
"Senang banget ya jadi kamu,udah cakep,banyak yang naksir..Aku jadi iri"
Yas sama sekali tidak memperdulikan ocehan si arwah Daud.Tiba-tiba Yas melihat Kujang berdiri di ujung jalan.Dan Daud yang melihat seekor harimau menatap ke arah nya langsung melompat ke punggung Yas.
"Eh apa yang kamu lakukan?"Yas berusaha melepaskan diri,namun Daud semakin kuat memeluk.
"Ada harimau,aku takut"
Yas yang bergerak aneh bagi siswa siswi yang tak dapat melihat Daud mengira dia sudah gila.
Menyadari tatapan aneh itu, Yas pun berhenti meronta.Ia berlagak seperti tidak ada Daud di punggungnya.Senyuman menipu ia sungging kan kepada teman-temannya.
"Hay Yas..."Tirani datang menghampiri.Yas mengeluh didalam hati.Sementara itu Kujang melangkah mendekat membuat Daud semakin memeluk Yas dengan erat.
"Kamu kenapa Yas?"Tanya Tirani,ia menangkap sesuatu yang aneh dari raut wajah pria itu.
"Ah...aku tidak apa-apa,maaf ya aku harus pergi dulu"Yas segera pergi dengan langkah cepat dan panjang.Tirani sedikit tersinggung dengan sikap Yas yang seperti itu.
"Yas kok pergi ??"Tanya Mala.
"Entah"jawab Tirani cuek.Ia dongkol sekali.
*
Yas mencengkram lengan Daud lalu membanting nya.
"Aduh"Daud merasa punggungnya seperti patah karena bantingan yang cukup kuat.
"Kok kamu jahat banget sih?"
"Salah kamu sendiri, ngapain melompat ke punggung ku?"
"Sudah aku bilang kan kalau ada harimau, aku takut sama harimau"
"Kau pikir akan selamat jika gendong ke punggungku? harimau itu peliharaanku"
"Apa?"Daud tersentap kaget.Saat itulah Kujang datang menghampiri,ia menggosokkan kepalanya ke telapak tangan si Yas.Terlihat manja tapi sangat mengerikan bagi Daud.Ia bergidik ngeri..
"Ganteng-ganteng kok piaraan nya harimau ?"
"Kalau kamu takut,sana pergi!!"usir Yas.
"Tunggu dulu!!"
Yas dan Daud kaget dengan suara Kujang.
"Kujang ??? kenapa kamu menahan dia pergi ??"tanya Yas.
"Apa kamu tidak ingin tahu kenapa dia tidak menyadari jika dirinya sudah mati??"
"Mungkin karena kematiannya mendadak"
Kujang menggeleng..
"Ada sesuatu yang besar terjadi di sebalik kematiannya"
Yas menautkan keningnya ia menatap Daud dengan penuh tanda tanya.Daud sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.
"Apa kamu mengetahui apa yang terjadi Kujang ?"
"Kau berusahalah sendiri"
Setelah mengatakan hal itu Kujang menghilang.
"Eh Kujang...kamu dimana ??"
"Kok dia ngilang?"tanya Daud.
"Dia sama seperti mu"
"Hah ??? jadi harimau itu hantu?"
Yas menghela nafas
"Bukan tapi dia sejenis makhluk tak kasat mata"
"Wow... kamu punya peliharaan makhluk tak kasat mata ?hebat kamu ya"
"Sudah jangan membicarakan hal itu, sekarang aku pengen tahu. Apa yang terjadi sebelum kau mati?"
"Aku juga nggak sadar kalau aku sudah mati, gimana aku tahu?"
"Kamu bisa mengingatnya kan?"
"Emmmmmm"Daud mencoba mengingat semuanya.
"Kemarin.. aku seperti biasa ,kalau anak-anak dan para guru-guru sudah pulang. Aku akan mengunci kelas dan semua ruangan di sekolah ini . Tapi saat itu aku melihat ????ya!! aku melihat Bu Sofia berada di toilet,dia???dia???"mendadak Daud merasakan kepalanya sakit sekali.
Daud tidak menjawab, ia memeluk kepalanya sambil berjongkok di lantai .
"Tolong kepalaku sakit sekali.."Rintih Daud memohon. Tapi Yas bingung harus bagaimana cara menolong Daud yang kesakitan . Kalau manusia kan tinggal minum Oskadon, tapi kalau hantu masak iya dia mau dikasih Oskadon.
Akhirnya Yas mengambil keputusan untuk meraih sebuah dahan pohon yang patah.Ia lalu memukulkan ke kepala Daud, alhasil Daud pingsan.
"Kok dipukul?"
Kujang tiba-tiba muncul ia terpelongo melihat Daud pingsan.
"Terus aku harus gimana? dia kesakitan. Iya kalau manusia, aku tahu cara menolongnya. Tapi kalau hantu ,mau diapain?"
Kujang geleng-geleng kepala.Dengan terpaksa ia turun tangan mengheret Daud dari tempat itu.
*
*
Yas mencari tahu siapa Bu Sofia, rupanya Bu Sofia adalah guru musik disekolah ini.Ia tidak mengajar di kelas Yas,namun dia memiliki jadwal kelas tersendiri.
Karena penasaran,Yas pun masuk ke ruangan music di sekolah ini. Kehadirannya mengagetkan seluruh siswa yang mengambil kelas musik kepada bu Sofia.
"Anak muda..kamu siapa ??"tanya Bu Sofia lembut.
"Saya Yas Bu guru,ini benar ruang kelas musik kan?"jawab Yas sedikit gugup.
"Iya benar... Apa kamu anak baru yang ingin masuk ke kelas musik kami?"
"I-iya Bu guru... maaf Saya gugup, Karena Bu Guru terlalu cantik. Membuat saya jadi salah tingkah"
Bu Sofia tersenyum manis, Memang perawakan bu guru yang satu ini sangatlah menggoda. Body nya semok, bokongnya besar ,dadanya juga besar. Jadi pasti akan mengundang naluri hasrat seorang lelaki.
"Ya sudah.. masuklah"titah Bu Sofia.Yas mengendapkan tubuhnya sebagai tanda sopan santun kepada sang guru.Lalu ia melangkah masuk serta memilih kursi kosong untuk nya duduk.
"Ayo kita lanjutkan pelajaran kita"seru Bu Sofia yang ditanggapi dengan anggukan kepala semua murid-muridnya.
*
Usai pelajaran kelas musik,Yas berniat untuk keluar.Namun Bu Sofia menahannya pergi.
"Yas tunggu dulu"
Yas pun patuh, melihat Bu Sofia melambaikan tangan ke arahnya. Yas pun datang menghampiri.
"Ada apa Bu ??"
"Kamu kan masih baru di kelas musik bu guru. Bu guru mau tanya, kamu udah ngerti belum dengan pelajaran yang Ibu sampaikan tadi?"
Yas menggeleng dengan wajah polos.
"OH kamu jangan takut ya.. bu guru akan bantu kamu sampai kamu ngerti. Kalau begitu hari ini kamu pulang terlambat ya, bu guru akan ngasih tahu kunci-kunci dari pelajaran musik di sekolah ini. Agar kamu bisa cepat paham dan tidak ketinggalan pelajaran"
"Apa kamu bersedia ??"
Yas yang ragu-ragu akhirnya mengangguk.Bu Sofia tersenyum lebar.
"Ya udah kita mulai sekarang pelajaran nya ya"
Yas mengiyakan,ia pun kembali ke tempat duduknya semula.
Saat Bu Sofia memulai pelajaran tambahan untuk Yas,Semua terlihat baik-baik saja. Sampai di seperempat menit sejak pelajaran dimulai, Bu Sofia mulai bereaksi.Ia merangkul bahu Yas begitu hangat.Dan menunduk seperti melihat hasil Yas memahami pelajaran yang dia berikan. Padahal dia sengaja ingin memperlihatkan tonjolan di dadanya yang begitu besar.
Kujang yang muncul tiba-tiba disamping Yas, sampai melotot melihat tonjolan itu.Air liurnya ngeces begitu banyak.
"Rilex ya Yas... pelan-pelan saja.Kalau ada yang tidak kamu mengerti, jangan sungkan untuk bertanya"
Yang di wejangi Yas, tapi Kujang yang menggangguk cepat.Yas geleng-geleng kepala membuat Bu Sofia mengernyitkan keningnya.
"Kenapa Yas?"
"Ah tidak ada apa-apa Bu"jawab Yas sedikit kelabakan.
"Kok kamu geleng-geleng kepala ?"
Yas tersenyum karena tidak tahu musti jawab apa.
"Bu Sofia"
Seseorang memanggil membuat Bu Sofia menegakkan punggungnya.
"Yaaaaah"
Kujang sangat menyayangkan hal itu, karena ia kehilangan pemandangan yang memicu adrenalin.