
Seluruh keluarga berkumpul di Meja makan, mereka tak ada yang membuka suara saat Yas dan Nicta turut hadir dalam acara sarapan pagi.Wajah masing-masing menampakkan kecemasan, ketakutan, ketidak sukaan.Dan Anehnya Nicta bisa membaca apa yang mereka pikirkan.
"Apakah dia akan makan roti??"tiba-tiba Uzma membuka suara.Entah siapa yang diajaknya bicara, tatapannya justru tertuju kepada putri yang duduk di sebelahnya.
"Sayang... jangan bicara seperti itu "Reyhan menengahi.
"Hem sial sekali nasib putra kita Mas,Sudah nikah diam-diam, ditambah lagi sekarang malah berubah menjadi syetan"
"Ma ....Apa Mama tidak suka dengan Nicta ??"Yas membuka suara, Nicta yang duduk di sampingnya refleks memegang tangan suaminya agar ia tidak mengatakan apapun.
"Ibu mana yang rela anaknya menikah dengan syetan ??"Uzma menjawab.
"Apa bedanya dengan Yas?? bukankah sejak kecil Mama menganggap Yas bukan manusia ?Mama takut dengan Yas,Mama juga takut Yas dekat dengan Putri.Yas masih ingat bagaimana Mama murka karena Putri pingsan gara-gara Yas"
Semua terpana mendengar ucapan Yas.
"Yas mencintai Nicta,Yas juga bangga sama dia.Dia melakukan ini semua demi menyelamatkan semua orang yang terpengaruh oleh sihir Kunyang di rumah itu.Kalau saja terlambat, mungkin mereka akan selamanya menjadi Zombie.Dan jika mereka sampai keluar dari rumah itu sebagai Zombie.Tidak bisa dibayangkan bagaimana nasib manusia, termasuk Mama"
"Sayang... sudah ya.. tidak usah diperdebatkan... Kalau aku jadi Mama kamu...Aku pasti sepemikiran dengan nya"Nicta menyela agar Yas berhenti membela dirinya.Yas tersenyum tipis menatap wajah istrinya itu.
"Kalau kita tidak diterima di rumah ini,kita pergi saja sayang "ucap Yas kemudian.
"Yas...kau mau pergi kemana ??Ini rumah mu,bukan rumah Ayah dan Ibumu.Kalian tidak usah perdulikan ocehan Ibumu itu"Timpal Seruni cepat.
"Dek...coba kamu pikirkan,dia kalau sudah berubah menjadi setan gimana ?? Kalau sampai Lana sama Luna dimakan gimana ??"Bantah Uzma semakin menampakkan ketidak sukaannya.
"Permisi Nyonya,ada tamu"tiba-tiba Pembantu rumah Seruni datang menghampiri.
"Apa itu Papa?"tanya Nicta,
"Mungkin saja sayang"Yas menjawab.Nicta bangkit dan meluruh ke luar,Yas pun mengekori.
"Papa ..."
Tuan Mahendra Mengangkat wajahnya.
"Nicta..."ia bangkit dari duduknya.Nicta berlari memeluk sang Ayah,ia tak kuasa menahan tangis.
"Nicta sayang...kenapa kamu disini ?Hem...ayo kita pulang"
Nicta tak menanggapi,ia menangis dala pelukan Ayahnya tanpa mengatakan apa-apa.
"Nicta kamu kenapa Nak??kenapa kamu menangis seperti ini ??Hey!!dia kenapa??"Tuan Mahendra memanggil Yas yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Nicta nggak apa-apa Pa...Nicta cuma bahagia aja bisa ketemu sama Papa"Nicta segera menyahut.
"Maafin Papa ya sayang pasti kamu lama nunggu kepulangan Papa ya"
Pada saat itu Reyhan ,Seruni , Steven dan Uzma muncul.Mereka menyambut kedatangan Tuan Mahendra dengan selayaknya.
"Maaf Tuan...kamu tidak ada sambutan resmi"Ucap Reyhan .
"Ah tidak usah,saya hanya ingin menjemput Nicta saja"
Keluarga Yas saling berpandangan satu sama lain.
"Emmm mungkin Tuan belum mengetahui,jika putri Tuan sudah menikah dengan anak kami Yas!"
"Apa?!!?"Tuan Mahendra menatap Nicta penuh tanda tanya.
"Iya Pa ..Nicta sudah menikah dengan Yas"
Tuan Mahendra menganga,ia tak percaya dengan semua itu.
"Apa yang kamu pikirkan Nic?"
"Maaf Om... bukankah ini yang anda inginkan ??"Yas turut menjawab.
"Apa maksud mu??"
"Anda menginginkan Nicta menikah dengan pemilik Brunei Airline ?"
Tuan Mahendra menautkan kedua alisnya.
"Sayalah pemilik Brunei Airline, pewaris sah tahta kesultanan Brunei Darussalam.Tapi karena saya memilih untuk tinggal menetap di Indonesia,saya menyerahkan tahta kerajaan kesultanan Brunei Darussalam kepada sepupu saya Sultan Zubair.Tapi Brunei Airline memang milik saya"
Tuan Mahendra mengap tidak bisa mengatupkan mulutnya.Ia seperti tak percaya akan hal ini.Bola matanya bergulir menatap putrinya, Nicta tersenyum sambil mengangguk.
Kemudian senyuman terukir indah,Tuan Mahendra merasa seperti sangat beruntung.
"Aku tidak menyangka jika itu memang benar"
Semua tersenyum lega, kecuali Uzma .Ia merasa tidak rela Yas menikah dengan Nicta,Si Kunyang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yas duduk menyandar ke sebuah pohon rindang disebuah perbukitan kecil.Nicta dengan tenangnya tidur di pangkuan sang suami.
Mereka sengaja menghindari keramaian karena sama-sama ingin menenangkan diri.Sebentar lagi keluarga besar mereka akan melaksanakan pengesahan pernikahan mereka.
"Sayang...apa yang kamu pikirkan ?"tanya Yas sambil lalu membelai rambut istri nya.
Yas tersenyum simpul...
"Kita pindah saja yuk..."
Nicta beringsut duduk.
"Pindah kemana ??"
"Kemana saja,asal hidup diantara orang-orang yang tidak tahu siapa kamu...Bukan aku ingin menyembunyikan mu.Tapi...aku perhatikan sikap Ibuku terlalu menyakiti mu"
Nicta menundukkan wajahnya.
"Kita bina rumah tangga yang indah,dan akan tetap sekolah sebagaimana biasanya"
"Sepertinya kamu sudah merencanakan kita akan pindah kemana?"tanya Nicta,Yas mengangguk disertai senyuman.
"Kita ke Luar negeri, tempat baru,negara baru, suasana baru.Dan disana belum tentu ada yang tahu tentang mu.Kamu bisa bebas,tanpa takut ada yang tahu.Akan aku sediakan tempat untuk mu bisa berubah,dan akan aku sediakan semua makanan yang kamu butuhkan "
Nicta tersenyum tipis.
"Kamu mau kan sayang ??"
"Papa gimana ??"
"Bukankah Papa mu sudah terbiasa keluar negeri ??jadi itu bukanlah masalah baginya"
Nicta manggut-manggut...
"Kamu mau kan??-"Yas mengulang pertanyaannya.Nicta mengangguk dengan semangat.
"Bagus...Nanti aku akan meminta orang-orang ku untuk mengurus semuanya"
"Kenapa tidak pergi ke Thailand saja"Tetiba Kujang muncul dari balik pohon yang disandari oleh Yas.
Pasangan ini menoleh ke arah datangnya suara.
"Ada apa di Thailand ??"tanya Yas.
"Disana ada tumbuhan bersejarah yang bisa menyembuhkan Nicta"
Yas dan Nicta saling berpandangan satu sama lain.
"Kau tidak sedang bercanda kan Kujang ??"
"Aku sudah mencari tahu semuanya, carilah seorang Biksu yang bernama CING XING...Dia dulu seorang Kunyang.Dan sekarang sudah menjadi manusia biasa serta mengabdi di sebuah Biara"
Yas dan Nicta sama-sama tersenyum lebar.
"Kalian berhak bahagia karena Nicta menjadi Kunyang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menolong orang banyak.Ceritakanlah kepada CING XING tentang kenapa kamu bisa menjadi Kunyang?Aku yakin dia pasti mau membantu "
Yas berhambur memeluk Kujang,ini pertama kalinya Yas memeluk Kujang dengan penuh kehangatan.
"Terimakasih Kujang... terimakasih...."
Nicta mengesat air matanya,ia sangat terharu dengan kesetiaan Kujang.
"Aku senang kau bahagia Yas...selama ini tak ada sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum begitu lama.Akhirnya kau bertemu dengan Nicta yang pecicilan ini"
Nicta menutup mulutnya menahan tawa.
"Tapi aku minta maaf karena tidak bisa ikut serta...Luna sama Lana membutuhkan ku"
"Bukan karena pasangan mu sekarang tengah mengandung ?"Terka Nicta.Yas keheranan..
"Benarkah itu ??"
Kujang tersenyum malu.
"Aku bisa merasakan denyut jantung anakmu Kujang"tambah Nicta.
"Hehehehe iya..."
"Wah selamat ya Kujang,aku turut bahagia untukmu"
Kujang mengangguk.
SETELAH ACARA AKAD NIKAH RESMI DI LAKSANAKAN.YAS DAN NICTA LANGSUNG BERANGKAT KE THAILAND.MEREKA TIDAK MENGATAKAN JIKA HENDAK MENCARI OBAT, MELAINKAN PINDAH KE NEGERI GAJAH ITU.
TERNYATA BENAR APA YANG DICERITAKAN OLEH KUJANG,CING XING BERSEDIA MENGOBATI NICTA SAMPAI SEMBUH.DAN SEMUA ITU PROSES NYA LEBIH DARI 2TAHUN LAMANYA.SAMPAI NICTA BENAR-BENAR SEMBUH TOTAL.
MAAF JIKA CERITA KHAYALAN SAYA MENGECEWAKAN.TAK SANGKA BISA SAMPAI KE BAB INI.
SAYA RASA ENDINGNYA BEGINI SAJALAH YA... SEBENARNYA BISA DIPERPANJANG LAGI.TAPI NANTI KAYAK TERSANJUNG PULA, MUTER-MUTER KAYAK KUJANG MAKAN BUAH KECUBUNG 😂😂😂
MOHON DENGAN KEIKHLASAN NYA NGASIH BINTANG 5 YA UNTUK MENDUKUNG SERUNI LEBIH MAJU LAGI.
TUNGGU HASIL IMAGINASI SAYA SELANJUTNYA.
TAMAT