
Sementara Mukhlis dibawa oleh teman-temannya menggunakan mobil polisi.Yogi memilih untuk menemui Seruni dengan menaiki sepeda motornya.Ia menelfon Seruni dan memintanya untuk menemui nya didepan pintu gerbang utama.Karena bukan mudah untuk masuk kedalam lingkup Yayasan Darul Islam.
Seruni berjalan setengah berlari menuju tempat yang ditentukan oleh Yogi.Ia sangat tidak sabar ingin mendengar apa yang akan Yogi sampaikan kepada dirinya.
"Yog..."Seru Seruni begitu melihat punggung pria maskulin itu.Suprayogi menoleh,ia tersenyum melihat gadis itu menghampirinya.
"Bagaimana???"Sinar mata Seruni begitu memukau,sampai Yogi dibuat terdiam mematung.
"Yogi..."
Pria itu tersentak kaget,ia mengusap wajahnya menutupi rona malu di pipinya.
"Ah iya... sorry..aku ngantuk banget"Itu hanya sebuah alasan bagi Yogi.
"Astaga... kasian sekali kamu...ya udah setelah ini kamu langsung istirahat ya..."Seruni begitu percaya dengan ucapan Yogi.Pria itu mengangguk...
"Gimana Yog??katanya kamu ingin memberi tahu tentang perkembangan kasus Mukhlis"
"Oh iya...kami sudah berhasil meringkusnya pagi ini.Dia kami temukan di tempat korban yang dikubur.Jadi kasus ini akan segera dilimpahkan ke Mahkamah agung "
"Alhamdulillah..."Seruni memanjatkan puji syukur dengan penuh rasa lega.
"Terimakasih ya Yog... kalau bukan karena bantuanmu ..aku tidak yakin Mukhlis akan bisa diringkus secepat ini"Seruni menggenggam kedua tangan Yogi dengan penuh perasaan.Yogi tercekat,sentuhan itu membuat debaran dihatinya semakin laju.
Tiiiiittt tiiiiittt
Seruni kaget ada mobil membunyikan klakson,ia mengamati mobil tersebut tanpa melepaskan pegangan tangannya.
Ternyata Roy keluar dari dalam mobil,ia melangkah panjang mendekati Seruni yang terpana melihatnya.
Roy membuka kaca matanya,ia memperhatikan tangan Seruni yang berpegangan dengan Yogi.Serta merta Seruni melepaskan pegangannya.Ia tahu pasti Roy telah salah paham padanya dan Suprayogi.
"Siapa dia??"Tanya Roy menatap Yogi penuh selidik.Yogi tersenyum lalu ia mengulurkan tangannya,Roy pun menerima uluran tangan dari Yogi.
"Aku Yogi... mungkin kamu belum kenal aku Roy,tapi aku sangat mengenalmu"
Roy tak menanggapi apapun,begitu ia melepaskan jabatan tangannya,Ia menarik tangan Seruni untuk masuk ke dalam mobil.
Seruni menurut meskipun terpaksa ,dalam hatinya ia merasa tak enak dengan Yogi.Namun saat ini Roy terlihat menahan emosi,jadi Seruni hanya bisa diam untuk sementara waktu.
Suprayogi menata mobil Pajero sport hitam milik Roy masuk ke lingkup Yayasan.Dan menghilang tertutup oleh pintu gerbang.Ia naik ke atas sepeda motor,lalu tancap gas Kembali ke Kantor Polisi.
___
"Tuaaan... jangan salah paham dulu,Yogi itu polisi yang membantu mengungkap kasus yang didalangi oleh Ustadz Mukhlis"
Langkah Roy terhenti, matanya bergulir menatap Seruni yang melawan tatapan matanya.
"Kasus Ustadz Mukhlis ?? Maksudmu ??"
"Ternyata Ustadz Mukhlis yang telah membunuh ILa waktu itu,dan juga membunuh anak-anak gadis lainnya yang dinyatakan hilang"Seruni menjelaskan.
"Kenapa kamu bisa tahu itu?"
"Tuan...apakah Tuan lupa siapa Seruni ??"Seruni merapatkan tubuhnya,memeluk pinggang Roy dengan manja.Senyuman mulai terukir di bibir pria itu.Ia mencubit hidung Seruni dengan gemasnya.
"Lain kali jangan menyentuh pria lain selain aku...aku tidak suka itu..Karena nanti malam kita akan langsung akad nikah"
"Terus kapan?"
Seruni tersenyum,ia mengerlingkan sebelah matanya.
"Ya sudah aku pasrah saja...dari pada aku harus melihat Tuan nanti menikah dengan gadis lain"
Roy tertawa renyah mendengar celoteh kekasihnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana gempar dengan beredarnya kabar ditangkapnya Ustadz Mukhlis atas tuduhan pembunuhan.Semua tidak menyangka bahwa Ustadz yang mereka segani dan hormati tega berbuat hal tak senonoh seperti itu.
Rumah Ustadz Mukhlis pun digeledah,Muhibbah cepat bersembunyi masuk ke dalam hutan.Ia maraung-raung seorang diri menangisi nasibnya yang jauh dari kekasih hatinya.
Namun berita panas itu tak lama ditelan oleh berita tentang pernikahan Seruni dan Roy.Suasana yang awalnya penuh dengan desas desus panas, berganti dengan senyuman bahagia.
Dengan sekali ucap Ijab qobul,keduanya kini sudah sah menjadi pasangan suami istri.Roy dan Seruni nampak bahagia.Begitu pun dengan seluruh penghuni yayasan.Mereka turut merasakan kebahagiaan putra sulung pemilik yayasan yang sangat mereka sayangi.Para petani yang menjadi kuli membantu merawat sawah dan hutan karet turut diundang dalam acara tersebut.
Semua terlihat bahagia, kecuali Muhibbah.Ia juga datang ke pesta itu dengan memakai cadar.Tak ada yang tahu tentang kehadirannya.Semburat dendam terpancar dari sorot matanya.Tapi ia masih belum punya rencana untuk membalas dendam hatinya kepada Seruni .Ia hanya datang untuk makan lalu pergi.
Di malam pertama pasangan pengantin baru,tanpa di sadari Ibu Seruni mengucapkan kata perpisahan.Seperti yang kalian tahu,dulu ada seorang dukun mengatakan jika Seruni sudah tidak perawan lagi,maka ikatan dengan Ibunya akan terputus.
Qorin Ibu Seruni melenyapkan diri menjadi kepulan asap yang terbawa angin malam.Pak Salam menyaksikan hal itu dari balik jendela.Ia menyusutkan air mata disudut matanya.
___
Selang beberapa bulan kemudian,Seruni dinyatakan positif hamil.Kebahagian yang dirasakan pasangan pengantin ini lengkap sudah.
Semua pengurus Yayasan merancang sebuah rencana besar untuk merayakan kehamilan Nyonya baru mereka.Disaat acara selamatan tujuh bulanan akan diadakan pesta rakyat.Semua pekerja yang hidup dibawah naungan yayasan Darul Islam diijinkan untuk menyiram sang calon Ibu.Sebagai doa untuk calon bayi agar kelak menjadi anak yang Sholeh atau Sholehah.Dan rencana itu disetujui oleh Roy.
___
Saat itu pun tiba,dengan memakai kain sedondon namun menutupi aurat.Seruni dimandikan massal.Di pangkuannya ada dua buah kelapa kuning yang dielus-elus dan juga sebutir telur ayam pertama.
Banyak diantara mereka yang sengaja memukul kepala Seruni menggunakan gayung yang terbuat dari tempurung kelapa.Gelak tawa terdengar menghiasi acara sakral itu.
Tanpa disadari, Muhibbah pun hadir dalam acara itu.Inilah saatnya ia melancarkan serangannya untuk balas dendam kepada Seruni .
Ia turut antri untuk menyiram Seruni ,saat gilirannya ia bergerak tanpa ada yang curiga.Air disiram ke kepala calon ibu,pada saat itulah Muhibbah menancapkan sebilah pisau yang tajam tepat di jantung Seruni .
Calon Ibu itu terbeliak,Roy yang mendampingi istrinya terkesiap.Semua orang dibuat terkejut.Mereka serta merta menangkap Muhibbah, Muhibbah berontak,cadar yang dipakainya tersingkap.
"Muuuu"Desis Ustadzah Muna.
Muhibbah tertawa ngakak.
"Matilah kau Seruni ...Matiiii...kau telah membuat Mukhlis dijatuhi hukuman mati...kau telah membuat aku kehilangan dia selama-lamanya"Muhibbah meracau, orang-orang yang bertindak mengamankan segera membawa Muhibbah ke kantor polisi.
Roy panik melihat istrinya berbatuk darah,ia bingung harus berbuat apa.
"Cepat bawa ke rumah sakit Roy,dan jangan dicabut pisau itu.Kalau tidak Seruni akan mati"Ternyata Yogi juga hadir dalam acara siraman itu.Ia berdiri tepat di belakang Muhibbah.
Roy mengangguk,ia segera menggendong tubuh istrinya dan dengan cepat dibawa ke Rumah Sakit dengan bantuan Yogi.