SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 122



Kedatangan Gandi disambut oleh dua orang pelayan, sepertinya suami istri.Mereka menggiring Gandi masuk ke dalam,bukan ke ruang tamu.Melainkan jauh lebih masuk ke dalam.Membuka pintu yang menyerupai dinding.


Wangi dupa menyeruak menembus hidung,Dua pasutri itu membuka tirai.Nampak Raja tengah duduk menunggu.Mereka meninggalkan Gandi berdua dengan Raja.


"Aku sudah meminta mu menggugurkan kandungan mu,tapi kau tidak mendengarkan ku"Raja berucap dekat dengan daun telinga Gandi,Wanita itu tercenung.Ia menangkap gurat keseriusan di wajah Raja.


"Sekarang semuanya sudah terlambat,aku tidak bisa berbuat apa-apa"sambung Raja lagi.


"Aku tidak mengerti apa maksud mu?? keluarga mu menyambut ku dan bayi ini dengan baik,apa yang kau ragukan lagi ?"balas Gandi dengan keyakinan yang sama.Raja tidak mengatakan apa-apa lagi.


Sebuah dinding disisi lain terbuka lebar,bau anyir menyengat hidung.Berbeda dengan ruangan ini, yang wangi semerbak dupa Kamboja.Raja menarik lengan Gandi dengan kasar,ia mengheret wanita itu ke tengah-tengah lingkaran.


Gandi terkesiap panik, sekumpulan orang yang mengitarinya berpakaian serba hitam.Ia juga baru menyadari jika Raja menggunakan setelan warna hitam.Gandi tidak habis pikir,apa arti semua ini?


Ibu Raja menghampiri Gandi dengan senyuman manis,ia menyuguhkan segelas minuman berwarna hitam.


"Apa ini?"


"Minum lah...air ini sebagai tanda jika kamu adalah anggota keluarga kami"Jawabnya dengan seringai mengerikan.Tangan Gandi gemetaran menerima gelas tersebut.Ia terpaksa memakai dua tangan untuk memegang karena dikhawatirkan terjatuh.


Tatapan Ibu Raja seperti sebuah perintah agar Gandi segera meminumnya.Gandi patuh,tapi saat bibir nya menyentuh tepian gelas.Bau anyir menyengat,Gandi merasa mual.Dan tanpa sengaja ia menjatuhkan gelas itu hingga pecah.


Gandi terbelalak, ia tak menyangka akan terjadi seperti ini.


"Ma-maaf..."


Semua tatapan orang-orang disana langsung berubah mengerikan.Senyuman ramah berganti kebengisan.Gandi merasa bulu kuduk nya meremang melihat keganjilan ini.Ia ingin pergi,tapi dimana jalan keluarnya.


"Ra-raja.... to-tolong..."Gandi mencari Raja,tapi pria itu seakan sirna ditelan bumi.


"Terlentang kan dia"Titah Ayahnya Raja.Dua orang pria menghampiri Gandi,wanita itu panik.Ia ketakutan setengah mati.


"Lepaskan aku... Lepaskan aku...kalian mau apa hah?lepaskan..."Gandi meronta-ronta, tubuhnya dibaringkan di atas batu besar lalu kedua tangan dan kakinya di ikat kuat.


"Apa yang akan kalian lakukan padaku??aku mohon... lepaskan aku"Gandi merintih disertai tangisan memilukan.Namun sama sekali tidak mengundang rasa iba dihati mereka,kecuali Raja.


"Kau sudah menumpahkan obat yang akan mengeluarkan janin dalam perutmu.Maka dari itu,kami akan mengeluarkannya secara manual..Hahahahahaha"


Ucapan Ayahnya Raja disambut dengan tawa oleh mereka.


"A-apa... Kalian akan menggugurkan kandunganku ??"Gandi terbelalak lebar.


"Oh tentu tidak,aku ingin anak itu masih hidup dan utuh saat kami mengeluarkannya "


Gandi menahan nafas tak percaya, matanya mencari sosok Raja.Berharap pria itu melakukan sesuatu untuk nya.Tampak Raja berdiri di belakang mereka yang mengelilingi Gandi.Pria itu menatap sendu.


"Raja....tolong aku ..mereka akan mengambil paksa anakmu "Rintih Gandi,Raja tertunduk tak mampu menunjukkan muka.Semua mata beralih menatap Raja,mereka kompak berseringai licik.


"Ayo kita mulai upacaranya "Seru seorang wanita yang dijawab dengan anggukan kepala.


Semua lingkaran berputar mengelilingi Gandi, mereka merapalkan mantra yang terdengar seperti nyanyian.Tiba-tiba atap rumah terbuka,sinar rembulan menyinari tubuh Gandi yang terlentang di atas batu.


"Raja...."


Raja tersentap mendengar Ayahnya memanggil.


"Kini tugasmu melakukan pengorbanan"


"Apa???"Raja terkesiap"Bu-bukan kah itu tugas Ayah??"


"Jangan membantah!!"


Raja menatap ke sekeliling,semua anggota keluarga nya menatap tanpa ekspresi.Ia jadi gugup, langkahnya kaku menghadap sang Ayah.Pria yang sudah beruban namun tetap terlihat tampan itu menyerahkan sebuah belati.


Raja gemetar menerimanya,ia menatap Gandi yang menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa wanita itu melarang Raja melakukan hal tersebut.


Tapi apa hendak dikata,ia harus melakukan nya..jika tidak ingin di eksekusi oleh semua anggota keluarga nya.Raja sangat tidak mau hidup miskin,dia ingin tetap berjaya dalam hal harta dan tahta.


Raja mendekati batu besar, berdiri di sisi Gandi yang terlentang tak berdaya.


"Tolong jangan lakukan itu Raj... tolong..."pinta Gandi dengan penuh kepedihan.Raja menoleh ke sekeliling,semua mata tertuju ke arahnya.


"Lakukan Raja"titah sang Ayah.


Raja menengadah ke langit,matanya terpejam sambil membaca mantra.Sekali gerakan,belati itu telah menembus perut Gandi.Gandi mengap,ia merasakan bagaimana ujung belati menusuk dan membelah perutnya tanpa obat penahan rasa sakit.Darah menyembur dari mulutnya,air matanya meleleh menyaksikan bagaimana Raja mengangkat janin dari dalam perut nya.Dengan sangat jelas Gandi melihat jantung bayinya masih berdetak.


Seluruh anggota keluarga Raja langsung bersujud mencium lantai saat janin itu diangkat.Sosok makhluk misterius muncul dari balik lubang atap.Menutupi sinar rembulan yang terang benderang,dalam keadaan setengah sadar Gandi melihat makhluk itu meraih janin yang masih tersambung dengan rahim nya.


"Tolong hentikan... anakku tidak bersalah.Aku yang berdosa telah membawa nya ke keluarga ini.Aku akan melakukan apapun asal kau mau membantu ku balas dendam "


Rupanya rintihan hati Gandi di dengar oleh makhluk itu.Ia menatap Gandi untuk waktu beberapa saat.


Gandi terkulai tak berdaya di hadapan makhluk itu.Raja yang berdiri dengan posisi tangan menengadah dan kepala tertunduk tidak tahu jika bayinya masih berada dalam genggaman makhluk itu.


Tetiba tanpa diduga, makhluk itu mencengkram tubuh Gandi hingga ikatan di tangan dan kakinya terlepas.Lalu ia pergi bersama Tubuh Gandi beserta bayinya.


Semua kepala terangkat saat Makhluk itu pergi,mereka bersorak gembira karena dalam sangkaan mereka Makhluk pujaan mereka sangat menyukai persembahan itu.Hingga janin dan Ibunya dibawa serta.


"Kau hebat Raja...kau hebat"Ayah Raja menepuk pundak Raja berkali-kali.Raja tersenyum hambar, pandangannya mengedar ke atas.Perasaannya tiba-tiba tak tenang.


Dari situlah Gandi melakukan pertukaran dengan makhluk itu,Gandi harus menjelma menjadi makhluk itu jika ingin membalas dendam.


Karena Gandi memang sudah tewas,jadi dia menjadi manusia hantu pemakan bangkai.Menemani makhluk yang dipuja oleh keluarga Raja.


Pembangkitan kematian Gandi dilakukan oleh Makhluk itu bersamaan disaat Raja sedang makan malam bersama Nicta.Sebab itulah,usai kebangkitan nya.Gandi langsung pergi ke tempat Raja berada.