SERUNI

SERUNI
BAB 113 Kembali ke Asrama



Tok tok tok tok tok


"Bapak..."seru Khumaira sambil terus menggedor pintu kamar orang tuanya.


CEKLEK


Bu Raudah muncul dari balik pintu.


"Mai??"Bu Raudah heran melihat putrinya seperti orang ketakutan,ia menerobos masuk begitu saja menabrak bahu Ibunya.


"Kamu kenapa Mai??"Bu Raudah menghampiri setelah menutup rapat-rapat pintu kamarnya.Khumaira menempel ke Pak Ramli sambil memeluk ketakutan.Pak Ramli tahu apa alasan putrinya begitu, karena ia juga baru saja mengalami hal yang mengerikan.


Bu Raudah menatap suaminya tak mengerti.


"Sudah Bu Jangan ditanya-tanya dulu Mungkin dia shock"ucap Pak Ramli memberikan alibi untuk putrinya.


"Shock ??shock kenapa? apa dia diperlakukan tidak baik sama tunangannya?"Bu Raudah masih saja ingin tahu.


"Bu tolong diam jangan banyak bicara deh!! lebih baik Ibu diam aja di sini temani Mai"Timpal Khumaira mulai kesal.Bu Raudah terpana dengan tanggapan putrinya,namun ia pun menurut duduk di bibir kasur disisi putrinya.Pak Ramli mengelus punggung Khumaira, berusaha menenangkan ketakutan putrinya.Meskipun dia sendiri masih trauma untuk kemana-mana.


"Emmmm Tunangan mu kemana?"Tanya Bu Raudah.


"Di kamarnya "jawab Khumaira ketus ,Bu Raudah bangkit.Ia berinisiatif untuk bertanya kepada Ba'im agar lebih jelas.


"Ibu mau kemana ??"Tanya Khumaira cepat.


"Mau menemui tunanganmu"jawab Bu Raudah tanpa menoleh.


"Mau apa Buk?"Seru Khumaira lagi namun diabaikan.


"Pak...Ibuk itu mau kemana?"


"Sudah biarkan saja dia mau kemana? yang penting kita aman disini "Tukas Pak Ramli .


"Tapi Mai takut Pak ,Mai melihat Nayla tadi"


"Bapak juga... sepertinya ada orang yang telah membongkar pagar rumah kita"


"Iya Pak,kalung jimat inipun sepertinya sudah tidak berfungsi sebagai mana mestinya.Coba Bapak tanya sama Ki Darma"Khumaira memberikan usulan.


"Sudah...tapi nggak diangkat"


"Coba nanti bapak pergi ke rumahnya, sekalian Bapak minta ramuan pemikat"


"Kemarin Bapak sudah dari sana untuk minta ramuan pemikat,tapi belum sempat Bapak kasih sama tunangan mu"Pak Ramli tak bisa menahan senyumnya.


"Kenapa Bapak senyum-senyum ??"


"Sebenarnya kamu tidak membutuhkan ramuan pemikat lagi,toh Tuan Muda sudah pasti terpikat dengan mu"Pak Ramli mencubit hidung anaknya.


"Terpikat apanya Pak,wong tadi aku mau peluk aja dia menghindar "


"Loh bukannya kamu sudah tidur berdua sama dia?"


kHumairah diam, ia berusaha mengingat semuanya.


"Rasanya tidak deh Pak, kemarin aku???aku nggak sengaja minum air jus yang aku siapkan untuk Tuan Muda.Aku ketiduran nungguin Tuan Muda bersih-bersih, bangun-bangun aku haus langsung aku minum aja tuh air jus.Pas udah habis baru aku ingat kalau air jus itu ada obatnya "


"Aduh"Pak Ramli tepuk jidatnya sendiri"kok bisa kamu mini sendiri,terus?? gimana ceritanya kamu bisa tidur di dalam berdua sama Tuan Muda ?"


kHumairah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Emmmm kayaknya obat itu bekerja,Mai gedor-gedor pintu kamar Nayla .Terus Mai ngajak Tuan begituan,tapi....Mai ketiduran deh"


"Kamu kok bisa yakin kalau kamu belum diapa-apain,Nayla aja lupa kalau habis digilir "


"Karena...???karena Mai nggak ngerasain apa-apa Pak.Mai baik-baik saja,baju Mai pun tetap utuh"


Pak Ramli mengangguk pelan, ia menggigit bibir bawahnya.


"Kamu kapan rencana balik ke asrama ??"


"Hari ini Pak,sama Tuan Muda"


"Tunda aja dulu yah, sebelum Tuan Muda minum ramuan pemikat"


kHumairah berpikir sejenak.


"Mai akan coba Pak"


___


Bu Raudah yang berencana menemui tunangan anaknya ke Kamar Nayla, tidak jadi.Dikarenakan ia melihat Ba'im tengah menyapu di ruang tamu.Bu Raudah pun menghampiri,ia berbatuk -batuk kecil.


"Emmm Mai kenapa?"tanya Bu Raudah agak sedikit ragu.


"Kenapa apanya Bu?"


"Kok dia kayak panik dan ketakutan gitu tadi"


Ba'im menggeleng pelan.


"Saya juga tidak tahu Bu...ohya Bu...bentar lagi saya pamit pulang yah.Kalau Khumaira ingin pulang ke asrama bareng saya, katakan padanya agar dia siap-siap "


"Bentar Ibu belikan nasi uduk dulu di warung depan..."


"Tidak perlu repot-repot Bu"tolak Ba'im sopan.


"Nggak repot kok...bentar aja"Bu Raudah pun keluar untuk membeli nasi uduk untuk sarapan pagi keluarganya.


___


Keluarga besar Pak Ramli sarapan pagi bersama seperti tidak terjadi apa-apa.Ba'im pun memilih untuk bersikap biasa saja agar tidak mencurigakan.Pak Ramli dan Khumaira saling berkode melalui pandangan mata.


"Tuan Muda..."panggil Khumaira lembut.


"Iya Mai..."


"Tuan Muda jadi mau pulang hari ini ?"


Ba'im menjawab dengan anggukan karena ia baru saja menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Emmm gimana kalau pulang besok saja Tuan?saya masih kangen sama Bapak dan Ibu"


"Yah tidak apa-apa jika kamu memang ingin begitu,saya bisa pulang sendiri "


"Bu-bukan be-gi-gitu "Khumaira melambai-lambaikan tangannya menolak untuk pulang sendiri.


"Lalu?"


kHumairah menatap sang Ayah untuk meminta bantuan,tapi Pak Ramli pun tidak bisa mengatakan apa-apa.


"Kenapa Mai?"Ba'im bertanya lagi.


"Ah tidak...tidak apa-apa.Biar saya ikut Tuan Muda saja"kHumairah menundukkan kepalanya.


"Loh jangan begitu... nanti kalau perlu aku akan jemput kamu kalau kamu memang ingin lebih lama lagi disini.Mau berapa lama? seminggu ??dua minggu??atau sebulan??"


"Katakan saja kamu mau berapa lama,nanti aku akan urus perizinannya "


kHumairah tidak segera menjawab,ia menatap sang Ayah lalu menunduk kembali.


"Untuk apa kalau Tuan Muda tidak ada disini...lebih baik Mai balik saja ke asrama.Mai tidak bisa kalau lama-lama tidak melihat Tuan Muda,Mai pasti akan rindu"ucap kHumairah jujur.Ba'im tersenyum tipis.


"Kalau begitu, bersiap-siaplah... sebentar lagi kita pulang"Titah Ba'im . Khumaira mengangguk pasrah.


___


Saat Khumaira tengah mengemasi barang-barangnya,Pak Ramli menghampirinya .Ia memberikan buntalan yang dibungkus plastik.


"Apa ini Pak?"


"Itu ramuan pemikat,kamu harus bisa memberikannya kepada tunangan mu"jawab Pak Ramli . Khumaira mengangguk patuh,ia segera menyimpan bungkusan itu ke dalam ranselnya.


"Dan kamu harus berhati-hati,jangan mudah terkecoh oleh penampakan Nayla .Itu semua hanya ilusi.Dia sudah mati,ingat itu"


Sekali lagi Khumaira mengangguk.


"Ya sudah... hati-hati ya disana.Raihlah kebahagiaan mu Nak"Pak Ramli mengecup kening putrinya dengan penuh rasa sebak di dada.Entah kenapa? kHumairah meneteskan air mata.Ia merasa kalau ia akan berpisah selama-lamanya dengan Sang Ayah.Dengan penuh kasih,Pak Ramli mengusap air mata putrinya.


"Kok tumben jadi cengeng sih??"


"Entahlah Pak,kok perasaan Mai jadi nggak enak gini"


"Nggak enak gimana?"Pak Ramli membelai lembut rambut putrinya.


"Nggak tahu... pokoknya nggak enak banget,kayak mau nangis aja.Apalagi tahu kalau pagar pelindung di rumah ini ada yang bobol"


"Kamu tidak usah khawatir,bentar lagi Bapak akan langsung menemui Ki Darma ke rumahnya"


"Yang bener??"tanya Khumaira kurang yakin,Pak Ramli mengangguk sembari tersenyum.


"Huuuffff kalau begitu,Mai bisa tenang"


Pak Ramli tersenyum lembut.