
"Pak... Bapak kenapa??"
Sebuah suara menghentikan deraian permohonan yang di-ibakan.Pak Ramli membuka matanya, terlihat sang istri menatapnya dengan heran.Ia menengok ke bawah kolong , makhluk yang menakuti dirinya sudah tidak ada.Dengan cepat Pak Ramli merambat keluar dari bawah kolong.
"Bapak ngapain dikolong ?"sambung Bu Raudah .Pak Ramli ingin menjawab namun mulutnya tercekat.Karena ia melihat sang istri masih di tempat tidur dengan posisi memeluk Putra.
Lalu siapa yang dihadapannya sekarang ??
Kedua bola matanya bergulir perlahan,menangkap sosok mengerikan itu menyeringai lebar.Giginya menghitam dengan lendir darah yang kental menyengat.Dari rongga mulutnya keluar belatung-belatung hitam yang berdansa melompat kesana-kemari.
"Kenapa Paman takut dengan ku?? bukankah aku adalah keponakan mu Paman??"
Pak Ramli tidak bisa berkata sepatah katapun,lidahnya kelu mulutnya terbuka namun tak dapat bersuara.Tubuhnya seperti dipacak dengan paku hingga melekat ke lantai.Susah untuk digerakkan.
"Lama kita tidak bertemu Paman...kenapa Paman menghalangi ku untuk datang ???hem??"
Arwah Nayla memainkan jari jemarinya yang berkuku tajam dan runcing.Ia membelai pipi sang Paman hingga menciptakan goresan kecil di wajahnya.
"Ma-ma-maafkan Pa-man"Dengan gemetar kedua tangan menangkup didada.Bibir berongga yang menjadi sarang belatung berpesta pora itu terangkat .
"Aku juga memohon agar aku tidak disetubuhi Paman...hiks hiks hiks hiks..tapi mereka malah semakin bernafsu,aku juga memohon kepada Paman untuk menolong ku.Tapi Paman malah tertawa penuh kepuasan sambil mengabadikan kejadian mengerikan itu"
"Tanpa berdosa Paman berlagak biasa saja saat aku mulai terbangun.Mengolok-ngolok kelupaan ku atas kejadian itu"
"Dan sekarang...."tangan yang sebagian hanya tersisa tulang itu mencengkram batang leher si Paman sehingga membuat Pak Ramli melotot dan tersengal-sengal.Tangan hitam berbau anyir mengangkat tubuh pria yang masih gagah itu hingga kedua kakinya tak menapak lantai.
"Kau meminta maafku???"
"To-to-to-tolong..."Pak Ramli berusaha melepaskan diri dari tangan gaib itu,namun usahanya sia-sia.
"Bapak!!!"
Putra yang terjaga kaget melihat sang Ayah mengambang di udara.Dua mata yang masih tak berdosa itu ternyata tidak bisa melihat siapa yang mencekik Ayahnya.
Pak Ramli menjulurkan tangannya, ingin meraih sang anak yang jauh dari jangkauan.Spontan Putra menangis histeris membuat Bu Raudah terjaga.
Saat itulah Nayla melepaskan cengkraman tangannya,karena Bibiknya terbangun.
Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk
Pak Ramli terbatuk-batuk sambil memegang lehernya.
"Putra ada apa?mau apa nak?"Bu Raudah berusaha ngapusi anak bungsunya.
"Bapak..."tangan mungil Putra menunjuk ke arah Ayahnya.Bu Raudah memangku Putra lalu beralih menatap suaminya.
"Bapak... ngapain duduk di lantai ??"
Pak Ramli belum bisa untuk menjawab,ia masih tersengal-sengal karena sakit bekas cekikan Nayla masih terasa.
"Bapak..."Putra tetap menunjuk sang Ayah,Pak Ramli merangkak mendekat.Lalu mengambil alih menggendong Putra.
"Tunggu ya Pak,aku ambil air minum dulu"
Pak Ramli mengangguk dengan sesekali masih batuk.
Ia menghela nafas lega, sembari mencium kening anaknya.Karena Putra-lah dia bisa terbebas dari cekikan hantu Nayla.
Lain halnya dengan Khumaira, meskipun ia dalam keadaan tidur.Tapi bukan berarti bisa terlepas dari gangguan Nayla .Gadis yang mati karena bunuh diri itu masuk ke dalam mimpi sepupunya.Meneror lewat alam bawah sadarnya.
Khumaira menemukan dirinya berada diruang gelap tak berujung.Ia pun tak tahu dimana arah barat dan timur.Yang ia tahu hanya atas dan bawah.
"Hay Mai...apa kabar ?"sosok yang ia kenal terlihat masih berusia 10 tahun.Ia juga melihat bagaimana kedua orang tua Nayla mati meledak di dalam mobil disaat keduanya terjun ke dalam jurang.
"Ku berikan apapun yang kamu minta termasuk kalung peninggalan Ibuku,karena aku pikir kamu menganggapku seperti saudara.Ternyata kamu malah menganggap ku sebagai saingan yang akan mengalahkan mu"
kHumairah memandang ke sekeliling mencari arah suara yang menggema memekakkan telinga.Wajahnya pias bagai tak berdarah.Namun yang dicari tak jua terjumpa.
"Aku tidak jahat!!aku hanya ingin memiliki apa yang kamu miliki!!!"Khumaira berteriak lantang.
"Apa yang aku miliki sudah ku berikan padamu Mai...apa lagi yang kamu mau dariku??"
"Kau...kau bisa mendapatkan cinta Tuan Muda,kau amat sangat dicintainya "
"Mai itu adalah masalah hati,jika aku bisa membuat dia mencintai mu.Maka akan aku lakukan "
"Bisa!!!siapa bilang nggak bisa??toh sekarang Tuan Muda sudah menjadi milikku...dia milikku..kamu sudah kalah Nay"sahut Khumaira histeris.
"Hahahahahahahahahha"suara tawa membahana semakin membuat Khumaira gemetar ketakutan.
"Kau pikir Tuan Muda mencintaimu ???haks... sungguh naif sekali dirimu Mai...dia melamarmu hanya karena aku,bukan karena mencintaimu"
"Bohong!!!!"jerit Khumaira lantang ingin mengalahkan suara yang mengganggu itu.
"Kau akan lihat nanti bagaimana kau dicampakkan oleh Tuan Muda ?Kau akan dipermalukan oleh nya... sehingga kematian lebih baik dari pada kamu menanggung malu.Seperti halnya apa yang kamu lakukan padaku "
"Tidak !!!Bukan aku yang malu,tapi kamu!!!Kamu malu karena kamu hamil diluar nikah...kamu malu karena kamu sudah dikecam sebagai wanita murahan yang digauli oleh beberapa pria secara bergantian.Kamu yang akan malu Nay...bukan aku!!!"
"Hahahaha itulah yang akan terjadi padamu Mai...hahahahahaha"
"Pergi kamu Nay!!!kamu sudah kalah...Tuan Muda milikku... milikku seutuhnya "Khumaira melambai-lambaikan tangannya seperti orang yang sedang mengusir sesuatu.
Dan itu terjadi dibawah alam sadarnya,Ba'im segera mencabut jarum akupuntur yang tertancap di bagian belakang sisi kanan lehernya. kHumairah terjaga,ia menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan.Wajahnya berpaling dan menemukan sosok Muhammad Ibrahim disisinya.
"Tuan..."Khumaira bangun langsung memeluk Ba'im ,Ba'im agak kaget melihat sikap refleks yang ditujukan kHumairah.Ia ingin melepaskan diri,namun pelukan Khumaira sangat erat.
"Tolong biarkan aku memelukmu Tuan..."Pinta kHumairah dengan setengah memohon.Tapi Ba'im tak perduli,ia tetap melepaskan pelukan gadis tersebut.Ba'im berdiri dan memberi jarak diantara mereka.Khumairah terpana dengan sikap tunangannya itu.
"Kenapa Tuan?? kenapa Tuan Muda menolak untuk aku peluk ???Kenapa???Apa Tuan Muda tidak mencintai ku??Apa hanya Nayla yang bisa Tuan Muda peluk??"
"Apa yang kamu bicarakan ??"tanya Ba'im keheranan.
"Apa??Tuan Muda menanyakan apa yang aku bicarakan ??"Khumaira tersenyum sumbang.
"Aku membicarakan Nayla Tuan??Nayla -?Tuan Muda tahu Nayla bukan???dia gadis yang Tuan Muda cintai... sepupuku...Yang lebih segalanya dari aku...Dia lebih cantik, lebih smart,lebih kaya..Aku??aku hanya bayangan baginya..Yah!!!aku hanya umpama bayangan bagi Nayla.."
Ba'im geleng-geleng kepala,ia belum mengerti apa yang terjadi.
Khumaira terdiam, ia termangu seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Khumaira "Ba'im menyeru nama gadis itu perlahan membuat si gadis tersentap kaget.
"Ah iya Tuan...ada apa?"
Ba'im menautkan kedua alisnya, Khumaira seperti orang linglung.
"Kamu baik-baik saja??"
"Ah ..apa aku kelihatan kurang sehat Tuan Muda ?"Khumaira menoleh ke arah cermin,ia memeriksa wajahnya sendiri.Disaat itulah ia melihat sosok Nayla berdiri di belakang Ba'im . Khumaira langsung menoleh ke belakang.Tapi disana tidak ada Nayla , Khumaira kembali melihat dirinya di cermin.Sampai ia mengucek matanya berkali-kali.Sosok Nayla benar tidak ada.
"Apakah itu hanya halusinasi ku??"
"Kenapa ??"Ba'im mendekati Khumaira.
"Ah tidak apa-apa Tuan Muda,aku...aku..pergi dulu"kHumairah beringsut turun dari tempat tidur,ia berjalan cepat keluar dari kamar Nayla .Ba'im heran sebenarnya apa yang terjadi ??? kHumairah terlihat ketakutan.