
"Mbak ada yang nyariin"
Begitu Seruni Keluar dari toilet ia bertemu dengan Mbak OB.
"Siapa?"Tanya Seruni penasaran.
"Saya Ndak tau Mbak"Jawab Si Mbak OB lagi.
"Makasih ya"
Seruni gegas keluar menuju Lobby.Eh ternyata Roy,pria itu bingkas bangun saat melihat kedatangan Seruni.
"Tuan?Ada apa datang kemari?Apa mau ketemu sama Bos?"Tanya Seruni begitu ia sudah berhadapan dengan Roy.
"Tidak Seruni,aku sengaja ingin menemui mu"
Seruni menunjuk batang hidungnya.Roy tersenyum,ia duduk kembali diposisi semula.Seruni pun duduk di kursi sebelah.
"Aku mau curhat sama kamu Uni"
Seruni celingukan,ia segan juga time kerja malah ngobrol kan nggak etis.
"Ternyata selama ini Aku ditipu mentah-mentah sama Sherly.Papa sama sekali tidak punya hutang sama Papanya Sherly.Itu semua hanya akal-akalan Sherly agar bisa menikah dengan ku"
Seruni kaget mendengar semua cerita Roy.
"Yang bener Tuan??"
"Iya ..Sherly jahat banget,ia sudah benar-benar menghancurkan hidupku.Aku akan membalas semuanya Seruni.Akan aku hancurkan dia dan keluarganya"
Seruni terpana,tapi ia tidak bisa berkomentar apapun.
"Maukah kamu membantuku Seruni?"
"Bantu apa Tuan?"
"Balas dendam sama Sherly"
"Waduh...saya mana berani Tuan,Lagian Sherly tidak punya salah sama saya"
"Dia selalu menghinamu dan merendahkan kamu Uni"Roy berusaha memprovokasi Seruni.
"Ah itu tidak masalah Tuan"
"Kamu tidak sakit hati?"
Seruni menggeleng pelan.Roy mati akal,sebenarnya niatnya adalah mengajak Seruni menikah.Tapi ternyata Seruni tidak terpancing.
Telfon Roy berdering,pria itu melihat di layar telepon tertulis nama Leo CEO.Roy pun menekan tombol hijau pada layar.
"Ya Leo"
"Ngapain kamu ke kantor?Toh aku ada di kantor kamu"Jawab Leo dari seberang.Dari nada suaranya ia sangat tidak suka jika Roy dekat-dekat dengan Seruni.
Roy celingukan ke setiap sudut ruangan.Ia melihat banyak CCTV terpasang.
"Aku hanya ingin menemui Seruni,apakah itu salah?"
"Dia staf pekerja ku,dia datang ke kantor untuk bekerja bukan untuk ngobrol saja"Ketus Leo.
"Benar,,,pecat saja dia.Karena dia tidak becus dalam hal bekerja"Roy melirik Seruni yang tengah memperhatikannya.
"Kamu pikir aku bodoh?Kalau dia ku pecat kamu akan senang hati menggaetnya bukan?"
Roy tersenyum sinis.
"Cepat pergi dari kantor ku,atau aku yang kesana mengheret mu"Ancam Leo.
"Uuuu takut"Sindir Roy.
"Jangan menantang ku Roy"
"Leo,selamanya Seruni adalah milikku"
"Kamu hanya Seseorang yang pernah ia cintai.Jadi jangan menghayal terlalu tinggi.Urus saja istrimu Roy,jangan ganggu Seruni.Jangan sampai Sherly menghina Seruni lagi atas tingkah konyol mu itu"
"Kamu tenang saja,Sherly takkan berani menyentuh Seruni"
"Jangan melampaui batas Leo,aku tahu Seruni hanya mencintai ku.Bersikaplah profesional terhadap bawahan mu"
"Cihhh..Kamu mengajari aku tentang sebuah kata profesional??Kamu sendiri gimana brow??"
"Aku malas berdebat sama kamu"Roy mematikan ponselnya secara sepihak.Belum sempat mengatakan apapun,ponsel Seruni berdering.
Keduanya saling berpandangan.
"Nggak usah diangkat,biarin aja"Ucap Roy.Seruni dilema,tapi ia tidak mau ambil resiko.Segera ia menerima panggilan telepon dari Bosnya dan berjalan menjauh.
"Iya Bos"
"Kenapa tidak segera kamu angkat telfon dari ku?Bukankah handphone mu sedang kamu pegang?"
"Iya Pak,ini sudah saya angkat"Jawab Seruni kesal.
"Saya mau kamu segera angkat telpon kalau itu dariku paham!!!"
"Iya"Jawab Seruni dengan setengah hati.
"Gaji bulan depan aku potong"Tegas Leo.
"A-apa?"Seruni kaget bukan main,ia belum tahu dapat gaji berapa sudah mau dipotong.
"Ja-jangan gitu dong Pak..."
"Kalau kamu tidak segera kembali ke meja kerjamu,gajimu akan ku potong setengah"Ancam Leo.
"O-ok baik Pak"Seruni gegas masuk ke dalam sembari melambaikan tangan ke arah Roy.
"Tidak usah pakek da-da-da-da"Cetus Leo dari seberang.
HUFFFFF
"Iya!!!"Jawab Seruni mengkesal.Leo tersenyum dari balik layar.Ia melihat semua dari kamera CCTV.
"Bagus,tunggu aku nanti kita makan siang bersama"
Talian dimatikan secara sepihak.
"Iihhh jadi Bos kok suka pemaksaan sih.Belum aku jawab apa-apa udah main matikan telepon"
Roy yang masih di Lobby terlihat kecewa,tapi ia sama sekali tidak berkecil hati.Setelah rencananya berjalan lancar dan ia berhasil menyingkirkan Sherly dari hidupnya.Ia berniat akan langsung melamar Seruni.Roy takkan melepaskan gadis itu sekali lagi.
___
Sesuai janjinya,sebelum Jam makan siang.Leo sudah berada di kantornya.Namun Seruni malah dijumpai dalam keadaan tidur di atas kursi.Terlihat ia sangat pulas sekali,Leo tersenyum tipis.Ia mendekati gadis itu,ia tatap lekat wajah polos si gadis.
Entah kenapa ada rasa tak rela jika Roy mendekati gadis ini?Padahal Leo menyadari bahwa ia hanyalah atasan Seruni.Bukan pacar ataupun teman.
Leo membelai pipi halus Seruni,Eh Seruni malah menggesek-kan pipinya ke tangan Leo.Gadis itu tersenyum namun matanya tetap terpejam.
Entah syetan apa yang hinggap dalam otak laki-laki itu,ia mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir si gadis.Dan Lagi-lagi Seruni malah membalas ******* itu.Secara naluri,Leo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.Semalam ia berasa gagal untuk menjamah bibir tipis milik Seruni.Dan sekarang,meskipun dalam keadaan terlena.Seruni membalas ciuman Leo dengan penuh gairah.
Si Kunti tepuk jidat lalu melesat pergi.
___
Seruni mengerang nikmat saat Leo membenamkan wajahnya dilehernya yang jenjang.Ditambah lagi remasan remasan kecil di dadanya.Membuat gadis itu menggelinjang.
Perlahan ia membuka matanya,ia terbelalak melihat Leo sedang menciumi lehernya sembari melucuti kancing bajunya.Refleks Seruni mendorong tubuh Leo sampai terjejer beberapa langkah ke belakang.
Seruni menutup dadanya yang terbuka.Nafasnya memburu sisa-sisa hasrat yang menggebu.Gadis itu tidak berani menatap si Bos yang masih terkejut dengan dorongan kasar pada tubuhnya.
Suasana hening sejenak, Seruni bangkit dan hendak berlari pergi.Namun Leo menahannya dengan sigap,lalu mendorong tubuh gadis itu hingga bersandar ke dinding.Leo mengangkat dagu Seruni hingga keduanya bertatapan begitu dekat.
Leo ******* kembali bibir itu,namun Seruni menghindar.Leo seperti sudah hilang kendali,ia mencengkram kuat rahang si gadis lalu mencium nya dengan kasar.Bukan nikmat malah sakit yang Seruni rasakan.
Seruni berontak,namun ia kalah tenaga.Leo merongrong wajah Seruni penuh nafsu.
"Tolong...jangan"Bisik Seruni merintih.Gerakan Leo tertahan,ia menarik diri mundur beberapa langkah.
Seruni menutup dadanya dengan menyilangkan tangannya.Ia berlari masuk ke dalam toilet.