SERUNI

SERUNI
BAB 70 Serangan Muhibbah



"Nama yang indah"Gumam Seruni . Ustadzah Muna tersenyum tipis,ia menatap Seruni dengan lekat.


"Anakku hanya dia,karena saat dia baru berusia 3bulan.Suamiku meninggal,dan aku tidak menikah lagi setelah itu.Aku mengabdikan diri disini,membantu Nyonya saat ia mulai merintis yayasan"


"ILa sangat dekat dengan Roy,mereka sudah seperti kakak adik.Roy kecil begitu melindungi ILa, membuat Nyonya berinisiatif untuk menjodohkan mereka"


Mendengar cerita itu diam-diam Seruni menyimpan rasa cemburu,meskipun ia tahu bahwa gadis itu sudah tiada.


Tiba-tiba Ustadzah Muna menggenggam lembut tangan Seruni .


"Bolehkah,,,aku menganggap mu seperti anakku sendiri?"


Seruni tercengang,kedua mata mereka saling beradu.


"Ku lihat ILa menyukai mu"


"Maksud Ustadzah??"Seruni semakin dibuat tak mengerti.


"ILa selalu datang ke dalam mimpi ku,semalam pun dia datang dan membawa ruh mu ikut serta.ILa terlihat bahagia bersamamu,mungkin karena hatimu mencintai lelaki yang sama"


Seruni tersenyum hambar,entah kenapa ?ada rasa sakit yang menggores hatinya.


"Emmm Ustadzah...saya mohon diri sebentar.Perut saya mulas"Seruni memberikan alasan agar ia bisa segera menyudahi cerita Ustadzah Muna.


"Ohhh baiklah,, silahkan"Jawab Ustadzah Muna tanpa rasa curiga.Seruni pun bangkit dan meninggalkan Ustadzah Muna di tempat itu.Seruni mempercepat langkahnya menuju rumah besar kediaman almarhum Ny Desi.


___


”Bapak..."Seru Seruni begitu melihat Pak Salam tengah menyapu teras rumah.Pak Salam tersenyum tipis,ia menyudahi kegiatan siangnya.


"Bapak kok sibuk nyapu sih,,,, tunggu Seruni aja"


"Nggak apa-apa, hitung-hitung olahraga sambil nunggu waktu sholat ashar"Jawab Pak Salam santai.Seruni mengapit Sang Bapak masuk ke dalam.


"Sepertinya Bapak betah ya tinggal disini?"Goda Seruni .Pak Salam mengulas senyum.


"Kamu tidur disini saja yah,temani Bapak.Bapak sendirian "


"Bapak takut ya..."Seruni cekikikan ,keduanya duduk di ruang tamu.


"Ya udah,nanti Seruni ambil barang-barang Seruni dulu.Tapi Seruni mau pamit dulu sama Tuan Muda ya Pak"


Pak Salam mengangguk setuju.Segera Seruni merogoh ponselnya untuk menelfon Roy.Dua kali nada Tuuuuuut terdengar, langsung terdengar jawaban dari seberang.


"Hallo Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"Jawab Seruni.


"Ada apa sayang ???kangen ya??"Tanya Roy manja.Dalam hati Seruni berkecamuk berbagai macam perasaan.


"Emmm Tuan,boleh tidak saya tidur di rumah ini nemenin Bapak?"


"Oh tentu boleh sayang,itu juga akan menjadi tempat tinggalmu nanti"Jawab Roy.


"Terimakasih Tuan... Assalamualaikum"Seruni langsung memutuskan talian secara sepihak.


___


Roy yang berada di ujung talian begitu terpana dengan sikap Seruni yang bisa dibilang acuh.


"Kenapa dengan Seruni??Padahal kemarin dia sangat manja,kok sekarang ???"Timbul banyak pertanyaan yang Roy sendiri tak menemukan jawaban.Ingin sekali rasanya hari beranjak pergi dengan cepat,agar segala urusannya segera terselesaikan.


Kini Roy tinggal menunggu surat permohonan cerai yang dibuat Sherly datang,setelah tanda tangan maka selesailah semuanya.


Roy tak sabar dengan perasaan yang mengganggunya,ia segera menelepon balik nomor Seruni .


"Hallo Assalamualaikum"Jawab dari seberang.


"Wa'alaikum salam..."


"Ada apa Tuan?"


"Kamu Kenapa?"


"Emangnya saya kenapa?"Seruni berusaha menutupi.


"Tidak usah bohong,pasti kamu lagi kesel sama aku?Kenapa sayang ??katakan saja apa yang kamu kesalkan dengan aku ini ?Jangan menutupinya,kita akan segera menikah.Jadi kita harus sama-sama terbuka "Roy berusaha membujuk Seruni .Gadis itu terdiam diujung talian.


"Sayang..."Panggil Roy lembut.


"Tuan kenal dengan ILa??"


"ILa???"


Mendengar itu Roy langsung tergelak.Tawanya begitu bahagia...


"Kamu cemburu sama ILa??"


"Tidak!!siapa bilang???"


"Sayang...ILa hanya teman masa kecilku,memang Mama dulu pernah ingin menjodohkan kami.Tapi itu hanya gurauan saja sayang,Mama menggodaku saja karena sangat akrab dengan ILa"


Dada Seruni yang awalnya bergemuruh hebat jadi terasa plong secara perlahan.


"Sayang....kamu kalau cemburu membuat ku takut"


Seruni tersenyum tipis diseberang sana.


"Nanti aku datang langsung ijab qobul ajah ya"


"Apa-apaan sih"Elak Seruni menutupi keinginan hatinya.


"Biar kamu nggak cemburu lagi"


"Iya iya...terus kapan Tuan akan datang?"


"Secepatnya...ok!!!"


Seruni diam tak menanggapi,karena jawaban dari Roy tidak memberinya kepastian.


Suara Adzan berkumandang,menggema sampai terdengar oleh Roy.


"Ya udah sayang,kamu pasti akan sholat ashar kan?aku juga... sampai ketemu nanti ya sayang"


"Baik Tuan..."


"Assalamualaikum... ILOVE YOU "


"Wa'alaikum salam "Balas Seruni malu-malu.Sambungan terputus secara bersamaan,Seruni memeluk ponsel miliknya.Ia kini merasa tenang karena sudah mendapatkan kepastian dari Roy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai sholat ashar berjamaah,Seruni langsung menuju kamar pribadinya di dalam lingkup Yayasan.Ia akan pindah detik itu juga.


Saat membuka pintu,Seruni kaget melihat Muhibbah yang memegang pisau dengan kondisi yang kacau balau.Banyak kapas kapuk yang berterbangan memenuhi kamarnya yang tak seberapa besar.


"Kak Mu...Apa yang Kak Mu lakukan?"Mata Seruni membeliak lebar.Muhibbah bergerak cepat menarik Seruni masuk kedalam kamar lalu Muhibbah mengunci pintu dari dalam.


Seruni berundur secara perlahan karena Muhibbah mengacungkan pisau yang ia pegang ke arahnya.


"Kak Mu...Kak Mu mau apa?"Seruni terlihat sangat panik.


"Kenapa???Takut???"Muhibbah melangkah maju mengikuti langkah Seruni yang mundur.


"Istighfar Kak Mu..."


"Istighfar??? Apakah kalau aku istighfar bisa membuat Mukhlis mencintai ku??Hah???"


Langkah Seruni sudah mentok ke dinding.Ia sudah tidak bisa berkutik lagi.Muhibbah tersenyum licik,ia membelai kan ujung mata pisau di pipi Seruni .


"Aku sangat mencintai Mukhlis,aku sangat mendambakannya sejak lama.Tapi kamu??Yang baru datang sudah bisa berjalan berduaan dengannya.Apa karena kamu cantik???Jika kamu sudah tidak cantik lagi,mungkin Mukhlis tidak akan melirik mu.Iya kan???"


"Tapi...tapi aku tidak sengaja bertemu dengan nya Kak...tadi aku sendirian pergi ke belakang "Seruni berusaha membela diri.


"Iya aku tahu...aku tahu itu...dan aku juga tahu kalau Mukhlis yang pergi mengikuti mu"


Seruni terbelalak,benarkah itu???


"Tapi aku benci dengan wanita yang bisa membuat Muhklis jatuh cinta...aku benci!!!"Muhibbah berteriak tak terkontrol.Disaat itulah Seruni memberanikan diri mendorong Muhibbah hingga terjengkang ke lantai.Seruni gegas berlari,namun kakinya tertahan oleh cekalan tangan Muhibbah.Seruni menarik kakinya,namun justru Muhibbah menyayat tungkai kaki Seruni menggunakan pisau yang digenggamnya.


"Aaauu"Seruni menjerit kesakitan.Ia terjelopoh ke lantai,darah segar mengalir dari bekas sayatan pisau Muhibbah.Wanita yang sudah seperti kerasukan setan itu menyeringai.Membuat Seruni ketakutan,ia menyeret tubuhnya agar bisa membuat jarak antara dirinya dan Muhibbah.


Sampai akhirnya,punggungnya menyentuh daun pintu.Seruni menggedor-gedor pintu agar bisa memancing khalayak ramai. Muhibbah terlihat panik,ia meletakkan telunjuknya ke bibir.


"Ssstttt jangan berisik...sssttttt"


"Tolooooooong"Bukan diam Seruni justru menjerit minta tolong.


(Ada apa??hah???cepat tolong... didobrak saja...Ini ustadz,ada suara orang minta tolong dari dalam...Iya Ustadz.. cepat minggir biar ku dobrak..ayo Mukhlis)


Suara bersahutan dari arah luar membuat Muhibbah semakin panik.Ia melangkah mundur, tubuhnya gemetar ketakutan.Dengan cepat ia melempar pisau yang digenggamnya ke bawah kolong.


Melihat lawannya sudah tak bersenjata,Seruni gegas bangun walau susah payah.Pintu yang hampir terbuka karena didobrak dari luar,oleh Seruni dibuka kunci engselnya.


Alhasil Seruni langsung berlari menubruk tubuh Mukhlis dan terkulai lemas.Mata Muhibbah panas melihat Seruni jatuh dalam pelukan Ustadz Mukhlis.