
"Makasih ya..udah mau bantuin jagain Si kembar"Ungkap Seruni saat Nicta lolos menidurkan mereka.
"Sama-sama Tante..."
"Kamu emang suka anak kecil ?"
"Heeee nggak sih Tante, soalnya nggak pernah berurusan sama anak kecil.Baru kali ini secara langsung berurusan dengan mereka.Ternyata seru juga..."
Seruni tersenyum tipis, diam-diam dia kagum karena gadis itu sama sekali tidak berbasa-basi.
"Sudah lama kenal Yas??"
DEGH!!
Mendengar namanya diucapkan,ada degupan kencang menghantam dada.
"Emmm kalau kenal saya kurang Pasti Tante,karena beberapa bulan lalu saya mengalami kecelakaan yang membuat saya hilang ingatan.Ibu saya meninggal saja saya lupa Tante"
"Ohhh begitu..."Seruni mengangguk mengerti.
"Emm Tante, boleh tidak kalau tiap hari saya kesini ?"
Seruni mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
"Saya bosan di rumah Tante,nggak punya temen.Sepertinya si kembar adalah teman yang baik bagi saya"
"Emang nggak dicariin sama Ayahmu?"
"Papa terlalu sibuk Tante dengan urusan perusahaan "
"Hemmmm"Seruni mengangguk paham.
"Gimana Tante ?? boleh tidak ??"
"Kalau Tante sih ok ok aja... justru seneng ada yang bantuin Tante.."
"Yang bener Tante??? makasih Ya..."
"Siapa tuh?"
Seruni dan Nicta refleks menoleh ke asal suara.Nampak Kujang berjalan beriringan dengan kekasih nya ,kedua hewan astral itu menghampiri si kembar.
"Eh ternyata mereka sudah tidur Kanda"
"Kujang ???lama nggak ketemu "sapa Nicta.
"Kamu bisa melihat Kujang ?"tanya Seruni .
"Iya Tante, merekalah yang menjaga saya saat kecelakaan itu terjadi.Awalnya saya mengira mereka asli, rupanya makhluk tak kasat mata"
"Iya..tapi dia usil sekali kepada kami"Tukas Kujang.
Seruni tersenyum tipis.
"Ngapain kamu disini?"
"Aku mencari Yas Kujang...dia hilang tanpa kabar,kata Tante...Yas nggak bilang mau kemana?"
"Ngapain dicari tuh anak,nanti bakal pulang sendiri..."
"Kamu kok gitu sih Kujang...Yas kan temen kamu juga"
"Yas emang suka gitu, ngilang nggak jelas..."
"Kamu juga gitu kan"Timpal Seruni .
"Ya kan aku emang perwujudannya begitu"
"Sudahlah tidak usah ngelles"
Nicta tersenyum,sejak perginya Yas baru sekarang ia bisa tersenyum lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yas duduk di sebuah kursi kehormatan.Di depannya tersaji berbagai macam hidangan tapi secuil pun tidak ia sentuh.
Para punggawa istana menjaganya dengan ketat.Tapi tak satu pun keluarga kerajaan kesultanan Brunei datang menemui.
"Mana Zubair ??"tanya Yas kepada salah satu Punggawa.
"Sultan sedang dalam perjalanan"jawab Punggawa tersebut.Yas menghela nafas pelan.
"Apa mereka terlalu sibuk sampai tak ada waktu untuk menemui ku?Bukankah aku meminta waktunya sebentar saja,bukan seharian "Yas menggerutu kesal.
"Gusti permaisuri Ratu juga turut datang "
"Maksudnya Ibu Zubair ??"
Punggawa itu menganggukkan kepalanya dengan sekali gerakan saja.
Punggawa tersebut tak menyahut.
PADUKA SULTAN ZUBAIR AL HAMID BERSAMA TUAN GUSTI PERMAISURI RATU JAMILA BIN AHMAD SUDAH HADIR PERTEMUAN
Suara lantang terdengar,Yas bangkit dari duduknya untuk memberikan penghormatan.Ia menundukkan kepalanya sebagai tanda sembah hatur nya.
Sultan dan permaisuri muncul, keduanya duduk di kursi kebesaran.
"Duduklah saudara ku"titah Zubair kepada Yas.Yas mengangguk dengan sekali gerakan lalu ia pun kembali duduk.
"Ada apa gerangan kau datang berkunjung ke istana?Ini tentu bukan hal yang biasa ??"Sambung Zubair.
"Kenapa kau begitu lama untuk menemui ku?"
"Oh maafkan aku saudaraku, ratuku baru saja melahirkan secara Caesar di rumah sakit, jadi aku harus berada di sampingnya untuk sesaat"
Yas mengangguk mengerti.
"Ilyas ...ada apa gerangan kau mengunjungi istana ?"Ratu permaisuri turut penasaran.
"Ampuni hamba Gusti permaisuri ,hamba datang ke sini hanya untuk bertanya benarkah saudaraku Zubair ,akan mengambil selir dari wanita Indonesia?"
Ratu permaisuri menatap putranya dengan penuh tanda tanya.
"Aku??"Zubair seperti kebingungan.
"Ohhhh ya... putri Mahendra..."Barulah Zubair ingat sesuatu "Dia datang menemui ku Bunda Ratu, menawarkan putrinya karena Brunei Airline adalah pemegang saham terbesar di Perusahaan nya.Jadi dia ingin putrinya bisa menjadi pewaris sah, kebetulan saat aku lihat beberapa lembar foto gadis itu. Dia lumayan menarik, cantik ,manis, tidak membosankan. Jadi aku terima, karena tidak ada yang merugikan kesultanan"Zubair menjelaskan dengan tanpa rasa bersalah.Yas tersenyum kelat.
"Apa perlu aku sah kan mandat eyang Ratu?"
Zubair terbelalak, begitupun sang Ibu.Keduanya terlihat kebingungan.
"Apa maksud mu saudara ku??"
"Brunei Airline itu milikku...kau tidak punya hak sedikit pun atas namanya.Lalu kenapa kamu terima tawaran itu?? Bukankah tawaran itu untuk ku??"
"Ohh iya...aku lupa"Zubair terlihat bod0h.
"Apa perlu aku harus duduk di singgasana ?Agar kau tahu dimana batasannya ??"
Zubair terintimidasi oleh ucapan Yas yang begitu santai namun menusuk.Ia dan Ibunya hanya bisa saling berpandangan satu sama lain.
"La-lalu...aku harus bagaimana ???Kalau kau ingin aku batalkan ??akan aku batalkan semuanya "Gemetar tubuh Zubair menghadapi Muhammad Ilyas,anak itu memang jauh lebih muda dari nya.Tapi auranya sangat kuat, hingga siapapun yang berhadapan langsung pasti akan bergidik ngeri.
"Lakukan yang seharusnya,jangan Melewati batasanmu lagi..Jika aku mau? sekarang juga aku lengserkan kau dari tahtamu"
"Maafkan aku saudaraku...aku takkan lalai lagi"
Yas bangkit dari duduknya, ia menghaturkan sembah kepada Gusti Ratu Permaisuri.
"Saya permisi dulu Gusti Ratu,,,,"
"Hati-hati Ilyas... tolong jangan masukkan ke dalam hati kejadian ini.Zubair telah melakukan kesalahan,ampuni dia"
"Tidak mengapa Gusti,ini adalah satu teguran.Tolong jangan lakukan kesalahan untuk kesekian kalinya "
"Akan aku pastikan Zubair tidak melakukannya lagi"
"Terimakasih..."
Yas membungkukkan badannya,lalu melangkah mundur keluar dari ruang kesultanan Brunei.
"Kau ini .."Gusti Ratu Permaisuri memukul lengan putranya.
"Kalau urusan perempuan tidak pernah berpikir panjang"
"Ampuni aku Ibu..Aku tidak sengaja"
"Ketidak sengajaanmu bisa berakibat fatal Zubair,kau bisa saja kehilangan tahta.. Mandat Eyang Ratu tertulis jelas jika sultan yang sebenarnya adalah Muhammad Ilyas"
Zubair tertunduk
"Lain kali kau harus berhati-hati...Jangan bangunkan singa yang sedang tidur"
"Iya Bunda..."
Gusti Ratu Permaisuri Jamila Menghela nafas panjang.Ia lega karena Ilyas hanya memberi teguran bukan penggulingan tahta.Jika sampai Ilyas bertindak, seluruh keluarganya akan hancur binasa.
Yas masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya.
"Mampir dulu ke restoran sebelum ke airport,aku lapar"Titah Yas.
"Baik"
Sang supir meluncurkan mobil mewah berwarna hitam membelah jalan.Membawa Yas sesuai destinasi yang diminta.
Pandangan pria itu mengedar keluar jalanan yang dihiasi bangunan tinggi menjulang.Itulah Brunei Darussalam, negeri kecil yang kaya raya .Salah satu penghasil minyak bumi terbesar di dunia.