SERUNI

SERUNI
BAB 107 Perih Menutupi Kenyataan



"Bu-bukan be-gi-gitu Tuan...."Khumaira gugup sekali.


"Seminggu kemudian aku akan datang ke rumah mu untuk melamar,kabarkan hal ini kepada orang tuamu "


Tanpa menunggu tanggapan dari Khumaira,Ba'im berbalik pergi.Gadis ya ia tinggalkan girangnya bukan main.


"Yes yes yes yes...rencanaku berhasil"


Khumaira melompat-lompat kegirangan.Ia berlari kembali ke asrama putri untuk menghubungi Ayahnya.


___


"Iya Ayah...aku serius..."Khumaira sekali lagi meyakinkan Ayahnya.Di seberang sana Pak Ramli terlihat bahagia.Ia mematikan talian lalu berlari masuk ke dalam rumahnya.


"Buk...Buk... Khumaira mau Dilamar anak Pengasuh yayasan itu, katanya seminggu lagi Keluarganya akan datang melamar"Pak Ramli begitu semangat mengumumkan perihal berita yang disampaikan putrinya baru saja.Namun reaksi Bu Raudah datar saja.Ia meraut pensil anak bungsunya,lalu memberikan kembali ke si anak yang tengah mengerjakan tugas sekolah.


"Buk...Ibuk nggak dengerin apa yang Bapak katakan?"


"Denger..."Jawab Bu Raudah datar.


"Pria yang dicintai Nayla kan yang akan melamar Khumaira ??"Tatapan mata Bu Raudah kosong,namun air matanya jatuh perlahan membasahi pipi.Ia sakit dan sangat terluka dengan apa yang menimpa keponakannya yang malang itu.


"Sudahlah Buk..jangan sebut-sebut orang yang sudah mati.Dia sudah tenang disana"


Mendengar kalimat bantahan dari suaminya,Bu Raudah memalingkan wajahnya menatap suaminya dengan nanar.


"Tenang katamu Pak?? setiap malam Nayla datang menemui ku di alam mimpi.Memohon untuk keadilan bagi dirinya.Ia terluka Pak ..ia sakit"Bu Raudah menekan kalimatnya dengan penuh perasaan.


"Salah sendiri jadi perempuan murahan banget"


PLAK!!


"Jaga bicaramu Pak!!! aku tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Nayla.Tapi kamu menahan ku untuk bicara"


Pak Ramli berang, sakit akibat tamparan istrinya tidak seberapa. Namun ucapan dari istrinya itulah yang membuatnya meradang.


Pria separuh baya itu bangkit masuk ke dalam kamarnya.Ia malas untuk melanjutkan perdebatan diantara mereka didepan Putra.


Bu Raudah menutup wajahnya,ia menangis sejadi-jadinya.Tangan kecil Putra mengusap punggung Ibunya lembut.Bu Raudah bergerak cepat menghapus air matanya.Ia tersenyum tipis didepan anaknya.


"Ibu jangan menangis..."Putra memeluk pinggang Ibunya.


"Iya Nak...Ibu tidak akan menangis lagi"Bu Raudah berusaha menghibur anaknya, meskipun ia tahu bahwa dirinya tidak baik-baik saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam sudah melewati separuh perjalanan,Ba'im duduk memangku wajahnya di bibir jendela.Ia menunggu kedatangan Nayla .Ia yakin Nayla pasti akan datang menemuinya.


Meskipun ia sudah tahu sedikit kebenaran tentang gadis itu,namun hatinya tetap memilih untuk tidak tahu apa-apa.Setidaknya ia bisa melihat tambatan hatinya.


"Hemmmmm"Ba'im menghela nafas panjang.Matanya berputar ke kiri dan ke kanan,tak adapun kelebat orang yang diharapkan.


Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara orang bersenandung.Ba'im menajamkan pendengarannya,yah itu suara seorang wanita bersenandung.


Ba'im bangkit lalu melangkah keluar kamar.Ia terus mengikuti arah suara tersebut.Sampai ia tiba di taman sebelahnya tempat parkir.Ba'im melihat Nayla sedang duduk di ayunan ditepi kolam renang.Ba'im mempercepat langkahnya,ia tersenyum menghampiri Nayla .


Nayla refleks berhenti bersenandung saat Ba'im berdiri di hadapannya.Ia bangkit dan ingin berlalu,namun sigap sekali Ba'im mencekal lengan gadis itu.DINGIN!!


Ba'im terpegun,ia sama sekali tidak merasakan denyut nadi dipergelangan tangan Nayla .


"Untuk apa Tuan menungguku?jika pada akhirnya Tuan akan memilih untuk bersama dengan Khumaira"ketus Nayla tanpa memalingkan wajahnya.


Ba'im yang mematung secara refleks menarik sudut bibirnya.Ia tersenyum meskipun hatinya perih,tak apalah yang penting ia dapat bersua dengan gadis itu.


Nayla tetap memunggungi Ba'im ,tak dinyana.Ba'im memeluk tubuh Nayla yang dingin dari belakang.Hati pria itu semakin hancur.Ia memejamkan matanya, membiarkan air mata mengalir tanpa isakan.Ba'im mendongak menatap langit, membiarkan air matanya menyusut oleh hembusan angin.


Sedangkan Nayla diam tak bergeming,ia bahagia tapi masih marah karena sikap Ba'im yang tiba-tiba melamar Khumaira.Apakah Ba'im tidak peka jika ia mencurigai Khumaira ??


"Jika kamu percaya padaku?bahwa aku akan mempercayai mu.Maka jangan pernah ragukan hatiku Nay"Bisik Ba'im tepat disebelah cuping telinga gadis tersebut.


"Kenapa ?? untuk apa?"Balas Nayla .


"Semua masalah yang terjadi padamu, bermula ketika kamu di rumah bukan??"


Nayla mengangguk.


"Aku tidak akan bisa masuk ke rumah itu,ke tempat kejadian dimana kamu bersama pria-pria itu?jika aku tidak dekat dengan keluarga mu"


Nayla memejamkan matanya, bayangan saat ia disetubuhi sangat menyakiti hatinya.


"Hanya Khumaira yang bisa membawaku kesana,aku tahu dia punya niat tidak baik saat memberikan fotomu dan videomu kepadaku.Padahal tak seorangpun yang mengatakan tentang mu ataupun menyebut nama mu padaku kecuali dia"


Nayla baru mengerti,ia tersenyum tipis.Dan senyum itu sekilas terlihat oleh Ba'im dari sisi.


"Sekarang kamu senang ??"


Nayla mengangguk pelan.


"Jangan marah lagi ya??"


Sekali lagi Nayla mengangguk.


"Tapi awas jika Tuan macam-macam,aku akan membunuh Tuan"Goda Nayla .


"Bunuhlah aku..asal bisa bersamamu Nay"


Nayla tercekat,ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ba'im tidak menunggu waktu lebih lama lagi untuk mengutarakan niatnya melamar Khumaira.Tentu saja hal ini sangat mengagetkan Seruni dan suaminya.Tapi apa mau dikata, pasangan suami istri itu tidak mampu mengabaikan permintaan putranya.


"Sebaiknya kamu juga harus mengatakan hal ini kepada gurumu"usul Roy.


"Iya Ayah...nanti malam aku akan datang ke rumah guru"


Roy mengangguk setuju.


___


Di lain tempat, Khumaira memberikan pengumuman atas berita bahwa dirinya akan dilamar oleh Muhammad Ibrahim.Beberapa santri Wati yang seumuran dengan nya tidak mudah percaya begitu saja.Karena mereka tahu bagaimana cantiknya Nayla,sang kekasih Muhammad Ibrahim.


"Apakah itu benar ??"


"Kalau kalian tidak percaya,lihat saja seminggu lagi dijari manis ku akan melingkar sebuah cincin emas 24karat"jawab Khumaira bangga sambil mengangkat tangan kirinya dan mengusap jari manisnya.


Mereka mencebik,


"Nih jari manis ku juga ada emas,tapi bukan berarti aku sudah tunangan atau istri orang.Emang aku suka kalau pakek cincin disini"Balas teman kHumairah yang lain sambil menunjukkan jari manis nya.


"Itu kan satu ,kalau cincin pertunangan itu ada dua pasang. Kalian tinggal lihat aja nanti, cincin aku sama nggak sama cincin Tuan Muda?"jawab Khumaira dengan angkuhnya.Teman-temannya bisik-bisik satu sama lain.Mereka mulai percaya dengan ucapan Khumaira.


"Tapi kok bisa dia melamar mu??secara kamu adalah sepupu Nayla"ada seorang gadis yang masih kurang yakin.


"Mungkin hanya aku yang pantas menjadi pengganti Nayla "