SERUNI

SERUNI
BAB 77 Mukhlis Tertembak



Suprayogi sudah tidak sabar menunggu pagi.Ia pun sudah membuat laporan resmi untuk kasus ini, tinggal menunggu hasil rekaman CCTV yang ia pasang di hutan.


Jika CCTV itu tidak menangkap apa-apa pergerakan,maka ia pun tidak bisa segera menangkap pelaku.Ia hanya bisa merekomendasikan berita tentang tulang belulang itu beserta identitasnya.


____


Mukhlis mengerjapkan matanya,ia menggeliat melueskan otot-otot yang tegang setelah semalaman berhubungan badan dengan Seruni .Ia tersenyum tipis,barang miliknya pun normal.Jika dipagi hari akan bangun dengan sempurna.


Bola mata Mukhlis bergulir ke samping ingin melihat gadis pujaan hatinya.Namun apa yang ia nampak membuat nya kaget bukan kepalang.Mukhlis bangun dan bergerak cepat mundur menjauh dari kerangka manusia itu.


Matanya membulat sempurna, pikirannya tidak bisa menerima apa yang ditangkap oleh penglihatannya.


Apakah Seruni sudah mati??Dan menyisakan tulang belulang saja?? Secepat itu kah??


Mukhlis ragu-ragu menyentuh tulang kerangka manusia itu.Ingin meyakinkan otaknya agar lebih bisa percaya dengan penglihatannya.


Benar,,,,itu tulang manusia.Tapi Mukhlis yakin bahwa semalam itu adalah Seruni .Tak ada yang aneh dengan gadis itu.Mustahil jika mati langsung menyisakan tulang belulang dalam semalam.Setidaknya ada mayat disampingnya.


"Apakah kamu mencari ku??"Sebuah suara mengagetkan Mukhlis.Ia mendongak,apa yang ia lihat membuat ia terpana.


Sosok wanita berambut panjang menjuntai duduk di dahan pohon.Kedua kakinya berayun-ayun tertutupi sebagian pakaiannya yang berwarna putih.Sosok itu menyeringai menunjukkan deretan giginya yang kehitaman dan berbau anyir.


Mukhlis ingin bangun tapi tanah yang dipijaknya mendadak licin.Namun ia tidak menyerah,ia bangun lagi dan akhirnya bisa.Kakinya yang hendak melangkah pergi tiba-tiba tertahan oleh sesuatu yang menjerat tungkainya.


Pria itu melihat apakah gerangan yang melilit kakinya ?? Ternyata rambut,yah rambut kuntilanak itu telah mengikat kedua kakinya sehingga membuatnya tidak bisa bergerak.


HIHIHIHIHIHI


Kuntilanak itu tertawa melengking,ia melayang turun mendekati Mukhlis yang sudah ketar-ketir.


"Mau kemana sayang hihihihihihi???Bukankah kamu mau lagi?"Kuntilanak membelai pipi Mukhlis menggunakan ujung kuku telunjuknya yang runcing.Mukhlis menggeleng cepat.


"A-apakah sem-malam i--i--tu kamu???"Suara Mukhlis bergetar ketakutan.


"Iya ..kenapa??enakkan???"


Mukhlis membeliakkan matanya,ia tidak bisa percaya dengan mudah.


"Lebih enak dari pada kamu mencabuli anak-anak itu"Kuntilanak menunjuk ke suatu tempat yang mana semua korban kekejaman Mukhlis yang sudah tiada menampakkan diri.


Mukhlis menggeleng ketakutan,wajahnya pucat pasi melihat gerombolan anak-anak belia dengan wajah pucat dan tatapan kosong berjalan bagai zombie mendatangi nya.


"Tidak... tidak...tidak...jangan mendekat..Pergi sana..pergi!!!"Mukhlis berjalan mundur sambil menghalau makhluk-makhluk itu mendekat.


Namun mereka tidak patuh, justru semakin gencar mengikuti kemana Mukhlis pergi.Pria itu semakin panik,ia terus berlari meskipun harus jatuh tergelincir beberapa kali.


Sampai akhirnya Mukhlis melihat beberapa orang pria berjalan ke arahnya.Ia seperti mendapatkan secercah harapan.


___


Suprayogi berangkat masuk ke dalam hutan ditemani beberapa temannya atas ijin atasannya.Mereka heran melihat ada seorang pria yang bertelanjang lari pontang panting menuju ke arah mereka.


Dan pria itu bersembunyi di balik badan teman Yogi sambil menghibah minta pertolongan.


"Tolong saya tolong"Suara Mukhlis bergetar ketakutan.Wajahnya pias bagai tak berdarah.Yogi memperhatikan dengan seksama wajah pria asing itu.Ia memberi kode kepada temannya bahwa dia adalah orang yang dicurigai.


"Bapak kenapa ?"Tanya teman Yogi yang lain untuk menipu pria itu.


"Dimana hantunya?biar kami tangkap"


"Mereka banyak, kalian kalah jumlah"Jawab Mukhlis lagi.


"Nggak apa-apa...kami memang ingin menangkap hantu"Tambah Yogi.


"Benarkah???wah kebetulan sekali...ayok ikuti saya "Dengan percaya dirinya Mukhlis keluar dari balik tubuh teman Yogi.Ia berpikir akan senang jika mereka benar-benar akan ditangkap oleh pemburu hantu.


"Eh...maaf ..saya tidak pakai baju"Mukhlis baru menyadari keadaannya.Ia menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Nggak apa-apa Pak...kita kan sama-sama laki-laki"Teman Yogi menepuk pundak Mukhlis agar santai.


"Oh iya ya...ya udah yuk"Mukhlis berjalan mendahului sebagai penunjuk jalan.Yogi bermain kode dengan teman-temannya agar mengetatkan penjagaan.


Mukhlis berjalan menuju tempat yang dituju oleh Yogi dan teman-temannya sambil celingukan ke atas.Ia benar-benar mencari keberadaan hantu-hantu itu beserta kuntilanaknya.


Di belakangnya Yogi memberi tanda agar salah satu temannya naik ke atas pohon karet untuk mengambil cameranya.Teman Yogi mengangguk patuh.Dan Mukhlis sendiri tidak menyadari hal itu.


Yogi menandai pohon-pohon yang dipasangi camera agar diambil oleh temannya.


"Mereka semua sudah kabur"Ucap Mukhlis setelah ia dan gerombolan Yogi sampai.


"Kabur kemana ya Pak?-"Tanya Yogi.


"Entahlah...saya pun tak tahu"Jawab Mukhlis,ia meraih bajunya yang berserakan lalu memakainya.Tapi ia baru menyadari kalau salah satu dari orang yang ia temui adalah laki-laki yang tempo hari membonceng Seruni .


"Ka-kamu teman Seruni kan??"Tanya Mukhlis.Yogi pura-pura tak mendengar,ia justru bercengkrama dengan temannya yang sudah berhasil mengambil semua camera.Mereka melihat hasil rekaman CCTV tersebut.


Merasa ada yang tidak beres , Mukhlis diam-diam melangkah mundur lalu lari sekencang-kencangnya.


"Eh dia kabur"Seru teman Yogi.


"Mukhlis!!!diam di tempat"Seru Yogi.Namun Mukhlis terus berlari.Hingga akhirnya terdengarlah suara tembakan yang membuat burung-burung yang tengah bertengger terbang ketakutan.


Timah panas berhasil menancap di betis kanan Mukhlis,Pria itu tersungkur ke tanah.Yogi dan teman-temannya berlari menghampiri.


"Saudara Mukhlis..anda kami tangkap atas dugaan pembunuhan"Ucap Yogi tegas sambil memborgol kedua tangan Mukhlis ke belakang punggungnya.


"Kau jangan fitnah,aku tidak pernah membunuh siapapun"Ucap Mukhlis membela diri.


"Nanti kamu bisa katakan itu di kantor polisi"Yogi menarik Mukhlis untuk bangun,Pria itu meringis kesakitan akibat tembakan itu.


"Aku akan menggugat kalian karena telah menembakku"Mukhlis menyimpan amarah dalam hatinya.


"Jika kamu tidak berusaha kabur aku tidak akan menembakmu"Bantah Yogi.


"Tidak...tidak ada bukti bahwa aku kabur"Mukhlis tidak kehilangan akal.


"Kami sudah merekamnya lewat camera,jadi kami sudah mengantongi bukti semuanya"


Ucapan Yogi mampu membuat Mukhlis tercekat,ia tidak bisa membantah lagi.Dengan kaki yang diseret, Mukhlis mengikuti para polisi itu keluar dari hutan karet.


Para dedemit yang tadi menakut-nakuti Mukhlis dan menggiringnya kepada para polisi itu tersenyum senang.Mereka lega akhirnya orang yang membunuh mereka semua sudah akan diadili.


Hantu Ibu Seruni pun turut tersenyum, dialah yang menjelma sebagai Seruni untuk menjebak Mukhlis.