
Putri Elisa menarik nafas dalam-dalam,ia mengesat air matanya hingga kering.Lalu dengan niat yang lebih baik ia utarakan maksud hatinya.
"Maafkan aku Uzma,Dan semuanya... sekarang aku menyadari atas sikapku. Aku yang egois mengusir putriku sendiri karena tak kuasa menanggung malu , Aku yang egois tidak mau mendengarkan sebuah kebenaran dari putriku sendiri.Aku yang egois, tidak kuasa menahan rasa bersalah setelah tahu bahwa putri ku tidak bersalah"
"Aku pikir dengan memberikan kekayaan dan kedudukan di istana.Akan bisa menebus dosa yang ku perbuat terhadap putriku sendiri "
"Aku minta maaf.. Akan tetapi aku berjanji, kepada Uzma cucuku dan Yas Cicitku...Akan ku jamin masa depan untuk kalian yang lebih baik.Kalian akan memiliki separuh dari kekayaan ku.Akan ku siapkan semua untuk Yas Cicitku"
Reyhan sekeluarga saling berpandangan satu sama lain.Putri Elisa menghampiri Yas,ia mencium Cicitnya itu dengan ciuman yang mendalam.
Setelah itu ia menghampiri Uzma ,dan memeluknya erat.
"Maafkan aku sayang...."ungkap Putri Elisa penuh dengan rasa sebak,Uzma hanya mengangguk kecil.
"Cepat antarkan mereka kekediamannya.Aku minta maaf atas luka di kakimu"Putri Elisa menundukkan wajahnya didepan Steven, Steven hanya tersenyum sumbang.
Dengan sangat hati-hati,Para Punggawa menggotong Steven yang terluka dan menggiring yang lainnya untuk masuk ke dalam Mobil mewah yang siap mengantar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelum pergi,para Punggawa memberikan perawatan terhadap luka di kaki Steven dengan peralatan canggih yang mereka miliki.
Steven sudah merasa lebih baik dari sebelumnya.
"Alhamdulillah... akhirnya kita bebas"Seruni menyandarkan tubuhnya ke badan sofa dengan lega.Bayi Yas ia letakkan di sisi nya.
"Yah...untung arwah Ibu mertua datang"Ungkap Reyhan ,Uzma mencium pipi suaminya.
"Ternyata ada gunanya juga kamu bisa melihat makhluk tak kasat mata sayang...aku pikir selama ini tidak berguna sama sekali untuk ku"Uzma berucap.
"Yang tidak berguna tu si Perkasa Harimau putih, melihat pistol malah meringkuk dibelakang punggung ku"Sindir Seruni kesal.
"HACCIH... sepertinya ada orang yang mengumpat ku"Kujang muncul dari belakang punggung Seruni .
"Hadeeehhhh ... mendingan pensiun aja deh jadi Harimau sakti "
"Eh...kau pikir arwah Putri Kirana itu datang sendiri?"
Seruni terhenyak kaget,ia memutar tubuhnya.
"Maksud mu,kamu yang manggil dia?"
"Iya Dong"
Kujang menjawab dengan dagu terangkat.
"Iihhh Kujang...."Seruni melompati sofa yang ia duduki dan mendarat tepat di punggung Kujang.
"Aku cayank kamuuuuu"Ia memeluk Kujang dengan erat.Bagi yang tidak bisa melihat Kujang,merasa lucu melihat tingkah Seruni .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SELAMAT...KAU TELAH MEMBUNUH ANAKMU DENGAN DOSAMU SENDIRI.PUAS YA??ANAK YANG TIDAK BERDOSA HARUS MATI KARENA IBUNYA KETAKUTAN OLEH DOSANYA SENDIRI.
KENAPA?TIDAK PERCAYA?ATAUKAH LUPA??AKU AKAN COBA INGATKAN.KAU TAKUT DAN KAU LUPA JIKA KAU HARUS MELAHIRKAN.SEHINGGA BAYIMU MATI KARENA TERCEKIK.
INI BUKAN TAKDIR,TAPI KARMA!!
Livia tercekat, nafasnya memburu,dadanya sesak.Untuk kemudian ia menjerit kuat.
KHusairi yang berada di luar kamar segera masuk ketika mendengar jeritan istrinya.
"Ada apa ?? kenapa ??"
Livia bernafas cepat dengan mata membesar. KHusairi tidak menemukan jawaban apapun. Kecuali ketika ia ingin memeluk istrinya ia melihat ada secarik kertas di lantai.Perlahan ia membungkuk dan memungut kertas tersebut.
KHusairi tidak bisa berkata apa-apa setelah membaca kertas tersebut. Meskipun ia belum tahu pasti apa yang telah terjadi, Tapi dengan membaca isi dari kertas itu . Ia setidaknya mengerti, kenapa bayinya mati?
"Jadi kau sengaja tidak meneran karena ketakutan?"ucap Khusairi dengan suara gemetar.
"Tidak... tidak...itu bohong!!"Livia panik,ia takut suaminya akan menyalahkan dirinya. Khusairi mengepalkan tangannya, naluri ingin memukul ia tahan karena disini bukan tempat tinggalnya.
Livia menggeleng cepat,air matanya mengalir deras.Bukan!!itu bukan air mata kejujuran,namun air mata ketakutan.
"Baiklah...aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi...Ku pikir Reyhan hanya menciptakan Alibi untuk mendekati mu.Namun ternyata kamu bersikap nekad karena perasaan yang terpendam untuk pria itu"
"Tidak Mas...tidak... tolong jangan terprovokasi oleh surat itu"Livia menahan lengan suaminya dikarenakan khawatir Khusairi akan meninggalkan dirinya.
"Aku sudah tidak bisa lagi bersabar, karena perbuatan mu bayi ku meninggal "
"Mas...aku tidak membunuh bayi kita, sungguh!!!"
"Aku sekarang tidak tahu lagi Livia ...Apa aku harus percaya padamu ??"
"Mas Jangan bicara begitu,,,"
"Biarkan aku tenang dulu, karena disini aku tidak bisa meluapkan emosi ku"
Livia bisa melihat bagaimana geraham suaminya bergemeletuk.Ia menelan saliva, tangannya terlepas pelan.
Khusairi menarik diri dengan kasar,lalu ia keluar meninggalkan Livia seorang diri.
"Uzma ....aku tidak menyangka jika kamu bisa sejauh ini bertindak.Aku terlalu menyepelekan mu ...."gumam Livia dengan amarah yang terbuku dihati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari pertama Ummi Kalsum bekerja.Sebenarnya ia ingin langsung bekerja kemarin.Tapi mendadak ia mendapati rumah kosong tak ada orang.Ia tidak tahu jika semua orang telah diculik.
"Mbok nanti ikut ke kantor ya?"ujar Seruni saat Ia menikmati sarapan.
"Mau ngapain Non ?"tanya Ummi Kalsum pura-pura bodoh.
"Ya jaga Yas..."
"Emang baby Yas harus dibawa ke kantor ya Non?"
"Iya Mbok... karena kemarin orang yang jaga Yas mau celakain dia.Jadi aku sekarang nggak bisa percaya sama orang yang baru aku kenal"
"Oh begitu ya Non...saya pikir saya cukup jaga di rumah selagi Non kerja di kantor "
"Ohhh tidak Mbok.... mungkin sampai Yas sudah sekolah baru dia nggak ikut saya ke Kantor "
"Tapi katanya Yas bukan anaknya Nona...Kok Non sampai segitunya.Pamalih loh Non, bisa-bisa Non bakal susah punya anak"
Seruni saling berpandangan dengan suaminya saat mendengar ucapan dari Mbok Sum(nama samaran Ummi Kalsum).
"Masalah anak semua tergantung rejeki nya masing-masing Mbok..."Steven menjawab,Seruni tersenyum mendengarnya.
"Iya sih...tapi wejangan orang tua tidak bisa dikesampingkan"
"Ya udah Mbok...yuk kita berangkat "Seruni langsung mengalihkan topik pembicaraan.Ummi Kalsum mengangguk ragu.
"Aku berangkat dulu ya sayang "Seruni mencium tangan suaminya, Steven membalas mencium pipi istrinya.
"Nanti siang kita makan bareng ya sayang"seru Steven.
"Ok"
*
Seruni masuk ke dalam mobil,Mbok Sum pun sama.Ia duduk di kursi belakang menemani Yas.Bayi Yas tersenyum menyapa Ummi Kalsum,.
"Hemmm kita bertemu lagi sayang "
Sapa Ummi Kalsum dalam hati,eh tiba-tiba Yas mengerlingkan matanya.Spontan Ummi Kalsum kaget,Bayi Yas tertawa renyah.Membuat Seruni sampai melirik ke kaca spion di atas kepalanya karena penasaran.
"Sepertinya Yas menyukaimu Mbok"ujar Seruni ,ia tersenyum mendengar tawa Yas yang receh.
"Ah i-iya Non"Ummi KALSUM justru bergidik ngeri, tiba-tiba ia pias ketakutan.Ada rasa cemas dalam dirinya kepada baby Yas.