
Excel mendadak berhenti saat hendak lari menaiki teras.Karena Nagita tiba-tiba muncul dari balik pintu.Perempuan itu terdiam melihat Ba'im ya berlari seperti mengejar Excel .Pria berperawakan tinggi itu ngos-ngosan.
"Darimana kalian ??"tanya Nagita mengintimidasi.Excel berpaling ke arah Ba'im ,ia ingin tahu apa yang bisa dijawab oleh Ba'im sendiri.
"Emmmm dari sana"Ba'im menunjuk ke satu arah.
"Kalian habis kejar-kejar?"
"Eh iya...kenapa??"Ba'im malah balik bertanya memberikan Excel tersenyum menahan tawa.
Wajah Nagita seperti menahan marah, gerahamnya mengeras.
"Aku masuk dulu"pamit Excel seraya menaiki teras,Ba'im mengikuti tapi Nagita menahan lengannya.
"Ada apa ??"
"Ada apa??"Mengherankan bagi Nagita jika Ba'im justru bertanya ada apa ??.
"Aku ini istrimu,dan kamu suamiku... apakah pantas kamu kejar-kejaran dengan wanita lain??Apa kata mereka ??? Seharusnya kan kamu ngasih contoh yang baik"
KHEM KHEM KHEM
Suami istri itu menoleh seketika, ternyata yang berdehem adalah Excel .Dia menyandar malas ke daun pintu yang tegak berdiri.Kedua tangannya terlipat di dada.
"Nagita ...kamu harus sadar diri dong,kamu memang Istri dari Ustadz Muhammad Ibrahim.Tapi kamu sudah tahu bukan,dia menikahi mu karena apa??Apa pantas kamu menuntut lebih kepadanya ??"
"Diam kamu Ex!!!kamu siapa di rumah ini ?? tidak usah ikut campur urusan ku dengan suamiku!!!Aku bisa mencap kamu sebagai pelakor kalau kamu terus saja menggodanya"
"Cap aja, kalau perlu pakek stempel terus kamu tempelin di jidatku..aku nggak perduli"Excel mendekat lalu menarik Ba'im ke sisinya.
"Seluruh penghuni yayasan ini sudah pada tahu, kalau aku dan Ustadz memiliki hubungan.Dan kamu?? dengan tidak tahu malunya minta dinikahi karena kamu sedang hamil.Padahal tak tahu siapa yang menghamili mu??entah itu manusia apa genderuwo?"
PLAK!!!
Nagita menampar dengan telak di pipi kiri Excel,Ba'im terpana ia langsung memeriksa wajah gadisnya.
"Kamu nggak apa-apa ??"
"Nggak apa-apa Ustadz,hanya tamparan kecil yang tidak berarti"
"Tapi bibirmu pecah"Ba'im sangat mengkhawatirkan Excel ,tapi Excel malah mengalihkan tangan Ba'im lalu menggeser tubuh pria itu ke balik punggungnya.
"Berani kamu menamparku??"
"Siapa takut ??"balas Nagita .
"Hem?? sayangnya kamu lagi hamil ya Git...tapi aku tetap ingin Membalas mu.Bagaimana jika ternyata kamu tahu aku sudah bertemu dengan Om Dewangga ?"
Nagita terkesiap,dua bola matanya seolah-olah ingin melompat keluar.
"Siapa Om Dewangga ??"tiba-tiba Ba'im menimpali.
Wajah Nagita makin tegang,ia diam dengan sorot mata yang mencemaskan.
"Aku atau kamu yang akan menjelaskan kepada Ustadz,Git???"Excel bertanya dengan penuh intimidasi.Nagita semakin pias, beberapa ia terlihat menelan saliva.
"Ex...kamu saja yang jelaskan"Ba'im semakin penasaran.
"Gimana Git??-Ustadz mau aku yang menjelaskan "
"Tidak usah ikut campur kau Ex..."Hardik Nagita dengan dada yang turun naik.
"Ya sudah... sekarang jelaskan semua kepadaku Git??"Ucap Ba'im mengikuti kemauan Nagita .
"Aaaa emmmm Aaaa"Nagita gugup sekali,ia bingung harus gimana jelasinnya.Excel tersenyum mencemooh melihat tingkah Nagita .
"Cepat katakan Git!! atau Excel saja yang menjelaskannya padaku"
"Ah... jangan,bi-biar aku saja"
"Ya sudah sekarang jelaskan!! siapa Dewangga itu!!"
"Di-dia saudara Ibuku"
"Terus kenapa kamu gugup sekali kalau dia memang saudara Ibu mu??"
Nagita tercekat,ia kehilangan kata-kata.
"Sudahlah...ayo ikut aku Ustadz "Excel menarik tangan Ba'im masuk ke dalam rumah.Meskipun ia masih ingin tahu apa yang akan diberikan Nagita sebagai jawaban-tapi Ba'im tidak bisa menolak saat Excel menariknya masuk.
Nagita menggaruk kepalanya dengan kesal.
"Sial*n..darimana Excel tahu tentang Om Dewangga ??Apa tadi Excel mengikuti ku??Aduuuuh jadi runyam deh,gimana kalau Excel bilang semuanya tentang Om Dewangga ??Iiihhhh kesel aku,kenapa sih Om Dewangga pakek datang kesini segala?? udah bagus bukan ada orang yang mau menikahiku.Dan dia tidak perlu repot-repot tanggung jawab atas kehamilanku"Nagita mengepalkan tangannya dengan kuat.Ia cemas sekali,rasanya ingin mengekori dua orang tadi.Tapi kalau ketahuan tambah runyam.
___
"Ada apa sih??kok Sampek bawa aku ke belakang rumah ??"Tanya Ba'im saat Excel menariknya dan berhenti di pintu belakang rumah itu.
"Kalau mau cium lagi di kamar aja"goda Ba'im, Excel tersenyum malu.
"Apa-an sih Ustadz..ah"
"Ya habis kamu mau ngapain narik aku sampai kesini "
"Aku mau bicara soal Dewangga..."
"Kenapa nggak dibicarakan disana saja?"
"Nagita tu licik,aku tidak mau gegabah.Aku mau membuka semuanya di plot yang tepat yang nggak mungkin dia berkutik lagi "
Ba'im menautkan kedua alisnya menelisik wajah Excel .
"Emangnya apa yang kamu tahu tentang Nagita ??"
"Yang pasti ada hubungannya dengan Om Dewangga "
"Tepat sekali!!"Excel menjentikkan jari.
"Darimana kamu tahu..."
"Tadi aku habis bersama dengan Om Dewangga "
"Pria di mobil itu?"
Excel mengangguk cepat.
"Ngapain kamu sama dia? semobil lagi"
"Aku nggak ngapa-ngapain Ustadz,aku cuma mancing dia aja"Excel mulai merasa jika Ba'im cemburu.
"Mancing ?? mancing pakek apa?kamu menggodanya??"
Dengan jujur Excel mengiyakan.
"Astaghfirullah Excel ...kamu menggoda pria yang nyata menghamili seorang gadis yang pantas dipanggil anak?"
"Aiissss"Excel jadi geram sendiri melihat keposesifan Muhammad Ibrahim.
"Seharusnya kamu tidak perlu melakukan itu semua, Kamu kan punya kemampuan menghipnotis dia . Cukup kamu hipnotis saja, udah nggak usah pakai menggoda-goda segala"
"Ustadz... emangnya kita kalau nggak kenal sama dia gampang gitu menghipnotis ?enggak Ustadz, kita perlu kenal sama dia. Seenggaknya namanya dan juga dia harus percaya sama kita agar dia rileks pas waktu dia dihipnotis. Bukan main Gembrong hipnotis gitu nanya gini gitu ,nggak ustadz!!"Excel mulai emosi.Ba'im terdiam....
"Tapi kamu nggak diapa-apain kan sama dia?"
"Emang dia berani??belum tahu Excel ta??? kalau dia berani mungkin saat ini dia sudah impoten "
Ba'im tersenyum tipis.
"Maaf...aku hanya takut kamu kenapa-napa?"
"Ngeri Uyyy kalau lagi cemburu "sindir Excel .
"Ya itu karena aku sayang sama kamu"
"Iya tahu....tapi Ustadz, menurut Ustadz kita harus gimana sekarang ??Kan kedok Nagita sudah mulai terungkap "
"Kalau rencanamu seperti apa?"
"Aku pengen cepat dia pisah dari Ustadz.. udah!!"
Ba'im tersenyum tipis.
"Tapi menurut Om Dewangga Nagita termasuk licik orangnya, karena bukan ini yang diinginkan Om Dewangga .Dia menghamili Nagita karena ingin balas dendam sama Papanya"
"Punya dendam sama Papanya kok malah anaknya yang dibuat bunting?"Ba'im berkomentar.
"Ya alasannya masuk akal sih karena Papanya Nagita udah menghamili istri Om Dewangga. Tanpa Om Dewangga tahu ,sampai istrinya Om Dewangga itu hamil dan anaknya sekarang udah umur 8 tahun. Dan Om Dewangga baru tahu kalau itu ternyata bukan anaknya Om Dewangga "
"Astaghfirullah... pantesan aja, orangnya terlihat egois dan tidak mau mendengar apapun kecuali pendapatnya sendiri yang benar "
"Itulah Ustadz ...aku tidak mau gegabah dalam hal ini, karena Nagita sepertinya mirip Papanya.Harus ada bukti yang kuat yang tidak bisa terbantahkan oleh Nagita sendiri "
"Bukti yang kuat ya harus test DNA anak dalam kandungan Nagita "Ba'im memberikan usul.
"Masih janin Ustadz,bahaya... nanti kalau sampai keguguran bisa-bisa kita yang dituduh sengaja ingin melenyapkan si janin"
"Ya kalau begitu tunggu sampai bayi itu lahir "
"Kelamaan Ustadz... nggak rela aku kalau ustadz jadi suami Nagita selama itu"
"Yaa Terus gimana dong??"
"Kita tunggu Om Dewangga nelpon, aku nggak mau maksa dia untuk ngungkapin semua ini .Tapi aku berharap sih dia mau diajak kerjasama. Aku udah tinggalin nomor telepon ku sama dia"
"Hah?? Nomor telepon ??sejak kapan kamu punya telfon ??kok aku nggak dikasih nomor kamu?kok malah pria itu yang kamu kasih??"
HADOOOOH
Excel geleng-geleng kepala.
"Ustadz nggak pernah nanya kan?"
"Ya aku nggak nanya, karena aku tahunya kamu nggak megang telepon. Sejak kapan kamu megang telepon?"
"Itu Yang waktu hari pernikahan Ustadz Kan ada paket"
"Berarti sudah agak lama dong ,Kenapa kamu nggak ngomong sama aku?"
"Nggak sempet Ustadz..."
"Nggak sempet apanya? wong kita tiap hari ketemu"
"Aduh panjang nih urusan telepon, Udah ah aku capek ustad aku mau istirahat"Excel melangkah untuk pergi,namun Ba'im justru menariknya dan mendorong tubuh Excel hingga merapat ke dinding.Ba'im mengunci pergerakan Excel dengan kedua lengannya.
"Kamu mau kemana ??"Ba'im mendekat kan wajahnya hingga Excel merasakan hembusan nafas pria itu.
"Ke--ke kamar"Excel jadi gugup sendiri.
"Bukankah kamu harus menerima hukuman dari ku?"
Excel memutar bola matanya kesamping.
"Jangan membuang muka jika sedang bicara dengan ku"
"Eh Tante"seru Excel membuat Ba'im gelagapan.Dikesempatan itulah Excel langsung kabur masuk ke dalam kamarnya.Ternyata Excel menipu Ba'im agar ia bisa terlepas.
"Awas kamu ya Ex!!"Seru Ba'im dari luar kamar si gadis.Excel tertawa lepas mengingat gimana Ba'im panik saat tadi dia pura-pura memanggil Ibunya.