SERUNI

SERUNI
BAB 129 Tentang Wanda



Excel mondar-mandir di depan ruang Kepala Sekolah. Ia Tak sabar menunggu kedatangan Ustadzah Muna. Hampir 1 jam Excel mondar-mandir di sana, tatapan anak-anak santri yang mengherankan tidak ia perdulikan.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Ustadzah Muna berjalan perlahan menuju ruangannya(maklum sudah sepuh).


Excel bergegas menyambut kedatangan Ustadzah Muna,ia merangkul sang Ustadzah dan mengapit nya berjalan.


"Kamu siapa?"tanya Ustadzah Muna.


"Saya Excel Ustadzah,anak baru disini...saya mau tanya alamat rumahnya Kak Wanda "


"Wanda ?? bukankah dia ada disini ?"langkah Ustadzah Muna terhenti sebelum sampai di ambang pintu.


"Dia pulang Ustadzah, katanya ada kepentingan keluarga "


"Ohya ?? kenapa dia tidak bilang padaku??"


"Dia juga tidak mengatakan apapun kepada saya Ustadzah, sedangkan kami ada proyek bersama yang sedang kami lakukan.Saya sangat butuh untuk bertemu dengan nya Ustadzah "Excel memberikan alasan palsu.


"Hemmmm baiklah,dia tinggal di jalan bakau no 5...rumahnya disebelah kantor LPD DESA BAKAU"


Excel tersenyum lebar.


"Terimakasih Ustadzah... terimakasih..."Excel menciumi tangan Ustadzah Muna.Lalu ia berlari pergi untuk mencari rumah Wanda .


___


Dengan mengendarai taxi,Excel pergi ke rumah Wanda .Ia turun tepat di rumah yang yang bersebelahan dengan Kantor LPD.Rumahnya sederhana sekali,tak ada halaman karena di depannya tepat jalan umum.


TOK TOK TOK TOK


"Assalamualaikum...."Excel menyerukan salam.Tapi hampa tak ada jawaban.


"Assalamualaikum..."ia mencoba sekali lagi.Tapi tetap saja tak ada jawaban.


"Assalamualaikum..."


Tok tok tok tok


"Espadaaa... excuse meeee... Permisi...Matur nuwun.... Apalagi ya??"Excel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hah!!!Sawadikaaaappp... hihihihihihi udah kayak Jirayut saja"Excel merasa lucu sendiri.


Ia ingin mengucapkan salam lagi dari bahasa Sunda eh ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


"Eh..Anj*Ng Anj*Ng Anj*Ng..."Excel kaget dan keluarlah sumpah serapahnya dengan disertai ancang-ancang silat.


"Eh maaf mengagetkan ya...."seorang Ibu-ibu tersenyum lucu melihat Excel yang melatah.


"Oh maaf Tante ....uh"Excel memukul mulutnya sendiri.


"Nggak apa-apa... kalau boleh tahu nyari siapa ya?"


"Emm cari Kak Wanda Tante "jawab Excel .


"Wanda?? bukankah dia ada di Asrama ?"


"Oh tidak beberapa hari yang lalu dia ijin pulang Tante"


"Ohya??kok aku nggak pernah lihat "


"Emmm penghuni rumah ini kemana ya Tante ??"


"Biasanya di jam-jam segini mereka bekerja di sawah jadi buruh, tapi bentar lagi Aini pulang kok dari sekolah"


"Oh ya sudah biar saya tunggu Aini saja Tante"


Ibu itu mengiyakan,ia pun pamit kembali ke rumahnya yang ternyata tak jauh dari rumah Wanda .


Excel celingukan ke kanan dan ke kiri, terlihat seorang anak gadis berumur 13 tahunan dengan berpakaian seragam Biru Putih panjang dengan disertai balutan hijab berwarna putih.Ia menghampiri Excel dengan kedua alis bertaut.


"Kakak cari siapa ?"tanya gadis itu.


"Kamu siapa?"Excel balik bertanya.


"Saya Aini..."


"Oh saudaranya Kak Wanda ya?"


Aini mengiyakan.


"Aku Excel ... temen Kak Wanda "Excel mengulurkan tangannya, dengan ragu-ragu Aini membalas uluran tangan Excel .


"Mari masuk Kak"ajak Aini,Excel mengangguk setuju.Keduanya pun beriringan masuk ke dalam rumah setelah Aini membuka kunci pintu rumahnya.


"Silahkan duduk Kak"


Excel mengangguk lagi,ia pun duduk di kursi sofa yang sudah lapuk dimakan usia.Sedangkan Aini sendiri meletakkan tasnya lalu membuka sepatunya.


Excel jadi bingung sendiri harus menjawab apa ? jangan-jangan Aini tidak tahu kalau Kak Wanda pulang ??Lalu kemana perginya Kak Wanda ??


"Kok diam Kak??"Aini mulai tak sabar dengan kediaman Excel .


"Emm begini Aini, beberapa hari yang lalu Kak Wanda ijin pulang.Katanya ada kepentingan keluarga,dan sampai sekarang dia belum kembali.Mangkanya aku menyusulnya ke sini"


"Apa?!!!jadi maksud Kakak...Kak Wanda menghilang ??"


Excel mengangguk ragu-ragu.Aini terlihat panik dan bingung.


"Aku harus bilang sama Ibu"Aini bergegas cepat,namun Excel lebih cepat menahannya.


"Tunggu Aini... jangan gegabah..."


"Tapi aku harus mencari Kak Wanda "


"Iya aku juga mau mencari nya...tapi kita harus berpikir dulu kemana Kak Wanda pergi?"


Aini mengangguk setuju,ia kembali duduk di tempat semula.


"Apa kamu tahu tentang Kak Wanda ?? kehidupan pribadinya atau apa??"Excel memancing daya ingat anak itu, mungkin saja ia menemukan titik temu.


"Hah??Iya... tempo hari aku menelpon Kak Wanda aku memberitahu kabar tentang Junaedi"


"Siapa?? Junaedi ??siapa dia??"


Aini diam, wajahnya terlihat sedih tapi matanya menyala menandakan kemarahan.


___


Tanpa disadari Ba'im terlewat beberapa menit saja dengan Excel waktu bertemu dengan Ustadzah Muna.


"Assalamualaikum Ustadzah..."sapa Ba'im begitu akrab.Yah..ia memang sudah menganggap Ustadzah Muna sebagai Ibu kedua baginya.


"Hey...anak ganteng..."balas Ustadzah Muna,Ba'im tersenyum.Itulah panggilan akrab Ustadzah Muna kepadanya.Ba'im mencium tangan Ustadzah Muna kemudian mencium pipi kiri dan kanan beliau.Lalu kemudian ia duduk di depan Ustadzah Muna.


"Ustadzah...Ba'im mau nanya sesuatu boleh ??"


"Boleh...apa itu??"


"Emmm Ustadzah tahu nggak alamat rumahnya Wanda?"


"Wanda ???"Ustadzah Muna tersenyum menahan tawa.


"Eh Jangan berpikir yang macam-macam loh Ustadzah ,Aku nanya rumahnya Wanda karena ingin bantu teman Ba'im "


"Apakah temanmu itu seorang perempuan?"


Ba'im mengiyakan.


"Cantik??"


"Hem Hem Hem"Ba'im geleng-geleng kepala"Pasti pikiran Ustadzah travelling ke mana-mana nih?"


Ustadzah Muna tertawa renyah.


"Aku serius Ba'im, baru saja ada seorang gadis cantik ,Dia menanyakan alamat rumahnya Wanda. Ya aku kasih tahu dong... katanya dia ada project bersama dengan Wanda .Aku pun kaget mendengar Wanda pulang ,biasanya dia selalu bilang sama aku"


"Maksud Ustadzah Excel sudah menemui Ustadzah ??kemana dia sekarang ??"


"Udah pergi beberapa menit yang lalu..."


"Isyyy"Ba'im memukul meja tanpa tenaga"Dasar tuh anak, emang keras kepala!!!tidak mau menunggu ku.. Padahal tadi aku hanya kesal karena dia mengganggu pertemuan ku dengan para teman-teman ku"Gerutu Ba'im yang didengar jelas oleh Ustadzah Muna.Perempuan itu hanya senyam-senyum sendiri.


"Apa dia terasa hati dengan sikapku yang kasar sama dia ya??"Ba'im menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sepertinya aku terlalu kasar sama dia?? dan mungkin sekarang dia sakit hati sama aku??"


Ustadzah Muna geleng-geleng kepala tanpa kehilangan senyuman nya yang merasa lucu dengan sikap Ba'im yang bicara sendiri.


"Ustadzah... tolong beri saya alamat rumahnya Wanda"


"Ok ...."Ustadzah Muna menulis sesuatu di secarik kertas putih,lalu memberikannya kepada Ba'im .


Ba'im menerimanya kemudian membacanya.


***JALAN BAKAU NO 5


DI SEBELAH KANTOR LPD BAKAU


KEJARLAH DIA,NANTI DIA SAKIT HATI MALAH JADI LAIN URUSANNYA ☺️***


Ba'im mengangkat wajahnya dengan rona merah disekitar pipinya.Sedangkan Ustadzah Muna tersenyum dengan alis terangkat.