SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 31



"Makanlah...agar kamu dan bayimu sehat"Steven menyodorkan sendok yang dipakai nya untuk menyuapi Uzma .Dan wanita yang dipanggil nya Lily itu pun mengambil alih.


Cuping telinga Caroline semakin panas mendengar wanita itu ternyata hamil.


"A-apa a-aku tidak salah dengar Stev?"gemetar tubuh Caroline melihat kenyataan ini.Namun respon Steven begitu menambah sakit hatinya.Pria itu sama sekali tak memandangnya.


"Stev...jawab!!wa-wanita ini hamil?"


Steven mengangkat pandangannya,gadis yang sudah menegang itu ia tatap datar saja.


"Iya ...dia hamil"


"Jahat kamu Stev...jahat..."Caroline memukul-mukul Steven dengan sekuatnya.Namun pria itu hanya diam tak bergeming.


"Tega kamu sama aku Stev... ternyata kamu lebih dulu curang dari pada aku"


Pukulan Caroline terhenti saat Uzma yang tanpa diduga menahan pergelangan tangan Caroline.Steven sendiri terpana melihat hal itu.Dengan kasar Uzma mengibas tangan Caroline.


"Kurang ajar sekali kamu"Caroline bertambah murka,ia ingin menyerang Uzma namun tangan Uzma lebih cepat bergerak menampar Caroline.


Steven yang awalnya ingin menghalangi jadi terperangah melihat gerakan Uzma yang cepat.


"Kau yang berselingkuh,,,dan tanpa rasa malu kau menuduh pria yang sangat mencintaimu berselingkuh.Kau tidak pantas berada disini,pergi sana!!!"


"Apa?--apa kau bilang ??Kau yang tidak pantas berada disini,ini rumah Steven.Calon suamiku "Bentak Caroline.


"Kau benar-benar tidak tahu malu "


"Kau yang tidak tahu malu, tinggal di rumah seorang pria tanpa status yang jelas.Dan dalam keadaan hamil pula,apa kau sengaja ingin mengkambing hitamkan Stev ?"


PLAK


Caroline memegang pipinya yang terasa panas untuk kesekian kalinya.


"Tidak semua perempuan kehilangan rasa malu seperti dirimu, meskipun aku tidak bisa mengingat apapun.Aku sangat yakin bahwa suamiku disana sedang menunggu kedatangan ku"


"Ya sudah sana pergi ke tempat suami mu berada,jangan cuma ngomong doang "


Uzma terdiam...


"Kenapa ?? nggak mau pulang kan??ya iyalah nggak mau pulang,lah wong disini tinggal sama pria tampan,kaya lagi.Pasti kamu berharap untuk hilang ingatan selamanya bukan?"Sambung Caroline puas karena telah berhasil menyudutkan lawan bicaranya.


"Hentikan Caroline...jangan bicara apapun yang semakin merendahkan dirimu"Steven pun angkat bicara.


"Kamu membela nya Stev?"


"Lalu?aku harus membelamu?"


"Aku tunanganmu Stev, calon istri mu...Dan kamu malah membela wanita yang tidak jelas asal-usulnya ini"


Steven tersenyum tipis


"Kita bukan siapa-siapa lagi Car..."


Caroline membulatkan matanya mendengar ucapan Steven.


"Apa maksud mu Stev ?"


"Aku akan segera menemui Tante Silvi dan Om Rahman.Aku akan membatalkan pertunangan kita"


"Tidak!!Kamu tidak bisa berbuat seperti itu kepada ku Stev... Bukankah beberapa pekan lagi kita akan menikah.Undangan sudah tersebar Stev...kamu tidak bisa membatalkannya begitu saja"


"Terus??Apa aku harus menerima pengkhianatan mu?"


"Aku minta maaf Stev ...aku khilaf,aku janji nggak akan ngulangin lagi,aku janji..."Caroline menggenggam erat tangan Steven dengan sebuah harapan yang besar.


Caroline tercenung,kedua matanya beradu dengan tatapan Steven yang dingin.


"Aku sudah tidak bisa lagi percaya padamu Car...hatiku sudah hancur sehancur-hancurnya.Menikahlah dengan Aldo, anggap saja aku sudah mengkhianati mu.Katakan pada Tante dan Om bahwa aku Sudah menghamili seorang wanita.Agar tidak ada yang tahu tentang perbuatan mu,,,"


Steven berbalik dengan merangkul Uzma untuk masuk ke dalam.Namun Caroline bergerak menghadang langkah Keduanya.


"Tidak...aku tidak bisa,aku hanya mencintai mu Stev"


"Kenapa cinta itu tidak menjadi pertimbangan saat kau hendak mengawali perselingkuhan mu?Kenapa baru kau pertimbangkan sekarang ? Disaat kepercayaan ini sudah hangus terbakar"


"Aku khilaf Stev...aku khilaf...aku merasa kau terlalu sibuk dengan pekerjaan mu hingga kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk ku lagi"


Steven tersenyum getir.


"Itu hanyalah sebuah alasan yang kau ciptakan sendiri Car...aku tidak pernah berubah,setiap ada waktu luang aku akan selalu menemuimu.Tapi dikarenakan kau terlalu bahagia dengan perselingkuhan mu, sehingga apa yang ku lakukan akan salah dan selalu kurang"


"Sekarang... terima lah akibat dari sebab perselingkuhan mu.Jangan sibuk membenarkan diri,karena jika kamu diposisi ku?Kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang ku lakukan "


Caroline terdiam, penyesalan di hatinya semakin menekan psikologis nya.Ia terpaku mematung saat Steven melewati dirinya masuk ke dalam bersama dengan Uzma .


Wanita yang sudah jatuh dalam lembah sesal itu berjalan perlahan seperti sosok yang kehilangan akal.Sorot matanya kosong berjalan seperti zombie keluar dari rumah Steven.


___


Steven mengantar Uzma sampai ia masuk ke dalam kamarnya.


"Makasih ya,kamu Sudi membelaku.Sejak awal kamu diam membisu,tapi disaat melihat ku disakiti oleh seseorang.Kamu sigap membantu dan melindungi ku.Aku jadi merasa telah memiliki keluarga kembali "ungkap Steven saat ia duduk bersisian di bibir kasur bersama Uzma . Wanita yang diajak bicara tetap diam.


"Sejak kepergian Nenekku,aku benar-benar sendiri.Orang tuaku meninggal karena kecelakaan pesawat jauh sebelum Nenekku tiada.Dan aku hanya dekat dengan Caroline,kami membesar bersama.Sehingga saat Orang tuaku tiada,kedua orang tua Caroline langsung mengikat pertunangan kami.Nenekku setuju ,karena beliau juga sangat menyukai Caroline.Kedua orang tua Caroline begitu menyayangi ku seperti anak kandung sendiri.Aku merasa bahwa aku tidak kehilangan kedua orang tua ku dengan keberadaan mereka "


"Akan tetapi saat Nenekku meninggal,aku merasa hidupku berbalik.Ternyata orang tua Caroline menyayangi ku karena dia tahu akulah pewaris sah PT CEMPAKA SENTOSA.Hal itu aku ketahui saat paman dan bibiku cekcok masalah ahli waris yang distempel atas namaku.Mereka tidak bisa menerima keputusan itu,tapi tidak dengan Orang tua Caroline.Mereka justru menjadi garda terdepan membelaku.Dan dengan bangganya bahwa anak menantu mereka adalah pewaris yang sah"


"Tapi aku justru menyerahkan perusahaan itu dibawah kekuasaan Bibiku yang tertua yaitu Ibunya Aldo,Selingkuhan Caroline.Orang tua Caroline berang akan keputusan ku.Topeng kebaikan mereka terbuka saat itu juga.Namun aku masih bisa berdamai dengan keadaan itu,karena masih ada Caroline yang mencintai ku"


Steven tersenyum getir.


"Dan kelanjutannya kamu pasti tahu bagaimana Kecewa nya aku karena ternyata Caroline mengkhianati ku,aku hancur... sangat hancur..."


Uzma menelan saliva, perlahan tangannya terangkat untuk merangkul bahu pria disampingnya itu.


"Kau harus bersyukur karena topeng sang pengkhianat terbuka sekarang,kalau terbuka nanti saat kamu sudah menikah dengan dia.Akan lain ceritanya..."


Steven mengangguk...


"Aku masih berpikir kenapa semua orang yang aku sayangi mengkhianati ku?Padahal sudah aku berikan semuanya yang mereka inginkan.Sampai aku membuka klinik praktek sendiri karena tidak mau hidup dibawah bayang-bayang harta warisan orang tua"


"Apa yang mereka inginkan lagi dari anak yatim ini?"


Uzma mengusap punggung Steven lembut.


"Bersabarlah..."


Steven tersenyum tipis.


"Ohya...besok aku akan keluar kota.Ada pertemuan dengan para Dokter senior di Rumah Sakit Mitra Medical.Kamu aku tinggal nggak apa-apa kan?"


Uzma mengangguk dengan disertai senyuman.


"Ya udah...aku ke kamar dulu ya,aku harus tidur awal karena aku harus berangkat pagi..makasih udah mau dengerin curhatan ku"


Uzma mengangguk untuk kesekian kalinya.