
Roy sudah tenang setenang-tenangnya...sampai ia tertidur pulas dalam bathtub.Seruni beringsut mendekati putranya.
"Sayang..."
Dibelainya lembut pipi Ba'im , perlahan Ba'im membuka kelopak matanya.Seruni tersenyum lembut....
"Ayah sudah baikan,,,,"
Ba'im memejamkan kembali matanya,ia melanjutkan zikir dalam hatinya.Seruni heran,tapi ia pun tak mengganggu lagi.Begitu pun dengan suaminya,ia biarkan terlelap dengan nyaman.
Seruni mengambil wudhu dan bersiap melaksanakan sholat tahajud,sebentar lagi waktu subuh akan tiba.Jadi ia akan langsung menyambung sholat ke subuh.
___
Ditempat lain,hujan turun dengan lebatnya sehingga mematikan bara api dalam kendi.Ismi sangat kesal,ia menendang kendi tersebut sehingga berkecai.
Mbah Simah melihat hal itu,ia hanya geleng-geleng kepala menanggapi sikap Ismi yang mudah marah.
Ismi berlari masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang,dimana Mbah Simah berdiri di sana.Ismi masuk begitu saja,kemudian Mbah Simah menutup pintu rapat-rapat karena hujan sangat deras sekali.
"Kenapa?"Tanya Mbah Simah kepada Ismi yang meringkuk memeluk lutut di atas balai-balai.Ismi mendongak,ia menatap Mbah Simah dengan kepedihan.
"Aku gagal lagi Nek..."
"Kamu menyerang mereka ??"
Ismi mengiyakan.
"Tapi hujan memadamkan api itu"
"Jangan sedih...jangan putus asa,masih ada kesempatan lainnya "Mbah Simah membelai pucuk kepala Ismi yang basah.Ismi mengangguk pelan.
"Istirahatlah...besok kita akan berburu kelinci di hutan"
Ismi tersenyum senang, daging kelinci adalah favoritnya dari pada daging lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Roy sudah bangun dari tidurnya,ia langsung mandi dan sholat.Lalu keluar menuju ruang makan.Disana sudah ada istrinya dan kedua putranya yang tengah menyantap sarapan.
"Pagi sayang...."
Roy mengecup kening Seruni ,dan mencium pipi kedua putranya.
"Ayah sudah ok?"tanya Ba'im .
"Iya sayang...Ayah sudah baikan , terimakasih ya"Roy mengusap lembut pucuk kepala Ba'im .Ba'im tersenyum...
"Mas..."
"Hem???"
"Perkara yang baru saja kita lalui,jangan dianggap remeh"
"Iya sayang..aku tahu... mungkin ini serangan balik dari anaknya Sherly ??"
Seruni mengangguk pelan...
"Ohya??Ba'im kok bisa tahu bagaimana cara menolong Ayah??"
"Katanya dia bermimpi Mas, karena sebab itu dia bangun dan keluar, langsung menemukan aku keluar masuk kamar membawa es batu "Seruni menjelaskan kepada suaminya melalui cerita anaknya.
"Oh begitu rupanya.... sayang sesudah ini aku akan mendatangi rumah Ustadz Faruq ya?"
Seruni menjawab dengan anggukan.
___
Sekitar kurang lebih 1jam ustadz Faruq belum keluar juga,Tapi Roy dan Ustadz Fajar sabar menunggu.Sampai akhirnya yang ditunggu keluar juga.
Ustadz Faruq tersenyum begitu pun juga Roy.Beliau duduk berhadapan dengan tamu dan muridnya.
"Anak itu menyerang kembali,dan kini ilmu nya tidak bisa diremehkan"ucap Ustadz Faruq to the points.Fajar dan Roy saling bertatapan.
"Lalu bagaimana guru?"Tanya Ustadz Fajar penasaran.
"Aku harus tinggal disana sampai kita kalahkan dia,anak itu tidak main-main"
Roy mulai cemas...
"Tolong lakukan apapun itu Ustadz,saya tidak mau anak-anak saya sampai kenapa-napa "Pinta Roy penuh harap.Ustadz Faruq mengangguk setuju.
___
Benar saja,Ismi tidak mau menunggu malam.Ia ingin segera menuntaskan dendamnya.Karena sekarang tugas terakhirnya adalah membinasakan keluarga Roy.
Ismi duduk bersemedi di bawah pohon besar , matahari sudah mulai condong ke arah barat menyisakan semburat jingga.
Perlahan kelopak mata indah gadis itu terbuka,ia marapal mantra sambil lalu menabur kemenyan.Lalu ia mengambil ayam hutan berbulu hitam,tanpa rasa belas kasih.Ismi mematahkan leher ayam itu sehingga putus dan darah nya mengalir ke dalam baskom berwarna emas yang sudah ia sediakan.Ayam itu menggelepar dan dalam hitungan detik lemas mati terkulai.
Ismi meletakkan ayam itu,lalu menegak darah segar tersebut seperti meminum air.Ia menyisakan sedikit untuk menyempurnakan ritualnya.
Setelah itu ia mengambil sebuah boneka fudo,ia merapal mantra sambil meniup boneka tersebut.
Mbok Indun merasakan udara dingin seperti ditiup menerpa tengkuknya.Ia mengusap bagian belakang lehernya, tiba-tiba bola matanya berputar-putar dan berubah hitam pekat.Tatapannya kosong, tangannya meraih pisau yang baru saja digunakannya untuk mengiris bawang.
Ia berjalan bak seorang zombie menuju kamar Ismail, tangannya terangkat dengan pisau tergenggam.Daun pintu kamar Ismail ditendangnya,matanya menyimak ke setiap sudut kamar.Sosok kecil yang ingin dibunuhnya tak dijumpai.
Tubuh kaku itu berputar,matanya awas ke sekitar mencari si mangsa.
"Mbok Indun..."seru Ba'im yang tengah menuruni anak tangga.Karena kamar sang adik tepat di bawah tangga.
Mbok Indun mendongak ke atas,ia menyeringai melihat mangsa lainnya.Segera Mbok Indun berlari mengejar Ba'im ,Ba'im yang merasa ada yang tidak beres karena Mbok Indun memegang pisau ditangannya,gegas berbalik arah.Berlari cepat masuk kembali ke dalam kamar.Ba'im langsung mengunci pintu kamar dari dalam.
Mbok Indun yang sudah kehilangan jiwanya mengamuk,ia menusuk-nusuk daun pintu hingga ujung pisau tembus tepat disebelah kanan wajah Ba'im yang tubuh kecilnya menyandar ke pintu.Mata Ba'im membulat,ia berbalik menjauhi daun pintu.
"Astaghfirullah...apa yang harus aku lakukan ??"Ba'im menatap ke sekeliling kamarnya.Ia melihat kelibat Ayahnya dan beberapa orang yang mengitari rumahnya.Ba'im segera menghampiri jendela,karena dilengkapi dengan terali besi,Ba'im hanya membuka kacanya saja.
"Ayaaaaahhhhh Bundaaaaaaaaaa...Mbok Indun kesurupan... Ayaaaaahhhhh Bundaaaaaaa...."Ba'im terus menjerit sampai ada jawaban.
Roy dan Seruni yang ikut andil membuat pagar ghaib terhenti saat mendengar jeritan Ba'im.Keduanya saling berpandangan satu sama lain.
"Aayyaaaaaaahhhhhhhhh"
"Itu suara Ba'im Mas"ucap Seruni ,ia sambil menggendong Ismail.Roy mengangguk, ustadz Faruq dan Ustadz Fajar berhenti menoleh ke belakang.
"Ada apa Tuan??"Tanya Ustadz Fajar.
"Ba'im memanggil, sepertinya ada yang tidak beres..."jawab Roy.
"Ayo cepat kita kesana "ustadz Faruq melangkah mendahului.Diikuti oleh yang lain dari belakang.
Mbok Indun sudah berhasil membuat lobang di daun pintu yang cukup untuk membuka kunci dari dalam.Tangannya terselur ke dalam melalui lobang tersebut,namun Ba'im yang cerdas sudah menunggu dari balik pintu.Ia menggunting kabel kipas angin di kamarnya.Lalu diujung yang lain tetap terpasang dengan saklar listrik.Kabel yang sudah terbuka itu ia sundutkan ke tangan Mbok Indun . Membuat wanita gempal itu kejang-kejang karena tersengat aliran listrik.Tubuh nya terkulai pingsan saat Ba'im mengangkat kabel tersebut.
"Astaghfirullah...Mbok Indun.."Pekik Seruni .
Mendengar suara Ibunya,Ba'im segera melepaskan saklar listrik lalu membuka pintu kamarnya.
"Bunda...jangan didekati,Mbok Indun kesurupan"Ba'im berseru cepat saat Seruni Henda berjongkok menolong ART nya.Kedua bola mata Mbok Indun terbuka lebar.