
Reyhan masuk kembali ke dalam rumah dengan memanggul buntalan kain putih di punggungnya.
"Rey...."pekik Excel yang melihat anaknya itu ,Reyhan menoleh.
"Bunda..."Reyhan berlari melompat ke pelukan Ibunya.Excel menciumi wajah anaknya bertubi-tubi.
"Bunda kok lama sih kerjanya,udah malam nih"
"Iya sayang... maafin Bunda ya..Itu apa Nak?"
Reyhan menoleh ke buntalan yang tetap ia genggam.
"Emmm itu Bun,ada anak kecil bisa nembus dinding.Pas keluar dia bawa ini,Rey nanyak...katanya pasir.Tapi kok bau parfum Bunda ,,,jadi Rey rebut dech"
si Mbok yang sedang menyajikan teh hangat untuk Tuan Brata dan Excel terbelalak mendengar ocehan Reyhan .
"Coba Bunda liat"Excel menurunkan tubuh Reyhan menapak lantai.Kemudian ia mengambil buntalan putih yang digenggam anaknya.Ia meletakkan diatas meja lalu membukanya.
Benar!!! ternyata itu perhiasannya.
"Hah???i-itu perhiasan Nona??"Si Mbok tercengang.
"Iya Mbok"jawab Excel .
"A-apa mungkin anak kecil yang dimaksud den Reyhan adalah tuyul??"
"Mungkin iya..."sambung Tuan Brata santai.
"Astaghfirullah... untung ya Den Reyhan bisa melihat tuyul dan bisa merebut perhiasan ini.Kalau tidak ?? gimana ??"
Excel tersenyum tipis,ia duduk di kursi kosong dan menarik Reyhan dalam pangkuannya.
"Bun... apakah Bunda akan pulang malam seperti ini ?"
Excel tidak segera menjawab pertanyaan anaknya.
"Belum pasti sayang,mungkin sore udah pulang.Tadi Bunda kemalaman karena mempersiapkan ruangan Bunda"
"Ohhh gitu...tapi kan besok Reyhan udah sekolah ya Bun.. Apakah disini sama kayak di Jepang ??"
"Emmm gimana Mbok??Jam sekolahnya tu jam berapa ?Sampek jam berapa ?"Excel melemparkan pertanyaan kepada pembantunya.
"Setahu saya Non,jam delapan pagi,jam 10 sudah pulang"
"Hah...kok bentar banget ??"Reyhan terperangah dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan.
"Lah kan emang gitu Den..."
"Kalau di Jepang Sampek orang tuanya jemput...tidak dibatasi sampek jam berapa "
"Hah???"giliran si Mbok yang keheranan.
"Iya Mbok...kalau di Jepang tu jasa penitipan anak merangkap sebagai sekolah.Jadi disana selain bisa bermain juga bisa belajar.Mangkanya umur segini Reyhan udah bisa baca tulis "Excel menjelaskan.
"Ohhh begitu"
"Terus nanti Reyhan tetap aja nggak ada temannya ya Bun kalau sudah pulang sekolah ?"
"Ya udah ikut ke rumah si Mbok saja Den,bisa main sama cucu-cucu si Mbok"
"Nah... gimana ??"Excel ingin tahu anaknya akan berceloteh apalagi.
"Baiklah... nanti kan bisa belajar bareng ya Bun"
Excel mengangguk setuju,Reyhan kegirangan sekali.
"Den Reyhan emang suka belajar ya Non"
"Iya Mbok...dia emang suka belajar,dan dia benci kalau dia tidak tahu"
"Mirip aku Mbok"timpal Tuan Brata , yang disambut tawa oleh yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Muhammad Ibrahim menyiapkan segala keperluan mengajarnya.Yah...sejak menyibukkan diri dengan mengajar.Ia tidak hanya mengajar di Yayasan.Tapi keluar Yayasan.Jika time mengajar di Yayasan setelah sholat dhuhur,maka di sekolah lain ia mengambil waktu pagi.
Dan Alhamdulillah ia bisa diterima mengajar di satu sekolah yang merupakan gabungan dari TAMAN KANAK-KANAK,MI,MTS,DAN MA.Meskipun lokasinya lumayan jauh, tapi itu sama sekali tidak menyurutkan niat Muhammad Ibrahim.
Suasana yang menyibukkan itu sedikit banyak membuat Ba'im tidak terlalu terpuruk dalam kerinduannya kepada Excel .
Dan hari ini ia mempunyai jadwal untuk jam pertama di Taman Kanak-kanak dan jadwal kedua untuk Madrasah Aliyah.
"Assalamualaikum anak-anak..."
"Wa'alaikum salam Ustadz..."seru anak-anak yang kisaran umur 5 sampai 6tahun kompak.
"Eh...Si Harimau putih "
Sebuah suara membuat Ba'im terpancing perhatiannya.Seorang bocah laki-laki yang terasa tidak asing baginya, menuding ke belakangnya.
Yah memang selama ini Ba'im sendiri heran karena Kujang selalu mengikuti meskipun tidak ia panggil.Ia sempat berpikir mungkin karena terlalu sering dipanggil untuk curhat,jadi Kujang memilih mengikutinya saja.
"Mana ada Harimau putih ??mana?"tanya Tasya kepada Reyhan .
"Tuh"Reyhan dengan polosnya menunjuk Harimau putih yang hanya dia yang bisa melihatnya.
"Hey!!anak baru... jangan jadi pembohong kamu"seru Iqbal teman baru Reyhan .
"Aku tidak berbohong..."
"Sudah sudah sudah... pelajaran akan segera Ustadz mulai nih...kalau kalian berisik, ustadz tidak bisa segera memulai pelajaran"
Akhirnya suasana kembali tenang.
"Ok... sekarang buka iqra kalian ya..."
"Baik Ustadz..."
Ba'im mengambil spidol lalu memulai menulis di papan tulis.Sedangkan Reyhan diam dengan saling melempar pandangan dengan Kujang.
"Baiklah ayo kita baca bersama...BA BA...BI BA...BA BU..."kalimat yang belum selesai terbaca ,menggantung,,, akibat Reyhan mengangkat tangannya.
"Ya???.."tanya Ba'im menanyakan ada apa?
"Kenapa itu dibaca BABA..BIBA..dan BABU..dalam bahasa abjad bukankah harus pakai B..lalu kenapa Ustadz menulis seperti perahu?Bukan seperti B yang punya dua perut??"
Ba'im tersenyum..
"Dalam Al-Qur'an,atau dalam bahasa Arab.Ini disebut huruf Ba'..dia seperti perahu dan punya satu titik di bawah.Jika dia menerima satu garis di atas,maka dibaca Ba..dan jika dia menerima satu garis dibawah,maka dibaca Bi..dan jika dia menerima satu kecambah atau bisa disebut toge..nah ini...maka dibaca Bu"
Reyhan mengangkat tangannya lagi.
"Maaf Ustadz.. Rayhan nggak suka toge"
Ba'im tersengeh menahan tawa.
"Kalau begitu kau pasti akan gampang mengingat bahwa harkat yang seperti toge yang tidak kamu sukai itu berbunyi U"
Reyhan manggut-manggut..
"Eh anak baru...kau sudah bod0h, cerewet lagi"seru Iqbal.
"Aku hanya bertanya, Tidak ada salahnya orang bertanya. Karena ada pepatah mengatakan malu bertanya sesat di jalan"
"Kau tidak perlu bertanya, kau cukup memperhatikan. Nanti kau sendiri akan paham"bantah Iqbal.
"Aku tidak suka menunggu,, aku lebih suka lebih cepat mengerti"
"Kau bod0h mana mungkin cepat mengerti "
Thak thak thak thak
Ba'im memukul meja agar anak-anak muridnya diam.
"Kalau kalian tetap berisik,maka Ustadz akan mengeluarkan kalian dari kelas ini"akhirnya Ba'im mengeluarkan ancaman.
Iqbal menggerutu,ia mengepalkan tangannya diam-diam ke arah Reyhan sebagai perhatian.Reyhan bersikap biasa saja.
Ba'im memperhatikan Reyhan dengan seksama,ia tersenyum tipis melihat sikap Reyhan .Karena ia jadi teringat akan Excel yang tak berbeda jauh.
Pelupuk matanya mengembun jika mengingat kenangan antara dia dan Excel .Ba'im mengambil nafas dalam-dalam ,karena tiba-tiba merasa paru-parunya kosong tak berudara.
Sekali lagi Ba'im memperhatikan Reyhan .
"Sebesar inikah anakku sekarang?? seperti apakah dia sekarang?? Apakah dia perempuan ataukah laki-laki??Ex...aku merindukanmu..."