
"Kenapa aku bisa ada disini bersamamu?kamu siapa?Apa yang kamu lakukan kepada ku?"Gadis itu merapatkan kedua tangannya ke dada.
"Aku ingin kita menikah"Tanpa basa-basi Reyhan mengungkapkan niat nya.
"Menikah ??kamu sudah gila ya?"Gadis terlihat kaget dan tidak percaya.
"Anggap saja begitu.. sebentar lagi pagi,kita akan langsung ijab qobul"
"Aku tidak mau"si gadis menolak cepat.
"Aku tidak pernah bertanya kepada mu,kamu mau atau tidak!! yang jelas kita akan menikah"Reyhan begitu tegas.
"Pernikahan tidak akan pernah terjadi tanpa persetujuan kedua belah pihak "
"Aku akan membuat mu setuju "Reyhan naik ke atas kasur.
"Kau mau apa?"Gadis itu panik,ia menarik tubuhnya mundur.Namun Reyhan menahan dua tungkai kakinya lalu menariknya hingga gadis itu terlentang.
"Lepaskan"si gadis berontak.
"Aku akan melepaskan mu kalau kamu setuju menikah dengan ku"
"Tidak akan"gadis itu berusaha menendang,tapi Reyhan terlebih dahulu mengunci pergerakannya.Ia duduk di atas kedua paha mangsanya, sedangkan tangannya menekan tangan si gadis di atas kepala.
"Lepaskan...aku mohon"gadis itu mulai ketakutan.
"Kau harus setuju menikah dengan ku dulu"
"Kau pikir aku bodoh,jika aku setuju?kau tetap akan memperlakukan aku begini"
"Tidak!!jika kamu setuju ?aku janji akan memperlakukan kamu dengan baik,aku tidak akan berbuat macam-macam "
"Cuih"gadis itu meludah tepat di wajah Reyhan ,Reyhan memejamkan matanya.Ia mengatur nafas agar tetap tenang.
"Baiklah...kamu rupanya memaksa ku"
Dengan kasar Reyhan menarik baju gadis itu hingga koyak dan memperlihatkan benda didalamnya.
"Ahhh tolong... jangan hiks hiks hiks aku mohon...jangan"Gadis itu menangis dengan ketidak berdayaannya.
"Kamu mau menikah dengan ku atau tidak ?"Reyhan masih ingin tahu bagaimana keputusan si gadis,ternyata dia masih menolak dengan gelengan kepala.
Reyhan mengangkat tubuhnya lalu menarik paksa celana yang dipakai gadis itu hingga robek...
"Tolong jangan.... tolong aku mohon"
Kali ini Reyhan menutup telinga,ia terus saja membabi buta melucuti pakaian gadis itu.
"Jangan...jangan...aku mohon hiks hiks hiks... tolong jangan.... baiklah...aku mau menikah dengan mu"
Gerakan tangan Reyhan langsung terhenti.
"Benarkah ??"
Gadis itu mengangguk pelan disela senggukan tangisnya.
"Kau tidak bohong ??"
Gadis itu menggeleng.
"Kau tidak bohong ?"
"Asal kau tepati janjimu"
Reyhan turun,ia menarik selimut dan menutupi tubuh gadis itu.
"Aku akan pesankan pakaian untuk mu...maaf karena sudah kasar "
Air mata gadis itu menyusut,ia tidak percaya dengan sikap pria itu yang tiba-tiba lembut padanya.Ia bingung sendiri,kenapa pria itu ingin menikahi dirinya ?padahal kenal pun tidak.
Uzma nama gadis itu memperhatikan pria yang sibuk dengan ponselnya.Pria itu tampan dan bersih terawat.Pasti banyak gadis-gadis cantik yang mengagumi ataupun ingin menikah dengan pria itu.Tapi kenapa dia harus memaksa Uzma?
"Sebentar lagi pakaian mu akan tiba,apa kamu ingin makan sesuatu ?"Reyhan duduk di bibir kasur, bertanya penuh perhatian.Uzma menggeleng pelan.Ia masih tak percaya, laki-laki yang baru saja kasar tiba-tiba sangat lembut padanya.
Reyhan duduk dengan gelisah,entah berapa kali ia memeriksa jam ditangannya.Menunggu kedatangan kurir pengantar baju ekspres.Baru kali ini Reyhan duduk sekamar dengan perempuan yang membuatnya gugup.Entah gugup karena rasa bersalah atau gugup karena hal lain.
Ketukan pintu hampir membuat Reyhan terkena serangan jantung.Tapi ia berusaha untuk tenang dan tidak menampakkan kepanikan nya.
"Terimakasih..."Reyhan menerima pesanannya,sekalian ia memberikan tip lebih karena jam segini bukan hal biasa mengambil orderan.
"Aku tunggu di luar"Reyhan berbalik lalu pergi.Uzma bergegas ke kamar mandi untuk memakai pakaian itu.Ternyata lengkap dengan pakaian dalamnya.Yah...semua pakaian Uzma telah berhasil dikoyak oleh Reyhan tanpa terkecuali.
Pas !
"Pintar juga dia memilih pakaian yang pas untuk ku"gumam Uzma.Ia pun keluar dari kamar mandi.
Mendadak ia jadi ragu dengan keputusannya untuk menerima menikah dengan pria yang tidak ia kenal sama sekali.
Ia takut pria itu punya niat terselubung yang bisa membahayakan dirinya.Karena sama sekali Uzma tidak bisa menerka apa niat pria itu memaksa untuk menikahi nya.
Tiba-tiba pintu terbuka,pria itu muncul dari balik pintu.Ia mendekat dengan senyuman tipis yang menawan.
"Kita sholat subuh dulu,baru kita berangkat ke KUA"
"Kau serius ??"Uzma masih mempertanyakan.
"Kau pikir aku tidak serius ?"
"Kenapa? kenapa harus aku?aku tidak merasa mengenal mu,dan aku tidak tahu apa alasan mu menikahi ku?"
"Nanti kamu juga akan tahu"
"Aku ingin tahu sekarang!!"
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya,kau menurut saja.Sebelum aku marah dan melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan "ancam Reyhan .
Uzma tertunduk...Ia masih belum bisa percaya dengan semua ini.
____
"Siapa nama pengantin wanitanya ?"tanya Pak penghulu kepada Reyhan .Pria yang ditanya menoleh ke mempelai wanita.
"Uzma Munawwarah binti Ikbal"Jawab Uzma dengan wajah tertunduk.
"Dalam undangan itu namanya Izma?"
Reyhan berucap dalam hati,ia telisik wajah yang tertunduk itu lebih mendalam.
"Tapi fotonya benar dia... mungkin yang mencetak undangannya salah tulis nama"
"SAYA NIKAHKAN UZMA MUNAWWARAH BINTI IKBAL DENGAN REYHAN OKTA IBRAHIM DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DIBAYAR TUNAI!"
"Saya terima nikah dan kawinnya uzmah Munawaroh binti Iqbal dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"GIMANA SAKSI???"
SAH SAH SAH
ALHAMDULILLAH....Pak penghulu memanjatkan doa dengan di aminkan oleh semua orang yang menjadi saksi pernikahan dadakan itu.
Uzma menitikkan air mata,ia benar-benar tak menyangka bahwa ia yang datang ke Tasik untuk merayakan pernikahan saudaranya.Malah dia sendiri yang menikah paksa dengan pria yang tidak sama sekali ia kenal.
Air mata gadis itu jatuh mengenai tangan Reyhan saat Uzma menunduk mencium tangan Reyhan dengan penuh khidmat.
Reyhan mengecup kening Uzma dengan perasaan yang tak menentu.Ia kasihan dengan gadis itu, sepertinya ia sangat jahat sekali karena memaksa gadis yang seperti tidak tahu apa-apa untuk menikah dengannya.Tanpa cinta dan tanpa rasa.
*
*
"Apa?!!jadi Kakak sudah menikahi perempuan itu ??"Seruni terdengar kaget saat ditelepon oleh Reyhan .
"Kenapa harus Kakak yang menikahi nya?? sekarang Kakak dimana?"
"Masih di KUA, menunggu surat nikahnya keluar "
"Jadi Kakak nikah sah??"
"Lah terus??mau nikah-nikahan ??"
"Ya nggak,,cuma kok sampai nikah sah sih Kak??kenapa nggak Sirri aja,kan enak cerainya "
"Aku getok Kepala mu nanti,ini semua karena permintaan bodohmu itu.Sudah sana, cepat pastikan.Jimatnya udah gagal belum ?"
"Iya!!"jawab Seruni pendek.Ia pun mematikan ponselnya.