SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 125



Valo kembali ke PT KASTAPURA ,akan tetapi Tuan Rakhes sedang ada miting.Sekretarisnya mengatakan jika Tuan Rakhes terpaksa menghandle rapat sendiri karena Raja tidak ada.


"Hemm syukurlah Tuan Rakhes bisa tahu kalau Raja benar-benar hilang"


Valo memutuskan untuk menunggu,ia duduk di ruang tunggu yang berada tak jauh dari meja sekretaris nya Tuan Rakhes.


Tak lama kemudian,Tuan Rakhes datang bersama beberapa relasi kerjanya.


"Eh Valo...untung kau datang,mana Raja ??"


Valo bangkit mendekat.


"Maaf Om..saya datang kesini karena masalah Raja,bisa kita bicara sebentar Om"


Tuan Rakhes menatap Valo begitu mendalam.


"Em... baiklah... Tuan -tuan..kita bisa lanjutkan topik pembicaraan ini dilain waktu.. Bagaimana ??"


"Ohh tidak apa-apa Tuan Rakhes, kapan pun anda ingin bertemu?Kami siap meluangkan waktu "


"Terimakasih Terimakasih..."


"Mari Tuan Rakhes,kami pamit pulang dulu "


"Ok ok...Mita... tolong antar mereka "Titah Tuan Rakhes kepada sekretaris nya.


"Baik Bos..."Mita bangkit lalu berjalan mengiring para relasi bisnis Tuannya masuk ke dalam lift.


"Ayo Valo.."Tuan Rakhes mengajak Valo masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Sekarang ceritakan lah apa yang ingin kamu sampaikan padaku tentang Raja ?"Tuan Rakhes langsung ke inti setelah mempersilahkan Valo duduk.


"Emmm saya...saya akan menceritakan semuanya secara detail Om..Mohon maafkan saya"


"Yah ceritakan lah"


"Begini Om,aku dan Raja berniat menjebak Nicta dengan memberinya obat perangsang.Kami bertindak seperti itu karena Nicta menolak dengan perjodohan dia dan Raja.Jadi kami ingin Nicta tidak punya alasan untuk menolak jika kesuciannya sudah dinikmati oleh Raja.Saat Nicta sudah berhasil dibawa ke kamar hotel,aku meninggalkan Raja disana bersama Nicta.Dan setelah itu,aku tidak bertemu dengan nya lagi"


"Tadi aku ke hotel mengambil ponsel Raja yang tertinggal di sana,dan aku meminta untuk bisa mengecek CCTV.Aku melihat hanya Nicta yang keluar dari kamar bersama pria lain,bukan Raja.Aku langsung menemui Nicta,aku tanyakan dia.Dia bilang dia tidak ingat apa-apa,Yah karena dia dalam pengaruh obat.Jadi aku tanya sama pria yang membawa Nicta pulang dari hotel.Karena hanya dia saksi mata atas apa yang terjadi di dalam kamar hotel itu.Menurut dia,Raja dibawa pergi oleh makhluk cungkring,ia berjalan seperti laba-laba, menerobos jendela dengan mencapit Raja seperti Excavator "


"Ini terdengar tidak masuk akal bukan??Aku juga tidak percaya Om,tapi teman Nicta itu bilang bahwa keluarga Raja pasti tahu Raja ada dimana,jika aku menceritakan semuanya"


Tuan Rakhes hanya diam tanpa tanggapan apapun.


"Gimana Om?Apa Om bisa menarik kesimpulan dimana Raja sekarang ?"


"Hemmmm"Tuan Rakhes hanya berdengung sambil meng-angguk-anggukkan kepalanya.


"Tolong jangan katakan hal ini kepada siapapun,aku tahu dimana Raja sekarang "


"Ohhh baiklah Om,aku nggak akan cerita kepada siapapun.Aku juga takut jika sampai Papa tahu,tamatlah riwayat ku Om"jawab Valo.


"Bagus....kamu tenang saja, Papamu tidak akan tahu tentang hal ini.Sekarang pulang lah"


"Baik Om....kabari aku kalau Raja sudah ketemu Ya Om"


Tuan Rakhes mengangguk,Valo pun keluar dari ruangan nya.


Setelah Valo pergi,Tuan Rakhes langsung menghubungi seseorang.


"Dewi kita telah membawa Raja, beritahu yang lain untuk berkumpul di ruang pemujaan malam ini"


Setelah mengatakan itu,Tuan Rakhes memutuskan talian.


*


*


Raja terbangun dari tidurnya ketika mendengar sebuah erangan.Ia terlonjak kaget ,sebuah pemandangan mengerikan tersaji di depan matanya.Gandi mengerang kesakitan, tangannya memanjang disertai bunyi retakan tulang.Kakinya pun berubah panjang dengan kuku jari yang runcing.Wajahnya mengerut, mulutnya melebar ditambah gigi meruncing tajam.


Di atasnya juga terdapat makhluk yang tak jauh berbeda bentuknya.Ia merayap di dinding batu , yang menjadi dasar lubang.


Raja baru sadar, itulah makhluk yang ia sembah bersama keluarga nya selama ini.Dua makhluk itu tertawa cekikikan.


Di lain tempat, keluarga KASTAPURA berkumpul mengelilingi batu besar yang berbentuk seperti meja.Tempat Gandi ditumbalkan.


"Rakhes...kau benar saja?masak Raja dibawa pergi oleh Dewi ??"tanya seorang wanita.


"Tanpa tumbal ??"tanya yang lain.


"Rasanya tidak perlu, bukankah baru saja kita sudah memberikan nya tumbal"


"Kita tidak pernah memanggil Dewi tanpa tumbal "Bantah salah satu dari yang lain.


"Kita coba dulu"Tuan Rakhes tetap kukuh dengan pendirian nya,Semua saling berpandangan satu sama lain.Pada akhirnya mereka pun setuju.


Tiga lingkaran saling tersambung, disertai bacaan mantra bersama yang bernada seperti nyanyian.Atap terbuka lebar berbentuk bulat,tak ada sinar bulan karena malam itu Bulan sudah lewat dari tanggal 20.Jadi yang terlihat hanyalah kelap kelip bintang malam.


Bunyi aneh terdengar, Seperti bunyi jangkrik dan kodok yang bersahutan.Sebuah kaki panjang muncul, diikuti empat pasang kaki yang lain.Makhluk cungkring turun merayap ke bawah,Semua Keluarga mengangkat kepala.Mereka terbelalak melihat ada dua Dewi disana.Dan satu diantara nya mengait tubuh Raja hingga membuat tubuh pria itu bergelantungan.


"Raja...Raja..."Ibu Raja histeris,ia bangkit tapi cepat ditahan oleh orang disisi kiri dan kanan.Pantang berdiri disaat kehadiran Dewi mereka.


Sedangkan Raja sendiri hanya tertunduk sedih, ia terlihat pasrah.


"Dewi... Ampuni kami, apakah gerangan yang membuat Dewi mengambil Raja dari kami??"seru Tuan Rakhes.


"Hihihihihi"Gandi tertawa terkekeh.


"Apakah kalian melupakan aku ???Hah???"


Semua saling berpandangan satu sama lain,tidak mengerti kenapa Dewi mereka ada dua??dan siapa yang satu lagi??


"Rupanya kalian melupakan aku ??Raja!! jelaskan kepada mereka,siapa aku??"Gandi melempar tubuh Raja ke atas meja batu tempat penumbalan.Ibu Raja hendak meluruh menyambut sang anak,tapi tubuhnya ditekan tetap berada di tempat.


"Papa...dia...dia adalah Gandi"


Hah????Semua tersentak kaget.


"Dia telah menjadi Dewi dan hendak membalas dendam atas apa yang telah terjadi padanya"


Tuan Rakhes terpelongo,ia tidak percaya itu bisa terjadi.


"Wey wey wey...oooooiiiio"


BHUK!!!


"Aduhh"


Semua mata teralih kepada sesuatu yang baru saja jatuh dari atap.


"Nicta..."Pekik Raja ....Gadis itu meringis kesakitan.Ia tak sengaja terjatuh dari ketinggian sekitar 20kaki.


"Yas... jahat kau ya"seru Nicta menunjuk ke atas.Semua mendongak ke atas.Yas melayang turun dengan bantuan dua Jimat yang mengangkat kakinya.


Sang Dewi melangkah mundur ,ia kenal betul dengan benda keramat itu.


"Aku kan sudah bilang agar kau diam,tapi kau bergerak terlalu gesit.Jatuh deh"Yas menapak kan kakinya di tanah.


"Ya tangkap kek,malah dibiarin"


"Nggak sempat..."


"Alasan..."Nicta mendengus,


"Nicta...kamu sedang apa disini ??"Raja tak percaya gadis itu bisa berada ditempat terlarang bagi orang awam.


"Eh Raja .. akhirnya kamu ketemu juga"Dengan santainya Nicta menghampiri Raja naik ke atas batu penumbalan.


"Eh ada Om Rakhes,Tante juga...wah banyak orang disini...pada ngapain ???"


"Nicta... lebih baik kamu pergi sekarang,ini bukan tempat mu"


"Yah aku akan pergi sebentar lagi, yang penting kamu sudah ketemu.Kak Valo menyalahkan aku saat kamu hilang...Aku telfon Kak Valo dulu ya "


"Jangan!!!"Raja menahan tangan Nicta yang hendak merogoh sakunya.


"Kenapa?"


"Kamu pergi sekarang"


Tanpa disadari,semua anggota keluarga besar KASTAPURA bangkit dari duduknya.Mereka mengecilkan lingkaran mempersempit ruang gerak Nicta dan Yas.Sedangkan Makhluk yang dijuluki Dewi itu tertawa terkekeh.