
Ada rasa kecewa di sorot matanya yang sudah tak lagi muda.Sedangkan Erika mendelik ke arah adik tirinya.Ia tersinggung dengan ucapan Nicta yang tidak mau berhubungan dengan bekas kekasihnya.
*
"Hey!"
Nicta menoleh sedangkan tangannya sibuk mencuci piring kotor membantu ART nya.Begitu juga dengan Eny.
"Kau jadi orang belagu banget deh,kayak cewek top aja bilang nggak mau bertunangan sama Raja karena dia bekas pacar ku.Emang kenapa kalau dia bekas pacarku ?hah?"
Nicta mengeringkan tangannya,lalu berbalik menghadapi lawannya.
"Lalu Kakak maunya aku harus gimana?mau aku bertunangan sama Raja?Kakak sendiri tahu kan gimana posisi aku jika benar-benar aku bertunangan dengan Raja?"
Erika tercekat sampai tidak bisa berkata apa-apa.
"Emang Raja mau tunangan sama kamu?"Tetiba Tamara datang menimpali.Erika kembali mengangkat dagunya dengan pongah karena ada sang Ibu yang akan membelanya.
"Meskipun Raja tidak bisa mencintai ku,aku yakin dia tidak akan menolak.Secara dia akan menjadi pewaris utama di keluarga Mahendra jika dia menikah dengan ku Tante"balas Nicta tidak gentar.
Tamara tersekak,ia berhasil dibungkam oleh jawaban Nicta.Pada saat itu, seorang pengawal pribadi Tuan Mahendra menghampiri.
"Nona Nicta Gina,Anda diminta oleh Tuan Mahendra untuk menemui nya di ruangan pribadinya"
"Baiklah..."Jawab Nicta kemudian,ia menoleh ke belakang"Eny.. nanti kalau sudah selesai kamu langsung ke kamar ya.Tunggu aku disana"
Eny menjawab dengan anggukan, setelah itu Nicta mengikuti langkah sang pengawal menuju ruangan yang dimaksud.
"Papa memanggil ku?"Sapa Nicta saat ia sudah masuk ke dalam.Dan pengawal yang tadi sudah keluar sembari menutup pintu.Tuan Mahendra menoleh,ia tersenyum lalu mendekati putrinya.
"Papa bingung sayang, bagaimana cara Papa untuk melindungi mu? Sedangkan jalan yang Papa pilih,kamu tolak"Tuan Mahendra memegang kedua pundak putrinya dengan cengkraman hangat.
"Jangan terlalu dipikirkan Papa,apa Papa pikir itu jalan yang terbaik ??Tidak Pa, justru hal itu akan menjerumuskan ku dalam masalah baru"
Tuan Mahendra mengangguk mengerti.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Raja ?"
"Belum Pa sejak diruang makan tadi"
"Tadi dia menemui Papa,dia sangat minta maaf atas kejadian malam ini.Sepertinya kamu telah sukses mempermalukan dia"
"Nicta tidak ada niat untuk mempermalukannya Pa,tapi Nicta kecewa karena dia berbohong dan menyakiti hati Erika.Kalau pun tadi dia berhasil menampiknya,Nicta pasti akan menjadi bulan-bulanan Erika dan Tante Tamara karena bertunangan dengan Raja "
"Kamu benar...lalu sekarang apa rencanamu ?"
"Nicta mau sekolah dulu Pa,masih terlalu awal untuk membuat rencana "jawab Nicta bijak.
Tuan Mahendra mengangguk setuju, sepertinya dia harus melakukan sesuatu untuk putri bungsunya ini.Agar nanti Jika Tuan Mahendra sudah tiada,hidup Nicta akan aman meskipun harus terusir dari rumah ini.
*
Valo menuangkan Wine ke dalam dua gelas kecil.Ia dan Raja duduk berhadapan di bar mini yang berada di Kamar Valo.
"Maafin keluarga ku Ya Raj...kamu pasti sangat dipermalukan disini "
Raja tersenyum
"Santai aja Val..kamu kan tahu aku memang tidak tahu malu hahahahahah"
Keduanya tertawa lepas.
"Tapi aku sedikit terkejut dengan perkembangan Nicta,dia dulu penakut loh"
Raja mengangguk..
"Yah... terakhir aku ketemu dia, memang anaknya pemalu dan penakut.Sekarang dia seperti sudah tumbuh taring"
Valo mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu berbohong padaku tentang kamu dan Erika ?"
Raja tertawa
"Itu dulu bro, waktu kita masih kuliah.Dan sekarang kita kan udah terjun ke dalam bisnis sama-sama.Jadi aku merasa itu hanya cinta monyet saja"
"Tapi aku lihat Erika masih punya perasaan sama kamu"
"Aku tidak tahu itu"
Valo menggerakkan kepalanya.
"Seandainya penyatuan keluarga benar-benar terjadi?kamu akan milih siapa ?"
Raja terdiam, ia merasa pertanyaan Valo seperti jebakan untuk nya.
Valo tersenyum
"Jadi kamu cari aman ?"
Raja tertawa lepas.
*
Eny menunggu Nicta dengan cemas, karena itu.Saat daun pintu kamar terbuka,ia bingkas bangun.Ia melihat Nicta muncul lalu tersenyum padanya.
"Gimana ??"tanya Eny.
"Ya nggak gimana-gimana, Sepertinya Papa menyerah dengan perjodohan ini"
"Lalu apa rencana mu?"
Nicta tergelak..
"Pertanyaan mu sama kayak Papa"
Eny tersenyum tipis.
Hhhhhhhhh
Nicta menghela nafas,ia membaringkan tubuhnya.
"Aku mau sekolah dulu En...ohya,gimana kalau kamu sekolah sama aku?"
"Ah nggak Nic..aku lanjutin sekolah di tempat biasa aja.Lagian juga aku sekarang kan udah nggak kayak dulu lagi.Untung Papa sama Mama masih sempat meng-asuransi jiwa.Jadi itu sekarang yang aku punya "
"Kamu jadi mau ngekost ?"
Eny mengiyakan.
"Sebenarnya aku pengen kamu tetap di sini, karena di rumah ini aku tidak punya siapa-siapa yang dekat sama aku kecuali Kamu En.Papa juga deket sih sama aku, hanya saja dia kan sibuk kerja .Sejak aku masuk lagi ke rumah ini ,baru sekarang ini kita makan malam bareng ,biasanya nggak pernah"
Eny tersenyum getir,ia sangat kasihan dengan kehidupan Nicta.
"Ya udah... kalau gitu aku mau tinggal disini.Tapi aku harus kerja juga Nic, nggak mungkin aku hanya mengandalkan uang asuransi "
"Itu nanti aku bicarakan sama Papa,siapa tahu dia punya lowongan untuk anak yang masih sekolah.Apalagi kerjanya santai tapi gaji mahal"
"Ngayal..."Eny menimpali, membuat keduanya tertawa riang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Yas membaringkan tubuhnya di tempat tidur,hari ini cukup melelahkan karena menguak kasus kematian Daud.Arwah Daud pun sudah pergi dengan tenang setelah Pak Sofyan dan Bu Sofia digelandang ke kantor polisi....
..."Yas..."...
"Hem??"Yas menjawab dengan dengungan.
"Kamu cowok tulen kan?"
Yas mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Kujang.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu ?"
"Soalnya tadi saat perempuan itu menggoda mu,kamu sama sekali tidak terpengaruh.Padahal kan perempuan itu sudah cantik,sexsoy,depan gede, belakang gede.Apa jangan-jangan kamu impoten?"
Yas beringsut duduk,ia siap menjentik kening Kujang.
"Eit Eit tahan tahan... kalau kau menjentikkan jari mu,habis remuk tulang ku Yas.Karena kecubung mu "
Kujang dengan cepat menahan tangan Yas.
"Emang iya ??masak sih?aku kok nggak percaya...aku coba ya"
"Jangan...jangan"
Kujang dengan cepat melompat turun dan menjauh, membuat Yas tertawa lucu Melihat tingkah Kujang.
"Mangkanya jangan sembarangan ngomong"
"Aku kan cuma nanyak"
"Pertanyaan mu aneh, seharusnya aku yang harus nanyak.Kenapa sekarang otakmu jadi mesum ?atau memang kamu seperti itu pada kenyataannya ??"
"Hehhhhhhh..kau tidak tahu kan kalau sebenarnya aku sepasang?Tapi manusia biasa tidak bisa mengendalikan kami berdua.Hanya prabu Siliwangi yang bisa.Jadi kami dipisah "
"Ohya??terus kemana pasangan mu??"
Kujang mengedikkan bahunya.