SERUNI

SERUNI
BAB 45 Di Roolink



Pintu terbuka, Seruni terkejut karena Leo telah berdiri disana.Qodir dan Karin berdiri tak jauh dari mereka.


"B-bos"


Leo tak menyahut,ia menarik tangan Seruni pergi dari tempat itu.Qodir dan Karin kompak mengekori.Roy yang melihat hal tersebut hanya diam mematung.Rasa yang kini menjerat hatinya,tak mampu ia artikan dengan kata.


Leo membuka pintu mobil dan memberi perintah dengan gerakan kepala agar Seruni masuk.Seruni menurut,Karin dan Qodir duduk bersisian di jok tengah.


Perlahan Mobil Leo berjalan meninggalkan area parkir.Sepanjang perjalanan suasana senyap,Tak ada suara musik tak ada suara apa?Semua berkecamuk dalam pikirannya masing-masing.


Leo mengantarkan Qodir dan Karin kembali ke kantor karena kendaraan mereka masih ada disana.Lalu ia lanjut mengantar Seruni.Awalnya Seruni menolak,tapi Leo tak menerima penolakan itu.Ia tidak membiarkan Seruni bergerak keluar dari dalam mobil.


"Aku sudah mendengar semuanya"Leo akhirnya membuka suara.Seruni melihat sekilas wajah sang atasan dari sisi sebelah.Pria tampan itu sangat serius memperhatikan jalan dihadapan.


"Ternyata Cinta yang Roy miliki sangat kuat terhadap mu,aku yakin hubungan kalian pasti sangat intens dulu"


"Semua hanya tinggal kenangan saja Bos"


Leo tersenyum tipis.


"Aku tahu bagaimana perasaan Roy saat ini,aku juga pernah ada diposisi yang sama.Tapi mungkin Roy lebih menderita dariku,dia dipaksa untuk hidup dengan orang yang tidak dicintai"


"Siksaan terberat dari cinta selain rindu adalah harus berpura-pura bahagia dengan orang lain"


Seruni menundukkan pandangannya.


...----------------...


Jam dinding sudah menunjukkan hampir tengah malam.Tapi Roy belum juga pulang,Sherly dengan amarah yang terpendam menunggu kedatangan suaminya.


CEKLEK


Refleks Sherly bangun mendengar suara pintu dibuka.Roy muncul dengan wajah kusut,Sherly bingkas turun dari tempat tidur menyongsong kedatangan suaminya.


"Darimana saja kamu?jam segini baru pulang?"


Roy tak menjawab,ia meletakkan jas nya di sandaran kursi lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.Sherly mendengus kesal ia tidak suka dengan sikap Roy yang selalu cuek terhadapnya.Emosinya membuak-buak karena selama ini Roy tidak pernah menyentuhnya.Ditambah lagi tadi Papanya mengumumkan,jika Sherly belum bisa mendapatkan keturunan maka hak ahli waris akan diberikan kepada putrinya dari istri yang kedua.


Sherly sangat tidak mau itu,Ia beranggapan harta Papanya hanya punya dirinya.Anak dari pelakor itu tidak berhak memiliki harta dari Papanya sepeserpun.


"Tadi Papa membuat rapat keluarga, karena itu aku pulang lebih awal.Dia menuntut cucu dariku, jika tidak maka hak ahli waris akan diberikan kepada adik tiriku"ujarnya di saat Roy baru saja keluar dari kamar mandi. Suaminya kini sudah berganti pakaian dengan piyama warna abu-abu.Roy tak bersuara,ia dengan santai naik ke atas tempat tidur. menarik selimut lalu merebahkan tubuhnya.


"Roy aku bicara denganmu!!"hardik Sherly kesal karena dicuekin.


"Terserah apa maumu!Aku tidak berniat punya anak darimu"jawab Roy dengan posisi membelakangi istrinya.


"Apa maksudmu?"


Roy membalikan badannya,ia menatap istrinya dengan sinis.


"Apa kurang jelas?"


"Jadi kamu akan membiarkan seluruh harta Papa dikuasai oleh adik tiriku?"Sherly mulai naik emosi.


"Itu di luar urusanku"Roy membalikkan lagi badannya kembali membelakangi istrinya. Sherly mengepalkan tangannya dia sudah sangat tidak bisa bersabar lagi dengan sikap Roy yang seperti ini.


baiklah jika itu maumu


Sherly memantapkan niat dalam hatinya, Ia akan melakukan apapun untuk mempertahankan hak ahli waris.Dengan kasar Sherly naik ke atas tempat tidur menarik selimut dan merebahkan tubuhnya. Ia juga memunggungi Suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seluruh tim audit berkumpul sebelum berangkat menuju lokasi kerja.


"Seruni,kamu tidak usah ikut kami lagi ke lokasi.Kamu stay di kantor saja,biar Kak Lily yang menggantikan mu"Ucap Leo membuat Seruni kaget bukan main.


"Ke-kenapa Bos?"


"Nggak apa-apa,kamu tidak usah cemas.Kamu tidak melakukan kesalahan kok.Hanya saja rekan timmu biar bisa fokus bekerja"Jawab Leo tegas.


"Ok!!Semua tim sudah siap??"Seru Leo sambil bertepuk tangan.


"Siap!!"Jawab stafnya kompak dan tegas.


"Les't Go"


Dengan patuh Seluruh anggota tim keluar dari ruangan tempat berkumpul.Mereka berangkat menuju tempat kerja audit mereka dengan timnya masing-masing.


Kini di Kantor yang luas itu hanya tinggal Seruni dan dua staf wanita lainnya.Kedua wanita itu berbisik-bisik bergosip ria tentang sebab Seruni di keluarkan dari tim atasan mereka.


"Iya katanya dia ada hubungan khusus dengan Direktur Utama PT JAYA SENTOSA"


"Katanya lagi Direktur itu sudah punya istri"


"Jadi dia pelakor dong"


Si penggosip mengangguk sambil mengembungkan pipinya.


"Ihhhh kelihatannya aja culun tapi ternyata suhu"


keduanya tertawa ngakak.Seruni mendengar semua itu dengan jelas, lah iya suara makhluk halus aja dia bisa dengar apalagi manusia. Namun ia memilih berpura-pura tidak mendengar.Dia sudah bisa agak siapa kiranya orang yang membocorkan semua itu.Tidak lain tidak bukan Pasti si Karin.


Kedua penggosip itu datang menghampiri meja kerja Seruni.


"Eh anak baru, kamu bisa kerja nggak di sini?"


"Bi-bisa"jawab Seruni.


Salah satu dari mereka mengambil berkas-berkas dari meja mereka sendiri lalu menyerahkan kepada Seruni.


"Nih kerjain semua!Kamu kan belum punya tugas khusus di sini jadi biar kamu bisa lebih pintar nantinya.Anggap aja ini semua latihan,paham?"


Seruni terpaku melihat banyaknya berkas yang mereka berikan.


"Ya sudah kita keluar dulu ya mau sarapan,nanti aku belikan kamu makanan.Ok!!!"


Belum lagi Seruni menjawab mereka sudah pergi keluar ruangan.Seruni menghela nafas panjang,mau tidak mau dia harus mengerjakan tugas itu.Nanti dia bisa dapat masalah,apalagi dia masih baru disini.Jadi dia tidak berani membantah.


___


Roy tercari-cari sosok Seruni,tapi gadis itu benar tidak ada.Dengan Kecewa yang mendalam Roy keluar dari ruangan auditor.


Leo bukan tak tahu niat kedatangan Roy ke ruangannya.Tapi ia memilih diam dan berpura-pura tidak peka.


Roy kembali ke ruang kerjanya,ia kaget melihat Papa mertuanya sudah duduk santai dengan bertopang kaki.


"Papa"Sapa Roy ramah,ia mencium tangan Tuan Hendrie dengan penuh takzim.


"Mana Sherly ?Aku lihat dia tidak datang ke kantor hari ini"Tanya Tuan Hendrie setelah menantunya duduk di sofa kosong berhadapan dengan nya.


"Tadi ketika saya berangkat kerja,dia masih pulas tertidur Pa"Jawab Roy.


"Apa dia sudah mengatakannya padamu tentang rapat keluarga semalam?"


"Iya Pa"


"Lalu bagaimana pendapatmu?"


Roy kebingungan harus menjawab apa?


"Aku sudah tidak muda lagi Roy,jadi aku sangat mengharapkan seorang cucu.Sherly adalah anak tunggal ku dari mendiang istri pertamaku.Jadi hanya dia yang lebih berhak atas hak ahli waris.Tapi jika dia tidak bisa memberikan aku cucu atau keturunan,aku tidak bisa berbuat banyak selain memberikan hak ahli waris kepada anakku dari istri keduaku"


"Dea juga sudah akan menikah tahun depan,Jadi jika kalian belum bisa memberikan aku cucu,Aku minta maaf kalau aku harus menyerahkan semua hak ahli waris kepada Dea dan suaminya"


Roy hanya mengangguk pelan sebagai tanda bahwa ia paham dengan maksud Papa mertuanya.