SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 103



"Kau dengar tadi kan??Yas meminta agar jangan pernah meninggalkan nya.Berniat ingin pergi pun tak boleh"ujar Nabila begitu bersemangat.Pasangan Kujang hanya geleng-geleng kepala.


"Kau harus dengar baik-baik apa yang aku katakan sekarang.Walau bagaimanapun kehidupan ku nanti, aku tidak akan pernah meninggalkan Yas.Aku bersumpah!! sekalipun jiwa sudah terlepas dari raga ku.Aku tidak akan pernah meninggalkan YAS"


Pasangan Kujang terhenyak kaget.


"Kau sadar apa yang kamu ucapkan Nabila ??"


"Yah!!aku sadar "Nabila menjawab yakin.


"Apa kamu mengerti apa makna dari ucapan mu itu?"


"Aku tahu!!"


"Kau akan menjadi arwah penasaran Nabila "


"Tidak mengapa,itu janji ku dan itu sebagai sumpah setia ku.Aku tidak akan pernah meninggalkan YAS meskipun jasad ku sudah menjadi abu.Kecuali,dia meminta ku pergi.Maka...aku akan pergi "


*


*


Seruni kembali ke kamar nya dengan bebelan yang tak terdengar.


"Kenapa sayang ??"tanya Steven menyambut kedatangan istrinya.


"Itu sayang...aku mencium hal aneh dari kamar Yas.Tapi setelah dibuka malah Kujang bikin aku marah.Sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan.Aku yakin itu"


"Terus,,,apa kata Yas?"


"Dia tidak mengatakan apapun,dia terlihat shock melihat kamar nya berantakan gara-gara ulah Kujang "


"Ya sudah jangan terlalu dipikirkan sayang...kamu sedang hamil sekarang.Jadi tidak boleh stres.Kasihan anak kita dalam perut mu itu"


Seruni menunduk menatap perutnya yang semakin membesar.Perlahan ia mengusap perutnya.Dihirupnya udara sebanyak-banyaknya agar pikiran nya sedikit tenang.


"Nah gitu dong,,, jangan terlalu memikirkan Yas,dia sudah dewasa.Jadi pasti tahu apa yang harus dan tidak boleh ia lakukan.Lagi pula dia kan anak yang bijak sejak kecil"


"Iya sih Mas... hanya saja, aku takut Yas salah dalam pergaulan.Aku takut sifat buruk Kak Reyhan menurun padanya"


"Aku yakin nggak sayang,,,kita mendidik Yas dengan sepenuh hati.Dan sejak kecil,dia tidak pernah membohongi kita.Jujur aku bangga sama dia, dan aku sangat berharap.Anak kita akan bisa kita didik seperti halnya kita mendidik Yas "


Seruni tersenyum tipis,ia mengangguk setuju dengan keinginan suaminya.


*


"Kujang. ..apa yang kamu lakukan ???"Yas masih sangat shock melihat kekacauan di kamar nya.


"Kalau aku tidak melakukan ini? pasti kamu tidak akan mudah terlepas dari interogasi Seruni "


Kujang melompat turun,ia mengibas tubuhnya agar bulu-bulu kapuk yang menempel di badannya rontok.


UHUK UHUK


Yas jadi batuk-batuk dan dilanjutkan dengan bersin-bersin akibat bulu itu masuk ke hidungnya dan mulutnya.


"Pokoknya aku nggak mau tahu, keluar dari toilet.Kamarku harus kembali rapi"tegas Yas kesal,ia masuk ke kamar mandi.


"Eh enak aja..ini aku lakukan untuk menolong mu"Seru Kujang lantang.


"Terserah!!"jawab Yas dari dalam kamar mandi.


"Kalau tahu begini, nggak ku tolong kamu Yas"


*


*


Jampi-jampi yang dikirim oleh Sari kepada Yas kembali menghantam tubuhnya.Sehingga membuat Sari harus terpelanting ke belakang dan menyemburkan darah segar dari mulutnya.


"Kurang ajar... ternyata dia sangat hebat.Aku harus meminta bantuan kepada guruku"


Sari memegang dadanya yang berdenyut sakit, pukulan itu begitu melukai bagian dalam tubuhnya.


Ia merangkak mengambil ponsel,lalu mendail nama gurunya.


"Hallo..."Sapa Sari dengan menahan sakit yang luar biasa.


"Ada apa Ndok??"


"Sari...sari punya musuh Mbok"


"Musuh??terus??"


"Sari tidak mampu melawannya, pagarnya tangguh Mbok"


"Terimakasih Mbok"


Talian pun terputus,Sari tersenyum senang.


"Kalau guruku sudah turun tangan,maka habislah kau"gumam Sari penuh keyakinan.


Ia menunggu beberapa saat sang guru menghubunginya kembali.Benar saja,selang beberapa saat ponselnya berdering.


"Iya Mbok?"Sari langsung menjawab.


"Aku akan datang mengunjungi mu, tunggu aku"


"Baik..."


Mendengar sang Guru akan datang berkunjung, Sari sangat senang.Tujuannya akan lebih mudah jika Gurunya sudah turun tangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esoknya, Nicta melihat Yas bersenda gurau dengan Nabila.Ia cemburu,hatinya dongkol karena Sari ternyata hanya ngapusi saja.


"Menyesal aku percaya sama dia, buktinya!tidak terjadi apa-apa,malah Yas semakin mesrah dengan OB itu"Nicta membebel sambil menatap dirinya di dalam cermin.


"Kau membicarakan ku?"


Nicta tersentak kaget begitu ia melihat Sari berada di cermin.Tapi saat dilihat ke sisi samping tidak ada siapapun disana.Nicta sendirian di dalam toilet.


"Ka-kau ??"


Semua terkesan diluar nalar, Sari berada di dalam cermin tapi di sebelah Nicta tidak ada wujudnya.Sari tersenyum sengit.


"Sekarang kamu percaya, kalau aku bisa melakukannya ??"


"Ti-tidak... buktinya Yas malah semakin mesrah dengan OB itu "bantah Nicta.


"Tunggu saja Nicta,nanti kamu akan berterima kasih padaku"Jawab Sari.Nicta tidak bisa berkata apa-apa,ia terpaku dengan Sari yang berada di dalam cermin tersenyum padanya.


"Nicta...."


Nicta tersentap kaget mendengar ada yang memanggil nya.Ternyata teman sekelasnya.


"Kamu kok ngeliatin cermin Sampek kayak gitu ??ada apa di cermin "Temannya itu turut bercermin.


"Nggak ada apa-apa... hati-hati loh Nic,kata orang tua pamali liatin kaca lama-lama.Bisa-bisa kesedot nanti kamu"


Nicta mengangguk gugup,ia pun keluar dari toilet dengan terburu-buru.Teman Nicta merasa aneh dengan sikap Nicta tersebut.


*


Nicta berjalan seperti orang ketakutan,ia sesekali menoleh ke belakang takut ada yang mengikuti.Sampai tak sengaja ia menabrak seseorang.


"Ah maaf..."Nicta semakin panik, ia mendongak dan tatapannya membeku.Rupanya yang ditabraknya adalah Yas.Tatapan dingin pria itu seperti cekikikan yang menyesakkan dadanya.Nicta memilih untuk pergi,tapi tangan Yas mencekal lengannya.


"Aku ingin bicara denganmu"


"Hah?"Nicta dibuat semakin ketakutan.


"Bi-bi-bicara apa?"


Yas tak mengatakan apapun,ia langsung menyeret tubuh Nicta untuk ikut dengannya.


"Yas...Yas...lepasin aku...Yas"Nicta panik,kulitnya yang putih susu makin terlihat seperti mayat hidup.


Yas tidak menghiraukan permohonan Nicta,ia terus saja membawa gadis itu ke belakang sekolah.Mendorongnya ke dinding dan menekan bahunya.


"Yas....apa yang kamu lakukan ?"Gemetar tubuh Nicta, hampir saja ia pingsan karena ketakutan.


"Seharusnya aku yang nanya,apa yang kamu lakukan padaku Nic?"


"A-a-apa maksud mu?"Nicta tidak ingin mengaku Meskipun tubuhnya sudah panas dingin.


"Kau pikir aku tidak tahu ??Dia ada hubungan apa denganmu ?"


"Dia???Di-dia siapa ?"


BHUK


Yas menghantam dinding tepat disebelah wajah Nicta.Gadis itu langsung menahan nafas,terdiam tak berkutik.


"Jangan membohongi ku Nicta,aku benci seorang pembohong "Dada Yas naik turun,ia sudah berusaha untuk menahan amarahnya.


Nicta menundukkan wajahnya, keningnya meneteskan keringat dingin.Tubuhnya menggigil.