
"Ba'im ...cepet mandi ya sayang..."Seru Seruni kepada putra sulungnya.
"Iya Bunda..."Jawab Ba'im ,ia pun menaiki anak tangga.
"Mbok... tolong mandikan Ismail ya.."Seruni meminta tolong kepada asisten rumah tangganya yang bernama Mbok indun,wanita gempal itu mengangguk seraya mengambil alih Ismail dari gendongan Roy.
"Ada apa sayang?? sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu"Roy sedari tadi penasaran dengan gelagat istrinya.
"Ayok Mas..kita bicara di kamar "Seruni mengajak suaminya masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Ba'im .
Setelah menutup pintu rapat-rapat,Seruni dan Roy duduk bersebelahan di atas kasur.
"Mas...aku khawatir ada yang punya niat tidak baik kepada kita,tadi Ba'im kejatuhan bola,terus tak lama kemudian kita kejatuhan genteng rumah.Dan aku melihat anak asuhan kita yang baru datang kemarin, tatapannya sangat menakutkan Mas"
"Anak asuhan baru??kok aku nggak tahu "
"Aku baru tahu tadi pas mau ke Musholla Mas... pertama kali jumpa dia udah kasar banget sama aku,ku pikir mungkin dia trauma sama orang baru atau gimana?Tapi pas tadi kita kecelakaan ada dia Mas, tatapannya itu loh,kayak orang yang nyimpen dendam "
Roy diam menelaah ucapan istrinya.
"Siapa yang dendam sama kamu sayang ??Kak Mu ada dipenjara, Mukhlis sudah mati,siapa yang dendam sama kamu sayang ??ini kan anak kecil,masak kamu punya masalah dengan anak bau kencur ??terus bisa jatuhin genteng lagi?"
Seruni melototi suaminya....
"Jadi kamu nggak percaya sama aku Mas??"
"Bukan nggak percaya sayang,,,tapi aku hanya menebak-nebak saja...Biar nanti aku cari tahu anak yang kamu maksud kan itu ya"Roy bangkit menghindari keributan.Seruni terlihat tak puas hati,namun ia diam saja.
...----------------...
Usai sholat Maghrib berjamaah, disaat semua anak-anak yatim berkelompok melakukan ngaji bersama.Seruni tercari-cari keberadaan Ismi ,tapi anak itu tak terlihat.
"Ustadzah...anak yang baru itu kemana?"tanya Seruni kepada Ustadzah Muna.
"Ismi ??"Ustadzah Muna balik bertanya.
"Oh namanya Ismi ?"
"Iya...tadi dia bilang sakit perut...."
"Ohhhh...."
Seruni terlihat kecewa, tapi ia berniat untuk mendatangi nya nanti setelah sholat Isya berjamaah.
___
Di tempat lain,Mbok Indun ingin melaksanakan sholat Maghrib.Ia meninggalkan Ismail sendiri bermain dengan mobil-mobilannya.Kamar Ismail memang di lengkapi dengan kamar mandi pribadi,jadi cukup ambil wudhu disana saja.
Karena khawatir dan berjaga-jaga dengan keselamatan Ismail, Mbok Indun tidak menutup pintu kamar mandi.
Saat sudah hampir selesai melakukan wudhu, sekilas Mbok Indun melihat kelibat Ismail yang berjalan keluar kamar.
Mbok Indun heran,siapa yang membuka pintu ?? Padahal pintu sudah ditutup,dan mustahil Ismail yang masih berumur 2 tahun membukanya sendiri.
"Ismail...."Seru Mbok Indun,ia secepatnya keluar dari kamar mandi dan menyusul anak asuhnya itu.
Mbok Indun terbelalak melihat Ismail berjalan dengan girangnya.Ia tertawa riang seperti tengah mengikuti seseorang.
"Ismail..."Mbok Indun berlari mengejar dan langsung menggendong Ismail.
"Na..na..na..na.."Ismail yang belum lancar bicara menunjuk ke suatu tempat.Mbok Indun mengikuti arah tangan kecil Ismail.Dan betapa kagetnya Mbok Indun melihat sosok anak kecil dengan mata merah melotot ke arah nya.
"Astaghfirullah"
Dalam sekelip mata anak itu menghilang,Mbok Indun merasa dia tidak aman jika sendiri.Maka ia memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan berjalan tergopoh-gopoh menuju Musholla.
"Mbok Indun..."Belum lagi ART nya itu sampai,Seruni sudah menyadari kedatangannya.Ia bangkit menyambut Ismail.
"Kenapa Mbok??Kok kayak dikejar sesuatu ??"Seruni memperhatikan jauh ke belakang tubuh Mbok Indun.Perempuan gempal itu tidak segera menjawab, nafasnya tersengal-sengal karena jarak rumah dengan Musholla baginya lumayan menguras tenaga.
"Mbok..."
"Anu Nyonya...ada...ada ...syetan kecil"Mbok Indun tidak tahu harus menyebut sosok anak itu apa?
"Setan kecil??"
"Iya Nyonya..."
Seruni mulai cemas, jangan-jangan Ismi ??anak itu tak terlihat saat ini..Mungkin saja dia.
"Ya sudah..Mbok disini saja dulu ya..nanti kita pulang bareng"
"Iya Nyonya...."
___
Di lain tempat,Roy menceritakan pengalaman tadi Sore kepada seorang ustadz pengajar yang sangat bersahabat dengan nya.
"Itu bisa saja benar Tuan...Kan Tuan sendiri pernah bilang kalau istri Tuan memiliki Indra keenam yang sangat kuat"
"Tapi... yang membuat ku bertanya-tanya ini ulah siapa??masak anak kecil??itu yang tidak bisa diterima oleh logika "Ucap Roy.
"Semua bisa saja benar Tuan...tidak ada salahnya jika kita berhati-hati.Nanti kami akan ikut ke rumah Tuan,kita akan bacakan ayat kursi dengan mengelilingi rumah Tuan"
Roy mengangguk setuju.
"Terimakasih...."
___
Usai sholat isya, seperti yang sudah dijanjikan dua ustadz teman Roy ikut ke rumah Roy.Mereka membaca ayat kursi mengelilingi rumah sampai 41X.Roy pun ikut berpartisipasi dalam hal itu.
Ismi yang sedang duduk bersila dan mata terpejam perlahan membuka matanya.Ia merasakan telinganya panas.Namun anak itu tetap tenang,ia hanya perlu diam dan mengurung kan niatnya untuk sesaat.Itu semua ia lakukan demi keselamatan dirinya dan juga TEMAN-TEMANNYA.
Bibirnya terangkat sebelah,,,
"Apapun itu,,,tidak akan pernah bisa menghentikan ku..."Ucapnya lirih.
___
Malam semakin merambat menyongsong pagi.Keluarga kecil Seruni terlelap dalam mimpi.Dalam sunyi,Seruni terjaga secara tiba-tiba.Tidurnya terganggu oleh suara sesuatu yang menggelinding di atas atap rumahnya.Seperti kerikil yang dilempar dengan sengaja oleh seseorang.
"Mas...mas..."Seruni menggoyang-goyangkan bahu suaminya.Namun Roy tak merespon,ia sangat nyenyak sekali tidur.Seruni merasa kasian jika mengganggu waktu istirahat suaminya.
Akhirnya Seruni memutuskan untuk melihat keluar sendiri.Ia turun menapak lantai yang dingin.Membuka pintu secara perlahan agar tidak menimbulkan suara.
Namun alangkah kagetnya ia ketika bertemu suaminya di depan pintu.Saat itu Roy menggandeng tangan Ba'im mau masuk ke kamar.
"Mas..."Seruni terbesar tak percaya.
"Eh sayang...kamu bangun juga?"
Seruni benar-benar sangat shock sekali, sampai-sampai ia terpacak mematung.Tangannya gemetar dingin,baru kali ini ia merasa ketakutan.
"Bunda..."Ba'im seolah-olah mengerti,ia menggenggam lembut tangan Ibunya.Dingin sangat dingin...Seruni terkesiap,ia memandang putranya dengan nanar.
"Sayang kamu kenapa ?"Roy menarik istrinya dalam pelukannya.Seruni tetap diam,namun air matanya mengalir membasahi pipi.Ia sungguh ketakutan,kenapa dan ada apa yang sebenarnya telah terjadi ???
Ba'im menengok ke dalam kamar orang tuanya yang belum tertutup dengan sempurna.Mata kecilnya melihat sosok hitam menyeringai lebar,giginya runcing dan hitam.Dari mulutnya menetes air liur berwarna merah darah.Ba'im terus menatap makhluk tersebut tanpa rasa takut.Kini ia tahu kenapa Ibunya sangat ketakutan.Pasti disebabkan oleh makhluk terkutuk tersebut.