
Tuk tuk tuk tuk
Entah sudah ke berapa kalinya suara ketukan di kaca jendela terdengar.Ba'im mengeliat, tidurnya sedikit terusik oleh suara ketukan kaca.Ia melirik jam di dinding,masih jam 2.30 pagi.
Tuk tuk tuk tuk
Suara ketukan itu terdengar lagi,dengan malas Ba'im turun dari tempat tidurnya menghampiri jendela kamarnya.Ia membuka jendela yang berterali besi.Pria itu sangat terkejut melihat Nayla ada disana,gadis itu tersenyum manis.
"Nay ngapain kamu disini ?"
"Membangun kan Tuan untuk sholat tahajud"
Ba'im terpana melihat gadis itu yang terlihat bersinar dengan sajadah dan mukena tersandang di lengan.Ia tersenyum menahan tawa.
"Jadi kamu malam-malam begini datang kemari hanya untuk membangun kan aku untuk sholat ?"
Nayla mengiyakan.
"Bukan karena kamu merindukan aku?"
Kedua belah pipi gadis itu langsung bersemu merah,ia tertunduk.Ba'im memangku dagunya, sambil terus menggoda gadis itu.
"Kenapa diam ??jawablah..jangan malu-malu..."
"Cepatlah Tuan, sebentar lagi sudah waktunya sholat subuh"Nayla mengalihkan topik pembicaraan dengan masih wajah yang tertunduk.
"Masih jam dua lebih,masih cukup waktu untuk bisa sholat istikharah"
"Sholat istikharah ???"
"Yah .. sekalian hajat "
"Memangnya apa hajat terbesar Tuan Muda ?"
"Meminta Allah untuk menjodohkan kita"
Nayla tersenyum mendengar rayuan Ba'im .
"Kalau misalnya tidak jodoh ??"seketika itu senyum Nayla sirna berubah embun yang mengambang di pelupuk mata.
"Akan aku paksa"
Gadis itu tersenyum dibalik hijabnya,namun matanya meneteskan embun kepedihan.
"Apakah kamu tidak ingin berjodoh dengan ku??"
Nayla diam dengan wajah tertunduk.Hati Ba'im menjadi tidak tenang,entah kenapa ia merasakan sesuatu yang menusuk relung hatinya.
"Nay..."
"Hem??"
"Tolong jawab dengan jujur, apakah kamu sudah punya kekasih ??"
Nayla mengangkat wajahnya sehingga Tatapan keduanya bertemu.
"Bagaimana saya bisa mencintai orang lain ?jika masih nama Tuan yang selalu ku sebut dalam doaku "
Ba'im melihat dengan jelas bulir air mata mengalir pelan di pipi gadis itu.
"Lalu kenapa hatiku sakit Nay??"
"Karena hatiku juga sakit Tuan..."
Keduanya tak beralih sedikit pun dari netra mereka.
"Kenapa ?? apakah kamu dijodohkan ??"
Nayla menggeleng pelan.
"Mungkin karena ketidak setarafan kita"
"Orang tuaku bukan jenis manusia seperti itu Nay"
Nayla memalingkan wajahnya menatap langit yang diselimuti awan.
"Jika Allah tidak menghendaki kita bersama ?? Apakah Tuan akan marah dan kecewa?"
"Tidak Nay...jika memang itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa..."Ba'im tidak bisa melanjutkan kalimatnya,ia tertunduk pilu.Membayangkannya saja sudah tak sanggup.
"Sudahlah Tuan, segeralah sholat.Jangan lupa untuk mendoakan aku"
Gadis itu tersenyum.
"Doamu selalu sampai kepada hatiku Tuan... Terimakasih "
Setelah berucap demikian,Nayla melangkah pergi.
"Nay kamu mau kemana ??"
"Jika aku tetap disini,Tuan tidak akan sholat sampai esok"Seru gadis itu sembari melambaikan tangan.Ba'im membalas lambaian tangan itu,ia jadi tersenyum mendengar jawaban Nayla .
Ba'im menghela nafas panjang, kenapa ia merasa aneh?, dadanya sesak melihat kepergian gadis itu.Tapi ia berusaha untuk positif, mungkin karena terlalu dalam perasaan yang ia cipta untuk gadis itu.
Ba'im menutup kembali jendela kamarnya,ia gegas masuk ke kamar mandi guna menjalankan ritual pensucian diri dari hadast kecil.Setelah itu baru ia menjalankan sholat Sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah.
...----------------...
Usai sholat subuh berjamaah,Ba'im sengaja duduk di teras Musholla untuk melihat kelibat Nayla .Namun yang dicari tak kunjung terlihat,sampai adiknya memperhatikan dirinya dengan keheranan.Mata kecil Ismail , mengikuti arah pandang Kakaknya.Tapi ia juga tidak menemukan siapa-siapa.Hanya saja ia sudah curiga,bahwa Kakaknya sedang jatuh cinta.
"Gadis manaaaaa lah itu ??kenapa tak kunjung datang ??"Sindirnya, membuat sentilan kecil menyerang cuping telinganya.
"Aduh..."Ismail menggosok daun telinganya yang terasa ngilu.
"Anak kecil jangan ikut campur urusan orang dewasa"
"Bukan sengaja mau ikut campur"Ismail duduk disamping Kakaknya...."Tapi hanya ingin tahu,siapa gerangan gadis yang telah membuat Kakakku tertunggu-tunggu ?"
Ba'im tersenyum mendengar kalimat adiknya yang mirip dengan pesanjak dari Minangkabau.
"Kau masih kecil...mana paham dengan perasaan orang dewasa "
"Memanglah Ismail masih belum mengerti,tapi Ismail sedikit banyak tahu dari Bunda yang selalu cemas menunggu Ayah pulang jika hari sudah malam"
Ba'im tersenyum sambil mencubit hidung adiknya.
"Sudah sana,apa kamu tidak ikut pengajian subuh "
"Tidak...Ismail hari ini bertugas mengontrol anak-anak yang tidak ikut pengajian "
"Ya sudah sana...."
Tiba-tiba sebuah lambaian tangan mengalihkan perhatian Ba'im ,Ismail pun mengikuti kemana arah pandangan sang Kakak.
"Amboi...jadi dialah gadis yang ditunggu-tunggu"
"Bukan..."jawab Ba'im seraya bangkit dari duduknya untuk menghampiri panggilan dari Khumaira.
"Ada apa ??"tanya Ba'im setelah ia sudah dihadapan gadis itu.Khumairah menyerahkan beberapa keping gambar dan satu kaset CD.
"Apa ini??"
"Lihat saja sendiri"jawab Khumaira.
Dua bola mata Ba'im melotot menatap gambar-gambar itu.Itu adalah foto Nayla yang sedang bertelanjang dengan pose-pose tidur menggoda.
"Astaghfirullah..."Ba'im menutup foto-foto tersebut dengan telapak tangannya.
"Dari mana kamu dapatkan ini??"
"Itu sudah menyebar jauh sebelum Tuan Muda pulang"
"Ini tidak mungkin "Ba'im menggeleng tak percaya.Khumairah tersenyum kecut.
"Lebih jelas jika melihat isi video itu Tuan,disana kamu akan menilai sendiri tentang gadis sok suci itu"Tukas Khumaira seraya berlalu pergi.Ia tersenyum licik.
Terasa lemas kedua lutut, sehingga Ba'im tidak kuat untuk berdiri tegak.Tangannya gemetar melihat foto-foto yang nampak nyata itu.
"Benarkah itu Nayla ??"rasa tak percaya masih tak meyakinkan hatinya.Nafasnya memburu,ia berusaha kuat dengan tarikan nafas mendalam beberapa kali.Setelah itu ia berjalan walau dengan lutut bergetar.
___
Ba'im memutar kaset tersebut di dalam kamarnya dengan pintu terkunci dari dalam.Air mata jantannya mengalir deras disaat melihat adegan-adegan yang menurutnya sungguh menjijikkan.Nayla digilir oleh beberapa pria,dan terlihat gadis itu begitu menikmati dengan *******-******* tak beraturan.
Ba'im menutup laptopnya,ia tak sanggup melihat sampai habis video itu.Hatinya sakit dan terluka.Pantas saja ia merasa tak setaraf, mau dirinya menyadari bahwa tubuhnya sudah tak suci lagi.
"Kenapa kamu lakukan ini Nay??"Ba'im menjambak rambutnya sendiri,ia terlihat frustasi sekali.Gadis yang sangat ia cintai telah menggadaikan hatinya hanya untuk kenikmatan sesaat.
Ba'im membenamkan kepalanya diantara dua lengannya.Sungguh ia tidak bisa terima kenyataan ini,hatinya hancur sehancur-hancurnya.