SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 74



Ratu Blorong meletakkan Yas ke atas tempat tidurnya dengan hati-hati.Setelah membelai lembut pucuk kepalanya,ia pun pergi.


Sementara Seruni kalang kabut,ia mengemudi dengan cepat pulang ke rumah.Karena mendapat kabar bahwa Yas tidak ada disekolah.


Reyhan pun tancap gas ke Ciamis mendengar kabar tersebut.Sedangkan Uzma menjaga Putri yang masih belum siuman.


"Kok bisa sih sayang,,,dia nggak ada disekolah.Tadi aku nganterin dia sampai masuk ke halaman sekolah loh"ungkap Seruni kepada suaminya.


"Tadi Putri juga datang ke sekolah, untuk merayakan ulang tahun Kakaknya"Timpal Reyhan ,Seruni yang sebelumnya mengabaikan kehadiran Reyhan.Serta Merta langsung menoleh.


"Putri datang menemui Yas?"


"Iya... sampai sekarang dia belum sadarkan diri"


"Kok bisa gitu ??"


"Entahlah... mungkin Putri terlalu merindukan Yas"


Seruni menghela nafas.


"Aku akan panggil Kujang.."Seruni masuk ke dalam rumahnya mendahului yang lain.Steven mempersilahkan Reyhan masuk mendahului dirinya.


Seruni duduk bersila di lantai,ia membaca doa untuk memanggil hewan astral itu.


WAAAYYYY


Seruni membuka matanya begitu mendengar orang menguap.Rupanya itu adalah Kujang,ia baru saja bangun tidur di atas lemari.


"Kujang...kamu tahu Yas dimana?"Tanya Reyhan .


"Emang dia dimana lagi?"


"Kujang aku nggak bercanda,Yas hilang "sahut Seruni.


"Dia nggak hilang,dia ada di kamarnya "


Seruni bingkas bangun.


"Awas kalau kamu bohong "wanita itu berlari masuk ke dalam kamar Yas.Disusul oleh yang lain.


HUFFFFF


Seruni menghela nafas lega begitu pintu kamar terbuka.Ia tersenyum menahan haru.Dengan langkah penuh kehati-hatian,mereka masuk ke dalam kamar Yas.


"Lelap sekali dia tidur"gumam Seruni .


"Tak pernah ia tidur selelap ini ya sayang"tambah Steven,Seruni mengiyakan.


"Apa dia terlalu bahagia karena adiknya datang menemuinya untuk merayakan hari ulang tahunnya?"tambah Reyhan.


"Dia dibius"Timpal Kujang yang masuk melompat melalui jendela dan naik ke atas kasur.


"Nih lihat "Kujang menginjak wajah Yas lalu menggoyang-goyangkan nya.


"Nggak bangun kan?"


Seruni melompat ke atas tilam,begitu juga dengan yang lain.Meluruh mengitari tempat tidur Yas.


"Kau serius Kujang ??kenapa dia dibius ??siapa yang melakukan ini?"Seruni sangat panik.


"Ada orang jahat yang menginginkan jiwa murni Yas, tapi syukurlah Ratu Blorong menolongnya. Untung Gusti Ratu tidak dendam kepada Yas, karena dulu Gusti Ratu pernah dijadikan baling-baling sama Yas"


"Yang bener?kapan?"


"Kejadian itu sudah lama, ketika ia masih kecil. Ya sudah aku mau lanjutin dulu lagi"


Belum sempat Seruni mencegah,Kujang sudah melenyapkan diri.PERGI!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi itu,Seruni sudah bersiap pergi melakukan aktivitas seperti biasa.Mengantarkan Yas ke sekolah,dan setelah itu ia pergi ke Kantor.


Sebelum Yas keluar mobil,ia memberikan secarik amplop cantik kepada Seruni .


"Apa ini ?"tanya Seruni .Yas hanya tersenyum lalu keluar dan masuk ke halaman sekolah.


Seruni membuka amplop cantik tersebut karena penasaran.


DEAR AUNTY CANTIK...


SELAMAT HARI IBU...


MESKIPUN AUNTY BUKANLAH IBU KANDUNGKU, NAMUN KASIH SAYANG AUNTY MELEBIHI APA YANG DIBERIKAN OLEH SEORANG IBU KANDUNG. TERIMA KASIH SUDAH MENYAYANGI YAS DENGAN SEPENUH HATI,DENGAN PENUH KETULUSAN. SEHINGGA YAS MERASA BAHWA AUTY LAH SEORANG IBU BAGI YAS.


Seruni tersenyum ,namun air matanya menetes tanpa bisa tertahan.


*


*


Karena penasaran,Uzma langsung membukanya dan membacanya sambil duduk di kursi tamu.


DEAR BUNDA


SELAMAT HARI IBU..


INI DARI MUHAMMAD ILYAS ANAKMU.


BUNDA... TOLONG AMPUNI SEGALA KHILAF DAN SALAHKU SELAMA MENJADI ANAKMU. TERIMA KASIH BUNDA KARENA TELAH MELAHIRKAN YAS DENGAN SELAMAT KE DUNIA INI .MESKIPUN YAS TAHU BUNDA TIDAK MAMPU MEMBERIKAN KASIH SAYANG SEPENUHNYA KEPADA YAS. NAMUN YAS PAHAM ,APA ALASANNYA. AMPUNI KEKURANGAN YAS BUNDA YANG TIDAK BISA MEMBELAI LEMBUT PIPI BUNDA, YANG TIDAK MAMPU MENCIUM TANGAN BUNDA .NAMUN HATI INI SELALU TERSIMPAN RINDU YANG BESAR UNTUK BUNDA DAN AYAH.


**Uzma tak sanggup menahan haru.Ia menutup wajahnya, menangis sejadi-jadinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiruk pikuk gemuruh sorak Sorai para cheerleaders memberikan semangat kepada seorang pemuda tampan.Berwajah bersih,rahang kokoh,mata yang tajam,dan alis tebal.Tubuh berotot, dengan syal kecil membalut lehernya.


"Ayo Yas...Yas..Yas..."begitulah suara kompak membahana menambah keseruan turnamen basket antar sekolah itu.


Dan begitu bola berhasil masuk ke dalam keranjang,suara tepuk tangan semakin memekakkan telinga.


Teman-teman Yas yang tergabung dalam tim basket berpelukan satu sama lain.Merayakan kemenangan mereka yang tak terkalahkan.


Sedangkan tim lawan,harus menerima kekalahan dengan wajah tertunduk lesuh.


"Yas ..ini"Tirani menyodorkan minuman untuk Yas.Pria itu tersenyum...dan senyum itulah yang membuat Tirani semakin kepincut.


"Terimakasih.."Yas menerimanya dan berlalu pergi.


"Ahhh Ran...kamu benar-benar berhasil memberikan dia sebotol air"puji Mala penuh kebanggaan.


"Apa aku bilang,Yas tidak akan mampu menolak apa yang aku suguhkan"jawab Tirani bangga.


"Ohya???"Dara muncul dengan tangan terlipat di dada.


"Kau lihat sendiri kan tadi ?"Bantah Tirani jumawa.


"Kau lihatlah itu?"tunjuk Dara dengan gerakan kepalanya.Tirani menoleh,benar saja.Yas memberikan air mineral ditangannya kepada Radit teman se tim-nya.Radit nampak sangat berterima kasih sekali,sedangkan Yas sibuk mengelap peluh di badannya.


"Hahahahahaha"Dara tertawa mengejek melihat ekspresi wajah Tirani.


"Kasian deh .. kepedean banget"Dara mendengus pergi diikuti oleh teman-temannya yang tersenyum mengejek.


"IIIIHHHH kesel banget deh"Tirani geram sendiri.


"Kok Yas gitu sih?malah ngasih minumannya ke orang lain"tambah Mala.


"Akan ku tegur dia..."Tirani melangkah mantap menghampiri Yas.Mala sendiri tak ada pilihan lain selain mengekor.


"Yas"seru Tirani membuat pria yang dipanggil nya menoleh.


"Ya Ran...ada apa?"


"Ke--ke -kenapa kamu kasih minuman yang aku berikan kepada Radit?"Tirani jadi gugup setelah berhadapan dengan pria yang mampu membuat jantung para wanita berdetak cepat.


"Ohhh memang nggak boleh ?"


"Emmm itu kan aku kasih spesial untuk kamu"Tirani tertunduk malu.


"Hahahahahah"


Beberapa pria yang menjadi teman Yas tertawa lepas.


"Apa yang spesial sih Ran?cuma air putih doang"seru salah satu dari mereka.


"Atau air ini ada mantranya"timpal Radit yang masih menggenggam botol air yang dimaksud.


HAHAHAHAHA


Tirani benar-benar dibuat malu.


"RAN...kayaknya kita salah tempat deh"bisik Mala.


"Yuk kita pergi"sambungnya,Tirani tak menjawab.Ia justru berlari pergi begitu saja.Mala jadi tambah malu,ia juga ikut pergi.


Yas hanya diam saja,ia kembali duduk di bangku kosong melepas lelah.Sampai akhirnya, sebuah pemandangan yang tak disangka tertangkap oleh panca inderanya.


Seorang gadis yang memakai seragam senada dengan seragam yang dipakai oleh Yas disekolah ini,berdiri di atap sekolah.


Yas mengurungkan niatnya untuk istirahat,ia gegas berlari keluar.


"Yas...mau kemana ?"seru Radit,namun Yas tak merespon.


AAAAAAAAAA


Sebuah jeritan mengkakukan kaki Yas.Ia sudah terlambat,gadis itu sudah terjun bebas dan menggegerkan suasana sekolah pada saat itu.