SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 77



Rifka terhantuk-hantuk... Kemarahan nya semakin terpancing.


KHAAAAAAAAAA


Ia menjerit kencang, mengeluarkan energi angin yang cukup kuat hingga Yas terdorong menghantam dinding.Para gank Gabriel pun terkena tampias dari angin ribut itu.Mereka merunduk,ada yang tiarap.Cermin jendela sampai retak hampir pecah.


Yas duduk bersila dengan segera ,ia memejamkan mata.Doa dibaca,dua jimat yang melingkar di lehernya tersembul keluar.Berputar cepat seperti ****** beliung, mendorong memukul mundur Rifka.Namun gadis yang sudah bukan manusia biasa itu terdorong kuat.Rifka menahan, perlahan kakinya terseret sedikit demi sedikit.Dan akhirnya tubuhnya terpental kuat.


Darah menyembur,hantaman itu telah meremukkan bagian dalam tubuhnya.Yas bangkit,ia mendekat dan menyeret Rifka dengan menjambak rambutnya.


"Tolong... tolong....Ampun... tolong lepaskan aku"


Rifka menghiba, namun Yas sepertinya sudah marah.Wajahnya datar tanpa ekspresi, menyeret tanpa rasa belas kasih.Meskipun Rifka terus mengaduh kesakitan karena tubuhnya diseret menuruni anak tangga.


"Yas..."


Pak Antoni sang guru BP terbelalak melihat insiden tersebut.Ia langsung menepis tangan Yas, melepaskan cengkeramannya di rambut Rifka.Gadis itu menangis tersedu-sedu.Setelah di bantu bangun oleh Pak Antoni,ia langsung memeluk sang guru.


"Apa yang kamu lakukan Yas??!!Berani kamu membully teman kamu didepan umum"Bentak Pak Antoni marah.Yas diam, namun tatapan matanya melawan seringai licik Rifka yang berpura-pura menangis dalam pelukan Pak Antoni.


"Cepat!!temui Bapak di ruangan BK sekarang!!"Pak Antoni merangkul Rifka lalu digiring pergi.Yas diam menatap tajam Guru BK yang pergi memunggungi, Rifka diam-diam menoleh.Seringainya seolah mencemooh Yas yang tak dapat berkutik.


"Yas..."


Lucas dan beberapa teman-temannya menghampiri.


"Mana Rifka ?"


Yas tak menjawab, ia malah pergi mengikuti arah tujuan Guru BK.Lucas memberi kode kepada anak buahnya untuk mengekori.


*


"Sudah kamu jangan takut ya...Bapak akan memberikan hukuman yang setimpal kepada Yas"Pak Antoni mengusap punggung Rifka lembut.Ia mempersilahkan anak muridnya untuk duduk.Niat hati ingin membela kaum yang tertindas,akan tetapi apa yang didapat ??Rifka bukannya duduk saat melepaskan pelukannya.Ia justru mencekik leher Pak Antoni dan mengangkatnya dengan mudah hanya menggunakan satu tangan.


Pak Antoni terbelalak,ia tersengal-sengal tanpa perlawanan.Cengkraman tangan Rifka begitu kuat.Bukan cengkraman tangan gadis yang terlihat lemah.


Yas membuka pintu dengan santai, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Tangan Pak Antoni tergapai-gapai dengan suara yang nyaris tak terdengar.Yas mengunci pintu rapat-rapat, menghalangi gank Gabriel masuk mengikuti.


Rifka tersenyum iblis, matanya yang menghitam memancarkan kebencian yang mendalam.


"Lepaskan dia?"tandas Yas tegas.Rifka hanya menarik sudut bibirnya,ia sama sekali tidak punya keinginan untuk melepaskan cengkeramannya.


Yas menggenggam erat dua jimat miliknya,lalu ia melemparkannya ke arah Rifka.Dua Jimat itu berputar cepat dan langsung mengitari leher Rifka.


Gadis itu tercekat, cengkeramannya terlepas.Ia seolah ditarik mundur hingga melayang menyandar ke dinding.Rifka berusaha melepaskan diri,namun putaran dua Jimat itu justru semakin mencekiknya.


Pak Antoni terjelopoh ke lantai,ia batuk-batuk dengan aturan nafas yang menyesakkan dada.


Rifka yang sudah terpojok, mengeluarkan sisa-sisa kekuatannya untuk menghipnotis Pak Antoni.Dalam hitungan detik dua pasang mata tua itu sudah berubah hitam pekat.


Ia bangkit dan menyerang Yas dengan mengangkat sebuah kursi lalu melemparnya.Yas menghindar,Pak Antoni menyerang kembali dengan mengangkat meja kerjanya dan melemparnya lagi.Yas melompat memutar ke samping.


Pada saat itulah, Rifka berhasil melepaskan diri dari jeratan dua Jimat milik Yas.Dikarenakan serangan Pak Antoni yang mengurangi konsentrasi Yas.


Rifka melompat menembus jendela hingga kacanya pecah berkecai.Yas berusaha menyusul,namun Rifka bergerak cepat seperti lesatan kilat.


Pak Antoni yang sedang mengangkat lemari , tiba-tiba ambruk ke lantai disebabkan lepasnya pengaruh hipnotis Rifka.


Yas terdiam untuk beberapa saat,dua Jimat yang berputar seperti gangsing melayang menghampiri dan kembali ke leher Yas.


Anak Reyhan itu melangkah keluar, Lucas yang sedang mengintip di lubang kunci terhenyak kaget begitu pintu terbuka dari dalam.Ia mundur dengan wajah tertunduk hormat.


*


Yas mendatangi rumah sakit tempat Rifka dirawat.Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada gadis itu.Suster menunjukkan Yas ke ruangan Dokter yang menangani Rifka saat kritis semalam.


"Rifka sebenarnya sudah tewas saat ia sampai disini,tapi saya merasa aneh.Karena beberapa jam kemudian ia bangkit ketika sedang disucikan"


"Mungkin dia mengalami mati suri,dan ketika menjalani pemeriksaan.Kondisinya jauh lebih baik dari pada sebelumnya"


"Jadi saat dia meminta untuk pulang, kami pun mengijinkan"


"Apa Dokter sama sekali tidak menemukan kejanggalan ?"tanya Yas.Sang Dokter menggeleng pelan.


Ini merupakan sesuatu teka-teki besar,kenapa Rifka bisa kerasukan iblis sekuat itu?Atau sebenarnya Rifka sudah menukarkan jiwanya dengan iblis ??


"Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi??"


Yas mengambil ponselnya,ia menghubungi Radit agar bisa bicara dengan Lucas.


"Aku tidak berani bro,bukan tidak mau membantu"Jawab Radit yang masih belum mengetahui apa yang terjadi.


"Cepat pergi ke ruang BK sekarang.Mungkin Lucas masih berada di sana.Kalau kau mengatakan ini telfon dari ku,dia akan mengerti"ujar Yas.


"Kau yakin?"


"Bisa kah kamu jangan banyak bertanya "balas Yas tegas.


"Ok ok... baiklah...aku kesana sekarang "


Radit berlari menuju ruang BK tanpa memutuskan talian.


Benar saja,Lucas beserta ganknya berada di luar ruangan BK.Mereka seperti sedang berjaga-jaga.Meskipun penasaran,Radit tidak berani bertanya.


"Kau mau kemana ?"tanya anak buah Lucas.


"Emmm ini...ada telfon dari Yas untuk Bos"jawab Radit sedikit gugup.


"Yas?"Lucas langsung mendekat begitu Radit menyebut nama Yas.Ia mengambil alih ponsel yang disodorkan padanya.


"Hallo ??Ya Yas..ni aku"


"Tolong cariin alamat rumahnya Rifka,aku perlu data-datanya sekarang!"


"A..eemmm untuk apa ?"Lucas jadi gugup seketika.


"Bisakah kamu melakukannya ??"Yas balik bertanya.


"A... baiklah"


Talian terputus secara sepihak,Lucas menarik nafas dalam-dalam.Ada sesuatu yang membuatnya khawatir.Tapi ia tidak punya pilihan, akhirnya ia menulis alamat rumah Rifka seperti apa yang ia ketahui.


"Nih"Lucas mengembalikan ponsel itu kepada Radit"Terimakasih"


"Sa-sama-sama"Radit agak terkejut mendengar ucapan terimakasih dari seorang Lucas yang sombong.


"Kenapa ?"Tanya Niko menyadari raut wajah ketuanya yang nampak cemas.


"Yas ...dia bertanya alamat rumahnya Rifka"


"Kita harus kesana!"Tanggap Niko.Lucas meraup wajahnya.Setelah menghela nafas dalam-dalam,ia pun mengangguk setuju dengan usul dari Niko.