SERUNI

SERUNI
BAB 166 Sebuah Handycam



Roy melihat kepergian anak tertuanya,ini ia jadikan kesempatan untuk menemui istrinya.Bagaimana pun dia masih sangat mencintai Seruni . Meskipun cintanya kalah oleh nafsu.


"Sayang.... sayang...."Roy memanggil istrinya sambil mengetuk pintu.Ia tidak tahu jika sebenarnya Seruni tidak berada di kamarnya.Ia sedang berada di kamar Ba'im .


"Sayang...aku masuk ya..."


CEKLEK


Roy tersenyum karena pintu tidak terkunci seperti yang ia takutkan.Tapi saat mendapati kamarnya kosong,ia mulai panik.


"Sayang.... sayang...."Roy kelam kabut.Ia mencari Seruni ke kamar mandi dan juga ke kolong tempat tidur.Tapi tak ada...ia keluar dengan terus menyerukan istrinya.


Seruni mendengar suara Roy yang memanggil,tapi buat tidak tahu.Setelah menidurkan Reyhan ,ia pun berbaring di samping cucunya.


___


Excel memeriksa jam di hpnya,Ba'im belum sampai juga.Memang sih,,, perjalanan dari Yayasan ke Rumah Sakit memakan waktu hampir satu jam.


Dan dia baru 20 menit yang lalu mendapat telepon dari Ba'im .Rasanya itu sangat lama sekali.


"Apa dia masih mandi dulu? membuat dirinya seganteng mungkin,karena mau ketemu sama aku??"


Excel tersenyum sendiri...


TOK TOK TOK TOK


Ketukan pintu menyadarkan dirinya dari angan yang jauh.


"Masuk!!"Seru Excel tanpa beranjak dari duduknya.


Pintu terbuka,dan muncullah Dokter Syahrul .Pria itu tersenyum semanis mungkin,


"Dokter Syahrul ???ada apa datang ke ruangan saya?"Terlihat dengan jelas bahwa Excel sangat tidak suka dengan kehadiran Dokter Syahrul .


Namun pria itu buat tak peka,ia menghampiri Excel dengan membawa dua gelas cofe Starbucks.


"Saya datang kesini karena ingin minta maaf Dokter"


Dokter Syahrul berdiri di hadapan Excel dengan penuh hormat.


"Minta maaf?? minta maaf untuk apa?"


"Karena saya tidak tahu jika pria itu adalah ayah dari anak Dokter"


"Lalu ??"


"Karena itu saya mau minta maaf atas kelancangan saya Dok"


"Tidak perlu...lupakan saja"


"Tapi saya benar-benar minta maaf Dok.. Tolong maafkan saya"


Excel tak menjawab,ia menjeling pria itu dengan tanda tanya besar.


"Saya sudah bilang... lupakan saja"Excel lebih menegaskan ucapannya.Tapi malah Dokter Syahrul meluruh ke lantai ,ia bertekuk lutut di hadapan Excel.


"Tolong maafkan saya Dok... tolong...saya tidak mau kehilangan pekerjaan saya..."


Excel ternganga,ia merasa jijik dengan sikap Dokter Syahrul yang terlalu berlebihan.Tapi terpaksa juga iya harus memaafkan pria itu,jika tidak ??-entah apa yang akan diperbuatnya setelah ini -?


"Baiklah...saya maafkan,tapi jangan ulangi lagi Dok"


Dokter Syahrul tersenyum,ia beringsut mendekat lalu mencium tangan Excel seperti hamba sahaya.


"Terimakasih Dok... terimakasih"


Excel geli sendiri,ia menarik tangannya yang dicium oleh Dokter Syahrul .


"Gila nih orang"


"Ini Dok...saya bawakan kopi sebagai tanda maaf dari saya"Dokter Syahrul bangkit lalu mengambil satu gelas kopi dan disodorkan kepada Excel .


"Tapi saya sudah ngopi"Excel menolak.


"Berarti anda tidak sungguh-sungguh memaafkan saya.."Dokter Syahrul terlihat memasang muka sedih.


Excel menghela nafas panjang, dengan terpaksa ia pun menerima kopi itu.Seketika Dokter Syahrul langsung tersenyum lebar.


"Iya nanti saya minum"Jawab Excel .


"Tapi saya tidak percaya Dokter akan meminumnya.Pasti nanti Dokter Okta akan membuangnya "


Excel memicingkan matanya menatap laki-laki di hadapannya itu.Sangat menjengkelkan sekali.


Lalu Excel meneguk kopi itu dalam sekali teguk...


"Nih...puas??"


Dokter Syahrul tersenyum tipis.


"Terimakasih Dok"


"Sekarang saya minta anda keluar dari ruangan saya"Excel sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi pria itu.


"Iya Dok saya akan keluar...tidak perlu marah-marah "Dokter Syahrul menjawab dengan disertai senyuman yang misterius.Ia melangkah keluar,tapi seperti sengaja di perlambat.


Tiba-tiba Excel merasa pusing,ia memicit keningnya.Pusing yang dirasakan olehnya amatlah sangat.Hingga ia sudah tidak tahan dan rebah.


Dokter Syahrul segera kembali,ia tersenyum licik.Dicengkramnya rahang wanita cantik itu.


"Setelah hari ini,kamu tidak mungkin akan sesombong ini lagi"Gumamnya.


Dokter Syahrul berjongkok,ia *****4* habis bibir Excel dengan bringas.


"Hemmm manis sekali bibirmu sayang"


Dokter Syahrul menggendong tubuh Excel yang sudah tak sadarkan diri.Ia memindahkan ke katil khusus pasien yang berada diruangan Excel .


Dokter Syahrul menatapan penuh nafsu tubuh Excel .Ia bergerak cepat membuka pakaiannya sendiri.Tak lupa ia sudah menyiapkan handycam dan ia letakkan di tempat yang strategis.


___


Ba'im baru saja tiba,ia bersiul-siul penuh suka cita berjalan menuju ruangan Excel . Tiba-tiba Kujang melompat keluar dari tempat ia bersemayam.Hingga membuat Ba'im kaget sendiri.


"Cepat"Suara Kujang terdengar seperti marah sekali.Ia berlari mendahului Tuannya.Ba'im keheranan,


"Apa terjadi sesuatu dengan Excel ??"


Ba'im langsung berlari cepat menyusul Kujang.


Setibanya di depan ruangan Excel ,Ba'im menekan berkali-kali handel pintu.Tapi terkunci...Ba'im panik,ia menatap Kujang meminta pendapat.


KHEERRRRRRR


Kujang mengeram,ia meniup daun pintu dan alhasil pintu terbanting dengan kuat.Ba'im langsung berlari masuk,namun ia tak menjumpai wanita yang dicintainya.Ba'im sempat berpikir bahwa Excel memang tidak ada diruangannya.


Tapi ada sesuatu yang tidak biasa, tilam tempat biasa Excel memeriksa pasien tertutup tirai.Seperti sedang ada pasien.


Ba'im langsung menyibak tirai itu,dan ia menemukan Excel sudah tak berpakaian terbaring di atas tilam.Dan melihat Dokter Syahrul juga tak mengenakan pakaian.


Pria itu bukan malu,tapi justru tersenyum.


"Maaf...kami baru saja selesai"ucapnya tanpa rasa bersalah.


BUKH


Ba'im langsung menghantam wajah Dokter Syahrul tanpa ampun.Pria itu tersungkur,tak berhenti sampai disitu.Ba'im mencengkram rahangnya lalu dihantamnya lagi.Sampai pecah bibir Dokter Syahrul ,dan lebam .


Keributan itu memancing orang-orang yang mendengarnya,mereka segera mendatangi ruangan Excel .Mereka terkejut begitu menemukan Excel yang tergeletak di tempat tidur tanpa busana.


Menyadari hal itu,dengan sigap Ba'im menarik gorden sekuat tenaga lalu membungkus tubuh Excel.


Dokter Syahrul menggunakan kesempatan itu untuk kabur, tidak lupa ia memungut pakaiannya.Tanpa perduli dengan orang-orang yang menyaksikan ia bugil.Malah itu lebih dari ekspektasi nya.


Ba'im memeluk tubuh Excel dengan erat,ia menangis.Hatinya sakit melihat kekasih hatinya melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain.


"Tolong tutup pintunya..."Pinta Ba'im lirih kepada beberapa suster yang menyaksikan kejadian tersebut.Mereka mengerti,dan segera keluar dan menutup pintu.


Disaat Ba'im meratapi rasa sakitnya,ia melihat sesuatu berkedip-kedip.Ba'im memicingkan matanya.Ia merebahkan tubuh Excel ,lalu mengambil benda tersebut.


SEBUAH HANDYCAM!!!