
"Aku tahu semua tentang kamu,apa kamu masih tidak percaya kalau aku bisa membuat kamu dan Yas bisa bersatu?"Sari semakin berusaha meyakinkan Nicta,tapi Nicta masih kurang percaya.
"Cobalah kalau kamu memang bisa,baru aku percaya padamu"Jawab Nicta menantang.
Sari tersenyum tipis
"Baiklah,tapi kamu harus mau berteman dengan ku?"
"Yah kita berteman sekarang..."
Sari beringsut mendekat,dan ia menggenggam tangan Nicta dengan lembut.Nicta terkejut, karena tangan Sari sangatlah dingin.
"Mulai sekarang, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku,sedihmu adalah sedihku,sakitmu adalah sakit ku"
Nicta menelan saliva,ia merasa bulu kuduk nya meremang.
*
*
Dilain tempat Yas bermain di rumah Nabila sampai larut.Ia memang segan mau pulang karena emosi nya kurang baik saat ini.
Tiba-tiba Yas merasakan sesuatu dilehernya,ia membuka syalnya di depan Nabila.
Gadis itu terperangah melihat leher Yas seperti dikelilingi cahaya merah hati keemasan.Dua cahaya tersebut berputar seperti pusaran angin kecil.
"Apa yang terjadi Yas?"
"Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang tidak baik ingin memasuki tubuhku.Dan kekuatan ini seperti milik gadis tadi"
"Gadis tadi?? maksudnya gadis yang buat kekacauan di pertandingan tadi??"
Yas mengiyakan.
"Tapi biarlah,ini hanya permainan kecil saja"
"Bener nggak apa-apa ??"Nabila ingin meyakinkan.Yas mengangguk pasti.Akhirnya Nabila tersenyum lega.
"Ya sudah...aku pulang dulu ya "
Nabila memeriksa jam ditangannya.
"Iya... nggak kerasa udah jam 10malam"
"Mungkin Begini lah kalau bersama orang yang disayang"Yas bergumam sembari membuang muka.
"Hah?"
Nabila merasa seperti kesetrum listrik.
"A-apa yang kamu katakan Yas?"
"Apa??"Yas sengaja membuat bingung Nabila.
"Barusan kamu ngomong apa ?"
Yas mengernyitkan keningnya.
"Ngomong apa ya??"
Nabila meleyot kesal.Yas tersenyum tipis.Ia turun dari atas pondok di depan rumah Nabila.Lalu menaiki sepeda motornya.
"Semoga mimpi indah sayang"Seru Yas sembari memakai helmnya, Refleks Nabila langsung menoleh.
"Apa kamu bilang Hah?"Nabila buru-buru turun,tapi Yas sudah bergerak cepat mengemudikan sepeda motornya sambil tertawa lepas.
"Awas kau ya!"Nabila mengambil sandalnya yang belum sempat terpakai lalu melemparkannya ke arah Yas.Tapi meleset...
Yas menjulurkan lidahnya,Nabila mengambil satu lagi sandalnya.Lekas Yas tancap gas dan pergi.
Nabila tersenyum sendiri menatap bayangan pria yang ia cintai hilang dalam sinar rembulan.Ia memakai sandalnya,lalu berlari kecil masuk ke dalam rumahnya.
Gadis manis yang selalu dirundung kesedihan setelah orang tuanya meninggal,kini merasakan kebahagiaan.Ia bersenandung kecil seraya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur kecil di lantai.
Kata-kata Yas yang begitu menggelikan membuat nya malu sendiri.Berguling-guling manja dengan bahagia.
Tiba-tiba sentuhan hangat menghampiri kepalanya, Nabila tersentak kaget'.
"Kau??"Nabilah beringsut duduk, rupanya pasangan Kujang datang.Ia merebahkan tubuhnya di sisi Nabila.
"Kau mencintai Yas?"Tanyanya.Nabila tersipu malu.
"Aku tahu Yas juga mencintai mu"sambung nya.
"Benarkah ???"Dua bola mata indah itu berbinar bahagia.
Pasangan Kujang mengangguk pelan.
"Tapi kalian tidak bisa melanjutkan perasaan itu"
Senyum yang mengembang sempurna menciut perlahan.
"Maksud mu??apa??"
"Kau tidak boleh mencintai Yas"
"Kenapa?"
"Itu hanya akan melukai perasaan mu"
"Kau bilang Yas juga mencintai ku?? lalu kenapa itu akan melukai perasaan ku? Justru aku akan sangat bahagia jika itu benar "
Pasangan Kujang tersenyum hambar.
"Yas cucu Salahuddin, hidupnya keras tidak berperasaan.Sejak kecil Yas tidak bisa merasakan kasih sayang orang tuanya, padahal ia punya keluarga yang lengkap.Beruntung Bibiknya dan sang suami,menyayangi Yas sepenuh hati.Sehingga kekosongan hati tanpa kasih bisa terobati "
"Lalu apa hubungannya dengan ku, bukankah hal itu baik jika kami saling mencintai.Yas akan bahagia bersama ku"Timpal Nabila.
"Tidak Nabila,jika nanti dia punya anak dengan mu.Jika dia tidak ikut gen keturunan dari Yas,Yas tidak akan bisa menyentuhnya.Seperti hal nya Salahuddin, yang mempunyai dua anak kembar yang sangat ia cintai.Tapi sejak anak itu terlahir ke dunia, Salahuddin tidak bisa menyentuhnya.Dia terlihat seperti sosok Ayah yang membenci kedua putrinya.Padahal,dia hanya ingin putri-putrinya takut dan membuat jarak dengan nya"
"Hingga peristiwa itu terjadi, gunung Merapi meletus.Salahuddin melindungi kedua putrinya dengan tubuhnya sendiri dari serangan lava panas dan hujan abu vulkanik.Aku masih ingat kejadian itu, kejadian yang berhasil menggetarkan dunia kami."
"Itu juga akan terjadi padamu dan keturunan mu Nabila,karena kamu manusia biasa yang hanya dibuka Indra keenam mu oleh Ayahmu"
Nabila terdiam,ia menelaah semua ucapan dari Pasangan Kujang.
"Mau apa kamu?"
"Aku mohon.."Nabila memohon tanpa memperdulikan pertanyaan pasangan Kujang.
Akhirnya dengan terpaksa pasangan Kujang mengangguk menyanggupi.
*
*
Yas baru saja memarkir kan motornya,ia berlari kecil masuk ke dalam rumahnya sambil bersiul-siul ringan.
Baru saja pintu terbuka,ia melompat kaget karena Nabila ternyata sudah berada di dalam kamarnya.Karena masih tak percaya,Yas mengucek kedua matanya.
"Nabila..."
Gadis itu tersenyum menahan tawa melihat kelucuan Yas yang kaget melihat dirinya.
Segera Yas masuk dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.
"Sedangkan apa kamu disini ??kamu naik apa??kok cepat sekali ??"
Nabila menunjuk dengan kepalanya ke arah pasangan Kujang.Kepala Yas memutar ke belakang,disana Kujang tengah bertingkah mesrah dengan pasangan nya.
"Oh.. pantas..."
Yas bergerak meletakkan tasnya ke meja belajar nya.Lalu duduk di bibir kasur, Nabila pun duduk tidak jauh dari nya.
"Ada apa Nab??tumben kamu melakukan ini ??"
Nabila menundukkan wajahnya,ia memainkannya jemarinya.
"Katakan saja, nggak usah sungkan.Agar apa yang ingin kamu sampaikan cepat selesai.Kalau Aunty ku tahu ada perempuan di dalam kamarku,dia pasti akan mengamuk"Yas berusaha menakut-nakuti Nabila.
"Benarkah ??"
Yas mengiyakan cepat.
"Tapi Kok dia bisa tahu??kan aku masuk nggak ada yang tahu"
"Nabila... Aunty ku bukan orang sembarangan, Indra penciumannya sangat tajam.Dia bisa tahu bedanya aroma Kujang dengan pasangan nya..Jadi sebelum dia datang ke kamar ku, cepat kamu katakan apa maksud kedatangan mu?"
Nabila mengangguk mengerti.
TOK TOK TOK TOK TOK
Yas terkejut sampai menahan nafas.
"Baru aja di omongin "Bisiknya lirih.
"Yas...kamu didalam??"Seru Seruni lantang.
"I-i-iya Aunty..."
"Sstt kok kamu jawab sih?"bisik Nabila ikut panik.
"Terus ??-"Yas mengangkat kedua bahunya.Nabila celingukan tak tahu harus bagaimana dan kemana?
"Cepat katakan kamu mau apa?"tanya Yas lagi.
"Emmm aku...aku ..mau tanya...
"YAS..."Seruan Seruni memotong kalimat Nabila yang gugup.Keduanya sama-sama menatap pintu yang tertutup.
Nabila meraih wajah Yas dengan kedua tangannya.
"Apakah kamu mencintai ku?"
Sontak Yas terperanjat hingga dua matanya membulat sempurna.
"Jawab..."sambung Nabila.
"Yas....kau jangan main-main Yas..."Seruni mengetuk pintu lebih cepat lagi.Namun sama sekali tidak mengalihkan dua pandangan yang menyatu.
"Yah aku mencintaimu..."Jawab Yas kemudian,Nabila mengulum senyum.
"Apakah kamu akan bahagia jika bersamaku ??"
TOK TOK TOK TOK
"Yas!!!"
Seruni bukan lagi menyerukan,tapi membentak.Yas semakin panik.
"Sudah sana cepat pergi, tolong bawa dia"Yas minta tolong kepada pasangan Kujang.
"Jawab Yas... Apakah kamu akan bahagia jika bersamaku ??"Nabila meraih wajah Yas kembali untuk menatap nya.
CUP!!!
Yas dengan beraninya mencium pipi Nabila
"Yah aku bahagia bersamamu,jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku.Sekarang pulang lah"
Nabila tak bergeming,ia sangat tidak menyangka kalau Yas akan mencium nya.
Yas memberi kode kepada pasangan Kujang, hewan astral itu mengerti.Dengan segera menyambar tubuh Nabila dan dibawanya pergi.
Yas pun segera membuka pintu kamarnya.Seruni yang hendak mengedor pintu itu mendadak diam.Ia mendorong pintu agar lebih lebar.
"Apa yang kamu lakukan Kujang ?"
Yas terhenyak kaget,ia menoleh.Matanya melotot melihat apa yang telah Kujang lakukan.
HACCIH
Kujang bersin sampai bulu kapuk berterbangan memenuhi ruangan.Yah!!! untuk menutupi jejak Nabila dan pasangan nya, Kujang mengacak-acak tempat tidur.
Ia tersengeh tanpa dosa.
Yas bingung tanpa kata,ia tidak pernah terpikirkan apa yang Kujang lakukan sekarang.Mau marah pun ia tak bisa.