
"Apa kamu tidak membalas dukun itu ??"
Nabila menggeleng pelan.
"Aku tidak punya kemampuan untuk itu?"
Yas terdiam.. banyak sekali yang bermain di otaknya.Tapi ia tidak bisa mengatakan nya.
"Lama juga Kujang melepaskan rindu ."Gumam Yas, Nabila tersenyum.
"Ya sudah aku kembali ke sekolah dulu, masalah Kujang nanti dia pasti balik dengan sendirinya "Yas melompat turun.Nabila hanya mengiyakan.
"Kalau gank Bona ganggu kamu lagi, bilang aja kalau kamu akan adukan ke aku "tambah Yas seraya menaiki motornya.
"Tenang aja, setelah ku hajar .Dia segan juga mau ganggu aku"seru Nabila.Yas tersenyum simpul.
Yas melambaikan tangan lalu menarik gas, Nabila membalas lambat tersebut.Ia merasa senang karena akhirnya ia punya teman juga.
*
*
Nicta berlari kecil menghampiri Yas, ia terlihat panik.
"Yas..."
Baru saja Yas membuka helmnya dan menautkan ke stang motor.
"Ada apa ??"
"Anak- anak kesurupan, mereka menggila.Banyak yang terluka"
"Apa?!!kok bisa??Dimana?"
"Disana "Nicta menunjuk ke satu arah.Yas berlari dengan segera,dan Nicta mengikutinya.
Dari kejauhan Yas bisa melihat kerumunan orang.Ia semakin mempercepat langkahnya.
"Yas..."Tirani menghampiri,
"Siapa yang kesurupan ??"
"Anak-anak yang sedang ujian"
"Apa? Emil ??Bona?"
"Yah mereka semua... Sekarang mereka diisolasi di aula "
(Ujian dilakukan secara serentak di kumpulkan di aula dari kelas XII A,B,dan C)
"Aku harus melihat nya"
Tirani mengangguk lalu menggaet lengan Yas dan dibawanya menyerlah keramaian.Nicta pun turut mengekor,Ia memegang ujung pakaian Yas.
Setiba di tempat kejadian,Yas melihat dari kaca jendela yang sudah terkunci rapat.Ia melihat sosok raksasa yang berjalan rantai besar dan panjang.Dengan rantai tersebut ia menjerat leher semua pelajar.Membuat mereka nampak terlihat seperti zombie dengan mata merah menyala.
Guru agama di sekolah itu sedang membaca doa-doa dan menyiram air ke dinding serta pintu aula.Tapi si raksasa hanya tersenyum mengejek.
"Apakah ada korban ??"tanya Yas.
"Setahuku,ada beberapa...tapi mereka dibawa masuk kedalam aula dan kesurupan juga.Yang bisa kami tolong sekarang ada di UKS dan di Musholla"Tirani menjelaskan.
Yas mengangguk mengerti, ia bingung harus bagaimana ?tapi jika dibiarkan akan banyak jatuh korban.
Akhirnya Yas punya ide,ia berjalan mendekati kepala sekolah yang sedang menemani guru agama.
"Permisi Pak"
"Oh iya..ada apa ?"
"Boleh saya minta tolong "
Pak kepala sekolah mengernyitkan keningnya.
"Ada apa Nak?? sekarang situasi nya sangat tidak memungkinkan,kamu mau apa?"
"Saya ingin membantu "
Guru Agama menoleh Seketika.
"Nak....kamu lihat sendiri,guru agama kita tidak bisa berbuat apa-apa.Jangan aneh-aneh deh "
"Pak...saya mohon sekali saja percaya dengan saya.Kalau terlambat, mereka akan kehilangan jiwa mereka"Yas berucap dengan yakin, membuat Pak Kepsek terdiam.
Pak kepsek mulai ragu.
"Kalau terjadi apa-apa,Bapak tidak mau tanggung jawab "
"Iya Pak..saya akan tanggung sendiri segala resikonya "jawab Yas tegas.
"Baiklah...tapi kita akan mendapatkan kain hitam dimana?"tanya Pak kepsek.
"Diruang seni ada kain lebar disana Pak, warnanya tidak hitam tapi coklat tua "jawab seorang guru.
"Ya itu boleh juga "Yas menimpali.
"Ok saya ambil dulu "Guru tersebut bergerak cepat mengambil kain yang dimaksud.
*
Setelah semuanya ditutup,Yas tidak lupa mengambil wudhu terlebih dahulu.Lalu ia pun masuk ke dalam aula yang sudah gelap.Pak Kepsek mengarahkan seluruh siswa nya untuk menjauh, karena mengingat larangan dari Yas agar tidak ada yang mengintip ke dalam.
GRRRRRRR
KAU SIAPA ANAK MANUSIA ?BERANI SEKALI KAMU MASUK KESINI HAH?
Suara serau menggema memenuhi Aula menyambut kedatangan Yas.Teman-teman Yas termasuk Emil dan Bona menoleh semua ke arahnya. Mereka hendak menyerang, Namun dua cahaya di Kedua telapak tangan Yas membuat mereka mundur.
Raksasa itu mengernyitkan keningnya, ia memperhatikan dua cahaya tersebut dengan seksama.
"KAU SIAPA ??"
"Kamu tidak punya hak tahu tentang diriku siapa, hai makhluk jelek! Ini Bukan tempatmu, Pergilah ke tempat asalmu! Kalau tidak mau kamu terluka oleh dua senjataku ini"
"HAHAHAHA HAHAHAHAHA JANGAN JUMAWA KAU MANUSIA, AKU BISA MENGHABISIMU DENGAN SEKALI TEBAS"
"Kalau begitu ?? lakukan lah"
HEMMMMRRRRR
Raksasa itu merasa tercela karena ditantang oleh seorang manusia yang jauh lebih kecil dari nya.Ia menghentakkan ujung rantai yang digenggamnya.Membuat para pelajar yang telah terjerat terlepas,berpentalan kemana-mana.Lalu secepat kilat,dua sisi rantai itu menyerang Yas.Tapi Yas sudah siap, secepat apapun rantai tersebut melesat.Ia bisa menahannya dengan putaran Kecubung dan Jimat pengasihan pengantin.
Rupanya Raksasa ini bukan kaleng-kaleng, kekuatannya mampu mendorong Yas hingga kakinya terseret sedikit demi sedikit.Yas menambah tenaga dorongan di tangannya,tapi Raksasa itu juga melakukan hal yang sama.Sehingga Yas terus terseret hingga kakinya mencapai dinding.
"AAAAKKKHHHHHH"Yas mendorong lebih kuat lagi, urat-urat diwajahnya sampai terlihat menegang.
HAHAHAHAHAHAHAHA HANYA SEPERTI ITU KAH KEKUATAN MU ANAK MANUSIA
Raksasa itu mencemooh,namun siapa sangka dua pasang Kujang datang.Mereka memberikan suntikan kekuatan ke punggung Yas hingga kekuatan Yas bertambah berkali-kali lipat.
Sang Raksasa mulai panik saat dirinya dipukul mundur.Rantai besi yang merupakan senjatanya justru berbalik mengikat lehernya.Semakin terdorong mundur, semakin ketat jeratan di leher sang Raksasa.Ia tercekik...
"AMP-U-U-UN.."Pekiknya,Yas menarik tangannya.Dan Raksasa itu terlepas dari jeratan rantainya sendiri.Ia ngos-ngosan mengambil udara sebanyak yang ia bisa.
"Kenapa kamu mengganggu kami?"tanya Yas dengan nada lantang.
"AMPUN,,, AMPUNI AKU,,, AKU HANYA MARAH KEPADA MEREKA YANG SEENAKNYA KENCING SEMBARANGAN, MEREKA TELAH MENGENCINGI MAKANANKU"
"Di mana mereka melakukan itu?"
"DI POHON ITU"
Sang raksasa menunjuk sebuah pohon yang tak jauh dari belakang aula.
"Aku akan mengganti makananmu, tapi kau harus berjanji dulu. Untuk melepaskan mereka semua dan memaafkan mereka"ucap Yas.
"APA KATA-KATAMU BISA KU PEGANG?"
"Di sekolah ini hanya aku yang bisa melihatmu. Dan kamu bisa mendatangiku Jika kamu ingin makan"
Raksasa itu tersenyum.
"BAIKLAH TAPI KAU HARUS MENEGUR MEREKA YANG SUKA KENCING SEMBARANGAN .AGAR HATI-HATI KARENA DI DUNIA INI TIDAK HANYA MEREKA YANG TINGGAL .KAMI PUN LEBIH BANYAK DARI MEREKA YANG TINGGAL DI DUNIA INI"
"Baiklah aku akan menegur mereka"
"TERIMA KASIH... MAAF AKU SUDAH MELUKAIMU... AKHIRNYA KITA BERTEMU JUGA KUJANG"
"DIA MAJIKANKU ..JANGAN MACAM-MACAM KAU"KUJANG MENGANCAM.
"IYA...AKU TIDAK AKAN MENYENTUH NYA LAGI"
"PERGILAH!!!
Raksasa itu mengangguk ,lalu ia menghilang lenyap begitu saja.