SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 56



Ummi Kalsum tercengang.


"Apa yang Kakak lakukan ?"Seruni segera menghampiri.


"Aaa emmm saya mau ngecek Pampers nya Buk, sepertinya dia PUP"Ummi Kalsum memberikan alasan.


"Tapi nggak sekasar itu juga kan Kak?"


Seruni mengecek sendiri Pampers Yas.


"Ma-masak saya kasar Buk ?"


Seruni menghela nafas berusaha Manahan amarah.Karena Yas tidak PUP,Seruni kembali membungkus tubuh Yas.


"Mulai sekarang Kakak Nggak usah jaga Yas lagi... silahkan keluar Kak"


"Tapi Bu...sa-saya tidak sengaja "


"Iya saya tahu, tapi saya tidak bisa mempercayakan Yas kepada kakak lagi.Kakak boleh keluar sekarang "Tegas Seruni .


"Baik Buk"Ummi Kalsum mengalah,tapi ia sudah menyiapkan rencana ke dua.


Seruni mengusap pipi Yas dengan lembut setelah kepergian OB itu.


"Yas baik-baik aja kan?hem?"


Baby Yas mengulas senyum malaikat nya.Seruni jadi melatah ikut-ikutan tersenyum tipis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang, hari Sabtu kamu nggak ke Kantor kan?"tanya Stev kepada istrinya,Seruni mengangguk.


"Kenapa sayang ?"


"Kita bawa Yas ke Klinik untuk imunisasi pertamanya"


"Oohh ok..."


"Keadaan Uzma gimana sayang ?"


"Alhamdulillah udah membaik,dia kalau nggak deketan ma Yas.Kondisinya normal aja"


"Aneh ya sayang..."Steven menghampiri istri nya yang tengah menemani Yas di tempat tidur.


"Yas terlalu kuat sayang"


"Emmmm itu di lehernya apa sayang ? seperti kalung tapi aku cuma bisa melihat dua cahaya yang tidak menyatu"


"Ini jimat Kak Uzma yang ikut dengan Yas"


"Ohhhh...Apa tidak bahaya sayang, anak sekecil Yas punya kelebihan seperti ini ?Aku takutnya ada orang jahat yang menginginkan kekuatan Yas"


"Kayak di film-film itu?"Terka Seruni , Steven tersenyum merasa lucu sendiri.Tiba-tiba sesuatu mengingatkan Seruni pada sebuah kejadian.


"Emmm kemarin Kakak itu membuka bedong Yas..."gumam Seruni penuh kehati-hatian"Kalau aku ingat,dua kali dia membuka bedong Yas "


"Kenapa sayang ?"Steven jadi bingung sendiri.


"Itu...Kakak OB yang aku minta buat bantuin aku untuk jaga Yas,dia membuka bedong Yas.Yang terakhir langsung kepergok, mangkanya aku tidak mau dia menemani Yas lagi"


"Terus maksud kamu apa sayang ?"


"Kemungkinan dia mau ambil Jimat ini"


"Maksud mu dia orang jahat?"


Seruni mengiyakan,


"Tuh kan bener, lebih baik kamu hati-hati ya sayang "


Seruni menjawab dengan anggukan.Tapi otaknya masih berpikir tentang OB tersebut.


*


*


Jadwal Imunisasi Yas sudah terdaftar,Seruni datang ke Klinik dengan ditemani suaminya.Sekilas mereka seperti AYAH dan Ibu dari Muhammad Ilyas sendiri.


Dokter Inggit menyambut kedatangan Bayi Yas dengan antusias.Setelah di cek berat badan bayi dan juga suhu badannya, barulah Yas diberi Imunisasi.


Tapi kejadian aneh terjadi, saat hendak disuntik.Jarum sama sekali tak bisa menembus kulit Yas.Ketika dipaksakan,malah patah.


Seruni dan Steven terkejut bukan main,begitu juga dengan Dokter Inggit.Ia sampai mengganti jarum karena merasa mungkin jarumnya rapuh.Tapi kejadian aneh terulang kembali,jarum seperti menusuk batu.Keras dan akhirnya patah .


Yas ketawa...semua saling berpandangan satu sama lain.


"Kok bisa jadi gini sih?"Dokter Inggit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eeeee mungkin metabolisme tubuh Bayi Yas sangat kuat Dok...Biar saya sendiri nanti yang akan menyuntikkan imunisasi nya"Sela Steven cepat.Ia khawatir kekuatan Yas akan terdeteksi oleh orang lain.


"Ayo sayang kita pulang sekarang"Ajak Steven kepada istrinya.


"Aaa eee i-iya"


Seruni pun mengikuti ajakan suami nya, Dokter Inggit tak bergeming.Ia masih kurang yakin dengan apa yang terjadi baru saja.Seorang anak balita yang baru beberapa hari dilahirkan bisa kebal???


*


*


"Sayang gimana ini?Yas semakin menampakkan bahwa dia bukan bayi biasa"Seruni berkomentar.


Seruni terpegun... kemudian ia menggeleng pelan.


"Aku tidak pernah mendengar nya Sayang.Entah itu dari pihak Bunda atau dari pihak Ayah"


"Emmm kamu bilang Jimat yang ada dileher Yas itu milik Uzma ?"


Seruni mengiyakan.


"Kemungkinan besar ini dari garis keturunan Uzma "Steven mencoba menerka.


"Entahlah Sayang...tapi hal ini sangat mengkhawatirkan ku"


Tiba-tiba ponsel Seruni berdering,ia minta tolong kepada sang suami untuk mengambilkan ponselnya yang berada di dalam tas.Karena ia tengah menggendong Yas,jadi agak kesulitan.


"Dokter Reyhan "Steven menunjukkan layar ponsel istrinya.


"Angkat aja sayang"pinta Seruni . Steven menurut..tak lupa ia menekan loudspeaker.


"Hallo Dok"


"Stev???dimana Seruni ?"


"Iya Kak,ada apa?"Seruni agak menguatkan suaranya.


"Kalian dimana?aku ada di rumah kalian nih, sekalian bawa baby sitter untuk Yas"jawab Reyhan .


"Oohh ok Kak ..kita segera kesana"


"Ok!!"


Talian telfon terputus.


"Ayo sayang...."


Steven menganggukkan kepalanya.


*


*


Setibanya di rumah,Seruni memicingkan matanya.Disana Reyhan tengah menunggu di teras bersama seorang wanita.Wajahnya tidak pernah kenal,tapi insting Seruni mengatakan bahwa ia pernah bertemu.


Yah!!Ummi Kalsum kembali menyamar sebagai orang lain untuk menjadi baby sitter Yas.Kini penyihir itu bertekad untuk bermain cantik,sebab ia merasa Seruni telah mencurigainya.


"Hey...."Reyhan langsung melompat menyambut kedatangan Putranya.Ia mengambil alih Yas dari gendongan adiknya.


"Dia Baby sister Yas?"tanya Seruni .


"Iya...Kakak sengaja ambil yg berusia separuh baya,agar tidak menggangu rumah tangga kalian"bisik Reyhan .Seruni nampak kesal,namun Reyhan justru ketawa terhibur oleh reaksi adiknya.


"Mari silahkan masuk Dok"ujar Steven setelah membukakan pintu.Mereka semua pun masuk.


"Kak Uzma nggak ikut Kak?"


"Nggak,,,aku nggak kasih dia ikut.Takut kayak kejadian tempo hari"jawab Reyhan .


Steven sibuk sendiri mempersilahkan BABY SITTER Yas untuk membawa barang-barangnya ke dalam kamar yang sudah disediakan.


"Nanti Mbok Atun kalau sudah pulang dari belanja,kamu bisa tanya-tanya sama dia yah apa yang akan kamu kerjakan selain menjaga Yas"ujar Steven kepada Ummi Kalsum yang menyamar.


"Baik Tuan"


Steven mengangguk lalu kembali ke ruang tamu.


"Yang bener Dek?"Reyhan tak percaya dengan cerita tentang Yas yang tidak bisa ditembus jarum suntik.


"Benar Kak...tiga kali diganti tiga kali patah itu jarum.Runi yakin ini bukan bawaan genetik kita,tapi dari Kak Uzma sendiri "


Reyhan terdiam menelaah ucapan adiknya.


*


*


"Bagaimana ??Apa kamu sudah menemukan jejak Tuan Putri ?"seorang wanita yang sudah berumur namun masih terlihat cantik nan elegan.Dialah Putri Elisa, istri pertama Tengku Muhammad.Seorang Raja dari Brunei Darussalam.


"Ampun Tuanku ,Tuan Putri telah dikabarkan sudah wafat disebabkan oleh letupan gunung Merapi.Akan tetapi,beliau mempunyai dua putri kembar yang bernama Uzma MUNAWWARAH dan Izma Munawwarah"sang punggawa menjelaskan.


"Apa?-lalu... kemana kedua cucuku?"


"Menurut tliksandi utusan kami,kedua putri kembar sedang berada di sebuah Kota bernama Tasikmalaya.Kami sedang menyusuri tempat itu untuk mencari kedua putri"


"Cepat cari sampai ketemu,aku tidak perduli berapa pun akan aku bayar untuk dua cucuku"Titah Putri Elisa dengan Lantang.


"Baik Tuanku"Punggawa menundukkan badannya lalu bangkit keluar dari kamar Putri Elisa.


"Ramalan sepertinya sudah mendekati kenyataan..."Ujar seorang wanita buta yang sejak semula hanya diam disisi Putri Elisa.


"Seorang Putri akan terusir dari singgasananya dengan tidak adil,dan akan menepi di gunung yang berapi-api.Ia akan tertelan,namun terganti oleh dua putri kembar.Salah satu dari mereka,akan melahirkan seorang pewaris yang tangguh dan tak terkalahkan"


Putri Elisa menghela nafas berat,ia merasa sesak bila mengingat mendiang Putri Kirana yang ia usir disebabkan ketahuan sedang berzina.


Meskipun Kirana sudah mengatakan bahwa ia tidak melakukan apa-apa,dia telah difitnah.Namun hati Putri Elisa sudah terlanjur sakit dan kecewa.


Tanpa pikir panjang,ia langsung mengusir Putri Kirana dari istananya.


Dan beberapa bulan yang lalu, seorang pelayan di istananya memberi kesaksian bahwa Putri Kirana tidak lah bersalah.Dia benar-benar telah dijebak oleh orang-orang yang menginginkan kedudukan di istana.


Hingga akhirnya, Putri Elisa memerintahkan untuk mencari putrinya yang telah ia buang.Rasa sesal telah menggerogoti hati dan jiwanya.Apalagi begitu ia tahu bahwa putrinya Telah Tiada.