangan pria itu dibalik punggungnya.


"Apa??"Pria itu kaget,kok bisa ada yang tahu tentang hal itu.Padahal sudah jelas bahwa ia melaporkan bahwa istrinya mati karena bertengkar dengan putrinya.


Ia membuat alibi bahwa anak tirinya memaksa ingin menikah dengan pacarnya.Tapi karena tak direstui,dia nekat mau kabur.Hal itu diketahui oleh sang ibu,lalu terjadilah pertengkaran hebat diantara ibu dan anak itu.Sehingga tanpa sengaja sang anak mendorong si ibu hingga terbentuk sudut meja dan membuatnya meninggal.


Si anak panik lalu kabur.Itulah rekayasa cerita dari pria tersebut.Padahal yang terjadi adalah,si Ibu memergoki anaknya dicabUl1 oleh suaminya yang baru dinikahi beberapa bulan yang lalu.Sehingga membuat si ibu berang dan terjadilah pertengkaran.Si ibu didorong dengan kuat oleh suami barunya dan mengakibatkan kematian.Lalu ia menyekap anak gadisnya di ruang bawah tanah.Agar alibinya bisa sempurna.Lagi pula jika dia menyekap anak gadisnya di ruang bawah tanah,itu akan mempermudah baginya melakukan apapun untuk memuaskan nafsu bejatnya.


Namun malam itu,adalah hari yang naas.Ketika mengantar anaknya untuk BAB ke toilet,ada orang yang mengetuk pintu.Pria itu segera menyeret anaknya untuk masuk ke ruang bawah tanah lagi.Tapi justru orang yang mengetuk pintu itu menerobos masuk dan menyerangnya.


___


Reyhan dan Seruni menyerahkan pria itu ke pihak yang berwajib.Dengan keterangan dari si anak gadisnya, akhirnya polisi menjebloskan pria tersebut ke penjara.


Seruni menguap,ia merentangkan kedua tangannya.


"Kita langsung pulang"ajak Reyhan .


"Dia gimana ??"Seruni mengangkat kepalanya mengarah ke si gadis.


"Bawa saja dulu ke rumah,besok kita hantar ke rumah keluarganya "usul Reyhan .Seruni setuju dengan usulan itu .


"Saya tidak punya keluarga lagi "tiba-tiba gadis itu menjawab,Reyhan dan Seruni saling berpandangan satu sama lain.


"Paman??bibi??"tanya Seruni .


Gadis itu menggeleng lemah.


"Ya sudah kita pulang aja dulu,besok kita baru pikirkan jalan keluarnya"Ucap Reyhan kemudian.Seruni mengangguk setuju.


"Yuk..."Seruni tanpa segan merangkul bahu gadis itu dan menggiringnya ke mobil.Gadis itu manut saja.Apalagi ia melihat jelas bagaimana tampannya pria yang menolongnya itu.Dia langsung kesemsem sejak pandangan pertama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh keluarganya.Livia pamit kepada Ayahnya untuk pergi ke rumah temannya.


"Tiap malam sudah pulang larut malam,eh liburan malah keluyuran.Jadi mencurigakan"Sindir Ibu tiri Livia .


"Iya ...kenapa kamu sekarang jadi sering pulang malam?"ucap sang Ayah bertanya.


"Emm Livia lembur Yah...buat tambahan untuk beli motor.Biar Livia nggak ngojek terus "Livia menjawab dengan satu alasan yang sangat masuk akal.Ayahnya manggut-manggut pelan.


"Ya sudah Livia pamit Ya Yah"Livia mencium tangan Ayahnya,tak lupa juga Ibu tirinya.Meskipun jelingan matanya kurang mengenakkan,Livia tetap bersikap biasa saja.Yang penting dia bisa keluar dari rumahnya.


Rasanya sangat tidak nyaman berlama-lama tinggal di rumah itu.Ia ingin sekali pindah dan tinggal di Mes yang disediakan rumah sakit.Tapi mengingat Ayahnya sering sakit-sakitan,Livia jadi tidak tega untuk pergi.Dan juga,jika ia tinggal di Mes, kesempatannya untuk selalu dekat dengan Reyhan jadi berkurang.


Livia naik ke atas sepeda motor pesanan onlinenya.Ia ingin menuju ke rumah sang Dokter pujaan hatinya.Karena hari ini hari Minggu,jadi hanya dengan datang ke rumah sang Dokter.Ia bisa bertemu mengobati rasa rindunya.


Seruni juga sangat kenal baik dengannya.Gadis manis itu juga sangat cepat akrab orangnya.Jadi dia tidak sungkan lagi untuk sering bermain ke rumah sahabat yang dicintainya secara diam-diam itu.