SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 95



Nicta tanpa sengaja melihat Yas menaiki tangga.Ia diam-diam membuntuti,hingga tiba di atap sekolah.


Yas melompat naik ke dinding pembatas sekolah lalu berjalan di atasnya.Ia sangat suka sekali dengan pemandangan dari atap sekolah.Sampai akhirnya ia menyadari keberadaan Nicta yang sedang memperhatikan dirinya.


Yas duduk memunggungi dengan kaki menjuntai ke bawah,Karena Yas sudah melihat dirinya.Nicta pun turut naik ke atas pembatas atap dan duduk di samping Yas.


"Ternyata bagus juga ya pemandangan sekolah dari sini"ujar Nicta,yang pastinya Yas diam tak bergeming.


"Kamu selalu kesini?"Nicta bertanya meskipun Yas tak merespon.


"Hemmmm Yas... meskipun kamu tidak memberikan komentar apapun,izinkan aku curhat sama kamu ya?Karena disekolah ini,hanya kamu yang tahu sebagian kisahku"


Yas tetap diam.


"Setelah aku kembali ke rumah,Papa berencana menjodohkan aku dengan seseorang.Namanya Raja,anak pemegang saham terbesar di perusahaan.Tapi aku menolak, karena dia pernah kepergok berciuman Dengan Erika di depan mataku"


"Tapi aku heran,saat aku utarakan penolakan.Erika mengira aku sombong dengan mengatakan aku tidak mau bertunangan dengan Raja karena dia bekas kekasihnya.Padahal dia sendiri yang tidak terima kalau aku bertunangan dengan Raja.Gimana sih?"


"Menurut kamu,maunya Erika itu apa sih?"


Yas tidak segera menjawab,namun Nicta bisa melihat bahwa Yas sedang berpikir.


"Orang kalau sudah busuk hati,semua barang mengenai seseorang yang dibenci.Meskipun hal itu demi dia juga,akan menjadi kebencian baginya"


Nicta mengangguk mengerti.


"Aku tahu Yas, mungkin keberadaan aku di rumah itu tidak akan lama.Karena posisi ku yang tidak menguntungkan.Seluruh penghuni rumah itu tidak suka padaku, kecuali Papa.Salah satu cara untuk memperkokoh kedudukanku di rumah itu dan juga perusahaan, sudah aku tolak"


"Jika Papa sudah tiada nanti, pasti aku akan diusir dari rumah tersebut.Itu sangat pasti,kalau perlu mungkin saat keranda mayat Papa diusung.Aku juga harus pergi bersama keranda itu"


"Berarti kamu harus melakukan sesuatu mulai sekarang ini"Yas memberikan masukan.


"Melakukan apa?"


"Aku pernah dengar saat kamu marah-marah di rumah sakit kepada pengawal pribadi mu.Bahwa kamu dan Ibumu sama sekali tidak pernah menyentuh uang yang ditransfer oleh Papamu"


Nicta terperanjat..


"Kamu???"


"Yah.. itulah saat pertama kali aku melihat mu"


Nicta tersenyum tipis.


"Jadi saat di kuburan itu kamu mengikuti ku?"


Yas mengernyitkan keningnya.


"Ih kamu Yas...sok Cool ,padahal kamu menyukai ku"Wajah Nicta merona merah.Yas hanya geleng-geleng kepala.


Emil melihat pemandangan itu dari bawah, hatinya terenyuh sakit.Tangannya mengepal memukul ringan tiang penyangga atap koridor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat jam pulang sekolah,Yas apes sekali.Bagaimana tidak? bensinnya habis.Kok bisa dia teledor.Walhasil,ia mendorong sepeda motornya.


Rupanya hari apes tidak ada dalam kalender,penjual bensin eceran yang tidak jauh dari sekolah tutup.Yas harus mendorong lagi.Oklah!! hitung-hitung olahraga.


Namun, tiba-tiba langkah Yas terhenti karena melihat Bona dan teman-temannya sedang mengganggu seorang gadis.Gadis itu berhijab,dan sepertinya dia sedang jualan.Karena Bona menggoda gadis itu sambil makan kue jualan gadis tersebut.Teman-temannya pun tidak jauh berbeda.Ternyata Bona belum sadar juga.


Yas menstandar motornya,ia berniat menegur.Tapi tiba-tiba Bona terjungkal ke belakang.Melihat Bona terkena pukulan gadis itu, teman-temannya tidak tinggal diam.Mereka menyerang,tapi gadis itu seperti sudah terlatih.Ia menghindar dan memukul, menendang membuat semua teman-teman Bona bertumbangan.


Wussss


Sebuah timba terbang ke arah Yas, untung Yas sempat menghindar dengan menarik punggung hingga melengkung seperti orang khayang.


Belum lagi Yas menegakkan punggungnya, sebuah tangan menyerang untuk menjotos wajahnya.Yas terpaksa melayani serangan gadis itu.Ia hanya menghindar saja,tanpa membalas serangan si gadis.


Saat gadis itu menyerang dan tubuhnya menjadi tak berjarak.Yas merasakan ada getaran dalam hatinya yang membuat nya sedikit gugup.


Bona dan teman-temannya jadi bingung sendiri karena Yas ikut diserang oleh gadis itu.


"Kita kabur aja yuk"ajak yang lainnya.


"Enak aja"hardik Bona.


"Tapi pasti kita akan kena sama Yas"


"Kalau pun kita kabur,Yas akan tetap menghakimi kita saat di sekolah.Dia sudah pasti melihat tingkah laku kita tadi sama Nabila"Jawab Bona.


"Iya juga sih"


_


"Lepasin!!"Nabila berontak,ia sudah terkunci oleh gerakan Yas.Namun Yas tidak melepaskannya.


Tiba-tiba tanpa diduga, Nabila menendang dengan mengangkat kakinya sampai lurus menyentuh wajahnya.Hingga tepat mengenai kening Yas.


Alhasil,Yas terjejer ke belakang dan melepaskan kuncian pada tubuh Nabila.Gadis itu berlari pergi dengan menaiki sepeda listrik.Yas memperhatikan kepergian Nabila,ia terpegun.Sekilas ia melihat kelibat Kujang yang melompat gesit mengikuti si gadis.


"Kujang ??-"


Bona dkk seperti salah tingkah,mereka bergerak sedikit demi sedikit menjauhi Yas.


"Siapa dia ?"


Suara Yas seketika membuat Bona dkk seperti menjadi patung.


"Eeeee Nabila ...yah namanya Nabila.Cantik ya Yas hehehehehe emang dia cantik tapi judes"jawab Bona disertai senyuman Kuda.


"Dimana rumahnya ??"


"Wuih kamu mau langsung ngelamar?"goda Bona,tapi tatapan Yas yang datar dan dingin langsung menciutkan nyali Bona.


"UPS sorry,aku nggak tahu dia tinggal dimana?Tapi setiap hari dia akan ke sekolah nganterin donat ke kantin.Dan siang hari dia akan datang kembali untuk mengambil donat sisa dan juga hasil dari penjualan hari ini "Bona menjelaskan secara detail.Yas mengangguk mengerti.


"Apa setiap hari kamu menggodanya dan kena hajar sama dia?"


"Ah nggak kok Yas,baru kali ini aja.. sumpah "Bona mengangkat dua jarinya.Yas tersenyum menahan tawa.Ia pun kembali mendorong sepeda motornya.Bona memberi kode kepada yang lain, mereka pun berlari mendekati Yas dan memaksa mengambil alih mendorong sepeda motornya.


"Kenapa sepedanya ?"tanya Bona.


"Kehabisan bensin"


"Oh ya udah serahkan saja kepada kami,ok!!kamu duduk saja istirahat di warung tuh,minum kopi atau apalah.Masalah sepeda kami yang urus"


Belum sempat Yas menjawab,Bona sudah berlari.Beramai-ramai mendorong sepeda motor Yas.


Akhirnya Yas mengikuti ucapan Bona,ia menunggu di warung sambil memikirkan tentang Kujang yang mengikuti gadis yang bernama Nabila itu.


"Kenapa Kujang mengikuti dia?"


Sayang sekali Yas tidak tahu caranya memanggil Kujang.Selama ini Kujang datang sendiri kehadapannya.Yas mengambil ponselnya,ia ingin menghubungi sang Ayah.


"Halo..Yas"


"Assalamualaikum Ayah"


"Wa'alaikum salam Nak..ada apa?"


"Emmm Kujang Ayah..."


"Kenapa dengan Kujang ?"


"Dimana Kujang Ayah?"


"Kau membutuhkannya ??baik akan Ayah suruh kesana"


"Emmmm i-iya Ayah"