
Dua mata lentik itu terbuka lebar,
AAAKHHHHH
Nicta kaget sampai terjaga karena ada dua pasang Harimau tengah memperhatikannya.
HUS HUS HUS
"Harimau siapalah ini dibiarkan lepas sampai ke kamar ku??Hah??"Mata Nicta mengedar jauh.
"Aku dimana?perasaan kamar ku cat warna ungu.Ini kok warna putih ???"Bola matanya berputar ke atas,
"Eh...kamu siapa?"Nicta heran melihat Nabila.Nabila dan dua Kujang kembar saling berpandangan satu sama lain.
"Kamu nggak ingat aku??"Nabila balik bertanya, Nicta menggeleng.Ia terus mencoba untuk berpikir dimana dia sekarang.
"Apakah kamu penculik ???"Terka Nicta seadanya.
"Penculik ???"Nabila melongo.
"Jangan-jangan dia nggak sadar kalau kita makhluk gaib?"Kujang berbisik kepada Nabila.
"Bisa jadi,,,Yas kapan nyampeknya sih kesini?Lama amat "Nabila menggerutu.
"Tahu Ah...Dia emang selalu ogah-ogahan kalau diajak kesini "Jawab Kujang.
"Kalian ngomongin apa?Kok pada bisik-bisik sih.Eh baru nyadar, harimau nya bisa ngomong Ya..."
Nabila dan Kujang kembar hanya melongo.
KECLEK
Daun pintu terbuka,Reyhan datang untuk pemeriksaan rutin terhadap kondisi Nicta setelah dua bulan pasca operasi.Melihat ada seorang pria masuk dengan baju Dinas,Nicta semakin panik.
"Ka-kamu siapa? kalian pasti berkomplot dalam penjualan organ ya??Hah??Ayo ngaku"
Reyhan heran,ia menatap tiga Makhluk astral yang tak kalah herannya dengan ucapan Nicta.
"Nona...saya Dokter disini, yang bertanggung jawab atas anda"
"Atas aku??emang aku kenapa?jangan bo-ong deh"
Reyhan menangkap sesuatu yang lain.
"Apa Nona tidak ingat apa yang terjadi dengan Nona sebelum insiden ini terjadi ??"
Nicta menggeleng ragu.
"Nona ingat sapa nama anda?"
"Nicta GINA anak Mahendra,putri bungsu sekaligus ahli waris kekayaan keluarga Mahendra"
"Dia ingat siapa dirinya,tapi dia lupa apa yang terjadi terhadap dirinya"pikir Reyhan.
"Ini saya dimana Dok?"Tanya Nicta.
"Di Kota Tasikmalaya "
"Hah?"Nicta terperanjat "Jauh amat... ngapain aku kesini Dok?Papa mana?Kok dari tadi nggak ada satu pun keluarga ku yang hadir.Mama juga nggak ada"Nicta melongok mungkin saja keluarganya ada diluar bangsal.
"Keluarga anda tidak tahu anda disini"
"Kok bisa???ini nih..sangat mencurigakan sekali.Kalian pasti malpraktek ya"
"Nona ...ini Rumah Sakit besar dan terkenal..jadi jaga bicara anda"ancaman lembut terlontar.
"Tapi ya aneh,masak pasien sakit nggak ada satu pun ahli keluarga yang jaga"
"Ya sudahlah...saya tidak tahu harus menjelaskannya gimana?Yang jelas anda telah banyak melupakan kejadian kenapa anda bisa disini ??Dan melihat kondisi anda seperti ini,besok anda sudah boleh pulang "Reyhan melangkah keluar dari bangsal tempat Nicta dirawat.
"Eh eh...kok malah pergi sih"Nicta mencabut selang infus,lalu turun dari katil.Tapi ia hampir tidak bisa berjalan, menyebabkan tubuhnya tersungkur ke lantai.
"Aduhhh"Nicta meringis kesakitan ,Ia berusaha bangkit.Tetiba sepasang kaki berdiri di hadapannya.Nicta mendongak, lagi-lagi wajah asing yang ia temui.Tapi bedanya,wajah ini cukup tampan tanpa secuil senyuman.
"Kau siapa lagi??"tanya Nicta dalam posisi masih merangkak di lantai.
"Ngapain kamu disitu ??"Yas balik bertanya.
"Kamu pikir aku ngapain ??udah tahu orang jatuh ,malah nggak dibantuin"Sengit Nicta.Ia kembali berusaha bangkit sendiri dengan berpegangan ke tepian katil.
"Kamu siapa?"Nicta kembali bertanya setelah ia berdiri dengan sempurna.Yas melirik dua Kujang beserta Nabila.Nabila memberi kode bahwa Nicta sedang lupa ingatan.
"Kamu teman mereka ?"Nicta menunjuk Nabila dan Kujang kembar.Yas semakin heran,karena Nicta bisa melihat keberadaan Nabila dan Kujang kembar.
"Kok malah diem sih,aku ngoceh dari tadi cuma lihat sana, lihat sini..Bud3x atau emang nggak ngerti bahasa manusia? ganteng -ganteng tul1"
Yas semakin tidak mengerti,karena Nicta yang berada di Depan berubah dari Nicta yang dia kenal.Akhirnya Yas memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya.
"Eh eh eh kok malah pergi sih ??aneh deh?"Nicta duduk di bibir katil.Ia tidak berani untuk mengejar karena kakinya masih terasa kesemutan.
*
*
Melihat Anaknya datang,Reyhan menghentikan aktivitasnya mempelajari berkas-berkas laporan keuangan Rumah Sakit.
"Kau baru datang ?"tanyanya,Yas mengangguk lalu duduk berhadapan dengan sang Ayah.
"Yah...baru saja aku dari sana,besok dia sudah boleh pulang"
"Apa Papa yakin??Kok aku ngerasa ada yang tidak beres dengan dia?"
"Iya...dia telah kehilangan sebagian memori otaknya.Mungkin itu adalah dampak dari pasca operasi.Karena kan yang dioperasi adalah jantung, jantung adalah bagian paling utama untuk kinerja otak.Jadi hal ini sudah lazim "Reyhan menjelaskan.
"Apakah ini bisa permanen Pa?"
"Bisa saja, kinerja jantung nya sudah berbeda.Jadi itu bisa saja terjadi"
Yas mengangguk mengerti.
"Besok... saat membawa nya pulang.Kamu harus hati-hati dalam menyampaikan kondisi Gadis itu kepada keluarga nya"
Yas sekali lagi menjawab dengan anggukan kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yas mengantarkan Nicta pulang kembali ke rumah nya.Nicta begitu girang,ia langsung melompat turun dari atas sepeda motor yang ditumpangi nya.
"PAPA...MAMA..."Nicta berseru penuh semangat,ia membuka pintu lalu berlari masuk ke dalam.Sementara Yas hanya memperhatikan nya saja.
"Nic..."
Eny terkejut,ia berlari menuruni anak tangga menyambut kedatangan sahabatnya yang sudah lama menghilang.
"Eny ??? ngapain kamu disini ??"Nicta menatap penuh tanda tanya melihat sahabatnya berada di rumahnya saat ia tidak ada.
"Aku??aku kan emang tinggal disini"
Nicta bingung sendiri,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sejak kapan?"
"Sejak kedua orang tua ku meninggal"
"Hah??kapan meninggal nya??Kok aku nggak tahu "
"Jangan bercanda deh Nic, nggak mungkin kamu nggak tahu"Eny merasa kalau sahabatnya itu sedang bercanda.
"Serius ?? Serius aku nggak tahu..Mama mana?Papa juga mana?"Nicta celingukan.
"Mama?? maksud mu Mama kamu?"
"Lah terus Mama siapa?Mamanya Erika gitu?Aku kan manggil nya Tante, kalau panggil dia Mama pasti aku akan dibunuh sama dia "
"Iya tapi...tapi..."Eny jadi nggak enak menyampaikan nya.
"Tapi Apa En??jangan gagap gitu dong...kamu nggak berbuat aneh-aneh kan disini?"
"Buat aneh apanya sih??"
"Ya habis kamu kok bisa berada di rumah ku saat aku nggak ada,otakku langsung traveling kemana-mana"
Eny menghela nafas kesal.
"Aku kan udah jelasin barusan,lagian kamu sendiri yang maksa aku agar aku tinggal di sini. Katanya kamu di sini sendirian nggak ada teman. Apa kamu lupa kalau Mama kamu sebenarnya udah meninggal?"
Riak wajah Nicta langsung berubah.
"Meninggal ???kamu jangan bercanda deh"
"Aku serius Nic..kamu juga sudah dua bulan menghilang.Setelah kejadian kematian Tante Tamara dan Erika.Kamu hilang..."
Nicta terpelongo, ia tidak bisa berkata apa-apa.
"Nicta..."
Sebuah Seruan yang sangat dikenal oleh Nicta terdengar.Gadis itu menoleh..
"Papa..."
Tuan Mahendra mempercepat langkahnya,ia meluruh memeluk putrinya yang telah dua bulan lamanya menghilang.
"Kamu kemana Nak ??hah??kenapa kamu menghilang secara tiba-tiba ??Papa mencari mu kemana-mana"Tuan Mahendra membelai rambut putrinya penuh kerinduan.
"Pa... benarkah Mama sudah meninggal ??"
Tuan Mahendra tercengang.
"Assalamualaikum..."
Pembicaraan Ayah dan anak itu terpotong oleh kedatangan Yas.
"Maaf Om...saya temannya Nicta.. Mungkin semua sangat membingungkan,tapi saya bisa jelaskan semuanya Om"
Tuan Mahendra menatap putrinya,Nicta pun membalas tatapan Papanya.
"Eny... tolong bawa Nicta ke kamarnya "seru Tuan Mahendra .
"Baik Om..."
Eny menghampiri Nicta lalu mengapit lengannya.Nicta mau tidak mau harus mengikuti kemauan Papanya.
Setelah Nicta masuk ke dalam rumahnya,Tuan Mahendra mempersilahkan Yas untuk duduk di ruang tamu.Yas mengangguk tanpa bantahan.