SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 118



Yas memainkan rem kopling, membuat tubuh Nicta terdorong semakin menempel saja.


"Woy...kamu bisa naik motor nggak ?"seru Nicta mulai kesal.Yas diam-diam tersenyum dibalik helm topong nya.


"Isy...maunya apa sih?"


"Di depan ada polisi,apa kau akan berpura-pura gila lagi?"


"Hah??"Nicta mencondongkan wajahnya ke depan.


"Di depan ada polisi,apa kau akan berpura-pura gila lagi?"Yas mengeras kan suaranya.


"Hahahahahaha...ogah..."sahut Nicta disertai tawa.


"Lalu bagaimana ???kau tidak pakai helm"


"Tancap gasssss"


Yas tersenyum,ia pun tancap gas hingga mencapai 120km/jam.Membuat rambut Nicta berterbangan tertiup angin.Nicta memeluk erat tubuh Yas karena kecepatan tersebut.Hingga tanpa disadari,mereka sudah sampai ke tempat tujuan.


"Wuuuu seru guys"Nicta tampak menikmati perjalanan itu.Ia turun dari atas sepeda motor.


"Terimakasih..."Nicta berbalik pergi.


"Eh tunggu"


"Hem-?"Nicta menoleh,Yas turun dari atas sepeda motornya dan menghampiri.Ia merapikan rambut Nicta yang acak-acakan karena tertiup angin tadi.


Nicta tercengang,jarak diantara mereka sangat lah dekat.Hingga menciptakan debaran yang menyakitkan dada.


"Aku bisa menyisirnya, terimakasih"Nicta berlari masuk ke dalam tanpa menoleh lagi.Ia tidak tahan dengan perasaan ini,entah kenapa??Nicta begitu takut perasaan ini akan menaklukkan jiwanya.


Yas terdiam, tangannya bergerak turun dengan perlahan.


Raja yang kebetulan berada di rumah Nicta melihat pemandangan itu dari atas balkon.Ia mencengkram kuat teralis besi yang menjadi pembatas balkon.


"Hey!!"


Valo menepuk pundak sahabatnya itu,Raja menoleh dengan agak sedikit terkejut.


"Kok melamun ??"


"Ah tidak apa-apa"


Valo turut memandang ke arah mata Raja tertuju.


"Siapa dia?"Ia masih sempat menangkap punggung Yas yang hilang dibalik pepohonan yang rindang.


"Yang membawa lari Nicta dari hadapan ku"


"Ohhh..kau cemburu ??"goda Valo"Ingat Bro,kamu tidak boleh jatuh cinta kepada Nicta... Kalau kau sampai jatuh cinta, rencana kita akan gagal total "


"Ini bukan masalah cinta,tapi aku pantang dikalahkan.Apalagi oleh anak bau kencur seperti itu ?? Motor gede,nyali Cemen"


Valo tersenyum kecut.


"Berarti kamu harus mengambil jalan pintas "


Raja langsung menoleh, tatapannya beradu.Valo menyunggingkan senyuman penuh arti.


"Apa kau yakin??"


"Lakukan saja, yang penting tujuan kita tercapai"


Raja tersenyum lebar.. keduanya saling mengangkat alis.


*


*


Raja menghampiri Tuan Mahendra yang tengah sibuk dengan komputer nya di tepi kolam.


"Selamat malam Om"


Tuan Mahendra menoleh,ia tersenyum seraya membuka kaca matanya.


"Raja..."


Dengan santunnya Pria itu mencium punggung tangan Tuan Mahendra.


"Kapan datang ?"


"Tadi siang Uncle, kebetulan saya dan Valo sedang rapat dalam satu tender .Jadi usai rapat,kami singgah.Sambil lalu saya ingin minta ijin Uncle untuk mengajak Nicta makan malam.


"Ohhh baiklah,apa kamu sudah mengutarakan keinginan mu kepada Nicta ?"


"Belum Uncle, kalau saya yang mengatakan nya langsung,saya yakin Nicta akan menolak.Seperti halnya tempo hari saat saya menjemputnya ke sekolah "


"Hemmmm"Tuan Mahendra manggut-manggut..


"Baiklah...saya akan menemui nya "


Tuan Mahendra bangkit lalu pergi ke kamar putrinya.


TOK TOK TOK TOK


"Siapa??"Terdengar seruan dari dalam,tapi bukan lah suara Nicta.


"Aku..."Jawab Tuan Mahendra datar dan mendalam.


"Papa...ada apa?Bukankah jam makan malam masih lama"


"Kamu akan makan malam di luar ,jadi bersiaplah"


"Aku???sama Papa?"


"Sama Raja"


"Ogah!!"


"Nicta!!?"Tuan Mahendra meninggikan suaranya.Sampai Nicta dibuat terperangah kaget.Tidak pernah sama sekali Tuan Mahendra marah kepadanya,apalagi sampai meninggikan suara.


"Kapan kamu bisa nurut sama keinginan Papa??Dari dulu kamu selalu semaunya sendiri.Tidak pernah kamu patuh kepada Papa,padahal Papa sudah menuruti semua keinginan mu"


"Tapi Pa..."


"Tidak bisakah kamu menjadi sesuatu yang bisa banggakan ??"potong Tuan Mahendra cepat.


"Nicta akan menjadi seseorang yang Papa banggakan,tapi bukan sekarang Pa"bujuk Nicta .


"Kapan?? setelah Papa meninggal ?"


"Papa...kenapa Papa bicara seperti itu ?"


"Papa sudah tua nak...Papa hanya ingin ada seseorang yang bisa melindungi mu kelak kalau Papa sudah tiada.Karena Papa tahu,Valo tidak begitu perduli padamu"Suara Tuan Mahendra mulai melunak.Nicta menundukkan kepalanya.


"Papa mohon... sekali ini saja,berikan Raja kesempatan untuk menjadi sesuatu yang kamu inginkan "


Nicta menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya cepat.


"Baiklah Pa... Nicta akan bersiap-siap"Jawab Nicta dengan setengah hati.Tuan Mahendra tersenyum tipis.


"Terimakasih sayang.."Ungkapnya.Nicta mengangguk lemah.


*


*


Seperti yang sudah direncanakan dengan matang,Raja membawa Nicta ke sebuah restoran yang merangkap dengan hotel berbintang lima.Disana Valo sudah mengintai dari tempat yang tidak terlihat oleh Adik tirinya.


"Kau sangat cantik malam ini"puji Raja tanpa berkedip,


"Terimakasih"balas Nicta dengan acuh tak acuh.


Hidangan sudah tersaji,semua adalah makanan Favorit Nicta.Kedua mata gadis itu berbinar.Cacing dalam perutnya kompak melolong bak paduan suara.


"Dari mana dia tahu makanan kesukaan ku"monolog Nicta dalam hati.


"Ayo makan..."tawar Raja,Nicta mengangguk ragu.Ia pun menyantap makanannya dengan lahap.Tanpa menaruh curiga sedikitpun.


Selang beberapa menit Nicta merasa tubuhnya panas.Rambutnya yang tergerai ia sanggul karena kegerahan.


"Kok panas banget ya..."


"Mungkin mau hujan"


"Ohhhh... Kalau gitu kita pulang yuk,kan udah selesai makan nya"


"Emmmm baiklah,aku ke toilet dulu sebentar"


"Jangan kabur tawuk,entar aku pulak yang bayar"


"Bisa dipecat jadi mantu kalau sampai aku lakukan itu padamu"goda Raja dengan senyuman mautnya ,Ia bangkit lalu meninggalkan Nicta.


"Hemm sebenarnya kau tampan Raja,tapi kau bajin9an "gumam Nicta.


Tetiba kepala Nicta terasa berdenyut denyut, pandangan matanya buram.Lampu-lampu yang temaram seperti menjadi 5kali lebih banyak dari sebelumnya.


Raja menghampiri dengan senyuman penuh nafsu.Valo juga mengikuti langkahnya.


"Hem kamu udah datang...yuk pulang aku pusing"Nicta bangkit dengan susah payah tapi dia ambruk jatuh dalam pelukan Raja.Pria segak itu dengan mudahnya menggendong tubuh Nicta dan dibawanya masuk ke dalam kamar yang sudah ia boking.Valo terus saja mengekor.


"Selamat bersenang-senang... kalau dia bukan adik tiriku,sudah ku gasak habis dia"ucap Valo, tatapannya penuh birahi dengan tubuh Nicta yang sudah terkapar tak berdaya.Raja tersenyum tipis...


"Yas...."Nicta meracau seperti biasa,ia melenguh kepanasan.Hasratnya naik dalam beberapa saat.


*


Yas yang tengah menikmati makan malamnya tersedak hingga terbatuk-batuk.Seruni menyodorkan segelas air, disela-sela batuknya ia menerima pemberian Bibiknya.Lalu menegaknya perlahan.


"Yas...."


Sebuah desauan angin hinggap di Indra pendengaran nya.Yas tersentap, perasaannya mendadak tidak nyaman.Ia tahu suara siapa itu ?


"Kenapa Yas?"Seruni dapat menangkap raut kebingungan dari wajah keponakannya itu.


"Emmm Yas ke kamar dulu aunty"


Seruni mengiyakan...


"Mari Uncle"


"Iya Yas..."jawab Steven.


Yas gegas dengan disertai larian kecil menuju kamarnya.Ada sesuatu yang harus ia lakukan.