
Reyhan celingukan mencari istrinya.Rasa khawatir semakin membuak didadanya.
"Sayang...Uzma... sayang"Reyhan terus mencari disetiap sudut rumahnya tanpa terkecuali.Namun sosok wanita cantik itu tak kunjung terjumpa.
"Kemana dia?"Reyhan semakin bingung semakin sakit kepala.
"Kujang ???Yah...aku bisa bertanya padanya... Kujaaaaaaang... Kujang!!"Reyhan berputar mencari sosok SAKRAL itu, tapi tak nampak juga.
"Kujang pun pergi kemana ??Kenapa dia juga tidak ada disini ??"Reyhan berlari masuk ke kamarnya, mengambil belati tempat biasa Kujang berada.Ia melakukan ritual pemanggilan hewan sakral itu,tapi semua nihil.Tidak ada tanda-tanda Kujang hadir memenuhi panggilannya.
"Pasti ada yang tidak beres..."
Reyhan bangkit berlari cepat menuju post satpam yang ada di ujung jalan yang menjadi pintu satu-satunya keluar masuk masyarakat kompleks perumahan elit tersebut.
"Pak..."
"Eh...Tuan Dokter...ada apa?"Si satpam menjawab dengan sopan.
"Apa Bapak melihat istri saya keluar dari kompleks ?"
"Ohhh tidak Tuan Dokter..."
"Tidak???Apa ada tamu setelah saya pergi tadi pagi?"
"Tamu?? Kalau sesudah Tuan Dokter pergi tidak ada,tapi sebelum Tuan Dokter berangkat ada satu Tamu yang datang ingin ke rumah Tuan Dokter "
"Tamu?"Reyhan menautkan kedua alisnya"Perasaan sebelum Saya berangkat saya tidak punya tamu siapa-siapa?"
"Tapi itu benar Tuan Dokter Tamu itu yang biasanya sering mengunjungi rumah tuan dokter"
"Sering mengunjungi rumah saya?siapa? laki-laki atau perempuan ?"
"Perempuan ?"
"Bukan Bibik yang dulu sering datang bersih-bersih rumah saya kan?"
"Bukan...itu saya kenal... sebentar saya cek laporan "Si satpam membuka buku besar yang berisi laporan siapa saja yang datang keluar masuk di gate itu.
"Nah... namanya Livia Tuan Dokter..tadi dia keluar sekitar hampir jam 9"
"Jam 9...itu tak lama setelah saya pergi..."
"Iya sekitar begitu lah"jawab satpam meyakinkan.
"Baiklah... terimakasih Pak"
Reyhan pergi tanpa menunggu jawaban pak satpam.Ia kembali ke rumahnya untuk mengambil ponselnya.Ia akan menghubungi Livia ,tapi Livia tidak mengangkat telfon nya.Semakin kuat rasa curiga di hati Reyhan kepada sahabatnya itu.Ia pun berinisiatif untuk datang langsung ke rumah gadis itu.
*
*
Setibanya di rumah Livia ,Reyhan harus menahan Kecewa karena ternyata Livia sudah pindah.Ia pun meminta alamat rumahnya,Dengan senang hati Ayah Livia memberikannya.
Reyhan langsung meluncur ke Apartemen Livia tanpa menunggu lebih lama lagi.
Setibanya di alamat yang dimaksud,Reyhan disambut oleh Khusairi yang sudah seperti orang linglung.Apalagi saat ditanya apakah Livia ada ? Khusairi hanya diam.
Merasa ada yang aneh,Reyhan segera membaca doa-doa tanpa disadari oleh Khusairi.Kemudian dengan keras Reyhan menepuk pundak Khusairi bersamaan dengan doa-doa rukiah.
Alhasil, Khusairi batuk-batuk dan terus batuk tanpa jeda.Sehingga ia muntah-muntah di depan pintu rumahnya.Dari muntahannya itu keluarlah banyak darah kental menghitam yang dikerubungi oleh belatung.
Reyhan memalingkan wajahnya karena jijik dan tekaknya terasa loya.Setelah semua isi perutnya keluar, Khusairi lemas.Reyhan segera membantunya masuk ke dalam.Ia mendudukkan Khusairi di kursi tamu.
Reyhan mencari tempat air minum,ia menyuguhkan Khusairi dengan segelas air putih.Suami Livia itu tersenyum dan mengangguk.
"Kemana Livia ?"Reyhan mengedarkan pandangannya.
"Untuk apa kamu mencari istri ku?"wajah yang tadi ramah langsung berubah serius.
"Aku ingin menanyakan tentang istri ku"
"Karena pagi tadi dia datang ke tempat ku dan menemui istriku saat aku sudah berangkat kerja.Dan sekarang istri ku menghilang "
Khusairi menautkan kedua alisnya,ia seakan-akan tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh tamunya itu.
Tiba-tiba ponsel Reyhan berdering ,Reyhan merogoh ponselnya dan melihat jika yang sedang menelpon nya adalah Livia .
"Hallo..."
"Rey...kau menelfon ku?"suara Livia seakan-akan sedang bahagia.
"Iya...aku sekarang ada di apartemen kamu,bersama suami mu"
"Hah????ok ok tunggu ya, sebentar lagi aku sampai "
Livia mematikan ponselnya secara sepihak.
"Kemana dia? kenapa dia pergi tanpa aku ketahui ?"tanya Khusairi.
"Aku tidak tahu...kita tanyakan itu nanti padanya "Jawab Reyhan tenang'.Pada dasarnya ia tahu jika tadi Khusairi diguna-guna oleh seseorang.Dan Reyhan sangat yakin perbuatan siapa itu?.
Tak sampai 30menitan,Livia sudah sampai.Ia masuk tanpa mengucapkan salam dan langsung meluruh ke sisi Reyhan .
"Rey...aku senang kamu datang mencari ku"
Reyhan menanggapi dengan dingin...
"Liv..."seru Khusairi menahan marah.Livia menoleh,ia heran melihat Khusairi yang seperti sebelumnya.Padahal ia berpikir bahwa suaminya masih dibawah kuasa jampi-jampi nya.
"Darimana saja kamu?"
"Aaa eeee aku pergi ke rumah teman"Livia menjawab gugup,tangan yang memegang lengan Reyhan terlepas pelan.
"Kamu datang ke rumah ku?"sambung Reyhan .
"Ah nggak kok... aku nggak datang ke rumah mu...Aku habis menjumpai Ayah..yah aku sangat merindukan Ayah"Livia tertawa dalam kegugupannya.
"Jangan bohong Liv..."sanggah Reyhan .
"Dia sudah bilang tidak datang ke rumah mu,kamu saja yang mencari alasan untuk menemui nya"Khusairi membela sang istri.
"Satpam di rumah ku mengatakan bahwa Livia datang pagi-pagi sekali sebelum aku berangkat kerja.Tapi dia tidak menemui ku, pasti dia sengaja menunggu aku berangkat baru dia datang menemui istriku.Dan sekarang ,Uzma menghilang "Reyhan tetap bertahan dengan opininya.
"Apa hubungannya dengan istri mu menghilang dengan kedatangan Livia ,jika dia memang kesana"Khusairi tetap memasang badan untuk sang istri.
"Itu yang ingin ku tanyakan padanya"Reyhan menatap Livia dengan tajam, saat ini Livia benar-benar tidak bisa memberikan alibi yang kuat.Ia bingung harus menjawab apa, tangannya gemetaran disertai keringat dingin.
"A-a-aku benar-benar tidak tahu Rey"
"Apa perlu aku tunjukkan hasil rekaman CCTV"
"Hah?"Livia semakin ketakutan.
"Jadi kamu benar datang ke rumah pria ini tanpa sepengetahuan ku?"Khusairi mulai emosi.
"Ah...a-a-aku hanya lewat "Livia panik sekali.
"Hanya lewat...??"
"I-i-iya... kalau masalah istri mu aku tidak tahu Rey"Livia yakin jika tidak ada yang melihatnya saat ia memasukkan tubuh Uzma ke dalam mobilnya.
Reyhan terdiam,namun sorot matanya begitu mengintimidasi wanita yang ia curigai.
"Sekarang sudah jelas?kalau sudah jelas ? silahkan keluar dari rumah ku,aku tidak suka ada pria lain yang datang ke kediaman ku "ucap Khusairi sengit.
"Baiklah aku pergi sekarang,tapi ingat Liv...jika kamu ada hubungannya dengan hilangnya istriku ?aku tidak akan segan menjebloskan kamu ke penjara "Reyhan bangkit dan keluar.Sementara Livia tertunduk dengan Gemetar.
Tiba-tiba Khusairi mendekat dan menjambak rambut istrinya dengan kasar.